Sampul Novel PENYESALAN

PENYESALAN

8.8 / 10.0
Dalam novel PENYESALAN, Nadia memilih cerai setelah suaminya berkhianat. Ia membangun bisnis kuliner dan bertemu kembali dengan Hasbi, mantan tunangannya. Simak perjuangan hidup dan cintanya di romance novel ini melalui platform web novel yang menyajikan fiction books berkualitas.
Ringkasan PENYESALAN
Nadia terpukul saat mendapati Rizki, suaminya, berselingkuh dengan keponakannya hingga hamil. Teguh menolak poligami, ia pun memilih jalan perceraian. Di tengah perjuangan merintis bisnis kuliner, Nadia kembali bertemu dengan Hasbi, mantan tunangannya yang dahulu sempat menghilang tanpa kabar. Pertemuan ini membuka lembaran lama yang penuh kenangan. Akankah cinta masa lalu mereka bersemi kembali, ataukah luka lama menghalangi kebahagiaan Nadia?
Baca Selengkapnya

PENYESALAN Bab 1

"Sayang, maaf, mas pulangnya telat. Ini mobilnya mogok di tengah jalan. Mau dibawa ke bengkel udah pada tutup," ucap suara di seberang telepon.

"Terus sekarang mas ada dimana?" tanyaku khawatir.

"Masih di pinggir jalan, Dek. Entahlah ini mas bingung mau apa. Ya sudah, mas tutup dulu teleponnya ya. Kamu gak usah khawatir, mas pasti pulang, cuma agak telat. Ini mas mau nyoba benerin sendiri dulu," sahutnya kemudian. Dia menutup panggilan teleponnya.

Kulirik jam yang bertengger di dinding, jam bundar itu sudah menunjuk ke angka sembilan.

Hatiku begitu resah, selain menunggu suamiku pulang, aku juga menunggu Keysha. Detik jam terus merayap, suasana malam kian sepi. Lagi lagi aku berjalan mondar-mandir dan menyibakkan tirai jendela. Berharap mereka secepatnya datang.

Perasaanku bertambah khawatir karena tak ada kabar apapun dari Keysha. Aku sudah menghubungi Keysha, namun ponselnya tidak aktif. Sebenarnya apa yang terjadi pada gadis itu? Tadi siang, dia berpamitan denganku ada tugas kuliah dan sekalian main ke tempat kawannya.

Aku sebagai tantenya jelas sangat khawatir, anak gadis jam segini belum pulang. Ya, Keysha adalah keponakanku. Ia putri dari Mbak Niah, kakak kandungku. Usiaku terpaut 12 tahun dengan Mbak Niah. Jadi saat Mbak Niah berumur 12 tahun, aku baru lahir. Seiring berjalannya waktu, kami tumbuh bersama. Sifat Mbak Niah yang keibuan bisa ngemong aku yang masih manja. Dia selalu menuruti aku dan menyayangiku sepenuh hati. Hubungan kami terjaga dengan baik walaupun Mbak Niah sudah menikah.

Namun dua tahun lalu, sebuah musibah menimpa keluarga Mbak Niah, rumahnya kebakaran, ludes dilahap si jago merah. Mbak Niah dan suaminya mati terpanggang dalam kobaran api. Sedangkan Keysha, kebetulan dia ada diluar rumah saat kebakaran terjadi. Dia sangat shock dan terpukul harus kehilangan kedua orang tuanya beserta rumah dan harta bendanya di usianya yang masih belia. Aku, sebagai saudara satu-satunya Mbak Niah, akhirnya mengajak Keysha untuk tinggal bersamaku. Sebisa mungkin aku menghiburnya agar Keysha tak terpuruk dari rasa trauma. Tak butuh waktu lama, gadis cantik itu bisa ceria kembali.

Aku sangat menyayangi keponakanku itu. Justru banyak yang bilang kami seperti kakak dan adik, karena umur kami hanya terpaut 8 tahun. Umurku saat ini 28 tahun sedangkan umur Keysha menginjak 20 tahun. Ya, dulu Mbak Niah menikah muda. Dan kedua orang tua kami meninggal tak lama setelah Mbak Niah menikah.

Aku mengajak putrinya untuk tinggal bersamaku mengingat Mbak Niah sangat berjasa terhadapku. Mas Rizki pun menyetujui keputusanku, bahkan dia yang membayarkan biaya kuliah Keysha.

Detik demi detik berlalu, mereka masih belum pulang. Waktu sudah menunjukkan pukul setengah sebelas malam. Akhir-akhir ini suamiku dan Keysha selalu pulang telat. Banyak alasan yang dia lontarkan. Ia bilang minggu ini sedang banyak pekerjaan, jadi dia harus lembur. Sebenarnya aku bisa maklum, memang pekerjaannya sangatlah padat, suamiku adalah seorang manager pemasaran.

Sedangkan Keysha, ia juga selalu beralasan jikalau pulang telat. Bukannya aku tak percaya, tapi aku memang menaruh curiga, mereka selalu kompak jika pulang telat, entah hanya kebetulan belaka atau bagaimana.

Tok... Tok... Tok...

Suara pintu diketuk. Kusibak tirai jendela, kulihat Keysha sedang berdiri dengan gelisah. Akupun membuka kunci dan memutar gagang pintu. Dalam sekejap pintu itu terbuka.

"Assalamualaikum, tante," sapanya sambil mencium tanganku.

"Waalaikum salam. Key, dari mana saja? Jam segini kok baru pulang?" tanyaku penuh selidik. Kulihat wajahnya kelelahan dan ada tanda merah di lehernya. Aku mengerutkan kening, apa yang dilakukan keponakanku diluar sana? Jangan-jangan dia terjebak dalam pergaulan bebas?

"Key, kenapa itu dengan lehermu?"

Keysha nampak gugup lalu menutupi sebagian lehernya dengan rambutnya yang panjang.

"Ada apa? Jangan buat tante khawatir!" tukasku kembali.

"Emmh gak apa-apa kok tan, ini tadi digigit semut, aku garukin sampai merah," jawabnya gugup, lalu dia langsung berlalu ke kamarnya dan mengunci pintu.

Aku tahu, Keysha pasti hanya beralasan. Dia tak pandai berbohong. Netranya menjawab semua itu. Lagi pula aku bukan anak kecil lagi yang dengan mudahnya dibohongi. Aku tahu itu bukan digigit semut, tapi itu tanda kissmark. Lalu Keysha melakukannya dengan siapa?

Sudah pernah kunasehati supaya Keysha tidak terjebak dalam pergaulan bebas, kalau tidak dia akan menyesal. Keysha menjawabnya dengan mantap.

"Tenang saja tante, Keysha bisa jaga diri," jawabnya waktu itu.

Aku sangat tahu dia adalah gadis yang baik, tapi sifatnya pendiam dan tertutup, dia tak mau curhat denganku.

"Key, sudah makan belum? Ini tadi tante masak sambel goreng ati kesukaanmu," teriakku dari luar pintu.

"Gak tante, Keysha masih kenyang, tadi sudah makan bareng temen-temen," sahutnya.

"Bener kamu gak apa-apa?"

"Iya tan, Keysha baik-baik saja. Tante jangan khawatir."

Aku berlalu lagi duduk di sudut sofa di ruang TV, pikiranku mulai kalut. Apa sebenarnya yang dilakukan gadis itu? Apakah pergaulannya diluar sana sudah sejauh itu?

Disisi lain aku juga memikirkan suamiku yang tak kunjung pulang.

Deru mobil memasuki halaman. Aku tahu itu pasti Mas Rizki. Aku sudah hafal dengan suara mobilnya. Kubuka pintu, kulihat dia keluar dari mobilnya. Wajahnya nampak sangat kelelahan.

Aku menyambutnya di depan pintu. Mencium punggung tangannya dan memeluknya adalah rutinitasku tiap dia pulang kerja. Ada yang berbeda dengan aroma tubuhnya. Wangi parfum perempuan begitu melekat di kemejanya. Bau wangi itu terendus di hidungku. Aku mendongak perlahan menatap manik matanya dalam-dalam.

"Ada apa, Dek?" tanyanya sambil tersenyum.

"Mas, jujur saja kamu itu habis dari mana?" tanyaku penuh selidik.

"Dari kantor lah, dek..."

"Tadi katanya mobilmu mogok? Tapi ini kenapa kemejamu bau parfum wanita?"

Dia justru terkekeh. "Iya, kebetulan mas punya kenalan orang bengkel, jadi mas telpon saja dia untuk memperbaiki mobil mas," jelasnya.

"Terus aroma parfum ini?"

"Ah ini? Tadi mas minta parfumnya orang bengkel, mas udah bau keringat," jawabnya dengan santai. Masa sih, kemana-mana orang bengkel bawa parfum? Aroma parfum wanita lagi! Kenapa mendengar jawaban itu, suamiku terkesan mengada-ada. Jangan-jangan dia berbohong padaku??ucapannya justru membuatku makin curiga. Apa yang dilakukan Mas Rizki di belakangku? Apakah dia telah mengkhianatiku?

"Mas mau mandi dulu, terus mau langsung tidur, capek banget," ujarnya sembari ngeloyor pergi.

"Mas, mau makan? Biar aku siapin..."

"Tidak usah dek, tadi mas udah makan di kantor," jawabnya tanpa berpaling ke arahku.

Aku berbaring diatas kasur. Tak lama, Mas Rizki keluar dari kamar mandi. Aku menatapnya tajam, apakah ada yang disembunyikan oleh suamiku?

"Mas, apa tadi kamu bareng sama Keysha?" tanyaku. Entahlah kenapa kecurigaanku menyeruak begitu saja. Melihat mereka pulang dalam waktu yang hampir bersamaan. Apa ini hanya kebetulan? Feelingku sudah merasa tak enak.

Dia memandang wajahku dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Enggak, kenapa memang?" tanya Mas Rizki, dia naik ke ranjang dan berbaring di sampingku. Dia meraih benda pipih dan berselancar di sosmednya, mungkin.

"Keysha juga baru pulang, Mas."

"Terus?" tanyanya sambil terus menatap layar ponselnya.

"Ada bekas tanda merah di lehernya, mas. Aku khawatir Keysha...."

"Dia sudah besar dek, dia pasti tahu mana yang terbaik untuk dirinya sendiri. Udah kamu gak usah khawatir, kamu kayak gak pernah muda aja," timpal Mas Rizki, dia kemudian meletakkan handphonenya diatas nakas lalu matanya mulai terpejam.

Aku belum selesai bicara, kenapa kamu sudah tidur sih mas! Biasanya kamu akan selalu peduli dengan apa yang kukatakan. Kenapa kali ini kau berbeda? Seakan tak mau menanggapi ucapanku. Kulirik suamiku kembali, dia sudah mendengkur. Cepat sekali dia terlelap, apakah dia sangat lelah?

Kuraih ponsel suamiku, ingin memeriksanya. Tapi ternyata ponselnya dikunci, aku tidak tahu kode untuk membuka layar ponselnya. Dan tak biasanya dia seperti ini, sebenarnya apa yang dia sembunyikan?

Mendadak kecurigaanku makin bertambah ketika sebuah notif pesan WA dari Keysha. Ada apa malam-malam gadis itu chat suamiku? Kalau ada apa-apa kan bisa tanyakan padaku! Namun sayangnya aku tak bisa membuka pesan itu, sudah kucoba berkali-kali untuk membuka kode, tapi selalu gagal. Membuatku sangat frustasi.

***

Aku terbangun, mencari sosok di sampingku, dia tidak ada. Jam yang bertengger di dinding masih menunjuk ke angka dua, dini hari. Ah, kemana suamiku pergi?

Aku menuju ke dapur, mengambil air minum, untuk menghilangkan rasa dahaga di tenggorokan. Tak sengaja samar-samar kudengar suara seseorang mengobrol di kamar keponakanku.

Aku berjalan mendekat dengan debaran jantung yang tak biasa.

"Om, Key takut, kalau Key hamil gimana?" suara manja keponakanku terdengar dengan jelas.

"Tenang saja, om akan bertanggung jawab."

Deg! Itu suara Mas Rizki. Apa yang mereka lakukan? Ingin kuketuk pintu namun urung kulakukan karena mendengar kejutan lainnya.

"Maksudnya, om akan menikahi aku?"

"Iya, sayang..."

"Lalu Tante Nadia, bagaimana?"

"Maafkan om, Key. Tapi om hanya bisa menjadikanmu sebagai istri kedua. Om masih mencintai Tante Nadia, hanya saja dia tak kunjung memberikan om keturunan. Kamu mau kan kalau jadi istri kedua?"

"Iya, om..."

Praankk ...

Gelas yang kubawa luruh seketika. Dadaku bergemuruh hebat. Ada deburan ombak bergulung-gulung mengikis hatiku. Sakit rasanya. Jantungku berdetak sangat cepat, emosiku membuncah. Butiran bening ini pun tak mampu tertahan. Air mataku sudah jatuh seperti kucuran air hujan. Sakit dan kecewa.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi PENYESALAN

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dignity ( Demi Harga Diri)
9.4
Delapan tahun menikah, Suri Hidayah menghadapi kehancuran rumah tangga karena Prasetyo, suaminya, berubah angkuh sejak menjadi direktur. Pras kerap merendahkan Suri dan membandingkannya dengan Murni, atasan yang dianggapnya sempurna. Di tengah luka, Suri bangkit memperbaiki diri dan merintis usaha rajut. Takdir mempertemukannya dengan Damar Adhiyatna, pengusaha benang sekaligus mantan suami Murni. Lewat kerja sama barter, Suri berjuang memulihkan harga dirinya di tengah konflik cinta yang rumit.
Sampul Novel Istri Penebus Hutang
9.8
Elara, gadis penuh harapan di tengah kemiskinan, harus menghadapi kenyataan pahit akibat ulah ayahnya, Hasan. Demi melunasi utang keluarga yang menumpuk, Hasan memaksa Elara menikahi Raka, konglomerat misterius yang menguasai dunia bisnis namun tak pernah muncul di publik. Meski hatinya hancur dan air mata tertahan, Elara tidak memiliki pilihan lain selain menuruti permintaan sang ayah. Kini, nasibnya terikat pada sosok pria berkuasa yang tidak ia kenal.
Sampul Novel Love a Sweet Psycho
7.9
Hun dikenal sebagai pria rupawan bak pangeran dongeng, namun aku sama sekali tak tertarik padanya. Kehidupan tenangku terusik saat pria berdarah dingin ini mulai terobsesi mengejarku. Ia bertindak ekstrem demi melindungiku, mulai dari membunuh ular hingga nyaris mencekik orang yang menggangguku. Aku benci menjadi pusat perhatian dalam drama gila ini. Mengapa Tuhan mengubah hidup mediokerku menjadi pelik karena campur tangan cowok psikopat ini?
Sampul Novel Noda Asmara
9.1
Mimpi indah Abell tentang pernikahan hancur saat ia memergoki Dariel, kekasihnya, sedang bermesraan dengan wanita lain. Pengkhianatan keji ini terjadi tepat sebelum hari besar mereka, meninggalkan luka batin yang mendalam bagi Abell. Meski masa depan yang mereka bangun telah sirna, Dariel justru menolak untuk melepaskan Abell dari hidupnya. Terjebak dalam situasi pelik, kini Abell harus menghadapi obsesi Dariel yang tidak ingin mengakhiri hubungan mereka.
Sampul Novel Penyesalan Setelah Diriku Tiada
9.3
Menghadapi sisa hidup yang tinggal tiga hari akibat lupus eritematosus sistemik stadium berat, seorang wanita memutuskan mendatangi kantor pelayanan akhir hayat demi mengurus kremasinya sendiri. Tragisnya, sang suami yang berprofesi sebagai pengacara justru menuduhnya berpura-pura sakit demi bersaing dengan wanita lain, sementara kakak kandungnya yang merupakan seorang dokter malah mencibir hasil medis tersebut. Tanpa dukungan keluarga yang kini terasa asing, ia memilih menyerahkan seluruh proses pemakamannya kepada petugas demi memastikan kepergiannya tidak menyusahkan siapa pun.
Sampul Novel PERNIKAHAN YANG MANIS DAN GILA
8.6
Louisa Alexander, CEO sekaligus arsitek ternama, terjebak dalam muslihat rekan bisnisnya. Saat berusaha kabur, ia justru bertemu Devian Salvatore, sepupu yang sangat ia benci. Meski sempat bersitegang, Louisa terpaksa meminta bantuan hingga situasi berakhir di ranjang hotel. Naas, Louis sang ayah memergoki mereka dan menuntut pernikahan segera. Devian kini dilanda ketakutan luar biasa, membayangkan reaksi mematikan dari kembarannya, Demian, atas skandal gila ini.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan