Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Pengganti

Pernikahan Pengganti

Evelyn hancur saat Nathan, kekasihnya selama lima tahun, tak kunjung datang ke altar pernikahan. Di tengah rasa malu yang mendalam, Adrian yang merupakan kakak Nathan muncul untuk menggantikan posisi adiknya demi menjaga kehormatan keluarga. Meski awalnya terasa hambar, Evelyn perlahan menemukan motif terselubung di balik hilangnya Nathan serta alasan Adrian bersedia menikahinya. Kini, ia terjebak dalam rahasia besar yang mengancam sisa hidupnya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Evelyn merasa seakan tubuhnya melayang. Langkahnya terasa ringan, tapi bukan karena kebahagiaan-melainkan karena pikirannya kosong. Di sisinya, Adrian berdiri tegak, wajahnya tanpa ekspresi, seolah pernikahan ini hanyalah sebuah transaksi bisnis yang harus diselesaikan.

Tangan mereka bersatu saat cincin pernikahan melingkar di jari manis Evelyn. Dingin. Sama seperti pria yang kini resmi menjadi suaminya.

Pendeta menyelesaikan upacara dengan suara yang nyaris terdengar jauh di telinganya. "Dengan ini, saya menyatakan kalian sebagai suami dan istri. Anda boleh mencium pengantin wanita."

Hening.

Seluruh gereja menunggu.

Evelyn menegang. Adrian tidak menunjukkan tanda-tanda akan mendekat, bahkan tidak ada sedikit pun kelembutan di wajahnya. Setelah beberapa detik yang terasa seperti seabad, pria itu mendekat dan mencondongkan tubuhnya.

Bukan kecupan penuh kasih.

Hanya sentuhan singkat di pipi.

Itu saja.

Tidak ada sorakan bahagia. Tidak ada tepuk tangan meriah seperti yang seharusnya ada di pernikahan. Yang ada hanyalah keheningan yang mengerikan, sebelum akhirnya satu per satu tamu berdiri dan meninggalkan gereja.

Evelyn menatap cincinnya. Benda itu terasa berat di jarinya, bukan karena ukurannya, tapi karena maknanya.

Ini bukan yang ia inginkan.

Saat mereka berjalan keluar, Adrian masih tidak berbicara sepatah kata pun. Ia hanya menggenggam tangan Evelyn dengan erat, seakan menegaskan bahwa ia tidak akan lari dari tanggung jawabnya.

Namun, Evelyn tidak bisa menahan diri lagi.

Begitu mereka masuk ke dalam mobil limusin yang sudah menunggu di luar gereja, Evelyn menarik tangannya. "Berhenti berpura-pura."

Adrian menoleh, mata abu-abunya tajam, tetapi tetap tanpa emosi. "Pura-pura?"

Evelyn tertawa pahit. "Pura-pura menjadi suami yang peduli. Pura-pura menikahiku karena alasan baik." Ia menatap Adrian dengan kemarahan yang ia tahan sejak tadi. "Kenapa kau melakukan ini, Adrian? Kau membenciku. Kau bahkan hampir tidak pernah berbicara denganku sebelumnya."

Adrian tidak langsung menjawab. Ia hanya menatapnya, seakan menimbang sesuatu.

Akhirnya, ia berkata dengan nada rendah, "Aku tidak ingin keluarga kita dipermalukan."

Evelyn mencengkeram gaun pengantinnya. "Itu saja?"

Adrian tidak menjawab.

Evelyn tahu bahwa ia tidak akan mendapatkan jawaban yang lebih baik dari pria ini. Adrian selalu seperti ini-dingin, misterius, dan sulit ditebak. Tapi entah kenapa, ada sesuatu dalam cara Adrian menatapnya yang membuat Evelyn merasa ada hal yang belum ia ketahui.

Sesuatu yang lebih dalam.

Sesuatu yang berhubungan dengan Nathan.

Pesta pernikahan mereka diadakan di ballroom hotel mewah milik keluarga Adrian. Namun, suasana di dalamnya terasa canggung dan aneh.

Semua tamu berusaha bersikap seolah tidak ada yang salah, tapi jelas sekali mereka semua masih memikirkan skandal yang baru saja terjadi.

"Selamat, Evelyn," suara lembut namun penuh sindiran terdengar di belakangnya.

Evelyn menoleh dan menemukan Lillian-mantan kekasih Adrian, berdiri dengan segelas sampanye di tangan. Wanita itu tersenyum, tetapi matanya penuh ejekan.

"Tak pernah kuduga, akhirnya kau menikah dengan Adrian." Lillian mengaduk sampanyenya perlahan. "Apa rasanya menikah dengan pria yang bahkan tidak pernah melihatmu sebagai pilihan?"

Darah Evelyn mendidih.

Adrian yang berdiri di sampingnya, hanya diam.

Tentu saja. Ia tidak akan membela Evelyn.

Dengan suara setenang mungkin, Evelyn tersenyum. "Kau benar. Aku tidak pernah mengira akan menikah dengannya." Ia mencondongkan tubuh sedikit, memastikan hanya Lillian yang bisa mendengar kalimat berikutnya. "Tapi tetap saja, sekarang akulah istrinya, bukan kau."

Wajah Lillian mengeras, tapi sebelum wanita itu sempat membalas, Adrian sudah menarik Evelyn menjauh.

"Kau tidak perlu membalas orang seperti dia," katanya dingin.

Evelyn mendengus. "Kau membiarkannya menghina istrimu di hari pernikahanmu sendiri."

Adrian menatapnya, ekspresinya tetap datar. "Pernikahan ini bukan karena cinta, Evelyn. Jangan bertingkah seolah kita pasangan yang sebenarnya."

Evelyn merasa dadanya sesak.

Bukan karena kata-kata Adrian, tapi karena ia tahu pria itu benar.

Pernikahan ini memang bukan karena cinta.

Tapi mengapa ada perasaan sakit yang mulai menjalar dalam hatinya?

Malam itu, di kamar hotel tempat mereka menginap sebagai pasangan pengantin baru, Evelyn duduk di tepi tempat tidur. Gaun pengantinnya sudah diganti dengan piyama sutra, tetapi ia tetap merasa tidak nyaman.

Adrian berdiri di depan jendela, punggungnya menghadap Evelyn.

"Hari ini melelahkan," kata pria itu tanpa menoleh.

Evelyn tertawa kecil. "Begitukah? Kupikir kau sudah terbiasa dengan drama seperti ini."

Adrian menoleh, matanya menatapnya dengan tajam. "Aku tidak menikmati ini, Evelyn."

Evelyn balas menatapnya. "Kau pikir aku menikmatinya?"

Keheningan mengisi ruangan.

Akhirnya, Adrian berjalan menuju sofa di sudut ruangan. "Aku akan tidur di sini. Kau bisa menggunakan tempat tidur."

Evelyn menatap tempat tidur king-size yang luas. Ada jarak di antara mereka, baik secara fisik maupun emosional.

"Terserah kau," katanya akhirnya.

Malam itu, Evelyn menatap langit-langit kamar, tidak bisa tidur.

Ia mencoba mengabaikan kenyataan bahwa pria yang tidur di sofa adalah suaminya.

Dan bahwa pernikahan ini hanyalah awal dari sesuatu yang jauh lebih rumit.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dendam Putri Liar Sang CEO
9.3
Dijual oleh ayahnya sendiri kepada Fahreza Murni, seorang CEO dingin, sang putri liar mengira ia dicintai hingga pengkhianatan menyakitkan terjadi. Fahreza justru memberikan pusaka ibunya kepada Elok, wanita manipulatif yang ia bela meski telah menghina warisan tersebut. Setelah diseret ke rehabilitasi, cinta berubah menjadi dendam membara. Saat Fahreza kembali memohon maaf, ia menerimanya hanya untuk menghancurkan Murni Group dari dalam sebagai pembalasan yang setimpal.
Sampul Novel Istri Sah Hanya Dianggap Pembantu
9.2
Aluna Maheswari menderita akibat sikap dingin Renandio serta pengkhianatan keluarga besarnya. Usai menggugat cerai, ia bertemu Dion Ardianata, duda kaya yang membesarkan putranya, Elvano, sendirian. Hubungan mereka bermula saat Aluna menyelamatkan Elvano dari kecelakaan. Bocah yang merindukan kasih sayang ibu itu pun mulai melekat padanya. Meski benih cinta tumbuh, masa lalu yang kelam dan orang-orang yang iri menjadi penghalang besar bagi kebahagiaan baru mereka.
Sampul Novel Kematian Anakku, Perceraianku!
9.6
Kematian tragis Louis di bilik kamar mandi menghancurkan hidup ibunya. Alih-alih menolong putranya yang sekarat, Thomas, sang suami sekaligus kepala sekolah, justru membawa anak dari cinta pertamanya ke ambulans. Di sisa napasnya, Louis menenangkan sang ibu agar tidak menangis. Saat pemakaman tiba, Thomas yang tidak tahu anaknya telah tiada malah meluapkan amarah dan mengancam Louis demi membela anak lain. Kehilangan ini memantapkan tekad sang istri untuk mengakhiri pernikahan mereka.
Sampul Novel Keponakanku yang Belum Lahir dan Telah Meninggal
9.5
Kakak iparku bersikeras melahirkan secara tradisional di desa meski kehamilannya sangat berisiko. Saat aku memaksanya ke rumah sakit demi keselamatan, dia justru menuduhku sebagai penyebab bayinya lahir prematur dan lemah. Kebenciannya memuncak hingga dia meracuniku. Namun, keajaiban membawaku kembali ke masa lalu tepat saat dia meminta saran. Kali ini, aku memilih diam dan tidak akan ikut campur. Aku ingin melihat nasibnya tanpa campur tanganku.
Sampul Novel Musuh Tapi Menikah
7.9
Jihan Aiyana Abimanyu dan Septian Erlangga Wijaya tak pernah bisa akur. Meski orang tua mereka bersahabat sejak SMA, keduanya selalu bertengkar bak Tom and Jerry setiap kali bertemu. Namun, ketegangan memuncak saat mereka mendadak dijodohkan oleh keluarga. Akankah mereka memprotes keputusan ini atau justru menerimanya? Ikuti dinamika hubungan penuh konflik ini saat mereka dipaksa membina rumah tangga. Mampukah mereka berubah menjadi pasangan normal?
Sampul Novel Pernikahan Kontrak CEO Muda
9.3
Adrian adalah CEO sukses yang merasa hampa di tengah kemewahan. Hidupnya berubah drastis setelah terlibat pernikahan kontrak dengan Gea demi tuntutan tertentu. Meski awalnya hanya formalitas, benih cinta mulai tumbuh di antara mereka. Namun, kehadiran orang ketiga dan berbagai rintangan besar menguji komitmen ini. Kini, mereka harus memilih antara logika perjanjian atau perasaan tulus. Akankah cinta mereka menang melawan segala hambatan yang ada?