Sampul Novel Pesona Bodyguard Tampan

Pesona Bodyguard Tampan

9.7 / 10.0
Ditinggal di hari pernikahan membuat July terpuruk, namun ia bangkit demi menata hidup baru. Dalam novel modern Pesona Bodyguard Tampan, July berusaha menghapus kenangan buruk bersama David, bodyguard setianya. Simak romance novel ini untuk melihat perjuangan July dalam mencari kebahagiaan.
Ringkasan Pesona Bodyguard Tampan
Ditinggalkan tepat pada hari pernikahannya membuat July sangat terpukul hingga jatuh sakit dan harus dirawat. Namun, masa kelam itu tidak dibiarkannya berlarut-larut. Setelah kondisinya pulih dan kembali dari rumah sakit, July bertekad bangkit dan menghapus semua memori menyakitkan tersebut. Dalam proses penyembuhan luka hatinya, ia pun mulai menjalin kedekatan yang tak terduga bersama David, pengawal pribadinya yang selalu setia mendampingi.
Baca Selengkapnya

Pesona Bodyguard Tampan Bab 1

PRANG!!     

Suara piring yang berjatuhan dari atas meja prasmanan membuat orang di sekitarnya merasa panik dan ketakutan. satu tarikan dari cengkeraman kuat pada taplak meja tersebut nyatanya memang berhasil menjatuhkan apapun yang berada di atasnya.     

July Agatha, itu lah namanya. Gadis cantik berumur 22 tahun berbalut gaun berekor panjang berbahan satin brokat, tengah mengamuk di sebuah aula luas yang telah di hiasi dengan dekorasi super mewah. sebuah dekorasi yang hanya atau khusus disediakan untuk orang-orang tertentu saja. Cantik, indah, mempesona seperti rupa July saat ini. namun, tidak dengan hatinya. Hatinya saat ini tengah hancur.     

matanya yang merah, tak lagi membuat July peduli dengan sorot mata prihatin dari mereka-mereka. yang ia tahu saat ini, raganya tengah remuk dan hancur.     

"Keluar, kalian semua!" Teriakan lantang itu berhasil membubarkan kerumunan yang tengah berbisik dalam umpatan.     

Berbondong-bondong, para tamu undangan berhamburan keluar dari aula tersebut. tak terkecuali bagi para wartawan yang semula masih bersikukuh untuk tetap bertahan menyaksikan amukan July. huh! wartawan mana yang akan membiarkan berita besar di hadapannya tertinggal begitu saja? tidak ada.     

Kini, gadis berbalut gaun pengantin itu lantas tersungkur memeluk lantai yang kotor. menangis sejadi-jadinya tanpa peduli lagi bagaimana riasan bak seorang bidadari memudarkan senyum cerianya. kecewa, sedih, marah dan malu, tengah bercampur teraduk menjadi satu menghampiri raga ini.     

Para wartawan yang semula terus-menerus mengambil kesempatan untuk mengambil gambar, kini sudah mundur menjauh setelah di usir paksa oleh dua pengawal keluarga Jordan. ya, meskipun mereka sempat merekam sebagian kejadian tersebut. Mungkin saja besok berita tentang gagalnya pernikahan ini akan menjadi topik terhangat di seriap stasiun TV     

"July." Sentuhan lembut mendarat memberi usapan di atas pundak. "Kemari, sayang." Wanita paruh baya yang di sebut Ibu lantas merangkul pundak yang tengah bergetar hebat.     

July tetap menangis. memeluk lututnya rapat-rapat. menyembunyikan betapa kacau dirinya saat ini.     

"Kenapa harus begini?" bersuara tanpa terlihat wajahnya. July masih setia memeluk kedua lutut yang tertutup rapat oleh gaunnya yang basah terkena air mata.     

"Tenang sayang …." hanya bisa berkata demikian karena tak tahu harus bagaimana.     

Bagi seorang ibu, melihat anaknya hancur tentu saja akan ikut merasakan kehancurannya.     

Di ruangan yang terlihat seperti sebuah kapal pecah yang telah di hancurkan sang perompak ini, kini hanya menyisakan Ayah, Ibu dan sebagian para pelayan dan pengawal. Mereka tentu tak bisa berbuat apa-apa selain mengusap dada dan ikut merasa iba dalam kesedihan yang sedang di rasakan Nona Mudanya saat ini.     

Jordan yang berstatus sebagai Ayah dari July hanya bisa memandang wajah sang istri yang tengah memeluk July dengan erat.     

Tesa (istri) berkedip beberapa kali pada sang suami meminta untuk mendekat. meminta bantuan supaya July mau beranjak dari posisinya saat ini.     

"Kenapa ini terjadi, Tuhan. kenapa?" July mendongak sesaat. memandang langit-langit seolah sedang mengadu pada sang pencipta takdir. menelungkup lagi, tangis itu terdengar. "Kenapa?"     

"July sayang…." Jordan ikut bersimpuh. jongkok di hadapan July -memberi usapan lembut di atas lutut yang tertutup gaun pengantin. "Kita pulang yuk. kita lupakan semua ini."     

"Enak saja!" July mendongak. membelakkan mata mengibaskan kedua tangan hingga ayah dan ibunya terjengkang.     

"Eh!" pekik para karayawan dan pengawal secara bersamaan. mereka nampak terkejut dengan apa yang di lakukan July.     

Seorang pria dengan postur tubuh yang tinggi tegap dan berisi, sudah membungkuk dan hendak membantu. Namun, telapak tangan Jordan terangkat memberi kode bahwa dirinya baik-baik saja.     

David, itu lah nama pria tersebut. Pria berumur 27 tahun yang ditugaskan menjadi pengawal kepercayaan Keluarga Jordan yang baru mulai bekerja sekitar satu bulan yang lalu menggantikan ayahnya yang sudah pensiun. Sosok David yang memiliki tubuh seorang tentara, tentu sangatlah cocok di jadikan sebagai pengawal bos besar seperti Jordan.     

Bukan hanya David yang bertugas mengawal di keluarga Jordan, tapi ada Dion yang notabenya adalah ponakan dari Tesa.     

Kembali pada topik utama, kini July sudah berdiri tegak. mengusap kasar wajahnya yang basah, kemudian Juli berlenggak mendekati pecahan piring yang berserakan. ekor gaunnya terlarak kasar mengikuti langkahnya yang semakin dekat dengan hal yang bisa membuat July celaka.         

"Juli! apa yang kau lakukan!" teriak Tesa dengan kedua tangan menjulur mencoba meraih tubuh Juli. sayangnya July langsung mundur.     

"July sayang … kumohon, jangan lakukan itu." Perlahan Jordan mendekat. mencoba meraih lengan July supaya urung untuk mengambil pecahan piring tersebut.     

Sayangnya, kini pecahan piring tersebut sudah berada di genggaman tangan July. menyeringai tanpa rasa takut, bahkan kini Juli sudah mendaratkan pecahan piring itu di atas pergelangan tangan bagian dalam.     

"Juli!" Teriak Tesa. Tak berani mendekat, lantas Tesa hanya bisa menangis sambil mengguncang lengan sang suami. "Lakukan sesuatu."     

"Hei kalian! kenapa diam saja!" Tesa berteriak membentak para pengawalnya yang sedari tadi hanya melongo. Bukan begitu sebenarnya, mereka hanya tak tahu harus berbuat apa. begitu juga dengan David.     

Tak ada yang berani mendekat, David mencoba maju. "Nona, ku mohon jangan lakukan hal bodoh." terus maju berharap bisa menggapai benda yang di pegang July tanpa melukai siapaun.     

"Mundur!!" perintah July dengan mata melotot di kelilingi sisa air mata. "Jangan berani mendekat." July menekan benda tajam itu hingga membuat semua menjerit bersamaan.     

David mundur. mengerjap-kerjapkan mata, meminta Dion untuk membantu berdiri sigap dan waspada. sepertinya David punya rencana.     

"July, ibu mohon. jangan lakukan itu." Tesa sudah menangis sesenggukan. mengguncang lengan suaminya, Tesa menatap iba.     

Memang apa yang bisa dilakukan Jordan? tidak ada. jika mendekat, takutnya malah semakin cepat gerak July untuk melukai tangan.     

Masih mengatur napas yang berderu cepat. dengan beling masih mendarat di atas pergelangan tangan, tanpa July sadari seseorang tengah berdiri di belakangnya. David berkedip bemberi kode dengan isyarat gerak tangan -meminta supaya Jordan mengalihkan sedikit pandangan Juli. mengulur waktu lebih tepatnya.     

"Juli sayang … lepaskan ya. Kalau kau terluka bagaimana?" mencoba membujuk sebisa mungkin supaya David segera melancarkan aksinya.     

"Iya sayang." Tesa mengimbuhi.     

"Tidak!"     

Teriakan itu membuat Tesa refleks mendesis menahan nyilu dan takut. apalagi ketika sedikit goresan berhasil mengeluarkan darah dari balik kulit mulut itu. sontak Santi langsung berteriak histeris.     

Plak!     

Sebelum goresan itu semakin dalam, tampikan cepat yang di lakukan David berhasil membuat beling itu lepas dari tangan July.     

Bugh!     

Tubuh berbalut gaun pengantin itu ambruk tak lama setelah tetesan demi tetesan berjatuhan menyentuh lantai. Juli tersungkur jatuh begitu saja tak sadarkan diri.     

"July!!!" teriakan bersamaan keluar dari mulut Jordan dan Tesa.     

Menghambur menghampiri tubuh tersungkur itu, Jordan lantas membalik tubuh July. meletakkan kepala di atas pangkuan, Jordan lantas berteriak. "Siapkan mobil, cepat!"     

Bergegas, David dan satu temannya yang bernama Dion berlari keluar menyiapkan mobil.     

Kemungkinan bukan dari luka goresan itu yang menyebabkan July tak sadarkan diri. akan tetapi, bisa jadi karena syok menghadapi apa yang tengah terjadi saat ini.     

Sebuah pernikahan termewah yang belum pernah terjadi sebelumya, kini harus berakhir dengan sebuah malapetaka di mana sang mempelai pria tidak hadir dan justru menghilang bersama selingkuhannya.     

Bagaimana July bisa tahu? karena pria brengsek itu yang menghubungi July melalui pesan singkat. sungguh sangat keterlaluan! bahkan, perlu diketahui, ponsel berisi pesan tersebut sudah raib entah menghilang kemana sesaat sebelum July mulai mengamuk.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pesona Bodyguard Tampan

Ch. 1
Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Gairah Liar Sang Mantan
8.2
Kejadian tak terduga menimpaku saat kakek melakukan tindakan nekat di dalam kamar. Di bawah ancaman agar tidak membangunkan adik, aku terjebak dalam situasi yang membingungkan sekaligus menggelisahkan. Sentuhan dan bisikannya membuatku kehilangan kendali hingga tubuhku terasa lemas tak berdaya. Saat kakek melancarkan aksinya lebih jauh dengan melucuti pakaianku, tiba-tiba lampu kamar menyala. Sebuah rahasia besar terancam terbongkar dalam keheningan malam itu.
Sampul Novel Ikatan Hati
8.9
Kediaman Bimantara mendadak kacau saat sesosok bayi ditemukan di depan pintu rumah mereka. Sebuah pesan misterius yang menyertai bayi tersebut mengklaim bahwa ia adalah darah daging Adrian Bimantara. Penemuan tak terduga ini memicu kepanikan luar biasa bagi seluruh anggota keluarga. Siapakah sebenarnya orang tua bayi tersebut? Kini, Adrian harus menghadapi tuduhan serius ini sementara misteri tentang asal-usul Abian mulai mengancam ketenangan hidupnya.
Sampul Novel Menikah, Bercerai, Diinginkan Lagi
8.8
Tiga tahun pernikahan gagal mencairkan hati Theo. Saat Lena terluka parah akibat insiden galeri, Theo justru memanjakan wanita lain dengan jet pribadi. Kecewa, Lena menggugat cerai dan menyebar rumor bahwa suaminya impoten. Ia bangkit menjadi desainer elit yang sukses. Namun, saat mengira Theo akan menikahi kekasih lamanya, pria itu justru menyudutkannya di peragaan busana demi membuktikan kejantanannya yang sempat Lena ragukan di mata publik.
Sampul Novel Saya Menjadi Istri Kontraknya, Tapi Dia Ingin Selamanya
8.0
Demi melunasi biaya medis sang nenek, Gianna terpaksa menjalani pernikahan kontrak dengan Tristan, pria misterius dari masa lalunya. Gianna mengira hubungan ini murni bisnis dan akan berakhir sesuai kesepakatan. Padahal, Tristan telah memendam cinta padanya selama sepuluh tahun. Saat Gianna bersiap pergi karena merasa hanya sebagai pengganti, Tristan justru menahannya. Ia menegaskan bahwa Gianna adalah satu-satunya wanita yang ia inginkan selamanya.
Sampul Novel SEPENGGAL KISAH TANPA JUDUL
8.9
Jeany, gadis Minang yang pendiam, terjebak dalam pusaran luka mendalam. Setelah diselingkuhi kekasihnya, ia harus menyaksikan kehancuran keluarganya. Sang papa pergi demi wanita lain, bahkan selingkuhannya tega mengirimkan video asusila yang membuat mama Jeany depresi berat. Trauma pernikahan kini menghantui Jeany. Bersama Jeje, saudara perempuannya, ia berjuang menghadapi teror pelakor dan cobaan hidup yang seolah tak kunjung usai. Sanggupkah Jeany bertahan?
Sampul Novel Tabir Misteri di Sekolah
8.4
Setahun berlalu sejak tragedi keji menimpa seorang siswi di SMA Permadani Putih, namun kasus pemerkosaan dan pembunuhan sadis itu terkubur tanpa kejelasan. Di tengah aturan sekolah yang kini menjadi kacau dan sikap apatis otoritas yang sengaja menutup mata, Gara menolak untuk diam. Ia bertekad menyingkap tabir gelap demi keadilan sang adik. Mampukah Gara membongkar konspirasi ini dan menyeret pelaku aslinya ke hadapan hukum sebelum semuanya terlupakan?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan