Sampul Novel Gairah Cinta Senior

Gairah Cinta Senior

8.4 / 10.0
Dalam Gairah Cinta Senior, Diana menolak Arga demi masa depan meski saling cinta. Namun, kehidupan mahasiswa baru membawanya bertemu Bara, senior galak yang provokatif. Baca romance novel ini untuk melihat pilihan Diana antara kesetiaan atau gairah baru dalam web novel modern yang penuh dilema.
Ringkasan Gairah Cinta Senior
Diana memprioritaskan masa depan di atas asmara, bahkan nekat menolak cinta Arga meski mereka saling suka sejak lama. Namun, keteguhannya diuji saat ia memasuki dunia perkuliahan. Di tengah upaya Arga yang terus mengejarnya dari jauh, Diana justru bertemu Bara, senior galak dengan reputasi bad boy yang mulai menunjukkan ketertarikan padanya. Kini Diana terjebak dalam dilema antara kesetiaan pada masa lalu atau menyerah pada gairah baru yang menantang.
Baca Selengkapnya

Gairah Cinta Senior Bab 1

"Gue suka lo, Diana!" teriak Arga di depan teman-teman sekolahnya yang tengah sedang beristirahat.

Diana yang sedang mengobrol dengan beberapa temannya di lapangan yang tersedia bangku panjang pun menoleh. Semuanya mendadak hening lalu tak lama suara sorakan terdengar meriah.

Diana menoleh ke semua teman-temannya dan dia menggeleng-gelengkan kepalanya karena teman-temannya bertanya-tanya ada apa di antara dirinya sampai Arga menyatakan perasaannya.

"Iya! Gue suka lo, Diana! Lo nggak salah dengar!" lagi, teriak Arga.

Diana menepuk keningnya karena merasa apa yang Arga katakan itu sangat bodoh. "Ayo, terima Diana!" beberapa yang lainnya berteriak agar Diana menerima pernyataan cinta Arga.

Namun Diana mengabaikannya dan memilih menuju kelasnya yang disusul teman-temannya yang lain. Padahal ia sebenarnya menahan malu tapi Diana mencoba memasang wajah kebalnya.

Sampai saat di kelasnya, ia duduk di mejanya dan terkejut karena Arga menyusulnya juga, membuat teman-temannya berada di belakang Arga.

"Gue suka sama lo sejak kelas 10, Di. Gue nggak bisa berhenti untuk nggak suka lo," jelas Arga padanya.

Namun Diana masih diam dan memilih tidak menjawabnya. Ia sendiri bingung harus bagaimana menjawabnya jika di hadapan teman-temannya seperti ini.

"Di, jawab saja. Tolak juga nggak apa-apa kalau lo belum siap," ujar Hani, salah satu temannya.

Arga lalu menoleh ke Hani dan memelototinya. "Diam lo, Han. Dia pasti juga suka sama gue," kata Arga dengan percaya diri.

Tiba-tiba Diana tertawa keras membuat yang lain tercengang mengapa Diana tertawa seperti orang gila yang dengan dadakan seperti itu.

"Percaya diri banget sih lo, Ga. Gue nggak pernah suka sama lo! Asal lo tahu itu, ya! Jangan dipikir lo cowok populer di sini lantas membuat gue suka sama lo. Nggak sekali pun!" jelas Diana akhirnya.

Arga diam seribu bahasa. Ia yang tadinya bersimpuh dengan setangkai mawar putih untuk Diana, kini berdiri dan menatap Diana dengan tatapan yang tajam. Perasaannya merasa malu karena baru kali ini ia ditolak oleh wanita yang disukainya, di hadapan teman-temannya.

"Lo yakin? Lo nggak menyesal nantinya?" tanya Arga yang mana nada suaranya sudah berubah.

"Hmm ... ya. Sangat yakin."

Arga lalu pergi dan mematahkan tangkai mawar itu lalu melemparnya asal. Diana sebenarnya terkejut melihat respons Arga, tapi ia terlihat biasa saja dan baru bisa bernafas lega.

***

Selepas sekolah selesai, Diana keluar kelas bersama teman-temannya dan merencanakan untuk belajar bersama untuk ujian nasional. Mereka merencanakan belajar bersama di rumah Diana dan Diana tidak keberatan untuk itu.

Sebuah bola basket yang memantul ke arahnya dengan perlahan berhenti tepat di kedua kakinya saat ia melewati lapangan basket. Diana menoleh ke bawah dan mengambil bola itu. Lalu ia melihat sekumpulan anak-anak basket, termasuk Arga ada di sana, menunggu Diana melemparkannya kembali.

"Di, lempar!" teriak Aris.

Diana bukannya menatap Aris, malah matanya terpaku pada Arga yang menatapnya dalam diam dengan keringat yang membasahi kepala rambutnya.

"Di! Lo bengong apa, sih?" tanya Amel. "Cepat lempar ke mereka!"

Diana terkejut dan ia pun melempar balik bola basket itu ke arah anak-anak basket yang ternyata diterima Arga. Ada suasana mencekam di antara keduanya walau yang lain bersorak satu sama lain lantaran mereka seperti mengira Diana sengaja melemparnya ke arah Arga.

Cepat-cepat Diana berlalu dari sana dengan jantung berdegup kencang.

"Lo sengaja ya, lempar itu ke Arga?" tanya Sinta.

"Nggaklah. Itu reflek saja, kok."

"Hmm, kita kira begitu," sambung Hani dan yang lainnya mengangguk.

"Terus, lo beneran nggak suka dia? Parah banget ih, kalau nggak suka si Arga," tanya Sinta.

Sayangnya Diana memilih untuk tidak menjawab pertanyaan Sinta yang mewakili teman-temannya. Baginya, ia enggan membagi apa yang ia rasakan pada teman-temannya lantaran ia tahu tidak semua orang tahu bagaimana ia merasakan sesuatu.

Jamuan makanan dan minuman yang di siapkan Paula, Ibu Diana, hampir mendekati habis oleh teman-temannya Diana. Mereka lebih banyak makan dan minumnya ketimbang belajar seperti yang mereka janjikan.

Wanita jika berkumpul dengan satu niat, pastilah akan timbul hal-hal yang baru seperti gosip. Diana yang lebih rajin dari pada lain pun fokus pada apa yang ia pelajari. Pikirnya, setidaknya ada yang waras dan bisa menjelaskan materi yang mereka pelajari pada teman-temannya yang lebih banyak fokus pada gosip.

"Wah, makasih ya, Tante buat jamuannya, he he he. Maaf ya, kalau kedatangan kita merepotkan," ujar Hani dengan sopan mewakili yang lain.

"Iya, Tante. Makasih banyak loh, ya. Next time kami akan ke sini lagi," sambar Sinta di sambung Amel.

Diana menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah temannya. "Next time harus belajar dulu baru di siapkan jamuan ya, Ma!" ancam Diana dengan maksud canda.

"Ih, apaan sih, Di! Jahat banget, lo! Ya, sudah ... kita pulang dulu, ya."

Ketiga temannya berpamitan dan bersalaman dengan Paula. Diana menuntun mereka sampai depan gerbang dan melambaikan tangannya pada mereka yang menjauh dari pandangannya.

***

Pagi-pagi sekali Diana sudah sampai sekolahnya di antar oleh sopir pribadinya. Ia sengaja datang lebih pagi karena berniat meminjam buku di perpustakaan dan berniat membacanya lebih awal sebelum bel masuk berbunyi.

Ternyata tidak hanya dirinya yang singgah ke perpustakaan. Ada beberapa anak dari kelas lain yang tengah belajar dan beberapanya seperti menyalin tugas temannya.

Mata Diana bertemu dengan mata Arga secara tak sengaja. Mereka saling bertatapan dalam beberapa detik sampai Diana berbalik dan menuju barisan buku sesuai yang sedang ia cari.

"Jadi lo mau sampai kapan diam sama gue?" tanya Arga tiba-tiba dengan suara pelan.

Diana menoleh ke kanan dan kirinya, memastikan bahwa orang yang Arga ajak bicara adalah dirinya. "Apa sih, Ga? Ganggu saja."

"Ganggu? Lo muncul cuma lihat gue. Kemarin juga cuma lihat gue. Kita saling pandang-pandangan, Di. Dan gue tahu lo pasti merasakan hal yang sama kayak gue, kan? Lo cuma malu mengakuinya, kan?" sambar Arga.

Diana berdecak namun matanya tetap melihat-lihat buku yang ia incar. "Mana, ya?" tanyanya lebih pada dirinya sendiri.

"Cari apa lo?" Tanya Arga.

"Novel romansa terjemahan."

"Apa judulnya?" tanya Arga memancing, masih menatap Diana.

"Cinta Yang Dipertaruhkan," jawab Diana singkat.

Tiba-tiba satu tangan Arga naik ke atas menunjukkan novel yang dicari Diana. Novel itu ada digenggamannya. Diana membelalakan matanya dan menyambarnya. Sayangnya tidak mudah karena Arga menghalanginya.

"Lo tahu itu yang gue cari?" tanya Diana kesal.

"Bahkan gue tahu ukuran bra lo berapa, Di," jawab Arga yang membuat wajah Diana merah padam.

"Siniin. Gue lagi mau baca itu!" seru Diana dengan pelan dan menahan malunya.

Arga menggelengkan kepalanya dan menyembunyikan novel itu ke balik tubuhnya. Ia membiarkan Diana memberontak dan kemudian merasa menyerah.

"Karena gue tahu novel ini nggak akan tercetak lagi, jadi gue jadiin jaminan buat lo agar jawab pertanyaan gue di awal," kata Arga.

"Duh, yang mana? Percepat ajalah!"

Baru beberapa menit bicara saja Diana sudah lupa akan topik yang tadi di bahas oleh Arga. Membuatnya sedikit gemas namun kesal juga.

"Lo suka gue juga atau nggak?" tanya Arga mengulanginya.

Diana tidak punya waktu banyak untuk semua ini. Ia lebih memilih novel itu dibanding yang lain. Tapi pertanyaan Arga itu bukan pertanyaan main-main. Terpaksa Diana pun menjawabnya.

"Iya. Gue juga suka sama lo. Tapi itu nggak akan mengubah keadaan, Ga. Gue nggak bisa pacaran sampai gue benar-benar menghasilkan uang sendiri. Lo paham?"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Gairah Cinta Senior

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta Terlarang & Rahasia
9.4
Karina, gadis dari keluarga retak, terjebak asmara terlarang dengan Evan, kakak sahabatnya yang sudah beristri. Saat hubungan rahasia ini terungkap, ia pun dihujat dan dimusuhi Siska. Karina memilih pergi sambil mengandung buah hati mereka tanpa sepengetahuan siapa pun. Bertahun-tahun kemudian, ia kembali ke Jakarta membawa seorang putra. Kini, rahasia besar mengenai ayah biologis sang anak terancam terbongkar. Sanggupkah ia terus menutupi fakta dari masa lalunya?
Sampul Novel Crazy Playboy - Gairah dan Obsesi Aktor Tampan
9.7
Permainan Truth or Dare mengubah hidup Syila saat ia memilih tantangan berani. Ia diwajibkan mencium pria pertama yang ditemuinya di depan toilet. Takdir mempertemukannya dengan Jaguar Adytama, aktor tampan yang kerap terjerat skandal bersama banyak wanita. Pertemuan tak terduga itu membuat Jake menjadi pria pertama dalam hidup Syila. Kini, Syila harus menghadapi konsekuensi setelah berurusan dengan sang playboy yang penuh gairah dan obsesi.
Sampul Novel Dendam Membara CEO Mesum
8.5
Jent adalah CEO sukses yang menghadapi keretakan rumah tangga akibat belum hadirnya buah hati. Kecurigaan menuntunnya mengikuti sang istri secara rahasia, hingga ia menyaksikan sendiri pengkhianatan istrinya di ranjang pria lain. Terbakar amarah, Jent menolak sekadar bercerai. Ia merancang rencana pembalasan dendam yang kejam bagi sang istri dan selingkuhannya. Tragedi ini mengubah Jent menjadi sosok pria berdarah dingin demi menuntut keadilan.
Sampul Novel Menikah Demi Perceraian
9.3
Sebastian Alvero Abraham terjebak dalam pernikahan dengan Latasha Revalina Mahendra, gadis yang delapan tahun lebih muda darinya. Meski awalnya Vero merasa seperti pengasuh bagi Reva yang kekanak-kanakan, keceriaan Reva justru membawa kebahagiaan baru yang tak terduga. Namun, saat kemesraan mulai tumbuh, motif asli Reva menikahi Vero terbongkar. Akankah kekecewaan Vero menghancurkan rumah tangga mereka yang baru seumur jagung setelah rahasia itu terungkap?
Sampul Novel PEDIHNYA JADI ISTRI KE DUA PAK DOSEN
9.7
Rania, seorang penulis, terjebak dalam nestapa setelah menyadari posisi istri kedua adalah kesalahan besar. Meski mencoba lari agar talak jatuh secara otomatis, ia justru diteror oleh suaminya yang berprofesi sebagai dosen. Di tengah perjuangan menuntut hak dan melawan ketidakadilan, Rania bertemu Yudha yang tampak baik namun menyimpan niat jahat. Mampukah wanita tangguh ini bangkit menghadapi pengkhianatan dan menyelesaikan kemelut hidupnya dengan elegan?
Sampul Novel Sepertinya Seluruh Dunia Jatuh Cinta pada Istriku
8.2
Demi adiknya, Maya terpaksa bertunangan dengan Arjuna, pria cacat yang terdepak dari posisi pewaris. Awalnya pernikahan mereka tanpa rasa, namun situasi berbalik saat rahasia Maya terbongkar. Dia ternyata peretas andal, komposer misterius, hingga ahli giok dunia. Arjuna mulai cemas saat para aktor ternama dan miliarder mulai memperebutkan Maya. Bagaimana cara Arjuna mempertahankan istrinya saat dunia kini jatuh hati pada pesona tersembunyinya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan