Sampul Novel Perundungan Dibayar Kontan

Perundungan Dibayar Kontan

8.6 / 10.0
Dalam novel mystery Perundungan Dibayar Kontan, polisi menyelidiki pola serangan beruntun yang mengarah pada Eve, seorang psikiater. Sebagai salah satu fiction books terbaru, kisah action modern ini mengungkap motif tersembunyi di balik keterkaitan para pelaku dengan masa lalu Eve.
Ringkasan Perundungan Dibayar Kontan
Serangkaian serangan misterius mengguncang kota selama berbulan-bulan. Polisi awalnya menganggap insiden ini acak, namun pola identik mulai terungkap. Penyelidikan intensif pun mengarah pada satu sosok tak terduga, Eve. Dia adalah psikiater sekaligus kekasih seorang penyidik yang ternyata menjadi benang merah bagi seluruh tersangka. Apakah wanita ini dalang di balik kekerasan tersebut, atau justru ia terjebak dalam skenario licik yang dirancang orang lain?
Baca Selengkapnya

Perundungan Dibayar Kontan Bab 1

Di suatu jalan perumahan yang cukup sepi, seseorang melempar lampu jalan dengan batu yang dilemparkan tepat ke lampu tersebut. Membuat jalanan perumahan tersebut menjadi gelap. Lalu orang yang sama mematikan lampu jalanan sebelahnya lagi dengan cara yang sama.

Orang yang berada di dalam rumah di sekitar lampu jalan tidak menyadari kejadian tersebut karena suasana sudah malam dan rata-rata mereka sudah tertidur.

Friska kemudian berjalan melewati jalanan gelap tersebut. Dengan ponsel yang masih menyala dan terhubung dengan Cleo, wanita berusia dua puluh satu tahun tersebut terus berjalan menelusuri jalanan kompleks menuju rumahnya.

Wanita yang terkenal di kampusnya tersebut sudah menaruh curiga dengan pecahan lampu yang berserakan di sekitar tiang lampu.

“What the ... kok lampu jalanan bisa pecah begini? Kamu sih, mengajakaku ke cafe kelamaan, aku jadi pulang larut ini,” ujar Friska mengeluh kepada Cleo.

“Halah, biasanya juga kamu pulang tengah malam. Makanya kalau ingin merencanakan sesuatu untuk Ica kita diskusinya siang saja. malamnya kita isi dengan bersenang-senang,” ujar Cleo di seberang sana.

“Shit!” pekik Friska. Ia kesakitan karena kakinya tergores pecahan

lampu.

“Ada apa?” tanya Cleo.

“Kakiku tergores pecahan lampu,” jawab Friska.

“Huft aku pikir apa. sudahlah aku mau mengedit video lagi. Biar cepat

selesai dan kita upload video Ica ini ke internet,” ujar Cleo, ia merupakan

sahabat Friska sejak SMA.

“Temani aku dong sampai aku ke rumah, sebentar lagi sampai ini, tadi

taksinya tidak bisa masuk ke dalam kompleks karena sudah lewat jam sepuluh

malam.” pinta Friska kepada sahabatnya tersebut.

“Oke, aku temani kamu,” ujar Cleo dari seberang sana.

Namun, baru beberapa langkah melewati tiang lampu yang mati, Friska dikejutkan dengan sosok seseorang yang memakai pakaian serba hitam dan menggunakan hoodie di kepalanya. Wajahnya tidak tampak jelas karena gelap.

Friska tertegun. “Hei, siapa di sana? Jangan macam-macam ya, nanti aku teriak para security pasti akan datang ke sini,” ujar Friska.

Tentu saja ucapan Fiska membuat Cleo menjadi khawatir. “Ada apa? kamu bicara dengan siapa?” tanya Cleo penasaran.

“Tidak tahu. Tiba-tiba ia sudah berdiri beberapa meter di depanku,” jawab Friska. Ia mulai ketakutan, mengingat ia hanyalah seorang wanita yang berada di jalanan kompleks sendirian dengan cahaya lampu remang-remang.

Sosok tersebut melangkah maju menghampiri Friska dan membuat nyalinya menjadi terjun bebas ke dasar.

Friska juga melangkah mundur untuk menjaga jarak dengan sosok tersebut.

“Hei, jangan macam-macam ya. Aku akan ....” belum juga Friska menyelesaikan ucapannya, sosok tersebut sudah menyerangnya dengan berlari dan menampar wajah Friska. Tubuhnya terjatuh ke kiri dan ponselnya terjatuh jauh dari tubuhnya.

Plak! Gubrak!

“Aahh!” teriak Friska. Sontak saja membuat Cleo juga menjadi panik.

“Friska! Friska!” teriak Cleo dari ponsel milik Friska.

“Ampun, jangan sakiti aku.” Friska berusaha menjauh dari sosok tersebut, ia merangkak menjauh, tapi dengan mudah sosok tersebut menarik rambut Friska dan membuatnya teriak kesakitan lagi.

“Aaaa!” teriak Friska, terdengar lirih dan menakutkan bagi siapa pun yang mendengarnya.

Sosok tersebut menarik rambut panjang Friska hingga membuat tubuhnya mengikuti gerakan tangan sosok tersebut.

“Jangan sakiti aku, aku mohon.” pinta Friska sambil menangis ketakutan.

Namun, sosok tersebut tidak menghiraukan permintaan Friska. Sosok tersebut kembali menampar wajah Friska hingga wajahnya menyentuh aspal jalan.

Darah segar mengalir dari ujung bibirnya.

Kini Friska tidak berdaya untuk berteriak. Kepalanya terbentur ke aspal dengan cukup kencang. Lalu sosok tersebut mengikatkan sebuah kain hitam untuk menutupi mulut Friska.

Friska yang sudah lemas karena benturan di kepalanya, hanya pasrah menerima perlakuan sosok tersebut. Kemudian sosok tersebut mencengkeram leher Friska, hingga membuatnya kesulitan bernapas dan hilang kesadaran.

Tidak lama kemudian dua orang security dari arah depan kompleks terlihat berlari ke arah Friska.

“Woi! Sedang apa kamu?” teriak salah seorang security bernama Warno.

Lalu dari arah belakang terlihat Tedy berlari ke arah putrinya yang tergeletak di atas aspal.

“Friska!” teriak Tedy dari kejauhan. Dengan cepat sosok tersebut melepaskan cengkeramannya, lalu menjauh dari tubuh Friska dan menghilang di tengah gelapnya malam.

Tedy yang berlari menuju Friska sangat terkejut melihat kondisi putri semata wayangnya tersebut. Mulut,

kedua tangan dan kakinya diikat oleh kain hitam.

“Friska!” panggil Tedy sambil meraih tubuh putrinya tersebut yang sudah tidak sadarkan diri. “Friska,

sayang,” panggil Tedy lagi sambil membuka ikatan kain di mulut Friska.

Kedua security tersebut terkejut melihat kondisi Friska yang terluka di kaki, lebam di wajahnya dan darah yang keluar dari ujung bibir serta pelipisnya.

Lalu security satunya melihat lampu jalanan yang pecah dan berserakan di sekitar Friska.

“Ya ampun, siapa yang berani melakukan ini?” ujar Warno selaku petugas keamanan kompleks tersebut

sambil menyinari lokasi sekitar dengan senternya.

Satu jam setelah kejadian buruk menimpa Friska, di sebuah restoran di pusat kota.

Akbar dan Eve sedang makan malam berdua. Sepasang kekasih yang sedang menikmati kemesraan tersebut

harus rela diganggu dengan kehadiran Hanum, rekan kerja Akbar. Mereka berdua adalah seorang polisi yang sedang menyelidiki kasus orang yang terluka karena di aniaya oleh orang yang tidak dikenal.

“Maaf jika aku mengganggu kalian lagi,” ujar Hanum, lalu ia membungkukkan tubuhnya kemudian mendekatkan bibirnya ke telinga Akbar.

setelah mendengar ucapan dari Hanum, wajah Akbar menjadi serius.

“kita harus segera menuju tempat kejadian perkara sekarang.”

Melihat kehadiran Hanum, selera makan Eve menjadi hilang. Ia memalingkan wajahnya dari tatapan Akbar.

Melihat gelagat Eve yang tidak nyaman dengan kehadirannya, Hanum kembali berdiri tegak dan mundur beberapa langkah menjauh dari Akbar dan Eve. Ia memberikan waktu kepada sepasang kekasih itu untuk bicara.

“Sayang, maafkan aku. Aku harus pergi sekarang,” ujar akbar meminta izin kepada Eve, kekasihnya yang baru ia resmikan sebulan ini.

“Untuk apa kamu meminta izin? Kalau aku bilang tidak pun, kamu akan tetap berangkat ‘kan?” tanya Eve, lalu ia menatap Akbar dengan tatapan tajam.

Merasa berada di antara situasi yang tidak kondusif, Hanum memilih untuk meninggalkan mereka berdua.

“Aku tunggu di luar, kalian selesaikan masalah kalian, ya!” ujar Hanum, lalu ia meninggalkan

sepasang kekasih yang hampir bertengkar.

“Eve, kamu kan tahu pekerjaanku. Aku pasti tidak akan memiliki banyak waktu untuk kepentingan

pribadi. Maafkan aku, aku harus ke tempat kejadian perkara,” ujar Akbar.

“Lalu kapan kamu akan meluangkan waktu untuk aku? Atau aku ikut kamu saja? bagaimana?” pertanyaan dari Eve yang membuat Akbar menjadi bingung.

“Eve, kamu seharusnya mengerti pekerjaanku, aku tidak mungkin membawa pasanganku ke TKP,” ujar Akbar.

“Bukan sebagai pasanganmu, tapi sebagai psikiater yang mungkin di perlukan untuk korban,” ujar

Eve berusaha membujuk akbar agar mengajaknya.

Dengan wajah yang memelas, Eve membuat hati Akbar menjadi goyah.

“Baiklah, kamu boleh ikut. Tapi ingat, jangan bertindak tanpa persetujuanku!” Akbar akhirnya luluh.

Sedangkan Hanum sedang berdiri di samping mobil menunggu Akbar. Alangkah terkejutnya Hanum ketika

Akbar datang membawa serta Eve menghampirinya.

Tanpa basa-basi Akbar memasuki mobil. Eve menempati kursi di samping sopir. Kehadiran mereka berdua

membuat Hanum bingung.

“Kamu membawanya?” tanya Hanum yang sudah duduk di kursi baris kedua, tepat di belakang Akbar.

“Aku pikir ia akan berguna untuk mengetahui kondisi kejiwaan korban,” jawab Akbar.

“Alasan! Kita punya tim sendiri untuk hal itu. aku yakin karena kamu terlalu bucin, sehingga mudah

dikendalikan oleh Eve.” Hanum berbisik kepada Akbar.

Mulut Akbar sudah gatal ingin beradu argumen dengan Hanum, tapi jika ada Eve di sampingnya maka sikap

Akbar akan berusaha lebih tenang. Atau lebih tepatnya menyembunyikan sikapnya yang galak dan cerewet.

Selama Eve ada di sampingnya, Akbar terlihat berusaha menenangkan diri untuk tidak menghardik

rekan kerjanya tersebut.

Sedangkan Eve yang tidak menyadari percakapan antara Hanum dan Akbar hanya menatap serius ke depan.

Entah apa yang sedang dipikirkannya, tapi sepanjang perjalanan Eve terlihat terdiam.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Perundungan Dibayar Kontan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Brontak Dalam Sempak
9.0
Ujang menantang Datok dengan penuh amarah demi menunjukkan kekuatannya yang selama ini terpendam. Meski baru berusia dua puluh tahun, ia kini mengerahkan seluruh kemampuannya melalui teknik Tisu Magic yang mengubah tubuhnya menjadi lapisan baja kokoh. Di sisi lain, Datok bersiap dengan jurus Telo Rasa Meki yang mengeluarkan uap panas membara. Keduanya melesat secepat kilat hingga menciptakan ledakan dahsyat saat ajian pamungkas mereka saling berbenturan di udara.
Sampul Novel Foto Suamiku Diruang Keluarganya
8.7
Dua tahun membina rumah tangga, Ane akhirnya menemukan kenyataan pahit bahwa dirinya hanyalah istri kedua Farel. Rahasia besar ini terungkap secara tidak sengaja saat Ane berkunjung ke rumah salah satu wali muridnya. Ketika sang ibu menjatuhkan foto keluarga yang selama ini ia simpan rapat-rapat, Ane terkejut melihat sosok suaminya ada di sana. Kini, Ane terjebak dalam dilema besar antara mempertahankan cintanya atau memilih pergi meninggalkan Farel.
Sampul Novel Ibu cantik, Ayah licik
8.7
Akibat jebakan keji dari ibu tiri dan kakaknya, pernikahan yang telah direncanakan dengan matang terpaksa dibatalkan karena sebuah alasan mustahil. Bertahun-tahun kemudian, ia akhirnya memutuskan kembali ke kota kelahirannya. Dengan tekad yang sangat kuat, ia berjuang keras melalui berbagai rintangan demi merebut kembali segala hal yang pernah menjadi miliknya. Kini, ia siap menghadapi masa lalu untuk memulihkan haknya yang telah dirampas secara tidak adil.
Sampul Novel Istriku Sibuk, Hatiku Kosong
8.2
Kehidupan rumah tangga Damien kini terasa hampa. Sejak naik jabatan, Nadine Larasati jarang pulang dan terus menolak permintaan Damien karena alasan kelelahan bekerja. Dengan penghasilan lebih rendah, Damien pun terpaksa menjadi bapak rumah tangga sepenuhnya. Namun, kecurigaan muncul saat Nadine tiba-tiba membawa seorang asisten rumah tangga muda ke rumah mereka. Kedatangan gadis misterius itu membawa firasat buruk yang membuat hati Damien kian sesak dan gelisah.
Sampul Novel Rinai Hujan di Pagi Hari
8.9
Kania dan Melani Lim mencintai pria yang sama, Sammy. Meski Sammy awalnya memilih Kania, takdir berubah saat sebuah kecelakaan tragis merenggut tangan kiri Melani. Kania pun terpaksa merelakan kekasihnya menikahi sang kakak. Demi menghapus luka, Kania menerima lamaran Daniel, pria yang jauh lebih tua darinya. Kini ia terjebak dalam pernikahan tanpa rasa cinta. Sanggupkah Daniel memenangkan hati Kania, ataukah bayang Sammy akan tetap menghantui hidup mereka selamanya?
Sampul Novel Yang Tersisa Hanyalah Kenangan
8.4
Lima tahun bertunangan dan bersiap melangkah ke pelaminan bersama Gavin rupanya tidak menjamin kesetiaan. Ketika cinta pertama pria itu kembali, semua komitmen instan runtuh. Gavin berbalik membenci setiap sikap pasangannya demi membela masa lalunya. Sadar posisinya telah tergantikan sepenuhnya, sang protagonis memilih mundur, merelakan hubungan mereka, lalu lenyap tanpa jejak. Keputusan ini menyisakan penyesalan mendalam bagi Gavin, yang kini berbalik mencari keberadaannya dengan air mata.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan