Sampul Novel Pria Pertamaku

Pria Pertamaku

9.6 / 10.0
Alex Rayyan bersumpah akan terus mencintai Rania, mantan istrinya, selamanya. Di sisi lain, pernikahan kedua Rania dengan Harris hancur karena masalah keturunan dan pengkhianatan. Harris tertangkap basah bersama mantan tunangannya, hingga konspirasi mertua memaksa Rania bercerai lagi. Di tengah luka yang mendalam, mampukah Rania bangkit dan menata hidupnya kembali? Akankah Alex berhasil menepati janji sucinya untuk kembali melindungi wanita itu?

Pria Pertamaku Bab 1

(Assalamualaikum Nia, apa kabar? ini Hana, kamu di mana ni?) Rania kaget dengan panggilan yang diterimanya sore itu, tumben Suhana menghubunginya jam segini. Dia juga masih di kantor sedang menyiapkan laporan hasil meeting dengan manager bagian di perusahaan suaminya karena seminggu ini suaminya, Harris Iskandar harus pergi ke Kuala Lumpur untuk meeting dengan klien serta relasi bisnisnya, sekalian pulang kerumah keluarganya yang berada di kota itu.

"Waalaikumussalam Hana, Alhamdulillah aku sehat, ada di kantor, eh tumben call aku jam segini, kamu gimana kabarnya?" Rania menghentikan tarian jarinya di keyboard dan duduk bersandar fokus pada obrolannya dengan Suhana, sepupu Harris suaminya.

(Alhamdulillah i sehat, sengaja ingin tanya kabar mu, kenapa tak ikut Abang Is balik KL nih?)

"Mmmmm, banyak banget kerjaan di kantor, tahu sendirilah perusahaan IMF group tengah ada dipuncak kejayaan. Jadi kami bagi tugas, biar Abang Is yang meeting dan ketemu klien di sana, aku yang urus di sini."

(Baguslah kamu ni, btw tak ada plan datang sini ya? Tengah ramai tau kumpul di rumah Uncle Jamal, Nenda dan Atuk pun ada) 

Rania mengetuk-ngetuk dagunya dengan jari, seingatnya sudah enam bulan dia belum pulang ke rumah mertuanya di Kuala Lumpur. Bisa juga rasanya kalau pulang kesana dalam beberapa hari. Memberi suaminya kejutan.

"Entahlah, nanti aku kabari ya kalau bisa pulang, tapi jangan kasih tau laki aku dong, aku mau buat surprise buat dia." Rania tersenyum sendiri membayangkan wajah kaget suaminya karena dia menyusul tiba-tiba.

(Oke, bawa oleh-oleh dari Jakarta buat ku tau)

"Beres itu. Aku masih ada kerja sedikit lagi, aku end call nggak apa kan?"

(Tidak masalahlah, oke see you soon Nia, assalamualaikum)

"Waalaikumussalam Hana." Panggilan diakhiri dan Rania meneruskan pekerjaan yang masih bejibun banyaknya.

Dia adalah PA dari suaminya tapi karena Harris harus pergi keluar negeri jadi dia yang merangkap memimpin perusahaan, mengagendakan dan memimpin meeting harian dan membuat laporannya, selalunya kalau ada meeting diluar kantor pasti dia akan ikut pergi, tapi sekarang tidak mungkin karena banyak urusan diperusahaan dalam minggu ini. 

Tiga tahun sudah Rania Hani berumah tangga dengan seorang pengusaha muda dan sukses dari negara Malaysia, Harris Iskandar anak dari pasangan Dato' Jamal dan Datin Maria yang tenyata masih ada darah bangsawan dari kesultanan Brunei.

Dia yang pernah terluka karena masa lalu akhirnya bisa menerima Harris sebagai pasangan hidupnya, karena kebaikan dan ketulusan Harris tentunya. Keluarga mertuanya yang memang kaya raya awalnya sangat baik dan menerima dia apa adanya, harta bukan ukuran, tapi akhir-akhir ini sikap sinis ditunjukkan lagi oleh pihak keluarga Harris, karena sebab dia belum bisa memberi waris buat mereka.

Tok tok tok

"Masuk."

"Wow, sibuk nampak." Muncul seorang lelaki muda berparas tampan, ada iras lelaki Arab kalau diperhatikan, dia adalah Zaidan sepupu Harris yang bekerja di perusahaan suaminya. 

"Zai, masuk lah."

"Aku datang mau minta tanda tangan Bu boss." 

Rania tertawa dan menggelengkan kepala mendengar ucapan Zaidan itu, sepupu ipar merangkap teman seuniversitasnya itu memang pintar bercanda.

Zaidan duduk di depan Rania dan meletakkan fail di atas meja. Rania mengangkat wajah menatap sahabat merangkap sepupu iparnya.

“Abang Is ke KL berapa hari sih Nia, sibuk amat kulihat kau ini. Jangan lupa makan pula, entar pingsan tuh laki lihat bini dia kurus kering, hehehe.”

Rania berdecak kecil, memang diakui dia sering telat makan selama seminggu ini. Ucapan Zaidan tidak salah sama sekali.

“Katanya seminggu atau dua Minggu gitu, bagaimana audit internalnya berjalan lancarkan?” Rania duduk tegak dan membuat regangan ringan, terdengar tulang-tulang dipunggungnya berbunyi gemeretuk. 

“Semua oke, team auditornya gerak cepat tau, baguslah kamu pilih team yang solid gitu.”

“Ya jelaslah, aku nggak mau main-main soal perusahaan ini, apalagi laki kagak ada di sisi, aku malas buat kerja dua kali, buang waktu aja.”

“Semua sudah clear, produksi juga bagus bulan ini, banyak permintaan dari hotel-hotel yang baru naik daun, semua mau produk kita.” laporan dari Zaidan itu membuat wajah Rania terlihat puas, tidak sabar untuk mengabarkan ini pada suaminya.

“Kalau keadaan perusahaan sudah bisa di handle aku mau ke Kuala Lumpur besok malam, gimana menurutmu Zai?”

“Wah, ada yang lagi kangen nih. Cieee... ”

“Istri mana tak kangen suami, sebenarnya aku ada urus visa seminggu lalu, rencana ikut pulang kesana sekalian aja aku nengokin mertua,” Rania membuka fail yang dibawa oleh Zaidan, dia mulai membaca sebelum memberi tanda tangan.

“Tapi besok itu mendadak sangat buk,”

“Nggak mau tahu soal itu, tidak ada bantahan di sini, siapkan tiket ku aja, untuk visa sebenarnya aku sudah memohon setelah Harris membuatnya, kupikir aku mau ikut pergi tapi Harris melarang, katanya di sini banyak kerjaan, visaku sudah jadi dan ingat tiket harus dapat tau, hubungi temen mu yang kerja di agen tiket pasti dapat.”

“Hei, udah tertular galaknya Abang Is aja kau ni.”

“Kan bini dia, ya jelaslah. Hahaha.. ” 

“Iyalah, nanti aku carikan tiket. Aku balik keruanganku dulu, bye Bu boss, Jangan suka marah nanti cepat tua, keriput, jelek. Hahaha... ”  

“Kurang asam! ngatain orang keriput.” Rania menggumpal kertas dan melemparnya pada Zaidan yang masih tertawa sambil melangkah keluar. 

Malam itu Zaidan menghubungi Rania untuk memberikan tiketnya, dan Rania segera mengirim chat pada Suhana memberitahu kalau dia besok datang ke Kuala Lumpur, Suhana menawarkan diri untuk menjemputnya, seperti orang ngantuk disorong bantal Rania langsung setuju. Dengan syarat Suhana harus merahasiakan kedatangannya, Suhana setuju-setuju saja toh dia juga tidak repot banget untuk tutup mulut karena dia sekarang tinggal di apartemennya sendiri, hadiah dari ayah tirinya Dato' Azhari, paman dari Harris Iskandar. Lagian penerbangan Rania sore hari jadi dia pasti sudah pulang dari toko bunga miliknya. Bisa menjemput istri sepupunya itu di KLIA.

“Assalamualaikum, Pa,”

Rania langsung menghubungi papanya yang tinggal di Semarang, pak Heru Pradana. 

(Waalaikumussalam Nia, gimana kabarmu nduk?)

“Alhdulillah Nia sehat pa, Papa pa kabar?”

(Papa sehat, bahkan makin awet muda. Hehehe..)

“Alhamdulillah, Alexa dimana pa?”

(Tadi keluar mau dinner dengan Haikal dan Bara)

“Bara sekarang sudah bisa apa Pa? Kangen banget sama dia.”

(Bara sudah belajar jalan, Harris mana?)

“Begini pa, besok Nia mau ke Kuala Lumpur, suami Nia sudah seminggu disana, Nia call papa mau pamitan juga.”

(Jaga diri disana ya sayang, ingat kalau sedih dan ada masalah, buka mushaf dan mengaji, biar tenang)

“Iya pa, Papa jaga kesehatan ya, salam buat mama Gisel dan Lexa. Assalamualaikum, Pa.”

(Waalaikumussalam, kamu juga hati-hati di sana).

Rania mengakhiri panggilan dan menurunkan travel bag lalu memasukkan barang-barang yang mau dibawanya. 

********

Kuala Lumpur  22.00

“Is harus nikahi dia, papa dan mama tak ingin dengar alasan lagi,” Dato' Jamal berjalan mondar mandir di ruang tamu utama rumahnya, suaranya keras membahana membuat semua yang ada disana terdiam, dia marah karena putranya buat masalah sangat besar kali ini, Harris Iskandar berdecak dan duduk tegak disebelah Nenda. Wajahnya yang selalu tampan dan rapi, sekarang tampak lesu dan kusut.

“Is sudah ada istri Ma, Pa, jangan lupa itu.”

“Apa Is juga lupa, nama keluarga kita bisa rusak kalau sampai media tahu tentang semua ini,” Dato' Jamal semakin meninggikan suaranya.

“Apa kata keluarga Safina kalau Is tak mau bertanggung jawab? bisa hancur nama kedua keluarga, pikirkan juga tentang masa depan Safina, tentang kerjasama kedua keluarga. Berita tangkap khalwat(penggerebekan) ini cepat sangat tercium oleh awak media.” Nenda mulai ikut angkat bicara.

Sementara Harris cuma diam tertunduk, wajahnya kusut. Kejadian beberapa jam lalu kembali berputar di kepalanya, wajah istrinya yang ada di Jakarta terbayang, dia semakin merasa bersalah. Dia terlalu terbawa kenangan lalu hingga jatuh ke dalam pelukan Safina lagi, mantan tunangannya dulu. Menjebak dia dalam masalah besar seperti sekarang ini.

“Pa, kita boleh bayar denda kan? tak perlu ada pernikahan. Nanti Is bicara dengan Fina. Berunding tentang ini semua,”

“Mama mau Is kahwin dengan Safina, Is mampu kalau ada istri lebih dari satu, apa kata Tan Sri Ja'far kalau tahu tentang ini.” ucapan Datin Maria di sahut dengan anggukan kepala Nenda dan yang lain. Menyetujui pemikiran Datin Maria.

“Tapi ma, Is tak mau dan tak bisa sakiti hati istri Is,” Harris masih membela diri. Enggan menurut kata keluarganya.

“Lalu ditangkap oleh JAIS (Jabatan Agama Islam Selangor) dengan keadaan setengah bugil dan memalukan tadi apa tak menyakiti hati istri Is?” ucap Atuk penuh penekanan. Harris terdiam.

“Lagipun Nenda suka dengan Safina tu, kita dah lama tunggu Is ada waris dari istri Is, sudah lama pun Is berumah tangga, tiga tahun Is kahwin tapi tidak ada anak, entah-entah istri Is itu mandul agaknya. Tak boleh kasih keturunan.” 

Di luar, tepatnya di dekat pintu utama, airmata Rania tidak mampu ditahan lagi, banjir tiada henti, sudah lima belas menit dia berdiri kaku disana tidak bisa melangkah, setelah mendengarkan semua pertikaian orang-orang diruang tamu itu, pembicaraan itu mampu meluluhlantakkan hidup dan hatinya kini,  Suhana meremas tangan Rania memberi kekuatan pada gadis itu, dia kasihan melihat gadis disampingnya, niat hati datang untuk memberi kejutan pada suami, tapi sekarang dia pula yang dapat kejutan sebesar itu.

‘Sampai hati Abang, sampai hati buat Nia seperti ini.’

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pria Pertamaku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Diselingkuhi Suami Dibucinin Berondong
8.9
Dunia Ratih Apsari runtuh usai memergoki pengkhianatan suaminya. Di tengah kesedihan pasca perceraian, sebuah kesalahan fatal membawanya masuk ke mobil Derryl Dariawan hingga mereka menghabiskan malam bersama. Ternyata, Derryl adalah CEO baru di kantornya. Meski sempat menuduh Derryl menjebaknya, kedekatan mereka justru menumbuhkan rasa cinta. Ratih bimbang karena perbedaan status dan usia Derryl yang tujuh tahun lebih muda. Akankah ia membuka hati atau kembali pada sang mantan?
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela mengambil risiko besar dengan mengandung anak Jeremy secara rahasia, meski ia tahu dirinya hanya dimanfaatkan. Sadar akan kekejaman Jeremy, Angela sengaja memancing amarah pria itu agar ia dilepaskan. Namun, pelariannya berakhir saat Jeremy berhasil melacak posisinya. Di ambang keputusasaan, Angela memohon kebebasan. Tak disangka, kehadiran sang buah hati justru mengubah segalanya. Jeremy yang dulu dingin kini menawarkan diri untuk melayani Angela dan bayi mereka.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Dikhianati oleh tunangan dan saudara angkatnya setelah kembali dari desa, Sabrina membalas dendam dengan mendekati paman sang mantan, Charles. Meski awalnya Charles menolak ikatan emosional setelah malam penuh gairah, Sabrina justru memancing harga dirinya hingga mereka terikat selamanya. Kini sebagai bibi mantan kekasihnya, Sabrina yang dianggap remeh ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan bahwa dia bukan sekadar pemburu harta, melainkan pemilik takhta sesungguhnya.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Penyesalan mendalam menghantui setelah perpisahan yang tak terelakkan terjadi. Kesadaran yang datang terlambat hanya menyisakan duka, karena tangisan tak mampu mengubah kenyataan. Kehadiran sosokmu sebelumnya telah memberi warna dan mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski mengenalmu membawa rasa sakit dan kesedihan, di sana pula kutemukan kebahagiaan sejati. Kini, andai waktu bisa diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik bersamamu.
Sampul Novel LEMBAYUNG CINTA
9.2
Rangga terjebak dalam obsesi mendalam terhadap Davina. Pria itu rela melakukan segala cara demi mencuri perhatian sang wanita impian. Setiap tindakan yang Rangga ambil dirancang khusus untuk memikat hati Davina agar mau membalas perasaannya. Di tengah ambisi tersebut, ia terus berjuang memancing simpati Davina demi mendapatkan cinta yang ia dambakan. Inilah kisah perjuangan seorang pria yang tak kenal lelah mengejar wanita pilihannya dalam balutan romansa modern.
Sampul Novel Light Of Love
8.1
Kayla Pratama, seorang yatim piatu, terpaksa menjalani hidup sebagai istri kedua dari pengusaha sukses bernama Raga Dirgantara. Terjebak oleh beban hutang budi di masa lalu, Kayla tidak memiliki pilihan selain menerima nasibnya yang pahit. Kehadirannya dalam pernikahan itu hanyalah demi memberikan keturunan bagi sang miliarder. Ia harus berjuang menghadapi kenyataan bahwa dirinya cuma dianggap sebagai alat tanpa memiliki posisi yang sesungguhnya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan