Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Prahara Orang Ketiga

Prahara Orang Ketiga

Hari pernikahan Erika berubah menjadi mimpi buruk saat kekasih masa lalunya Bimo menuntut untuk menggantikan posisinya di pelaminan dengan alasan sakit parah. Meski Erika tengah mengandung dan mereka telah resmi terikat buku nikah, Bimo justru membelanya dan menganggap pesta tersebut tidak penting bagi Erika. Di tengah cemoohan para tamu undangan yang menjadikannya bahan lelucon, Erika memilih tidak memicu keributan. Ia justru mengambil keputusan besar untuk menggugurkan kandungannya dan merelakan pria bajingan yang telah dipacarinya selama sepuluh tahun itu kepada wanita tersebut kepada wanita lain secara sukarela.
Bab
Bagikan

Bab 1

Pada hari pesta pernikahan dilangsungkan, wanita yang dicintai oleh pacarku selama sepuluh tahun mengatakan bahwa dia akan menggantikanku menikah dengan pacarku.

Dia mengenakan gaun pengantin dan cincin milikku sambil menangis tersedu-sedu.

"Kak Erika, aku sakit parah. Kamu bakal menjalani seluruh hidupmu bersama Kak Bimo. Biarkan aku yang melakukan pesta pernikahan ini."

Pacarku yang bernama Bimo menimpali, "Erika, kamu lagi hamil anakku, kita juga sudah dapat buku nikah. Kamu sudah punya banyak hal, jadi nggak penting apakah kamu bakal melangsungkan pesta pernikahan ini atau nggak."

Para tamu di atas panggung mulai menuding, membuat pengantin wanita sepertiku menjadi bahan lelucon.

Namun, saat itu aku tidak membuat masalah. Aku memutuskan membuat janji untuk melakukan aborsi, lalu tersenyum ramah pada wanita kesayangan Bimo.

"Boleh saja. Aku berikan pernikahan ini untukmu, aku juga akan memberimu pria bajingan yang sudah aku pacari selama sepuluh tahun!"

"Erika, kamu bicara apa, sih?" Bimo mencoba menarikku dengan tangannya yang bebas, sementara satu tangannya tidak pernah lepas dari tangan Riani.

Aku mengangkat tangan dan menampar wajah Bimo. Dia menutupi wajahnya, matanya terbelalak tidak percaya.

Riani mengangkat roknya dan melindungi Bimo dengan satu tangan, sambil merengek lirih, "Kak, jangan marah, jangan sakiti Kak Bimo."

"Aku sudah nggak menginginkan pernikahan ini lagi, aku bakal balikin gaun pengantinmu. Biarkan saja aku mati sendirian, huhuhu."

Kata Riani sambil beranjak untuk melepaskan gaun pengantin dari tubuhnya, tetapi dihentikan oleh Bimo.

"Riani, gaun pengantin ini milikmu, pernikahan ini juga milikmu."

Dia merapikan gaun pengantin yang dikenakan Riani dengan hati-hati, tidak melewatkan setiap renda. Gaun pengantin berwarna putih makin membuat Riani terlihat lemah, sementara lampu di aula membuatnya terkesan lebih indah dan rapuh.

Ini adalah gaun pengantin yang dipilihkan Bimo untukku, tetapi sangat cocok untuknya.

Tiba-tiba, aku mengerti kenapa pada hari aku mencoba gaun pengantin ini, aku merasa tidak cocok dan ingin menggantinya. Namun, Bimo mengatakan bahwa itu adalah model yang dibuat khusus dan tidak bisa diubah.

Ternyata itu adalah model yang dibuat khusus yang disiapkan khusus untuk Riani sejak awal.

Aku tersenyum pahit pada sendiri dan Bimo melihat senyuman di wajahku.

"Erika, kamu sudah puas? Apa kamu akan terus memaksanya?"

"Lebih baik pikirkan bayi di dalam perutmu. Kalau kamu nggak mau dia lahir tanpa ayah, patuhlah dan lakukan apa yang aku perintahkan. Jangan buat masalah!"

Lagu pernikahan dimainkan, para pembawa bunga di kedua belah pihak mulai menaburkan kelopak bunga mawar. Bimo berjalan memasuki lokasi pernikahan dengan menggandeng tangan Riani di tengah-tengah perhatian semua orang.

Dengan alunan musik piano yang menyuarakan kebahagiaan, aku menghubungi rumah sakit untuk melakukan aborsi.

Para tamu menatap pasangan yang berbahagia di atas panggung, menunjuk ke arahku seolah-olah aku adalah tamu tak diundang.

Ketika aku mendengar Bimo dan Riani mengungkapkan cinta mereka di depan pembawa acara, aku tidak tahan dengan tatapan menyelidik yang diarahkan kepadaku, lalu pergi dengan perasaan tidak nyaman.

Sebelum pergi, aku sempat melirik ke arah anggota keluargaku yang duduk di barisan depan, yang sama sekali tidak terkejut bahwa pengantin wanita di atas panggung telah berubah.

Bahkan adik laki-lakiku naik ke atas panggung untuk memberikan restunya. "Pernikahan hari ini benar-benar luar biasa. Kak Bimo mengaturnya dengan sempurna."

Mereka yang tidak tahu pasti akan mengira bahwa orang yang berada di atas panggung itu aku.

Setelah turun dari panggung, melihatku tidak ada di sana, adikku langsung mengirim kesan kepadaku.

"Kak, cepat pulang, jangan sampai bikin malu Kak Bimo. Ini cuma pesta pernikahan, yang penting namamu ada di dalam surat nikah bersama Kak Bimo."

"Minta maaflah dengan benar. Kak Bimo janji bakal membelikanku mobil baru bulan depan. Aku sudah tanda tangan. Kalau Kak Bimo sampai marah, kamu harus bayar pembayaran terakhir mobilnya."

Hatiku langsung menegang. Aku mengetik dengan tangan gemetar, lalu bertanya, "Bukannya aku kasih kamu uang setiap bulan? Kenapa kamu minta hadiah semahal ini sama Bimo?"

Adikku masih mengetik, tetapi tidak ada pesan masuk darinya.

Sebaliknya, ibu dan ayah menelepon secara bersamaan, lalu mengutukku, "Dosa apa yang sudah aku lakukan sampai melahirkan pecundang sepertimu! Bukan cuma nggak bisa beliin adikmu mobil, kamu malah buat masalah padahal sudah menikah sama laki-laki kaya! Bikin malu saja!"

Di tengah omelan orang tuaku yang terdengar terus menerus, aku akhirnya menemukan satu hal.

Pantas saja ibu mertuaku selalu mengatakan secara sengaja maupun tidak sengaja bahwa aku ini wanita mata duitan. Dia tidak pernah memperlakukanku dengan baik.

Ternyata orang tua dan adikku sudah berkali-kali meminta uang kepada Bimo dengan mengatasnamakanku.

Seluruh kekuatan tubuhku luruh, aku terduduk lemas di tangga di tengah auditorium. Panggilan yang masuk barusan sudah ditutup secara sepihak.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Satu Malam
7.9
Niat Miranda untuk sekadar bersenang-senang berakhir petaka setelah ia terjebak dalam malam panas bersama Athes Russel. Situasi kian pelik karena pria itu ternyata rekan bisnis ayahnya sendiri. Meski Miranda berusaha keras menjauh dan menolak kehadirannya, Athes justru terus mengejar karena terobsesi dengan memori pertemuan mereka. Kini, Miranda terjepit di antara skandal terlarang dan bayang-bayang pria yang seharusnya tidak pernah ia sentuh.
Sampul Novel Forgive Me, I can't Stop Loving You
8.8
Dua tahun Nia berjuang meluluhkan hati Raka, tetangga sekaligus kakak sahabatnya yang bersikap kasar dan dingin. Harapannya hancur saat Raka mengumumkan pertunangannya di depan umum tanpa peduli pada perasaan Nia. Memilih menyerah, Nia pun menghilang tanpa jejak dari hidup lelaki itu. Enam tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Raka tertegun saat melihat Nia bersama seorang anak laki-laki yang memanggilnya Bunda dengan penuh kasih sayang.
Sampul Novel IBU SUSU UNTUK BOSKU
9.1
Sonia, ibu muda berusia 23 tahun, berjuang melunasi biaya pengobatan Thalassemia anaknya. Di tengah jeratan utang, ia bertemu Mr. Wei, CEO berusia 45 tahun yang menawarkan dukungan emosional. Hubungan rahasia mereka menjadi pelarian Sonia dari pernikahan yang hampa. Namun, kecurigaan sang suami dan berbagai rintangan mulai mengancam. Terjebak antara gairah, pengkhianatan, dan dilema moral, Sonia harus memilih antara cinta barunya atau hancur dalam drama kehidupan.
Sampul Novel Ketulusan Cinta Amira
7.9
Demi kesembuhan ibunya, Amira berjuang keras mencari biaya hingga takdir mempertemukannya dengan Ziyan. Setelah menyelamatkan putri pria duda tersebut, Amira pun dipercaya menjadi pengasuh sang anak. Namun, ketenangan hidupnya terusik saat Dimas muncul. Ternyata, adik kandung Ziyan itu adalah mantan kekasih Amira yang dulu pernah ia sakiti. Rahasia masa lalu mereka kini mengancam posisi Amira di tengah keluarga besar Ziyan yang baru ia kenal.
Sampul Novel Nekat Mencintaimu Secara Ugal-ugalan
8.6
Alvida adalah desainer ternama yang hanya fokus pada karier tanpa memedulikan asmara. Hidup tenangnya terusik saat ia dihadapkan pada dua pilihan: Hadyan, pria mapan pilihan kakeknya, atau Leandra, pemuda jauh lebih muda yang mengejarnya secara ugal-ugalan. Meski perbedaan status sosial begitu mencolok, Leandra nekat memperjuangkan cintanya pada sang perfeksionis. Namun, sebuah rahasia besar mengancam hubungan mereka sebelum sempat dimulai. Siapa yang akan dipilihnya?
Sampul Novel Obsesi Mister Daniel
7.9
Daniel, CEO Walmart di San Francisco, sangat terobsesi pada Elena, seorang pramusaji yatim piatu. Karena terus ditolak, Daniel nekat menculik dan merenggut kesucian gadis itu secara paksa. Ia bahkan mengancam keselamatan keluarga Elena agar sang gadis bersedia menikahinya. Elena akhirnya menyerah dengan satu syarat: pernikahan harus digelar di masjid dengan paman sebagai walinya. Akankah sang CEO memenuhi permintaan Elena demi ambisi memilikinya?