Sampul Novel Pernikahan yang Tak Pernah Tuntas

Pernikahan yang Tak Pernah Tuntas

9.4 / 10.0
Dalam novel romantis Pernikahan yang Tak Pernah Tuntas, Rani berjuang memulihkan ingatan tunangannya, Nando, yang amnesia akibat kecelakaan menjelang pernikahan. Namun, sebuah rahasia pahit terungkap saat Rani mengetahui kepura-puraan Nando. Baca novel online gratis ini sekarang.
Ringkasan Pernikahan yang Tak Pernah Tuntas
Menjelang hari bahagia mereka, kecelakaan tragis menimpa Nando Soman hingga membuatnya hilang ingatan. Rani, sang tunangan, rela melakukan apa saja demi mengembalikan memori Nando, termasuk mendatangi kembali tempat-tempat bersejarah mereka. Namun, perjuangan tulus Rani hancur seketika saat ia mendengar pengakuan mengejutkan Nando di rumah sakit. Nando ternyata hanya berpura-pura amnesia demi menunda pernikahan dan menikmati kebebasan bersama wanita lain. Menyadari kenyataan pahit bahwa tunangannya telah bersandiwara, Rani harus menghadapi kebenaran yang menghancurkan hatinya.
Baca Selengkapnya

Pernikahan yang Tak Pernah Tuntas Bab 1

Menjelang hari pernikahan, Nando Soman tiba-tiba menjadi korban pemukulan.

Saat aku mendengar kabar buruk itu dan buru-buru ke rumah sakit, dia sudah tak mengenaliku lagi.

Dokter bilang, kepalanya mengalami benturan hebat, menyebabkan amnesia sementara.

Sejak itu, aku mengerahkan segalanya.

Kucoba mengajaknya mengunjungi ulang semua tempat penuh kenangan kita, berharap bisa membangkitkan kembali ingatannya.

Tapi saat kami kembali ke rumah sakit untuk pemeriksaan, aku tak sengaja mendengar percakapannya dengan teman-temannya.

“Rani udah sebaik itu sama kamu, kamu nggak terharu?”

“Terharu apanya, aku mau muntah. Setiap hari mutar di tempat yang itu-itu aja, nggak ada hal baru. Cewek-cewek baru malah lebih seru dan bervariasi.”

“Kalau gitu kenapa masih mau nikah sama dia? Menurut aku sih, mending batalkan aja tunangannya, hidup lebih bebas.”

Tapi dia malah marah besar.

“Ngomong apa kamu?! Aku cinta banget sama Rani, mana mungkin aku batalkan pertunangan kami! Aku pasti akan menikahinya! Cuma, waktunya ditunda sedikit.”

Saat aku melihat hasil pemeriksaan di tanganku yang menunjukkan semuanya normal, aku baru benar-benar tersadar.

Ternyata, memang tak bisa membangunkan orang yang pura-pura tidur.

Menjelang hari pernikahan, Nando tiba-tiba menjadi korban pemukulan.

Saat aku mendengar kabar buruk itu dan buru-buru ke rumah sakit, dia sudah tak mengenaliku lagi.

Dokter bilang, kepalanya mengalami benturan hebat, menyebabkan amnesia sementara.

Sejak itu, aku mengerahkan segalanya.

Kucoba mengajaknya mengunjungi ulang semua tempat penuh kenangan kita, berharap bisa membangkitkan kembali ingatannya.

Tapi saat kami kembali ke rumah sakit untuk pemeriksaan, aku tak sengaja mendengar percakapannya dengan teman-temannya.

“Rani udah sebaik itu sama kamu, kamu nggak terharu?”

“Terharu apanya, aku mau muntah. Setiap hari mutar di tempat yang itu-itu aja, nggak ada hal baru. Cewek-cewek baru malah lebih seru dan bervariasi.”

“Kalau gitu kenapa masih mau nikah sama dia? Menurut aku sih, mending batalkan aja tunangannya, hidup lebih bebas.”

Tapi dia malah marah besar.

“Ngomong apa kamu?! Aku cinta banget sama Rani, mana mungkin aku batalkan pertunangan kami! Aku pasti akan menikahinya! Cuma, waktunya ditunda sedikit.”

Saat aku melihat hasil pemeriksaan di tanganku yang menunjukkan semuanya normal, aku baru benar-benar tersadar.

Ternyata, memang tak bisa membangunkan orang yang pura-pura tidur.

Di dalam ruang rawat, suara obrolan Nando dan temannya masih terdengar.

Namun kali ini lebih pelan, seakan mereka mulai membicarakan sesuatu yang tak ingin orang lain dengar.

Tak lama kemudian, keduanya tertawa kecil, rendah, jijik, seperti berbagi rahasia kotor.

Nada suaranya terdengar jelas, antusias, penuh semangat.

“Ayo siap-siap, malam ini harus seru banget!”

“Tenang, Bro. Malam ini aku bakal cariin beberapa cewek yang terbuka dan enerjik, biar kamu puas banget!”

“Tapi kalau kamu terus begini, nggak takut kehilangan Rani selamanya?”

Jawaban Nando datang begitu santai, namun setiap katanya terasa seperti belati menusuk langsung ke dadaku.

“Takut kenapa? Dia cinta mati sama aku. Bahkan kalau harus nunggu sepuluh tahun pun, dia nggak akan ragu.”

Tak lama, terdengar langkah kaki dari dalam kamar.

Aku buru-buru menyeka air mata di sudut mataku, lalu pura-pura baru saja tiba di depan pintu kamar.

Begitu temannya keluar dan melihatku, dia langsung menyapaku dengan senyum ramah.

“Eh, Kakak ipar datang ya? Sayangnya kondisi Kak Nando belum pulih betul, sampai lupa banyak hal tentang kami juga. Tapi tenang, nanti malam aku udah rencana bikin acara kecil-kecilan buat bantu dia pulihkan ingatannya.”

Aku hanya bisa memaksakan senyum.

Ternyata aku memang bodoh.

Sekarang aku mulai paham, apa sebenarnya maksud dari “acara” yang mereka bicarakan.

Dulu aku nggak tahu apa-apa, bahkan sempat berterima kasih dengan tulus.

“Kalau begitu, terima kasih, ya.”

“Ah, Kakak ipar jangan sungkan. Kak Nando lagi pusing di dalam, temani aja dulu. aku pamit dulu, harus siapin acara malam ini.”

Aku melangkah masuk ke kamar rawat.

Nando mengernyitkan dahi saat melihatku, suaranya terdengar sinis dan tak sabar.

“Kamu datang lagi? Sudah kubilang, aku nggak kenal kamu!”

“Aku tahu aku ganteng, wajar kalau banyak cewek suka sama aku. Tapi kamu? Pengen nikah sama aku? Mimpi dulu!”

“Beberapa hari ini aku udah nemenin kamu keliling ke berbagai tempat, tapi tetap nggak ada yang bikin aku inget apa pun. Terus kamu masih ngejar-ngejar aku buat apa?”

Aku menggigit bibirku, menahan emosi.

Padahal tadi di depan pintu aku sudah mendengar semuanya.

Tapi tetap saja, saat berhadapan langsung begini, rasa sakit itu kembali menghantam keras dari dalam dada.

Dulu, dia yang pernah rela memutus hubungan dengan keluarganya demi aku.

Kita sudah berjuang sejauh ini, tinggal selangkah lagi menuju pernikahan.

Tapi kenapa dia bisa berubah sejauh ini?

Aku mengulurkan hasil pemeriksaan dari tanganku padanya.

“Nggak ada apa-apa, cuma bawain hasil pemeriksaanmu. Kamu sehat, dan sudah boleh pulang.”

Nando tampak terkejut, lalu wajahnya langsung sumringah.

“Serius?!”

Padahal, alasan dia belum boleh pulang selama ini adalah karena aku yang memintanya tetap di rumah sakit.

Sebagian alasannya untuk menyembuhkan "hilang ingatannya", dan sebagian lagi karena aku khawatir ada efek samping dari pemukulan itu.

Tapi sekarang, semuanya jadi jelas.

Dia tidak pernah kehilangan ingatan.

Bahkan mungkin, pemukulan itu hanya sandiwara yang dia rancang sendiri, demi menunda pernikahan kami.

Kalau begitu, aku akan memenuhi keinginannya.

“Tentu saja serius. Kamu sehat walafiat, nggak ada penyakit. Ngapain juga ngabisin tempat tidur rumah sakit?”

Nando langsung bangkit dari ranjang, membuka lemari, dan mulai memilih baju bersih untuk dipakai.

Dia masih mengernyit kesal sambil bertanya padaku, kenapa jaket santai warna biru tua miliknya tidak terlihat di mana pun.

Aku menunduk, dan rasanya seperti ada pisau yang langsung menusuk ke dalam dadaku.

Jaket itu, aku yang membelikannya untuk dia.

Jadi sekarang, karena terlalu senang akhirnya bisa keluar dari rumah sakit, dia sampai lupa menutup celah dalam kebohongannya?

“Katanya kamu nggak kenal aku, tapi kenapa kamu masih ingat jaket yang aku belikan?”

Setelah bicara begitu, aku menatapnya dalam-dalam, mencoba menggugah sedikit saja nuraninya.

Tangan Nando sempat terhenti di udara selama setengah detik.

Lalu tiba-tiba dia menjatuhkan diri ke lantai sambil memegangi kepala, menjerit kesakitan.

“Aaakhhh! Sakit! Kepala aku sakit banget!”

Dokter segera datang dan butuh waktu cukup lama untuk menenangkannya.

Nando menatapku dengan pandangan penuh kebencian.

“Suruh perempuan ini keluar! Dia yang bikin kepala aku makin sakit!”

“Dia bukannya mau bantu aku sembuh, malah sengaja nyiksa aku!”

Aku hanya bisa tersenyum getir dan memejamkan mata sebentar, lalu tanpa sepatah kata pun, berbalik dan melangkah keluar dari ruang rawat.

Dokter menyusulku ke luar dan berusaha menasihatiku dengan pelan.

“Nona Rani, kondisi pasien saat ini masih belum stabil, sebaiknya jangan terlalu memberi rangsangan emosional berlebihan.”

Seketika aku mengerti maksudnya.

Aku mengangguk pelan, memberi isyarat bahwa aku paham.

“Saya mengerti, Dok. Tolong sampaikan pada dia. Mulai sekarang, saya nggak akan ganggu atau membuat dia kesal lagi.”

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pernikahan yang Tak Pernah Tuntas

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Pengkhianatannya Membangkitkan Kekuatan Sejatinya
8.9
Lima tahun aku menjadi sosok anonim 'Aura' demi kesuksesan Revan. Namun, saat menyusulnya, aku memergoki dia bermesraan dengan asistennya, Kyra. Alih-alih merasa bersalah, Revan justru menyalahkan aku atas kelalaian Kyra dan mengusirku di depan para eksekutif. Pria itu lupa siapa yang membangun kariernya. Saat kehancuran melanda, CTO kami muncul dan membongkar identitas asliku sebagai pemilik perusahaan yang sesungguhnya di hadapan Revan yang terkejut.
Sampul Novel Rinai Hujan di Pagi Hari
8.9
Kania dan Melani Lim mencintai pria yang sama, Sammy. Meski Sammy awalnya memilih Kania, takdir berubah saat sebuah kecelakaan tragis merenggut tangan kiri Melani. Kania pun terpaksa merelakan kekasihnya menikahi sang kakak. Demi menghapus luka, Kania menerima lamaran Daniel, pria yang jauh lebih tua darinya. Kini ia terjebak dalam pernikahan tanpa rasa cinta. Sanggupkah Daniel memenangkan hati Kania, ataukah bayang Sammy akan tetap menghantui hidup mereka selamanya?
Sampul Novel Scary Love
8.0
Trauma masa kecil menghantui Jasson setelah ia menyaksikan orang tuanya tewas di tangan perampok sadis. Didorong dendam, ia merantau demi memburu sang pembunuh. Di tengah pencarian, ia jatuh cinta dan menikahi seorang gadis yang mampu meluluhkan hatinya. Namun, sebuah rahasia pahit terungkap, memaksanya memilih antara keadilan bagi masa lalunya atau kebahagiaan wanita yang ia cintai. Akankah Jasson tetap menuntut balas saat kenyataan menyakitkan menghadangnya?
Sampul Novel Suamiku yang Tergila-gila Pada Asistennya
8.3
Suami yang berprofesi sebagai direktur rumah sakit kembali membatalkan janji mengunjungi mertua demi operasi darurat fiktif. Kebohongannya terbongkar saat sang istri melihatnya di Instagram sedang membantu di desa asistennya, Nikki. Meski sang suami berdalih hanya membantu dan memintanya menghapus komentar demi menjaga perasaan Nikki, kesabaran sang istri telah habis setelah bertahun-tahun menerima janji kosong. Di Festival Perahu Naga ini, ia mantap mengajukan perceraian untuk mengakhiri pernikahan tujuh tahun mereka.
Sampul Novel TAMPAN TAPI REPTIL
8.2
Bone merupakan sosok manusia ular yang tumbuh besar di bawah asuhan seorang dukun sakti yang sangat berkuasa. Meski memiliki identitas unik sebagai reptil, ia menaruh hati pada Abigail, seorang gadis manusia biasa. Perbedaan kodrat di antara mereka menjadi penghalang besar bagi perasaan tulus yang Bone miliki. Akankah takdir mengizinkan cinta mereka bersatu, ataukah asal-usul Bone akan menghancurkan harapan tersebut selamanya?
Sampul Novel Tergoda Sahabat Mama
7.9
Brian, pemuda berusia dua puluh tahun, menaruh hati pada Aurora yang merupakan sahabat karib ibunya sendiri. Meski terpaut usia delapan belas tahun dan sempat ditolak, kegigihan Brian akhirnya meluluhkan hati Aurora. Mereka pun menjalin cinta secara sembunyi-sembunyi demi menjaga rahasia. Namun, skandal ini akhirnya tercium hingga memicu kemarahan besar sang ibu. Hubungan beda generasi tersebut terancam hancur karena restu keluarga yang mustahil didapatkan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan