Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Piutang Berujung Cinta

Pernikahan Piutang Berujung Cinta

Dunia Acasha runtuh saat memergoki kekasihnya berselingkuh, tepat ketika ibunya terjerat utang miliaran rupiah. Demi melunasi beban itu, Aca terpaksa menjadi LC dan menghadapi realita kelam hingga berkali-kali menggugurkan kandungan. Harapan muncul saat Lucas menawarkan pelunasan utang dengan satu syarat berat. Di tengah perjuangan penuh rintangan itu, Deryl kembali hadir dan terkejut melihat perubahan drastis pada diri Aca yang kini tak lagi sama.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Siapa ya itu cewek? Cantik banget! samperin ah!" batin Deryl saat melihat seorang Perempuan yang ada di depannya.

"Hai," panggil Deryl, karena tidak tahu siapa nama Perempuan itu.

"Oh hai!" ucap Dia yang nampak kebingungan.

"Boleh kenalan?" tanya Deryl.

"Boleh!" jawab Aca tersenyum menganggukkan kepala.

"Aku Deryl Hector, panggil aja Deryl, nama Kamu siapa?" tanya Deryl.

"Acasha Agape, panggil aja Aca," jawab Aca tersenyum menatapnya.

"Kamu kelas berapa? Kok aku gak pernah lihat Kamu ya di sini?" tanya Aca.

"Aku gak sekolah di sini, aku sekolah di SD sebelah," jawab Deryl tersenyum menatapnya dan menunjuk sekolahnya yang tepat berada di sampingnya.

"Oh... Dari SD 03," ucap Aca menganggukkan kepala.

"Iya, Kamu kelas berapa?" tanya Deryl menatapnya.

"Aku kelas lima, Kamu?" tanya Aca.

"Aku kelas empat," jawab Deryl.

"Berarti lebih tua aku sama Kamu," ucap Aca.

"Iya!" jawab Deryl tersenyum menganggukkan kepala.

"Ya udah, aku duluan ya!" ucap Aca.

"Iya!"

Aca pergi bersama Ica temannya, sedangkan Deryl senyam-senyum sendiri dibuatnya.

Bel pulang sekolah berbunyi, Aca yang baru ke luar dari sekolahnya, sudah dihampiri oleh Deryl yang sedari tadi menunggu di depan sekolah Aca.

"Aca," panggil Deryl mengangkat tangannya.

Aca yang mendengar pun langsung mencari asal suaranya.

Aca yang melihat Deryl, segera menghampirinya.

"Lu balik duluan aja! Gw ada urusan!" ucap Aca yang langsung berlari meninggalkan Classica.

"Yeh! Dasar! Dapat cowok aja gw ditinggal!" gerutu Ica.

Ica pun pulang terlebih dahulu meninggalkan Aca.

"Ada apa Deryl?" tanya Aca menghampirinya.

"Pulang bareng yuk!" ajak Deryl.

"Ayok!" jawab Aca tersenyum.

"Yes! Akhirnya! Dengan begitu, gw jadi tahu, di mana rumah Aca!" batin Deryl menatapnya.

"Kenapa?" tanya Aca menatapnya kebingungan.

"Gak apa-apa kok!" jawab Deryl tersenyum menggelengkan kepalanya.

Setelah beberapa langkah berjalan, Mereka tiba di rumah Aca.

"Mau mampir dulu gak?" tanya Aca menatapnya.

"Boleh," jawab Deryl tersenyum menganggukkan kepala.

Aca membuka pintu pagarnya dan mengajak Deryl untuk masuk ke dalam rumahnya.

"Siapa Dia?" tanya Ayahnya.

"Dia teman aku," jawab Aca ketus.

"Ke kamar aku aja yuk!" ajak Aca menarik tangan Deryl.

Setibanya di kamar, Deryl menanyakan siapa Pria tadi.

"Tadi itu Ayahmu ya?" tanya Deryl.

"Iya, itu tadi Ayahku," jawab Aca menundukkan kepalanya.

"Kamu kelihatannya kayak gak akur gitu deh sama Ayah Kamu, ada masalah apa?"

"Gak apa-apa kok!" jawab Aca menggelengkan kepalanya.

"Hm... Ya sudah, kalau Kamu gak mau menceritakannya padaku tak apa."

"Iya!"

"Hm Aca, aku langsung balik ya, takut Ibu aku nyariin aku!" ucap Deryl tersenyum menatapnya.

"Oke!" jawab Aca mengantarkan Deryl ke depan.

Baru saja Deryl pergi dari rumahnya, Ayahnya menghampirinya.

"Aca, ikut Papa!" pinta Ayahnya yang langsung menarik tangan Aca.

Aca berusaha melepaskan diri, namun tidak bisa.

Alva membawa Aca ke sebuah hotel mewah.

"Papa mau apa?" tanya Aca panik.

"Udah diam saja! Nanti Kamu juga akan tahu dengan sendirinya kok!" jawab Ayahnya.

Alva mengajak Aca ke salah satu kamar hotel dan bertemu dengan seorang Pria paruh baya.

"Aca, Kamu tunggu di sini sebentar, Papa mau ngomong sama Om ya!" ucap Ayahnya tersenyum mengelus pundak Aca.

"Enggak Pah! Aca gak mau di sini Pah!" jawab Aca menggelengkan kepalanya dan nampak ketakutan.

Alva dan Pria paruh baya itu ke luar dengan menutup pintunya, sedangkan Aca menunggu di dalam kamar hotel.

"Jadi itu Anak Kamu?" tanya Pria itu.

"Iya!" jawab Alva.

"Cantik juga! Oke! Baiklah! Sesuai dengan kesepakatan Kita diawal, jika hutang Kamu akan aku anggap lunas, tinggalkan Kami berdua dulu, nanti baru Kamu balik lagi untuk menjemputnya, oke!"

"Oke!"

Alva pergi meninggalkan Aca bersama dengan Pria paruh baya itu. Pria paruh baya itu masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu kamarnya.

"Papa mana? Kenapa pintunya dikunci?" tanya Aca.

"Papa Kamu lagi ada urusan sebentar, Kamu main sama Om saja ya!" ucap Pria itu berusaha mendekatinya.

"Gak mau!" teriak Aca yang berusaha untuk terus melawannya, namun akhirnya tubuh kecilnya kalah, dan akhirnya Mereka pun bermain.

Beralih pada Alva, setelah meninggalkan anaknya begitu saja, Alva pergi ke suatu tempat untuk bertemu teman-temannya.

Ternyata Alva merupakan seorang pen ju di, dan Aca sebagai bayarannya, karena Alva sudah tidak bisa lagi untuk membayarnya.

Aca terpaksa bermain dengan Pria paruh baya itu dengan terus berusaha berteriak dan melawannya. Air matanya jatuh menetes, karena tidak bisa melakukan apapun.

Rupanya ini bukan pertama kalinya Alva melakukan hal itu padanya yang membuat Aca tadi menjawab pertanyaan Alva dengan ketus, karena Ia sangat membencinya.

Pria itu meninggalkan Aca begitu saja seorang diri di dalam kamarnya.

Pria itu menghubungi Alva untuk menjemput Aca, karena Ia sudah selesai bermain dengan Aca.

"Jemput Anak Lu tuh! Gw udah selesai mainnya sama Dia!" notifikasi WhatsApp dari Pria paruh baya itu.

"Oke!" jawab Ayah Aca.

Aca duduk termenung dan terus meneteskan air matanya mengenang nasib buruknya.

"Kenapa Papa se-tega itu padaku? Hingga berulangkali Ia menjadikan ku sebagai pelunasan hutang ju di-nya. Apa salahku sebenarnya? Aku sering sekali memberitahukan hal ini pada Mama, namun Mama selalu menganggap itu hanyalah sebuah lelucon semata, padahal itu nyata adanya ..."

"... Mama selalu membela Papa, dan bahkan Mama selalu menampar pipiku disaat aku mengatakan sesuatu hal yang buruk tentang Papa, padahal aku hanya ingin terbebas dari semua ini ..."

"... Aku berharap Mama bisa menghentikan Papa, namun kenyataannya, malah aku lagi yang salah, padahal aku di sini adalah korbannya, tetapi mengapa, seolah aku adalah pelakunya ..."

"... Mama selalu marah saat aku berani melawan Papa, padahal Papa dengan teganya menjadikanku sebagai pelunasan semua hutangnya ..."

"... Apakah seumur hidupku harus seperti ini Ya Allah, aku lelah! Aku juga ingin hidup bahagia dan tenang, sama seperti Anak-anak se-usia ku, namun mengapa, Engkau tidak mengizinkannya? Apa salahku, Ya Allah?" tanya Aca menangis tersedu-sedu memeluk dirinya sendiri.

Aca berulangkali menghapus air matanya, namun berulangkali juga air matanya menetes.

Aca menatap tubuhnya yang terlihat memperihatinkan setelah bermain dengan Pria paruh baya tadi.

Sekujur tubuhnya memerah. Aca harus menahan perih di sekujur tubuhnya, dan juga perih di dalam hati dan pikirannya.

Ayah yang katanya cinta pertama bagi seorang Anak Perempuan, malah justru menjadi perusak mental pertamanya.

Mental Aca hancur, karena perbuatan Ayahnya yang semena-mena pada dirinya itu.

"Mengapa aku harus diberikan Papa yang berbeda seperti itu? Alih-alih menjadi pelindungku, justru malah merusak mentalku," ucap Aca meneteskan air matanya dan memejamkan matanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO & Sekretaris
8.0
Tasya memberanikan diri melangkahkan kaki ke kantor pusat Adityaswara dengan harapan besar. Sambil menahan debar di dada, ia segera menghampiri meja resepsionis untuk mencari tahu ketersediaan lowongan pekerjaan di sana. Ia sangat berharap keberuntungan berpihak padanya sehingga bisa diterima bekerja di perusahaan bergengsi tersebut. Langkah awal ini menjadi penentu masa depannya dalam mengejar karir di bawah pimpinan CEO perusahaan yang sangat berkuasa.
Sampul Novel Identitas Ganda Suamiku
8.0
Terdesak untuk menikah, Nadine memilih seorang pengusaha yang kabarnya telah bangkrut. Ia siap menjadi tulang punggung keluarga, namun keajaiban justru terus terjadi. Nadine memenangkan Porsche saat ingin membeli mobil murah dan mendapat vila mewah secara tiba-tiba. Keberuntungan selalu menyertainya berkat bantuan sang suami yang misterius. Nadine akhirnya menyadari kenyataan mengejutkan bahwa pria di sampingnya bukanlah orang biasa, melainkan seorang miliarder kaya raya.
Sampul Novel Istri Rahasia Tuan CEO Dingin
8.0
Hidup Deana hancur setelah orang tuanya wafat. Kini, ia terdesak ancaman preman yang menagih utang besar keluarganya. Demi keselamatan nyawa, Deana nekat menjual kesuciannya kepada pria asing bernama Marvin. Namun, Marvin justru memberikan tawaran tak terduga yang bisa menghapus seluruh beban finansialnya. Deana diminta melahirkan seorang anak untuknya. Meski menjadi solusi instan, kesepakatan dingin ini justru menjadi awal dari masalah baru yang lebih rumit.
Sampul Novel Liang Hangat Sang Penari
8.7
Lisnawati, janda muda usia 16 tahun, kehilangan suaminya, Komar, akibat pembegalan tragis. Sebagai biduan dangdut keliling, pesona dan kecantikan Lisna memikat banyak pria hingga ia direkrut Tante Shinta ke dunia malam. Di sana, ia menjadi primadona dan terlibat hubungan benci tapi cinta dengan Budi Hendrajit, pengusaha kaya yang kerap menghinanya. Meski Budi sangat terobsesi pada Lisna, rencana pernikahan mereka terhalang restu sang ibu yang menentang latar belakang Lisna.
Sampul Novel Musuhku Bankir Crazy Rich
9.6
Dahulu Elaine Tanjung hidup bergelimang harta sebelum ayahnya dituduh mencuri triliunan rupiah. Yakin ayahnya dijebak, Elaine bertekad menghancurkan keluarga Suryajaya, termasuk merayu sang bankir miliarder, Indra Suryajaya. Indra yang terobsesi pada Elaine berusaha menjadi pahlawan saat tahu Elaine kesulitan finansial. Namun, semakin Elaine mendekati Indra demi balas dendam, ia menyadari sifat asli Indra yang tak terduga, hingga membuat rencana dan hatinya kini terancam.
Sampul Novel NADA CINTA
9.6
Rama adalah pemuda kaya raya yang hidup dalam gelimang kemewahan, namun ia justru merasa hampa dan terasing dari dunia. Segalanya berubah saat ia melakukan perjalanan ke sebuah desa terpencil. Di sana, Rama bertemu dengan Siti, gadis desa sederhana yang memiliki kepribadian ramah serta keceriaan yang memikat. Pertemuan tak terduga ini mulai mengisi kekosongan hati sang miliarder yang selama ini merindukan kebahagiaan sejati di balik hartanya.