Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pilihan Terakhir

Pilihan Terakhir

Terlena oleh kemilau karier dan kekuasaan, Bella mengabaikan perannya sebagai istri meski Aris telah memberinya kebebasan penuh sejak menikah. Namun, rasa jenuh yang mendalam akhirnya menghampiri Aris akibat sikap dingin sang istri. Di tengah kekosongan hati dan rasa lelah yang memuncak, Aris pun dihadapkan pada sebuah keputusan besar. Salahkah jika ia memilih Ana untuk menggantikan posisi Bella di hidupnya? Sebuah dilema rumah tangga yang penuh luka.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Hahaaa sadar diri juga ternyata tu cewek, makannya dia gak mau ngelawan karena dia sadar akan statusnya yang hanya pelakor" Ujar salah satu dari perempuan itu.

"Hahaa iya, puas banget gue bisa nyaksiin dia menderita hari ini, Jawab temannya. "Itulah karma, salah sendiri, di saat kita meminta maaf baik-baik sama dia, dia justru gak maafin kita, makan tu karma.!" "Yoi, kalau orang-orang pada tahu kalau dia itu seorang pelakor, pasti lebih seru lagi, ya gak?"

"lya hahaa." Kedua wanita itu benar-benar puas saat melihat Anak yang tampak begitu menderita hari ini, bahkan gara-gara Ana sampai sekarang mereka berdua belum bisa menemukan pekerjaan di perusahaan manapun, karena akses mereka sudah di blokir oleh Aris.

Ting...tong..

Cklek

"Cari siapa?" Tanya Sheri saat melihat siapa yang bertamu ke rumah sahabatnya itu. "Cari Ana lah siapa lagi" Jawab Wanti.

Lalu langsung melengos masuk ke dalam rumah.

Di lihatnya sepupunya itu tengah duduk di ruang tengah sambil di mejanya di penuhi dengan kotak obat-obatan karena

Sheri baru saja akan mengobati lukanya.

Namun saat dia mendengar suara Bell rumahnya berbunyi, Sheri pun langsung mengurungkan niatnya demi membukakan pintu bagi tamunya itu.

"Ya ampun Na, kok tangan lo bisa kayak gini? kayak habis di injak-injak sama orang,

Iho Sheru Wanti.

Wajahnya dibuat sepanik mungkin, tapi hatinya bersorak kegirangan saat melihat kondisi sepupunya itu.

"Apa dia juga sempat menyaksikan adegan itu?" Batin Ana. Saat melihat ulah sepupunya itu.

"Ngapain lo ke sini?" Tanya Ana sinis.

"Aduh Na, jangan sinis-sinis gitu dong ama gue, mentang-mentang lo bakal jadi istrinya orang kaya, kalau tiba-tiba kalian gak jadi nikah gimana? lo kan gak punya siapa-siapa lagi selain keluarga lo yang miskin ini?" Ujar

Wanti.

"Udah, lo kemari mau ngapain? kita gak ada waktu buat ladenin lo' Sela Sheri.

"Nih gue cuma mau nganterin semur jengkol kesukaan lo, disuruh sama papa,"

Jawab Wanti acuh.

"Ya udah gue balik duluan ya, semoga tangan lo cepat sembuh' Lanjut Wanti lagi lalu langsung keluar dari rumah itu.

"Benar-benar hebat, kau tak perlu bekerja susah payah untuk menghancurkan hubungan mereka Wanti" Batin Wanti.

Bibirnya tersenyum menyeringai menatap ke arah ponselnya itu.

"Uhh belagu banget tu cewek, dia masih berani ngomong gitu sama lo, meskipun lo bakal jadi calon istrinya pria terkaya di kota ini, Ujar Sheri geram.

"Udahan, lo kan tau sendiri dia itu orangnya kayak gimana' Jawab Ana.

"lya, iya." Setelah itu Sheri pun langsung mengobati luka sahabatnya itu.

*****

Malamnya.

"Ah sudah lama aku tidak menghubungi wanita pujaan hatiku itu, karena terlalu sibuk mengurus pekerjaan di sini*" Gumam Aris.

Dia rindu sekali pada kekasihnya itu, tapi apalah daya ini semua dia lakukan demi untuk segera menyelesaikan semua pekerjaannya, agar mereka secepatnya bisa menikah.

Dret..dret..

Ponsel Ana berbunyi.

"Na, calon suami lo nelpon' Ujar Sheri memberitahu. Saat melihat nama yang tertulis di layar ponsel sahabatnya itu.

Ah ingin sekali Ana mengangkat telepon itu lalu mengatakan pada Aris kalau dia saat ini begitu rindu pada pria itu. Tapi sekarang ceritanya sudah berbeda, dia sadar akan kesalahannya, di sini statusnya hanyalah seorang pelakor yang tanpa sengaja sudah merebut pria itu dari istrinya.

"Andai saat itu kau tak pernah berbohong padaku mas" Batin Ana.

Dia benar-benar kecewa pada Aris.

Pantas saja saat dia menanyakan alasan pria itu pisah dari istrinya, Aris justru enggan menceritakannya. Semuanya sudah jelas bagi Ana, dari semenjak dia di labrak oleh mantan majikannya itu.

"Na dia nelpon lagi, Ujar Sheri lagi saat melihat panggilan yang keduanya sudah masuk di ponsel gadis itu.

"Lo aja yang angkat, lo tau kan apa yang harus lo bilang sama mas Aris' Jawab Ana.

Sheri pun hanya mengangguk menanggapi gadis itu, dia ikut sedih atas apa yang gadis itu alami saat mendengar semua ceritanya tadi. Entah kenapa lubuk hatinya menyangkal dengan sendirinya kalau gadis itu bukanlah seorang pelakor.

Namun saat dia memikirkan kembali cerita sahabatnya itu, dia juga tak dapat menyangkal, cerita gadis itu memang mengarah ke sana. Karena sudah melakukan kesalahan besar dengan mengajak pria beristri untuk menemaninya tidur.

Bahkan karena ulahnya itu, dengan tanpa sengaja sahabatnya itu sudah membuat majikannya jatuh cinta dari semenjak malam itu, yang berarti sama saja sudah menjadi penyebab kehancuran rumah tangga mereka.

"Apakah dia sudah tidur?" Gumam Aris lagi saat mendapati teleponnya itu tak kunjung dijawab oleh kekasihnya itu.

"Ah tidak mungkin, ini kan belum larut malam Batin Aris lagi. Saat mengingat waktu di tempatnya saat ini tak berbeda jauh dengan di Indonesia.

Tangannya kembali memencet nomor telepon kekasihnya itu.

Tut....

"Hallo Ujar suara dari seberang sana.

Sementara Aris sempat mengerutkan keningnya saat tahu kalau bukan kekasihnya yang mengangkat telepon itu.

"Hallo Ujar Sheri lagi.

"Ah ya, Hallo, kenapa kau yang mengangkatnya, Ana mana?"

"Ananya baru saja tidur pak! Jawab Sheri.

Matanya melirik ke arah sahabatnya itu. Dia dapat merasakan bagaimana terlukanya gadis itu saat ini atas kebohongan yang

Aris lakukan.

"Benarkah? aku tak menyangka kalau dia akan tidur secepat ini Jawab Aris.

Wajahnya tampak kecewa. Karena tak bisa mendengarkan suara wanita yang dapat menjadi penyemangatnya dalam hal pekerjaannya itu.

"iya pak."

"Baiklah kalau begitu, tolong kau beritahu padanya kalau aku akan pulang lebih cepat, 2 hari lagi aku sudah ke Indonesia" Ujar Aris memberitahu.

"Baik pak Jawab Sheri lagi.

Setelah itu panggilan pun langsung terputus.

"*Ah tak apalah kalau aku tak bisa mendengar suaranya, yang penting dua hari lagi aku sudah bisa menatap wajah cantiknya itu" Batin Aris. Bibirnya tersenyum mengembang saat memikirkan hari itu.

Setelah itu Aris pun lalu memejamkan kedua matanya demi mengistirahatkan tubuh lelahnya agar besoknya lebih fit untuk menyelesaikan semua pekerjaannya itu.

"Na, lo yakin mau batalin pernikahan kalian?"Tanya Sheri.

Dia dapat merasakan kalau gadis itu sangat menyayangi Aris, dan tak rela jika harus berpisah dengan pria itu.

"Tentu saja Sher, gue gak mau jadi orang egois, hanya karena demi kebahagian gue, gue sampai harus nyakitin orang lain, terlebih mas Aris juga udah buat gue kecewa banget' Jawab Ana.

Tanpa terasa saat dia mengucapkan kata-kata itu air matanya kembali bergulir, sakit, dadanya terasa nyeri saat membayangkan dirinya yang sebentar lagi akan berpisah dengan pria itu.

"Na yang kuat ya! gue yakin kalau kalian memang jodoh tuhan pasti punya caranya sendiri buat persatuin kalian lagi" Ujar Sheri prihatin Seraya mengelus-ngelus punggung gadis itu untuk menenangkannya.

"Hiiks...Hiks, kenapa tuhan gak adil banget sama gue Sher, gue baru aja mulai bahagia setelah lama hidup menderita tanpa orangtua gue selama ini, sekarang gue malah di bikin lebih terpuruk lagi dari itu' Ujar Ana di sela-sela tangisnya itu.

Air matanya semakin bergulir dengan derasnya.

Tekadnya sudah bulat, setelah calon suami dan mertuanya itu tiba di Indonesia, dia akan mengutarakan maksudnya. Alasan dia masih berada di rumah itu, hanya karena dia tengah menunggu kedatangan mereka.

Saat mengingat dia bisa masuk ke rumah itu dengan cara baik-baik, maka, jika dia ingin meninggalkan rumah itu, dia juga harus melakukannya dengan cara baik-baik.

Terlebih saat mengingat calon mertuanya yang sangat baik dalam memperlakukannya selama ini, dia akui dia sudah merasa nyaman dengan keluarga itu, bahkan sudah menganggap mereka seperti keluarganya sendiri.

"Sabar sayang, lo gak boleh berburuk sangka sama tuhan hanya karena elho putus asa kayak gini, gue yakin kalau tuhan sudah punya rencana buat hidup lo kedepannya, gue yakin semua ini ada hikmahnya" Ujar Sheri memberi nasihat.

Deggg..

Ana pun langsung tersadar saat mendengar ucapan sahabatnya itu, tidak seharusnya dia berburuk sangka seperti itu.

"Ya tuhan maafkan hambamu ini, hamba ikhlas jika kau kembali memberi ujian kepada hamba yang lemah ini Batin

Ana.

"Udahan, sebaiknya kita tidur sekarang ya!" Ujar Sheri seraya mengusap air mata sahabatnya itu.

Dia juga turut sedih atas apa yang gadis itu alami.

Sementara Ana hanya mengangguk, lalu memejamkan kedua matanya agar besoknya pikirannya sedikit tenang.

*******

Esoknya.

"Uhhhhh," Rintih Ana saat merasakan tangannya yang bertambah nyeri dari sebelumnya itu.

"Kenapa Na, tangan lo masih sakit?" Tanya

Sheri prihatin. Wajahnya sudah tampak panik.

"Iya Sher."

"Ya udah, kita ke rumah sakit sekarang!"

Ajak Sheri.

"Lho, non Ana mau kemana? tangannya kenapa?" Tanya pembantu rumahnya Ana saat melihat ulah kedua gadis itu yang tampak tergesa-gesa untuk segera keluar rumah.

"Gak papa bik, tadi malam Ana sempat kepleset, jadi tangan Ana kesleo, kita cuma mau ke panti pijat aja kok, jadi bibik gak usah khawatir, karena Ana baik-baik aja kok' Jawab Ana.

Wajahnya dibuat setenang mungkin agar pembantunya itu tak panik. Walau sejujurnya betapa dia menahan rasa sakit yang ada di tangannya saat ini.

"Oouh iya non, mau bibik temanin sekalian?"

"Gak usah bik, sama Sheri aja" Tolak Ana cepat.

"Ya sudahlah, hati-hati ya non, semoga cepat sembuh."

"iya, makasih doanya bik' Jawab kedua gadis itu serentak.

Setelah itu keduanya pun sudah terlihat meninggalkan rumah.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Catatan Rahasia Sekretaris Suamiku
7.8
Davina menemukan bukti perselingkuhan suaminya, Fathan, melalui catatan rahasia milik Lulu. Namun, situasi berubah mencekam saat Lulu, yang merupakan sekretaris sekaligus sahabat dekatnya, ditemukan tewas terbunuh secara misterius. Siapakah dalang di balik kematian tragis tersebut? Akankah pernikahan Davina dan Fathan bertahan di tengah badai pengkhianatan dan teka-teki pembunuhan ini? Ungkap kebenaran di balik setiap rahasia kelam dalam kisah ini.
Sampul Novel Cinta untuk Yessie
8.6
Yessie Montghomory, guru SMA berumur 25 tahun, terjebak pesona Austin McDowell hingga mengandung anaknya. Ia terkejut saat tahu Austin hanyalah siswa nakal yang brengsek. Demi sang bayi, mereka menikah dan tinggal di apartemen Atlantic Ave. Namun, Austin tetap bandel dan masih menjalin hubungan dengan Erica. Di tengah konflik tanpa cinta, Yessie mulai menuliskan kepedihan hidupnya ke dalam sebuah novel tanpa judul yang emosional.
Sampul Novel Dendamnya, Cinta Abadinya
9.5
Darma Wijoyo dan Jihan Prameswari menguras harta keluargaku serta menghancurkan karierku lewat jebakan kejam. Demi pengobatan ibu, aku terpaksa menuruti ancaman Darma untuk mengakui kesalahan yang tak kuperbuat. Ternyata, janji manis bosku itu palsu; aku hanya dianggap alat tak berharga. Kini, di tengah puing kehancuran dan pengkhianatan pahit, aku bangkit. Rasa sakit ini berubah menjadi tekad membara untuk membalas dendam pada mereka yang telah merenggut segalanya.
Sampul Novel Kembalinya Marsha yang Tercinta
9.5
Diusir dan dihina setelah terungkap bukan anak kandung, Marsha dituduh hanya putri petani biasa oleh putri asli yang licik. Namun, kenyataan mengejutkan muncul saat ayah kandungnya ternyata miliarder terkaya, didukung saudara-saudara hebat yang memujanya. Di balik itu, Marsha sendiri adalah pengusaha sukses yang mandiri. Saat mantan kekasihnya yang sombong mencoba menjauh, seorang pria misterius berkuasa muncul untuk melindunginya dan membungkam semua penghina.
Sampul Novel Kesalahan Cinta CEO: Balas Dendam Manisnya
8.2
Dunia Dayna runtuh saat Jon, pria yang ia cintai dalam diam, bertunangan dengan wanita lain. Enggan terpuruk, ia bangkit demi kebahagiaan sendiri. Karier Dayna pun melesat hingga menarik banyak pengagum baru. Jon yang menyesal berusaha kembali, namun Dayna hanya melempar senyum penuh teka-teki. Sebagai balasan, ia mengumumkan pencarian istri bagi sang CEO di internet dan menyebar nomor Jon ke berbagai situs kencan untuk mengacaukan hidupnya.
Sampul Novel Lyana
8.4
Lyana adalah wanita sederhana yang bekerja keras demi menyokong hidup keluarganya di desa. Namun, masa depannya hancur seketika setelah bertemu dengan Justin, seorang pria kaya raya yang memiliki sifat sangat angkuh. Dalam kondisi mabuk berat dan hilang kesadaran, Justin melakukan tindakan keji yang merusak hidup Lyana. Kini, Lyana terjebak dalam nestapa akibat perbuatan Justin. Apakah sang miliarder akan bertanggung jawab, atau justru melarikan diri?