Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pria Bajingan Itu Ayah Anakku

Pria Bajingan Itu Ayah Anakku

Hidup Ninda berubah total demi memenuhi wasiat Yani, sahabatnya, untuk membesarkan Leon yang baru berusia empat tahun. Sebagai selebgram, Ninda bekerja keras demi masa depan anak itu. Namun, ketenangannya terusik saat Fino Vasikal Gantara, pria berpengaruh yang juga ayah kandung Leon, muncul menuntut hak asuh. Meski diancam, Ninda teguh melindungi Leon sesuai janjinya. Kini, ia harus berhadapan dengan kekuatan Fino demi mempertahankan putra sahabatnya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Pukul 9 malam. Ninda baru selesai mengedit 4 video yang di dalamnya ada beberapa kerjasama endorse. Membutuhkan waktu 12 jam sedari jam 8 pagi hari. Akhirnya Ninda selesai juga dan membuat Ninda bisa sedikit lega karena pekerjaannya satu-satu sudah selesai

Sebenarnya Ninda bisa saja menyewa orang untuk mengedit Video-Video miliknya ini. Tapi setelah dipikir 2 kali. Sangat sayang sekali jika menyewa editor. Lebih baik uang menyewa editor untuk membiayai pengobatan Yani.

Perawatan Yani di rumah sakit ternama di negeri ini membutuhkan banyak biaya. Apalagi sahabatnya ini menempati ruangan Vvip. Awalnya Yani sangat menolak keras, tapi Ninda sangat memaksa sekali. Agar Yani cepat sembuh, makanya Ninda nekat memindahkan Yani keuangan Vvip saja. Agar penanganannya jauh lebih baik dan cepat.

Tapi karena itu semua. Ninda harus lebih bekerja keras sekali, agar bisa membiayai segalanya. Satu hal yang Ninda harapkan adalah agar Yani cepat sembuh dan bisa berkumpul lagi dengan Leon.

Pandangan mata Ninda menatap ke arah ranjang rumah sakit. Melihat sahabatnya Yani sudah tertidur di atas ranjang itu. Langkah kaki Ninda berjalan mendekati Leon yang tidur bersama dengan Yani.

Ninda mengusap lembut puncak kepala Leon yang terjadi di satu ranjang yang sama dengan Yani. 

"Leon, kamu harus mendoakan Mamah kamu agar cepat sembuh. Bunda sangat takut kalau Mamah kamu meninggalkan dunia ini. Bunda berharap kalau kamu selalu di dampingi Mamah kandung kamu sampai kamu besar dan punya anak. Cukup Mamah kamu saja yang ga punya kedua orang tua, tapi kamu jangan Leon."

Ninda tersenyum seraya menatap Leon dengan tatapan lembut. "Jangan juga seperti Bunda. Punya orang tua tapi ga peduli sama sekali."

"Ninda!" panggil Yani.

"Aku mengganggu ya?" Ninda menatap sahabatnya tersebut.

Dahi Ninda berkerut bingung disaat melihat Yani menggenggam tangannya. "Ada apa?"

"Jaga Leon baik-baik ya," ucap Yani.

"Aku selalu menjaganya dengan baik," jawab Ninda.

"Aku tahu itu. Kalau kamu menjaga Leon dengan baik. Jaga Leon sampai dia besar nanti."

"Tidak mau! Ada kamu Mamah kandungnya Leon, jadi kamu yang harus menjaga Leon sampai besar."

"Maaf," seru Yani.

"Kenapa minta maaf?"

"Sepertinya kalau aku tidak akan lama di dunia ini lagi."

"Stop Yani!! Berhenti mengatakan kalimat gila itu lagi!!!" tegas Ninda dengan ekspresi wajah yang marah.

"Nin, kamu sudah tahu pasti kan kondisi tubuh aku ini. Semuanya hanya sia-sia saja."

"Tidak ada sia-sia. Harus berjuang dulu!!" ucap Ninda yang masih menunjukan ekspresi wajah yang marah dan kesal.

Yani melihat ekspresi wajah Ninda yang marah. "Jaga Leon untuk aku."

"Jaga saja sendiri. Aku bukan ibu kandungnya, aku punya banyak mimpi dan ga mungkin terus menjaga Leon saja. Tidurlah!! Aku harus pulang untuk live streaming."

Setelah mengatakan kalimat itu. Ninda keluar dari ruang Vvip rumah sakit dengan ekspresi wajah yang masih marah. Sedangkan Yani hanya bisa menghela nafas saja, melihat sahabatnya yang marah karena ucapannya.

"Ninda aku benar-benar minta maaf karena ga bisa membalas semua kebaikan kamu yang luar biasa ini. Maaf sekali lagi aku harus merepotkan kamu," cicit Yani seraya menghapus jejak air matanya ini.

"Leon, maaf karena Mamah ga bisa melihat kamu tumbuh menjadi pria yang gagah dan hebat. Mamah hanya berharap kalau kamu bisa lebih hebat dari Papah kandung kamu. Jika seperti itu itu bisa melindungi Bunda kamu dan memberikan segalanya sama orang yang telah membantu kita," ucap Yani seraya menatap putra kandungnya ini.

***

Ninda sampai di apartemen yang dirinya sewa dengan bayaran pertahun 30 juta. Memiliki 2 kamar tidur dan juga pemandangannya sangat indah. Apalagi jika malam hari pemandangan indah ibu kota akan nampak jelas dari lantai 32 apartemen ini.

Sesampainya di apartemennya ini. Ninda langsung saja merebahkan dirinya di sofa panjang yang ada di ruang tengah. Menatap apartemennya yang sepi karena Ninda tidak membawa pulang Leon.

Huft. Hanya ada helaan nafas yang terdengar di apartemen ini.

"Lelah sekali," gumam Ninda.

Hiks… hiks. Ninda tiba-tiba saja menangis disaat mengingat ucapan Yani. Ingatan Ninda juga mengingat perkataan dokter tentang kondisi yang dialami sama Yani.

"Aku mohon sekali ada keajaiban yang terjadi. Semoga Yani sembuh dan bisa bersama dengan Leon lagi. Kalau perlu aku saja yang meninggal, jika aku yang meninggal setidaknya keluarga kandungku sendiri tidak ada yang peduli," tutur Ninda dengan air mata yang menangis bercucuran.

"Leon tidak punya Ayah. Setidaknya berikan bocah kecil itu kebahagiaan dengan kesembuhan Ibu kandungnya. Biarkan Leon menikmati hidup di dunia ini dengan Ibu kandungnya," cicit Ninda yang yang menangis.

Selama 20 menit lamanya. Ninda menangis di apartemennya ini. Hingga akhirnya kedua tangan Ninda menghapus dengan kasar air mata yang keluar dari mata indahnya. 

Ninda menatap ke arah jam yang sebentar lagi akan menunjukkan pukul 11 malam hari. Lantas saja dengan cepat, Ninda menyiarkan peralatan untuk Live streaming yang mana menghasilkan uang yang banyak bagi dirinya ini.

Tidak lupa juga Ninda menyiapkan banyak make up. Live streaming Ninda adalah tutorial make up dari berbagai macam brand. Ninda juga tidak lupa menyiapkan barang endorse, yang nanti akan muncul dalam live streaming yang dirinya lakukan ini.

Setelah melakukan persiapan selama 7 menit, semuanya sudah siap dan tinggal menekan tombol live dari ponselnya saja. Tapi sebelum itu, Ninda melihat wajah dan kedua matanya yang sembab sehabis menangis. Ninda memakai foundation sedikit untuk menutupi wajahnya ini.

"Pencahayaan sudah bagus, wajahku jauh lebih baik tadi. Semoga saja tidak ada yang menyadari kondisi wajahku," ucap Ninda.

Barulah Ninda menyalakan live streamingnya di TokTok, setelah memastikan kalau semuanya sudah siap dan juga dirinya siap. Bibir Ninda tersenyum cerah saat sudah dimulai.

"Hai hai!! My fansku!!! Kembali Kembali lagi bersama dengan Nin cantik ini. Ayo ayo bestie ku semua join ke live aku sekarang, sebelum aku membuat kalian jadi keracunan dengan produk make up baru yang aku gunakan ini!!" tutur Ninda dengan wajah riang dan ceria.

Menyembunyikan rasa sedih yang sedang dirinya alami ini. 

"10k baru aku mulai ya beb," ucap Ninda di depan ponselnya ini.

Selama menunggu. Ninda membaca komentar-komentar dari fans dan juga hattersnya yang selalu saja membandingkan dirinya dengan selebgram ternama lainnya. Walaupun begitu Ninda tetap tersenyum dan mengabaikan semua hatters tersebut.

"Wow!! Cepat sekali ini. Terima kasih yang sudah share dan memberikan gift kepadaku. Karena sudah sampai 10K, malah sekarang udah 25 ribu yang nonton ini. Kalau begitu, mulai saja oke okey!! Racun make up dan skincare akan di mulai. Siap-siap kantong uang kalian habis," tutur Ninda seraya terkekeh di depan layar ponselnya tersebut.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DILEMA SUAMI BAYARAN
9.6
Barra Farzan, seorang duda yang mendambakan kebahagiaan, akhirnya menikahi Astra, putri konglomerat cantik. Namun, saat resepsi pernikahan berlangsung penuh tawa, seorang wanita tiba-tiba muncul dan menampar Astra. Ia mengaku sebagai istri sah Barra yang ditinggalkan bersama anak mereka. Tuduhan pelakor pun seketika menghancurkan suasana. Rahasia gelap apa yang disembunyikan Barra? Sanggupkah mereka bertahan, atau Barra hanya akan menjadi suami bayaran?
Sampul Novel Ibu Susu Bayi Presdir
8.2
Lima tahun berlalu sejak malam misterius yang mengubah hidup Liana. Kini, ia terkejut menemukan bahwa Ethan Alvaro, CEO di tempat kerja barunya, adalah pria dari masa lalunya sekaligus ayah kandung Noel. Meski Ethan tak mengenali Liana, kecurigaan mulai tumbuh saat rahasia perlahan terkuak. Liana berusaha menjaga jarak demi melindungi putranya, namun Ethan justru terus mengejarnya. Akankah Ethan menerima kenyataan ini atau justru merebut Noel darinya?
Sampul Novel Is This Love?
8.7
Farrel Aditama Effendi dikenal sebagai pria kaya yang gemar bersenang-senang, berbeda jauh dari Fachmi, kembarannya yang kaku. Karena obsesi memiliki sang kakak, Farrel bertekad menggagalkan pertunangan Fachmi dengan seorang wanita lembut. Namun, rencana sabotase ini berbalik saat Farrel justru jatuh cinta pada wanita tersebut saat menyamar menjadi Fachmi. Kini, ia terjebak dalam dilema besar jika rahasia tentang identitas aslinya terbongkar.
Sampul Novel Kariermu Ada di Tanganku
8.2
Nayara Devanka adalah putri tunggal keluarga Mahendra yang berkuasa. Hidupnya sempurna bersama Rafael, mantan staf sang ayah yang ia angkat derajatnya, serta putri mereka, Isolde. Namun, pengorbanan Naya dibalas pengkhianatan keji. Rafael diam-diam menikahi masa lalunya dengan restu keluarga besarnya sendiri. Mereka menikmati kemewahan dari Naya sambil menikamnya dari belakang. Kini, Naya tak akan tinggal diam dan siap menghancurkan karier serta hidup mereka.
Sampul Novel Tambatan Hati
9.6
Reynand Arya Wijaya adalah duda mapan yang menutup hati akibat dikhianati mantan istrinya di masa lalu. Setelah berjuang dari titik nol dan ditinggalkan demi pria lain, ia kini hanya fokus membesarkan putranya sendirian. Namun, kehadiran Amanda Mey Diana, seorang guru TK yang tulus, mulai meruntuhkan tembok pertahanannya. Meski trauma akan cinta masih membekas, kasih sayang Mey kepada anaknya membuat Reynand perlahan belajar membuka diri untuk sebuah kesempatan kedua.
Sampul Novel Terjerat Kontrak Cassanova
9.7
Javas Wira Sastro yang bosan dengan hidupnya menjerat Zehra Deris dalam sebuah kontrak saat gadis itu terdesak masalah. Meski masa berlaku kesepakatan mereka berakhir, Javas menolak melepaskan Zehra dan justru menuntut pertunangan. Hubungan penuh gairah dan dominasi ini menyeret keduanya ke dalam konflik perbedaan status yang rumit. Kini, mereka harus menentukan pilihan sulit: tetap tenggelam dalam drama cinta dewasa yang membara atau kembali menghadapi realita.