Sampul Novel Pedang Ikatan Darah

Pedang Ikatan Darah

8.7 / 10.0
Dalam novel sci-fi misteri modern Pedang Ikatan Darah, seorang anak dituntut keluarga kandungnya di pengadilan ekstraksi ingatan demi donor jantung. Baca novel online ini untuk mengungkap rahasia masa lalu yang membuat seluruh juri menangis dalam kisah fiksi ilmiah yang penuh teka-teki.
Ringkasan Pedang Ikatan Darah
Demi mengobati adik angkatnya, orang tua kandung protagonis menuntutnya ke pengadilan untuk merebut jantungnya. Dengan teknologi komputer terbaru, memori sang anak diekstraksi di hadapan seratus panelis juri. Jika tuntutan dikabulkan, organ tubuhnya akan disita. Orang tuanya mengira ia terlalu pengecut dan jahat untuk hadir. Namun, ia justru datang menghadapi persidangan. Saat rekaman ingatannya diputar, kebenaran emosional yang terungkap justru membuat seluruh ruang sidang menangis.
Baca Selengkapnya

Pedang Ikatan Darah Bab 1

Demi mendapatkan jantungku untuk mengobati penyakit adik angkatku, orang kandungku membawaku ke pengadilan.

Hakim menggunakan teknologi komputer terbaru untuk mengekstrak ingatan kami. Persidangan dilakukan oleh panel yang terdiri dari 100 orang.

Jika persidangan berhasil, organ tubuhku akan menjadi milik orang tuaku.

Orang tuaku mengira aku tidak berani hadir.

Karena dalam pikiran mereka, aku adalah orang yang berhati keji.

Tapi ketika tayangan ingatanku diputar di persidangan, semua orang menangis.

Di pengadilan, layar sepanjang satu meter mulai menampilkan komentar live chat penonton.

"Orang pertama yang berani datang menghadiri pengadilan!"

"Penjahat cuma bisa menunduk di hadapan bukti yang kuat."

"Pertunjukan menarik akan segera dimulai."

Sebelum memulai, hakim memberikan nasihat terakhir kepadaku.

"Terdakwa, apakah Anda mengerti proses persidangan dan memahami konsekuensi dari persidangan ini?"

Setelah aku diputuskan bersalah, aku akan disuntik mati saat itu juga. Dan hak atas organ tubuhku akan menjadi milik orang tuaku.

Pada saat itu, jantungku akan diambil untuk mengobati penyakit Cindy.

Di meja penggugat, orang tua kandungku menatapku dengan jijik.

Mereka sangat yakin akan memenangkan persidangan ini.

Aku tidak mengerti. Aku adalah anak kandung mereka, tapi mereka menyiksaku, membenciku, dan menyakitiku selama sepuluh tahun.

Pada akhirnya, bahkan mereka ingin merampas jantungku.

Aku berkali-kali curiga bahwa putri kandung mereka adalah Cindy, yang duduk di samping mereka.

Sayangnya, Cindy mengenakan masker dan kacamata hitam. Aku tidak bisa melihat ekspresinya.

Sambil memejamkan mata dan menarik napas dalam-dalam, aku menatap juri dengan tegas.

"Silakan mulai!"

Hakim menoleh ke meja penggugat.

"Penggugat, apakah kalian mengerti proses persidangan ...."

Tanpa menunggu hakim menyelesaikan kalimatnya, ibuku menyela dengan suara melengking, "Kami orang tuanya, kami nggak mungkin kalah!"

"Cepat dimulai! Cindy nggak bisa menunggu terlalu lama!"

Persidangan secara resmi dimulai.

Tuduhan pertama: menolak untuk memenuhi kewajiban memberi nafkah, dan bersenang-senang di luar tanpa peduli pada ayahnya yang sakit parah.

Di layar, Ibu menyeka air mata dan menjelaskan duduk perkaranya.

Mulai dari kondisi keluarga yang kurang mampu dan ayahku bekerja keras membiayai sekolahku sampai kuliah. Lalu tentang aku yang tidak pernah sekali pun pulang untuk menjenguk Ayah saat sakit parah dan terbaring di tempat tidur, dengan alasan terlalu sibuk di kampus.

Tagihan rumah sakit tidak dibayarkan tepat waktu, mengakibatkan kaki kiri ayahku cacat seumur hidup.

"Ya Tuhan, nggak manusiawi!"

"Anak durhaka! Belajar tinggi-tinggi nggak ada hasilnya!"

Komentar-komentar yang muncul satu per satu dipenuhi emosi. Di layar, tampak ibuku mencoba meneleponku berulang kali, bahkan membawa ayahku yang cacat ke kampus untuk mencariku. Tapi tidak ada yang berhasil.

Bahkan hakim pun merasa adegan itu sangat keterlaluan.

Orang tuaku di meja penggugat tampak puas. Cindy juga tampak mengangkat dagunya.

Aku duduk di kursi terdakwa. Para staf segera memasangkan alat untuk mengekstraksi ingatan. Suara arus listrik berdesing, dan kepalaku terasa sakit seperti ditusuk-tusuk jarum.

Tapi aku mengatupkan bibir rapat-rapat dan tidak bersuara sedikit pun.

Beberapa detik kemudian, dua kata dalam tulisan besar muncul di layar persidangan.

"Tidak bersalah."

Ratusan tanda tanya segera memenuhi kolom komentar.

"Mana mungkin dia nggak bersalah!"

Sedangkan ibuku menundukkan kepalanya dengan raut wajah agak bersalah.

Kali ini, ingatanku lah yang diputar.

Ketika aku berusia delapan tahun, Cindy tiba-tiba datang dan tinggal di rumahku.

Mobil yang aku tumpangi bersama Cindy dan orang tuanya mengalami kecelakaan dan orang tuanya meninggal di tempat.

Ayahnya adalah sahabat dekat ayahku. Ayahku merasa berkewajiban membawa Cindy ke rumah dan mengasuhnya.

Ibuku langsung setuju, karena dia memang suka Cindy sejak awal.

Setelah hari itu, hidupku berubah menjadi neraka.

Cindy harus mendapatkan apa pun yang dia inginkan. Bahkan sampai buku-buku pelajaran dan buku PR milikku.

Aku tidak mau. "Nanti aku dimarahi Bu Guru."

Ayahku langsung menamparku.

"Dia anak yatim piatu. Apa susahnya kamu berikan buku PR-mu untuknya?"

Di hari tes masuk SMA, Cindy mengatakan bahwa dia suka dengan semua pulpenku dan ingin memilikinya.

Aku menolak memberikannya.

Ayahku mengambil sapu dan memukuliku dengan keras.

"Anak egois sialan. Apa susahnya memberikan pulpen? Cepat berikan ke Cindy!"

Aku menjerit kesakitan, tapi ibuku memeluk Cindy dan menghiburnya, membujuknya agar berhenti menangis.

"Nggak apa-apa, nanti Ibu belikan yang baru."

Cindy berkata sambil terisak, "Tapi ... pulpen itu sepertinya hadiah dari Ibu untuk ulang tahunku kemarin ...."

Aku tidak peduli apa-apa lagi dan mengeluarkan kotak pensilku dengan tangan gemetar dan berteriak, "Jangan pukul aku, aku berikan semuanya untukmu. Aku nggak mau lagi!"

Aku tidak bisa ikut tes masuk SMA hari itu.

Aku pun kehilangan kesempatan untuk melanjutkan sekolah ke SMA.

"Kamu anak bodoh, apa gunanya sekolah?"

Ayah sangat meremehkanku, tapi dia berubah lembut saat menatap Cindy.

"Nggak seperti Cindy yang selalu masuk sepuluh besar."

Tapi aku selalu mendapat nilai tinggi dan tidak pernah keluar dari peringkat sepuluh besar.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pedang Ikatan Darah

Ch. 1 Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Ah! Mantap Mas Ramli
8.6
Demi menghidupi tiga anaknya, Ramli bekerja pada pasangan CEO kaya yang belum dikaruniai keturunan setelah lima tahun menikah. Terdesak kebutuhan ekonomi, duda asal desa ini menerima tawaran fantastis dari sang majikan untuk menghamili istrinya, Vina. Hubungan terlarang yang awalnya demi uang ini berubah menjadi kenyamanan mendalam bagi Vina, terutama setelah ia mengetahui pengkhianatan suaminya yang berselingkuh. Di tengah konflik yang kian rumit, rahasia besar mengenai jati diri Ramli yang sebenarnya pun mulai terkuak.
Sampul Novel Forgive Me, I can't Stop Loving You
8.8
Dua tahun Nia berjuang meluluhkan hati Raka, tetangga sekaligus kakak sahabatnya yang bersikap kasar dan dingin. Harapannya hancur saat Raka mengumumkan pertunangannya di depan umum tanpa peduli pada perasaan Nia. Memilih menyerah, Nia pun menghilang tanpa jejak dari hidup lelaki itu. Enam tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Raka tertegun saat melihat Nia bersama seorang anak laki-laki yang memanggilnya Bunda dengan penuh kasih sayang.
Sampul Novel Menikahi Suster Cantik
8.3
Brian Carlos Pratama adalah dokter ramah di Korea Selatan yang sering disalahpahami karena wajah dinginnya. Di rumah sakit, ia bekerja bersama Fayyana Bethani, seorang perawat anggun yang memikat hati banyak pria. Meski Betha sudah memiliki rencana pernikahan, Brian nekat mengejar cintanya tanpa memedulikan label perusak hubungan orang lain. Ambisi Brian hanya satu, yaitu memenangkan hati Betha. Akankah perjuangan nekat sang dokter berhasil mendapatkan cinta sang perawat?
Sampul Novel Menjadi Tahanan Mafia
9.3
Terjebak dalam salah paham antar geng mafia, Demora Salvatrucha bertekad membalas kematian ayahnya. Ia menyamar menjadi Erica, wanita lemah yang masuk ke sarang pemimpin Salvador demi misi balas dendam. Namun, sandiwara ini justru menjebak Demora dalam dilema identitas dan perasaan cinta yang tak terduga. Di tengah gejolak emosi dan konflik berdarah, mampukah ia menuntaskan misinya, atau justru identitas Erica akan selamanya menelan jati diri aslinya?
Sampul Novel PENYESALAN
8.8
Nadia terpukul saat mendapati Rizki, suaminya, berselingkuh dengan keponakannya hingga hamil. Teguh menolak poligami, ia pun memilih jalan perceraian. Di tengah perjuangan merintis bisnis kuliner, Nadia kembali bertemu dengan Hasbi, mantan tunangannya yang dahulu sempat menghilang tanpa kabar. Pertemuan ini membuka lembaran lama yang penuh kenangan. Akankah cinta masa lalu mereka bersemi kembali, ataukah luka lama menghalangi kebahagiaan Nadia?
Sampul Novel Suddenly Got Married
8.6
Kehidupan Dara Anastasya berubah drastis setelah ia mendadak terikat pernikahan dengan Randy Wijaya, pria asing yang belum pernah ia temui. Hubungan mereka pun tidak berjalan layaknya pasangan normal. Meski menghadapi jalan yang sulit, Randy yang dikenal penyabar, lembut, dan penuh tanggung jawab bertekad untuk memenangkan hati istrinya. Kisah ini mengikuti perjuangan Randy dalam mengubah pernikahan tak terduga mereka menjadi cinta sejati.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan