Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pewaris Utama

Pewaris Utama

Selama tiga tahun, Evelyn memandang Devan sebagai suami parasit yang hanya menumpang hidup. Kebencian Evelyn dan ibunya, Renata, membuat Devan terus dihina sebagai menantu sampah. Evelyn bahkan mendesak perceraian karena muak melihat suaminya menganggur. Namun, sebuah panggilan telepon mengubah segalanya. Devan akhirnya menerima tawaran pamannya untuk menjadi Direktur Utama. Bagaimana reaksi Evelyn saat menyadari pria yang ia rendahkan adalah pewaris takhta bisnis raksasa?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Kantor ini telah rugi ratusan juta olehmu. Dan karena kelengahan dirimu, orang yang tidak bertanggungjawab sudah membawa uang ratusan juta itu. Itu artinya kau harus mengganti rugi semuanya. Jika tidak, maka perusahaan Ayahmu sebagai gantinya!" tegas Tuan Raymon.

Tuan Raymon sudah mengetahui semuanya. Ada seseorang yang berani korupsi di perusahaan miliknya. Untung saja. Orang itu sudah bisa ia selesaikan dengan mudah.

Sekarang urusannya dengan Evelyn sebagai penanggungjawab atas semuanya. Bahkan Evelyn harus mengganti rugi atas kelengahannya dalam bekerja.

"Maafkan atas keteledoran saya, Tuan. Tapi, bisakah Tuan meringankan ganti rugi itu? Saya tidak punya uang sebesar yang Tuan inginkan," jawabnya sopan.

Raymon berpikir sejenak. Orang tua setengah abad itu memikirkan ganti rugi yang harus Evelyn lakukan. Bagaimanapun itu semua adalah kesalahannya.

"Baiklah, saya ringankan 30%. Itu artinya kau harus mengganti sebesar 80 juta rupiah. Tentu saja saya akan memberikan waktu juga. Saya berikan dalam waktu satu minggu ini dan kau harus secepatnya. Perusahaan ku harus secepatnya kembali beroperasi. Jika tidak, kerugian akan semakin menumpuk." Raymon sudah memikirkannya dengan matang.

Evelyn mengulum bibirnya, menahannya dengan deretan gigi didalamnya. Bagaimana bisa dirinya mengganti rugi sebanyak itu? Apalagi dengan waktu yang singkat. Dimana ia bisa mendapatkan uang dalam waktu satu minggu?

Raymon tidak perlu jawaban dari Evelyn yang masih terlihat bingung. Ia malah berlalu pergi dengan acuhnya. Akan tetapi, Raymon punya ketegasan penuh atas itu.

***

"Evelyn, bisakah aku minta uang untuk membeli kebutuhan rumah? Stok makanan juga sabun untuk mencuci semua sudah habis," pinta Devan dengan malu.

Devan, dengan segala keberaniannya menatap Evelyn tanpa ragu. Entah harus pada siapa lagi dia meminta uang jika bukan kepada istrinya?

Lagipula, Evelyn belum memberinya jatah akhir bulan ini. Bahkan sudah lebih dari masa tenggangnya.

Bugh

Evelyn melempar tas yang ia gantungkan di bahunya. Ia merasa marah untuk saat ini. Devan tidak mengerti. Dia sedang ada masalah dengan kantornya, ditambah dengan permintaan Devan yang membuatnya jengah.

"Tak bisakah kau mengerti keadaanku? Kondisi kantor sedang darurat, dan aku harus mengganti rugi sebesar 80 juta. Uang sebesar itu harus aku ganti dalam waktu satu minggu. Aku sedang frustasi saat ini."

"Jika aku tidak bisa mengganti semua uang itu, maka perusahaan Ayahku sebagai gantinya. Sekarang kamu mengeluh dengan jatah bulananmu?" Evelyn tersenyum miring lalu melanjutkan omelannya.

"Carilah uang sendiri. Jika tak sanggup, enyahlah dari kehidupanku."

Devan melihat kepergian Evelyn dengan wajah musam. Cari pekerjaan? Itu artinya ia harus bekerja extra selain mengerjakan rumah dan yang lainnya.

Devan mulai memasuki kamarnya. Oh iya, kamar Devan dan Evelyn memang terpisah. Devan hanya menggunakan kamar belakang sejak pernikahannya dengan Evelyn tiga tahun lalu.

Selama tiga tahun juga, ia selalu merenungi dirinya hanya di dalam kamar itu. Apakah ini gelarnya sebagai suami? Bahkan, mana ada pasangan suami istri yang berbeda tempat seperti itu? Konyol.

"Ini dia!"

Devan sudah mengeluarkan surat penting untuk melamar kerja besok. Ia harus mempersiapkan semuanya sebab, Devan juga sudah memikirkan jika ia harus mencari uang sendiri sekarang. Ia juga tidak mau merepotkan istrinya lagi. Walaupun harus bekerja extra, itu tak masalah baginya. Selama punya banyak tenaga, kenapa tak bisa?

"Ini ...."

Ketika Devan membuka lembaran pentingnya, ia menemukan sebuah kartu berwarna hitam di sana. Dengan huruf berwarna emas yang menonjol di tengah. Itu kartu pribadi, ia sangat ingat ketika saat memilikinya dan itu ialah kartu pemberian mendiang Kakeknya sebelum meninggal.

"Apakah kartu ini bisa digunakan?"

Devan menatap kosong terhadap kartu itu. Ingatan saat dirinya diusir dari keluarganya sendiri kembali terbayang. Hanya satu yang ia renungkan, ialah Kakeknya.

Tring, tring, tring.

Suara ponsel berbunyi beberapa kali dalam saku celananya yang kusam. Membuat Devan sadar dari lamunannya yang tajam.

Devan menatap ponsel itu dan melihat nomor yang ada didalamnya.

'Siapa?'

Bahkan Devan tidak mengetahui nomor yang ia dapatkan dari layar ponsel jadul itu. Sedikit penasaran, Devan mengangkatnya demikian.

"Halo, Tuan Muda, ini saya, Hendi. Saya mau mengabarkan bahwa Tuan Brian ingin bertemu dengan Anda saat ini juga. Bisakah saya menjemput Anda sekarang?"

Devan menautkan keningnya kuat. 'Brian? Paman? Ada apa?' batinnya.

"Tidak perlu, biar aku yang menemui Paman," jawab Devan kemudian.

"Baiklah".

Setelah menutup telponnya, Devan kembali memasukkan semua yang telah ia keluarkan. Dengan cepat, ia pun bergegas keluar untuk menemui Pamannya.

***

"Devan ... akhirnya kau datang juga, Nak."

'Nak? Setelah menuduh dan mengusirku, kau memanggilku dengan sebutan itu?'

Seorang lelaki paruh itu kini menatap Devan dengan rasa gembira. Akhirnya, setelah susah payah mendapatkan nomor milik Devan, Brian bisa bertemu dengan anak dari kakaknya sekarang.

Devan berjalan tegas, hatinya sangat sakit mengingat akan Pamannya. Karena Brian lah yang menyebabkan Devan dan kedua orang tuanya ditendang dengan hina di keluarganya sendiri. Kejam sekali.

"Ada apa sehingga Paman ingin menemuiku?" tanya Devan menahan amarahnya.

"Duduklah dulu, paman ingin mengatakan suatu hal padamu, Devan."

Dengan terpaksa, Devan menuruti perkataan Pamannya itu, walaupun hatinya sangat tidak baik untuk saat ini.

"Tolong, jangan terus membenciku. Saat itu aku tidak tahu jika kamu benar-benar pewaris utama atas Harl Corp."

Harl Corp sendiri ialah perusahaan terbesar. Bahkan saat ini sudah berada di urutan nomor 1 dunia.

Harl Corp berdiri turun temurun. Perusahaan itu termasuk perusahaan Industri Textile pertama yang didirikan oleh Tuan Haris sendiri. Haris mewariskan semua hartanya kepada anak cucu. Termasuk Devan salah satunya yang berada dalam surat wasiat itu. Sebagian harta dipegang oleh Brian dan sebagian lagi oleh Faris, orang tua Devan.

Namun, dalam surat itu tertulis nama Devan sebagai pewaris utama perusahaan Harl Corp beserta seluruh cabangnya. Karena Devan lah satu-satunya cucu pria di keluarga itu.

Sayangnya, Brian telah salah menilai Devan. Bahkan Brian menuduh Devan telah merubah tulisan yang ada dalam surat wasiat itu.

Itu artinya Devan telah memalsukan surat itu. Namun, kenyataannya semua itu murni dari pihak Haris sendiri.

"Setelah kau mengusir aku dan kedua orang tuaku, bahkan sekarang kau ingin memintaku untuk menemuimu, Paman? Jangan banyak mengoceh. Katakan saja apa masalahnya?" tanya Devan sinis.

"Perusahaan paman sedang bermasalah, Devan. Bisakah kau membantu pamanmu ini?"

Devan mengerutkan keningnya, "Bantu? Dengan cara apa? Bukankah Paman sudah mengambil semuanya?"

Brian menggelengkan kepalanya kuat. "Tidak. Perusahaan Kakek tidak bisa paman ambil, semua penghasilan selama tiga tahun ini telah masuk ke rekening mu. Rekening itu sudah terkunci rapat, hanya kau yang bisa membukanya sebab kaulah yang mengetahui kuncinya. Tolong paman Devan."

Brian bahkan bersujud di depan Devan dengan rasa hormat.

"Tolong bantu dana perusahaan paman. Paman janji akan menjadikanmu pemimpin dan mengembalikan semua posisimu dan Ayahmu. Semua perusahaan Kakek akan menjadi milikmu seutuhnya dan paman akan memberikan gelar Presiden di perusahaan paman ini. Kamu akan memiliki semuanya."

"Benarkah itu? Berapa yang Paman inginkan dariku?"

"1 Triliun, tidak lebih dan tidak kurang!"

"Apa?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Sampah
8.1
Trauma kekerasan seksual mengubah Berlian menjadi sosok tomboi yang nakal. Merasa dirinya kotor dan tak berharga, ia menutup hati serta menghindari hubungan dengan pria mana pun. Berlian yakin tidak akan ada lelaki yang tulus menerimanya. Namun, takdir membawanya bertemu seorang pria kaya raya yang mengubah segalanya. Akankah kehadiran sosok miliarder ini menyembuhkan luka masa lalunya yang kelam, atau justru memberikan penderitaan baru yang lebih menyakitkan?
Sampul Novel Dibuang, Bangkit, Menang!
8.1
Tiga tahun Cindy berbakti sebagai istri, namun sang suami menceraikannya demi wanita lain hingga ia jadi bahan hinaan kota. Pasca perpisahan, Cindy bangkit menunjukkan bakat terpendamnya hingga meraih sukses besar. Saat mantan suaminya menyesal dan mengemis ingin kembali, Cindy tegas menolaknya. Di tengah momen itu, seorang pria tampan yang kini menjadi suaminya muncul melindungi Cindy, memperingatkan sang mantan agar tidak lagi mengganggu hidup mereka.
Sampul Novel Dosen Killerku Ternyata CEO
7.9
Demi masa depan putrinya, Surya Dinata menjodohkan Alzena dengan Emilio Cullen, dosen berdarah campuran yang terpaut usia lima belas tahun lebih tua. Alzena terjebak dilema karena ia telah memiliki kekasih bernama Jody. Di balik sosoknya yang tegas, Emilio ternyata seorang CEO pewaris takhta kekayaan yang menyembunyikan identitas aslinya. Akankah Alzena memilih cinta sejatinya, atau justru terjerat dalam rahasia besar suaminya yang tak pernah jujur?
Sampul Novel Dua Istri CEO: Istri Simpanan Suamiku
8.0
Adam memutuskan menikahi Maya hanya demi mengamankan harta warisan, meski hatinya masih terpikat sepenuhnya pada sang kekasih, Sabrina. Memanfaatkan kenaifan Maya, Adam lihai menyembunyikan perselingkuhannya dalam waktu yang cukup lama. Namun, segala rahasia gelap dan kebusukan motifnya perlahan mulai terendus. Saat kebenaran akhirnya terungkap, Adam dihadapkan pada dilema besar. Siapa yang akan ia pertahankan? Kekayaan warisan atau cinta sejatinya?
Sampul Novel Istri Rahasia CEO
9.5
Abia tak pernah menyangka nasibnya akan berubah drastis setelah merusak mobil mewah milik bosnya yang dingin. Arya, sang CEO duda beranak satu, memberikan tuntutan berat: Abia harus membayar ganti rugi selangit atau bersedia menikah dengannya. Terjepit masalah finansial, Abia terpaksa menerima tawaran gila tersebut. Kini, ia harus menghadapi tantangan besar tinggal seatap dengan pria galak yang selama ini ia hindari di kantor demi melunasi utangnya.
Sampul Novel JANDA YANG TERNODA
9.4
Tigran, sang pewaris takhta Mayori Group yang mendominasi pasar pangan Asia, terpikat pada Naomi, seorang ibu tunggal dengan satu putri bernama Kayla. Meski cinta mereka kuat, orang tua Tigran menentang keras hubungan ini demi menjaga reputasi keluarga dari skandal publik. Pantang menyerah, Tigran nekat menikahi Naomi tanpa restu. Melalui perjuangan panjang yang menguras emosi, mereka akhirnya mendapat pengakuan keluarga dan resmi membangun hidup baru yang bahagia.