Sampul Novel Pewaris muda dan penipu

Pewaris muda dan penipu

8.4 / 10.0
Elías kembali ke keluarga Altamirano demi membalas dendam masa lalu. Namun, ia justru bertemu Victoria yang terjebak antara kewajiban dan cinta terlarang. Saat rahasia gelap keluarga mulai terungkap, keduanya terhanyut dalam gairah yang berbahaya. Di tengah pengkhianatan dan kebohongan yang mengancam segalanya, Elías dan Victoria harus menghadapi kebenaran pahit yang akan mengubah hidup mereka selamanya. Sejauh mana mereka berani mengungkap asal-usulnya?

Pewaris muda dan penipu Bab 1

Hujan telah berhenti, tetapi tanah tetap lunak, seolah menolak untuk melepaskannya. Lumpur menutupi kakinya, lengket, seolah mencoba menahannya sedikit lebih lama sebelum melepaskannya. Elías berjuang maju, lengannya penuh goresan, otot-ototnya menegang, dadanya terbakar setiap kali bernapas. Dia telah berlari selama berjam-jam. Atau mungkin berhari-hari. Waktu di hutan tidak diukur seperti di dunia jam. Semak belukar telah merobek kulitnya, serangga berdengung seolah-olah mereka tahu ceritanya. Dia tidak tahu apakah mereka mengejarnya atau mengawalnya. Tiba-tiba, pepohonan terbelah menuju tikungan sungai. Air bersih. Cair. Seperti sebuah janji. Elías berlutut dan dengan kikuk meraih ke dalam, minum dengan putus asa. Dia merasa seolah-olah jika dia menutup matanya sekarang, dia tidak akan pernah membukanya lagi. Jari-jarinya mengaduk kerikil seolah-olah mencari sesuatu yang terkubur di sana. Sesuatu yang telah lama hilang. Mesin truk pikap menderu di kejauhan. Sosok itu mendekat di sepanjang jalan tanah: sebuah kendaraan gelap dengan kabin ganda, meluncur dengan susah payah di lumpur. Pengemudinya-seorang pria tua berambut abu-abu, sendirian-tampaknya tidak menyadari batang kayu yang setengah tumbang menghalangi jalan.

Elías bergegas berdiri, goyah.

"Awas!" teriaknya, tetapi suaranya serak, nyaris seperti bisikan di udara yang lembap.

Dia berlari tanpa berpikir. Dia hanya bereaksi. Batang kayu itu ambruk, bannya menggoresnya, truknya menjadi tidak stabil. Elías tiba tepat pada waktunya untuk membuka pintu pengemudi, menarik pria itu keluar, dan berguling bersamanya menuruni lereng. Terdengar suara dentuman keras, diikuti oleh derit logam yang menghantam batu.

Keheningan.

Kemudian, hanya suara sungai yang tenang.

Sebuah kenangan mengaburkan pikirannya:

Lari.

Suara tanpa wajah. Sebuah tangan mendorongnya dalam kegelapan.

Jangan melihat ke belakang.

Derit pintu logam. Bau kurungan: minyak tua, lembab tengik, darah kering. Rantai yang diseret. Jeritan tertahan. Lalu... tidak ada apa-apa. Pria yang diselamatkannya itu terengah-engah. Kemejanya robek dan dahinya berdarah, tetapi dia sadar. Dia duduk perlahan, linglung. Dia menatap Elías seolah-olah dia tidak tahu apakah dia melihat seorang anak laki-laki... atau hantu. "Siapa namamu?" Elías tetap diam. Bukan karena tidak percaya. Tetapi karena pertanyaan itu menusuknya. Seolah-olah menyebut namanya akan mengkhianati sesuatu yang belum sepenuhnya dia ingat. "Kau tidak perlu mengatakannya," pria itu menambahkan, suaranya lebih lembut. "Tetapi kau menyelamatkan hidupku. Dan kau tidak melupakan itu." Itu bukan pola yang umum. Itu terlihat dari cara dia memandangnya, tanpa kesombongan atau rasa kasihan. Seolah-olah dia juga pernah berada di ambang kehancuran. "Apakah kau punya tempat untuk tidur?" Elías menggelengkan kepalanya, nyaris tak bergerak.

"Kalau begitu ikut aku."

Mereka berjalan dalam diam di sepanjang jalan sempit. Truk itu masih melaju, meski dengan lampu depan yang rusak dan bodi yang penyok. Elías berada di kursi belakang, terbungkus selimut yang ditemukan pria itu di antara perkakas. Di luar, pepohonan berlalu perlahan, samar-samar. Di dalam, udara tercium lembap, rokok murah, dan lumpur yang baru diolah.

"Kau kuat," kata pengemudi itu, tanpa mengalihkan pandangan dari jalan. "Hanya sedikit orang yang menceburkan diri ke lumpur demi orang asing."

Elías tidak menjawab. Ia berpegangan erat pada selimut seolah-olah selimut itu membuatnya tetap terhubung dengan tubuhnya. Seolah-olah hawa dingin tidak datang dari luar.

"Namaku Renato. Renato Altamirano."

Nama itu tidak berarti apa-apa baginya. Atau belum.

Renato menghirupnya dalam-dalam sebelum melanjutkan:

"Aku tidak tahu dari mana asalmu, tetapi jika yang kau cari adalah kesempatan... aku bisa memberimu satu." Elías mendongak. Ia memperhatikannya dari kaca spion. Matanya gelap, penuh kelelahan. Dan kosong.

"Kenapa?"

Renato meliriknya. Ia tidak langsung menjawab. Ia memperlambat langkahnya saat mendekati sebuah tikungan dan bergumam, seolah berbicara pada dirinya sendiri:

"Terkadang Anda menolong seseorang yang tidak Anda kenal... karena Anda tidak bisa menyelamatkan seseorang yang Anda kenal."

Rumah itu besar, sunyi. Lampu-lampu hangat kontras dengan malam yang lembap. Elías masuk seolah-olah ia sedang menginjak wilayah terlarang. Kamar yang diberikan kepadanya sederhana, tetapi bersih. Tempat tidur yang sudah dirapikan. Handuk. Roti yang baru dipanggang di atas piring. Air panas dalam kendi. Tidak ada yang menanyakan namanya. Tidak ada yang mencoba menyentuhnya.

Ia berdiri selama beberapa detik, tidak tahu apakah harus duduk, tidur, atau melarikan diri. Kemudian ia perlahan-lahan melepaskan bajunya. Di punggungnya, bekas luka menyebar seperti peta dari apa yang masih belum terucapkan. Bekas luka itu tidak tampak baru. Tetapi bekas luka itu juga tidak lama.

Ia berjalan ke cermin kamar mandi. Ia menatap dirinya sendiri. Ada sesuatu pada wajah wanita itu yang tampak asing baginya. Seolah-olah itu belum menjadi miliknya. Seolah-olah ia menempati tubuh pinjaman.

Dan kemudian, dari sudut gelap ingatannya, atau hati nuraninya, muncul suara lembut, hampir seperti anak kecil yang nyaris berbisik:

Kau bukan siapa-siapa.

Elías menundukkan pandangannya. Ia tidak menanggapi. Namun di dalam dirinya, ada sesuatu yang mulai-sangat perlahan-terbangun.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pewaris muda dan penipu

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali menuntut cerai untuk ke-99 kalinya. Namun, Laurence Andrews justru mengusirnya dari mobil demi mengangkat telepon mantan kekasihnya, Rosalie Harris. Laurence terus merendahkan Josie dan yakin istrinya takkan sanggup pergi. Dia tidak menyadari bahwa pengabaian berulang ini telah mencapai batasnya. Di balik layar, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie untuk segera berpisah dan meninggalkan negara ini selamanya.
Sampul Novel Dinodai keluarga suami
9.6
Anisa Rahma memulai hidup baru sebagai istri Seno Bagaskara, pria kaya raya yang membawanya tinggal di kediaman besar keluarga. Namun, situasi menjadi rumit karena mereka harus berbagi atap dengan saudara ipar lainnya. Di balik kemewahan tersebut, Anisa tidak menyadari bahwa adik laki-laki Seno dan suami dari iparnya menyimpan hasrat terlarang kepadanya. Kini, Anisa terjebak dalam ancaman nafsu mereka di rumah itu. Sanggupkah ia bertahan?
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Terlahir dengan keterbatasan fisik, Jasmine Bintang tumbuh di bawah bayang-bayang kekecewaan ibunya. Ia berharap menemukan kebahagiaan saat menikahi Ardan Mahendra yang sukses. Namun, keluarga Ardan justru menghina keterbatasannya. Luka Jasmine kian dalam saat Anindya, mantan kekasih Ardan, kembali dan mengungkap kebohongan cinta mereka. Meski Jasmine mantap meminta cerai demi martabatnya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya begitu saja.
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
9.2
Niat hati memberi kejutan ulang tahun, aku justru menyaksikan pengkhianatan kekasihku dengan pria kaya. Dihina karena miskin, hidupku berubah saat pelayan keluarga terkaya mengungkap identitas asliku sebagai pewaris Grup Nelson. Kini dengan kekayaan tak terbatas, aku kembali untuk membalas dendam. Mantan kekasihku bersujud memohon ampun, namun aku hanya berlalu menuju kemewahan. Bagiku, uang hanyalah angka dan aku sangat menikmati cara menghabiskannya.
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Hidup Alena Adriani Quensyah hancur seketika saat orang tuanya tega menjadikannya jaminan utang kepada seorang mafia kejam. Kini, Alena terjebak dalam kehidupan yang terasa seperti penjara, sembari terus dibayangi trauma masa lalu yang kelam. Di tengah penderitaan itu, ia bertekad mencari jawaban atas alasan kedua orang tuanya pergi meninggalkan dirinya dalam bahaya. Mampukah Alena bertahan dan menemukan kembali keluarganya yang hilang?
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Seorang pria terjebak dalam kengerian Hutan Gondoriyo setelah tersesat saat menjelajah. Di tengah fenomena ghaib kendaraan yang raib, ia bertemu pasangan lansia misterius di sebuah pondok terpencil yang memberinya peringatan. Meski berhasil pulang, rasa penasaran membawanya kembali, namun hutan itu seolah lenyap. Hubungan gelap antara kecelakaan bus di jurang dan misteri hutan ini mulai terkuak, memaksanya mempertaruhkan nyawa demi mengungkap kebenaran yang menghantui.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan