Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel PINANGAN JUTAWAN BERKEDOK SENIMAN

PINANGAN JUTAWAN BERKEDOK SENIMAN

Lilyah terpaksa menelan pil pahit saat ayahnya mendadak membatalkan rencana pernikahannya dengan Ishak. Tak punya pilihan, ia justru dipaksa menikah dengan Lois, seorang seniman jalanan yang jauh dari kata mapan maupun rupawan. Keputusan ini memicu cemoohan dari orang sekitar yang menghina Lilyah karena dianggap bodoh telah melepaskan kekasih seorang manajer demi pria miskin. Kini, ia harus menjalani hidup penuh ketidakpastian bersama suami yang diragukan kemampuannya.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Ya Tuhan, Ly! Kenapa bisa kayak gini? Kenapa kamu mempermalukan keluarga?!" 

"Aku dijebak, Ma. Mama tahu sendiri aku mencintai Ishak. Aku pengen hidup sama dia sampai mati. Bukan mengkhianati dia kayak gini." 

"Tapi bukti foto itu nyata, Ly. Sekarang bilang Mama, kalau kamu dijebak, siapa yang menjebak kamu dan siapa laki-laki yang udah merampas kehormatanmu?!" 

Kepalaku menggeleng pelan dengan sisa air mata yang membasahi pipi.

"Aku nggak inget apa-apa, Ma. Aku nggak sadar waktu itu. Semua terjadi di luar kendali." 

Mama berteriak kesal sambil menarik rambutnya sendiri.

"Kamu ini bagaimana sih, Ly! Kenapa nggak hati-hati! Kenapa kamu ceroboh!" 

Kejadian satu malam itu benar-benar tidak bisa kuingat dengan baik karena aku berada di alam bawah sadar.

"Aku cuma ingat setelah minum jus jeruk, kepalaku pusing banget, Ma. Lalu aku nggak tahu lagi." 

Aku menyesal sekali mengiyakan ajakan Vela, adikku. Waktu itu ia memintaku menemaninya mengunjungi pesta ulang tahun sahabatnya. Saat ia dan sahabatnya bersenang-senang di lanta dansa, seorang pramusaji tiba-tiba mengangsurkan segelas jus jeruk untukku.

Tidak merasa curiga, lalu aku meneguknya sedikit demi sedikit hingga mata ini terasa berat ingin dipejamkan. Lalu semuanya berakhir saat aku sadar seorang diri dan sudah berada di sebuah kamar apartemen. Ada noda kecoklatan di seprei kusut itu yang membuatku berani bertaruh jika semalam telah diperkosa dalam keadaan tidak sadar.

"Ma, ada apa ini?" adikku Vela baru saja tiba.

Ia masih mengenakan pakaian kuliah dengan menenteng tas slempang.

Mama menatap Vela dengan sorot terluka.

"Kakakmu harus batal nikah sama Ishak karena hal ini!" 

Kemudian Mama melempar satu foto panasku bersama lelaki misterius itu. 

"Astaga, Kak? Ini bener Kak Lily?" tanyanya terkejut. 

Tidak ada jawaban yang keluar dari mulutku kecuali kembali terisak sedih. 

"Ya ampun, Kak. Kenapa bisa begini? Kakak nggak sayang sama Kak Ishak?" 

"Cukup, Vel! Jangan bicara apa-apa lagi! Aku pusing!" bentakku lalu Vela akhirnya bungkam. 

"Siapa orang yang tega ngirim foto-fotomu ini ke Papamu dan orang tua Ishak, Ly? Apa ada orang yang sengaja mau misahin kalian?"

***

Keesokan harinya setelah aku pulang bekerja, rumah masih sama panasnya dengan cuaca musim kemarau. Bahkan panasnya bisa mengiris kulit tubuh namun aku berusaha menebalkan telinga. Memangnya dimana lagi aku akan tinggal selain di rumah ini?

"Kenapa dia masih tidur di rumah ini?!"

"Pa, Lilyah itu anakmu! Kalau kamu ngusir dia, mau tidur dimana malam-malam begini?"

"Apa kamu lupa? Kalau anakmu itu perempuan nakal?! Harusnya kamu nggak perlu khawatir dia bakal kenapa-napa karena dia udah akrab sama yang namanya dunia malam!"

"Hati-hati kalau berucap, Pa! Lilyah itu anakmu!”

"Asal kamu tahu ya, Ma. Foto Lilyah ikut tersebar di grup dasawisma perumahan kita!"

"Apa?" Mama begitu terkejut. 

"Menurutmu? Apa yang nggak lebih bikin aku sebagai kepala keluarga nggak tambah murka? Sudah dihina para tetangga karena punya anak nggak beretika kayak dia, fotonya kesebar pula. Ini wajahku kerasanya kayak dilempari kotoran sapi, Ma!"

"Papa kata siapa kalau foto Lilyah ada di grup dasawisma perumahan kita?"

"Sepulang kerja tadi, Papa dihadang Pak RT di depan rumahnya. Lalu dilihatkan foto menjijikkan anakmu yang nggak tahu malu itu!"

Mama nampak menunduk sedih sambil mengusap dada. 

"Lalu Pak RT bilang kalau keluarga kita lebih baik pergi dari perumahan ini biar nggak ngasih pengaruh jelek! Tapi Papa nggak mau pindah karena yang bikin malu itu Lilyah, jadi dia yang harus pergi dari rumah ini!"

***

Tiga hari berlalu.

Suasana rumah tidak pernah syahdu. Hanya terdengar kata-kata pilu menyayat kalbu. Ditambah desakan dari ibu mertua agar aku segera melepaskan Ishak.

[Pesan dari Ibu Ishak : Hari ini batas waktu kamu ngomong ke Ishak kalau pernikahan kalian harus batal! Awas kalau kamu ngomong yang nggak-nggak tentang Tante sama Om!]

Hatiku kembali disambangi gerimis dan mendung. Usai jam pulang kantor, aku sudah bertekad untuk mengatakan hal ini pada Ishak sesuai keinginan orang tuanya. Meski aku tidak ingin hubungan kami usai sebelum kebenaran foto syurku itu terungkap.

Namun desakan dari ibunya Ishak membutku tidak bisa berkutik lagi.

[Pesan dariku : Ishak, maaf baru hubungi kamu. Aku pengen kita ketemu. Ada satu hal yang mau aku omongin.]

Tidak lupa aku menyematkan lokasi dimana aku sedang menunggunya. Di sebuah cafe and restaurant tempat dimana aku dan dia bertemu untuk pertama kali.

Kala itu Ishak menyatakan cintanya padaku diiringi lagu yang berjudul To Love Somebody dari Bee Gees, yang dibawakan oleh musisi recehan yang direkrut cafe and restaurant ini. Karena suasana begitu mendukung, aku mengiyakan tawarannya menjadi kekasihku. Sekaligus sebagai pelabuhan terakhirku. 

Namun sekarang, para musisi recehan itu justru mengalunkan lagu sedih berjudul For The Lover That I Lost dari Sam Smith. Aku tidak memesan lagu itu tetapi takdir seakan menggiring para musisi recehan itu memainkannya untuk kami yang harus berpisah.

Air mataku berlinang mendengar bait demi bait lagu yang kini mengiringi kedatangan Ishak di meja yang sudah kupesan. 

"Ly? Kamu kemana aja? Kenapa baru menghubungi aku?" Ishak memberondongku dengan pertanyaannya begitu baru tiba.

Mata yang sudah basah akan air mata kesedihan, menatap wajah dewasanya untuk pertama kali setelah tiga hari aku menghindarinya. Andai Tuhan mengizinkan berteriak sekeras mungkin, aku ingin melakukannya sekarang juga. 

"Ly, ada apa? Kenapa kamu nangis, sayang?" kemudian tangannya terulur mengusap air mataku.

Ishak dan segala kelembutannya membuat gerimis hatiku makin menjadi. Aku sangsi tidak akan bisa menemukan lelaki sebaik dirinya ini. 

"Shak ..." hanya namanya yang sanggup kuucapkan dengan nada bergetar.

"Nggak apa-apa. Udah, kamu tenang dulu. Aku disini. Oke?" Ishak mencoba menenangkanku yang masih diliputi kesedihan. 

Ini seperti detik-detik dimana akan mencabut nyawa dari hubungan kami yang teramat kusayangi. Ya Tuhan, kenapa ini harus terjadi padaku?

Lalu ekor mataku melirik ke salah satu musisi recehan yang disewa cafe and restaurant ini untuk menghibur para pelanggannya. Pandanganku tertuju pada lelaki yang tengah memetik senar gitar dengan rambut sedikit gondrong dihiasi kemeja flanel lusuh, celana jeans sobek-sobek, dan sepatu converse usang.

Melihat caranya memetik senar dengan penuh penghayatan seolah-olah mengisyaratkan bahwa hidup ini bagai melodi yang tidak selalu berada di nada rendah. Melainkan ada kalanya berada di nada tinggi kemudian kembali rendah. Penuh dinamika dan misteri dari Sang Pencipta. 

"Ly? Ada apa?" pertanyaan Ishak seolah menjadi penanda bahwa inilah saatnya. 

Bukankah Tuhan pernah berkata, sekuat apapun manusia mempertahankan, jika Ia menghendaki perpisahan, maka perpisahan itu akan terjadi juga. 

Dengan menguatkan hati yang sebenarnya sudah hancur berkeping, aku memegang kedua tangan Ishak erat-erat.

"Shak, aku minta maaf untuk semua kesalahan. Entah itu sengaja atau nggak. Tapi demi apapun, cintaku padamu itu tulus, besar, dan bermakna. Bahkan hingga detik ini, kamulah satu dihatiku."

"Lalu?"

"Tapi, masih pantaskah perempuan murahan sepertiku ini menjadi pendamping hidupmu untuk selamanya?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel (bukan) Perempuan Biasa #buku ketiga
9.6
Hidup eksekutif muda Davina Hadinata hancur setelah menjalin hubungan dengan Aria Wardana yang ternyata beristri. Aria memfitnahnya hingga ia menganggur, sementara bisnis ayahnya bangkrut akibat skandal sang kakak. Tragedi memuncak saat istri Aria bunuh diri, memicu dendam Rajata Bagaskara. Rajata menodai Vina hingga hamil sebagai balasan atas kehilangan keponakannya. Di tengah penderitaan dan kemiskinan, Vina berjuang bertahan hidup demi harapan yang tersisa.
Sampul Novel Forced Marriage
9.2
Joan Arkan Rivenno, CEO sukses yang jatuh hati pada pandangan pertama, dijodohkan dengan aktris jelita Liza Nathalia Hope. Sayangnya, Liza menolak karena menganggap Joan hanya kakak dan ia sudah memiliki kekasih. Meski Liza terang-terangan menentang, obsesi Joan justru makin menguat. Suatu malam, Joan melakukan tindakan nekat yang merenggut kesucian Liza hingga ia hamil. Pernikahan paksa pun terjadi, meski hati Liza penuh dengan penolakan dan rasa benci.
Sampul Novel Get Pregnant Please!
8.3
Hidup Caca selalu dirundung nasib buruk hingga seorang peramal menyarankan agar ia segera memiliki anak demi mengubah takdirnya. Sayangnya, suami misterius yang menikahinya setahun lalu tak pernah menampakkan diri, meski ia hidup mewah di rumah elit. Menduga suaminya adalah pria tua yang buruk rupa, Caca nekat mencari pria idaman di klub malam untuk dihamili. Tak disangka, pria tampan yang menjadi targetnya justru adalah suaminya sendiri yang selama ini ia hindari.
Sampul Novel Hot Billionaire
8.6
Kehidupan Ariel dipenuhi cemoohan karena statusnya sebagai anak dari hubungan gelap. Meski menyandang nama besar sang ayah, ia tetap dianggap sebagai noda hitam yang tak termaafkan. Di tengah penderitaan itu, takdir mempertemukannya dengan Shawn Geovan, seorang miliarder sempurna yang memiliki dunia berbeda. Akankah Shawn mampu menjadi pelindung bagi Ariel dan menjaganya dari hinaan dunia? Ikuti perjuangan cinta mereka yang penuh tantangan dan perbedaan kasta.
Sampul Novel Istri Kelima Sang Presdir
8.3
Menjadi istri Presdir kaya mungkin impian banyak orang, namun bagi Cassandra, hal itu adalah jebakan maut. Lewat siasat licik Bardolf Konstantino, ia terikat kontrak sebagai istri kelima. Hidupnya penuh penghinaan dan ia dipaksa melahirkan anak demi bertahan hidup. Demi melindungi masa depan sang adik dari ancaman keluarga Konstantino, Cassandra harus bertahan. Kini ia bertekad memenangkan hati suaminya yang dingin, meski pria itu tampak tak punya perasaan.
Sampul Novel Kekasihku Menikahi Saudaraku Disaat Aku Lumpuh
9.6
Pasca kecelakaan tragis, Arjuna harus menghadapi kenyataan pahit saat ia lumpuh. Dunianya hancur ketika Kirana, tunangannya, justru memilih menikah dengan adiknya, Bima. Di tengah perebutan takhta CEO oleh adik-adiknya, mental Arjuna kian terpuruk karena terapi fisik yang sulit. Demi memulihkan sang putra, ibunya menjodohkan Arjuna dengan Mentari. Gadis unik yang ceria namun matre ini hadir membawa harapan baru di tengah pengkhianatan dan keputusasaan Arjuna.