Sampul Novel Kematian Anakku, Perceraianku!

Kematian Anakku, Perceraianku!

9.6 / 10.0
Kematian tragis Louis di bilik kamar mandi menghancurkan hidup ibunya. Alih-alih menolong putranya yang sekarat, Thomas, sang suami sekaligus kepala sekolah, justru membawa anak dari cinta pertamanya ke ambulans. Di sisa napasnya, Louis menenangkan sang ibu agar tidak menangis. Saat pemakaman tiba, Thomas yang tidak tahu anaknya telah tiada malah meluapkan amarah dan mengancam Louis demi membela anak lain. Kehilangan ini memantapkan tekad sang istri untuk mengakhiri pernikahan mereka.

Kematian Anakku, Perceraianku! Bab 1

Putraku meninggal di bilik kamar mandi yang sempit. Kepalanya pecah.

Ketika suamiku yang merupakan kepala sekolah datang, dia malah menggendong putra cinta pertamanya ke ambulans dan pergi begitu saja.

Sebelum meninggal, putraku menghiburku, "Mama, jangan nangis. Nggak apa-apa kalau Papa nggak percaya padaku. Aku sama sekali nggak sedih. Aku cuma butuh Mama percaya padaku ...."

Pada hari pemakaman putraku, aku menelepon Thomas.

Thomas malah membentakku, "Lengan Xander harus dijahit gara-gara dilukai putramu! Kalau terus buat masalah, aku bakal menghabisinya setelah pulang nanti!"

Putramu? Aku menatap kepala putraku yang berlubang dan tidak mengeluarkan darah lagi. Mata putraku terpejam.

Benar, Louis putraku. Jadi, Thomas, karena putraku sudah meninggal, aku dan kamu tidak punya hubungan apa-apa lagi.

"Louis, jangan takut. Mama sudah telepon ambulans. Bertahan sebentar lagi ya!"

Di lantai, terlihat noda darah yang panjang sampai bilik kamar mandi. Mataku sakit melihatnya. Itu adalah darah anakku saat melarikan diri ke kamar mandi.

Entah setakut dan sesakit apa anakku saat itu .... Aku menahan luka di kepala Louis, tetapi darah mengalir keluar tanpa henti. Aku tidak bisa menghentikan darahnya.

Di luar, terdengar sirene ambulans. "Louis, ambulans sudah tiba! Kamu bakal selamat!"

Pada saat yang sama, Thomas menggendong seorang anak laki-laki dan berlari ke arah ambulans dengan cepat. "Xander, jangan takut. Aku nggak bakal membiarkanmu kenapa-napa."

Ambulans datang dan pergi dengan cepat. Aku tidak bisa memercayai penglihatanku. Aku buru-buru berseru, "Jangan pergi! Aku yang panggil ambulans! Thomas, Louis nggak kuat lagi! Cepat kembali! Thomas, kumohon ...."

Tidak ada yang memperhatikan bahwa korban yang sesungguhnya sudah sekarat. Aku menelepon Thomas sekali dua kali, tetapi tidak ada jawaban.

Kali ketiga aku ingin menelepon, tangan Louis yang dipenuhi darah menggenggam pergelangan tanganku. "Mama, nggak usah telepon lagi .... Papa nggak bakal kembali ...."

Air mataku sontak berderai. "Mama nggak telepon dia. Mama telepon ambulans. Ambulans akan segera datang."

"Aku sudah sesak ...." Tangan Louis terasa dingin, lebih dingin daripada ubin. "Maafkan aku, Mama. Kelak aku nggak bisa melindungimu lagi. Di kehidupan selanjutnya, kamu harus jadi mamaku lagi ya? Tapi, aku nggak mau Papa lagi ...."

Usai berbicara, tangan Louis sontak terkulai lemas. Jantungku seolah-olah berhenti berdetak. Saat berikutnya, aku merasakan sakit yang dahsyat di hatiku.

Aku tidak memedulikan darah yang terus mengalir itu. Sambil menggendong Louis, aku berlari ke rumah sakit. Darah Louis mengalir mengenai leherku. Rasanya panas.

"Jangan takut, Louis. Kalau ambulans nggak menunggumu, Mama bakal gendong kamu ke rumah sakit."

Untungnya, ada orang baik yang mengantar kami ke rumah sakit. Aku berlutut dan memohon, tetapi dokter menggeleng kepadaku.

"Anakmu sudah meninggal sejak tadi. Aku turut berduka."

"Sembarangan! Dia nggak mungkin mati! Dia jelas-jelas bicara denganku tadi! Dokter, kumohon .... Selamatkan dia ...."

Pandanganku kabur. Hatiku terasa sakit. Sinar matahari jelas-jelas begitu terik, tetapi pandanganku tiba-tiba menggelap.

....

Pada hari pemakaman Louis, aku menelepon Thomas. Setelah tiga hari berlalu, panggilan akhirnya tersambung.

"Thomas, Louis ...."

"Jangan sebut nama itu di depanku! Anak sialan itu membuat Xander hampir kehilangan lengannya! Gimana Xander bisa main piano lagi? Raya sampai pingsan beberapa kali karena menangis. Entah gimana kamu mendidik anak ...."

Aku tidak ingin mendengar makian Thomas lagi, jadi langsung mengakhiri panggilan. Nyawa harus dibayar dengan nyawa. Aku akan membuat mereka merasakan penderitaan Louis berkali-kali lipat! Selain itu, Thomas, sudah saatnya pernikahan konyol ini diakhiri!

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kematian Anakku, Perceraianku!

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Amber Lim, sosialita cantik dengan reputasi buruk sebagai perusak hubungan, memutuskan untuk bertobat. Demi berguru pada desainer legendaris Adam Smith, ia nekat menembus musim dingin utara yang mematikan. Namun, Amber dirampok dan terdampar di hutan beku. Satu-satunya harapan hidupnya adalah pria misterius bernama Tuan Dingin. Duda yang membenci wanita ini dicap kanibal oleh warga sekitar. Akankah Amber mampu meluluhkan hatinya atau justru menjadi korban kebencian sang pria?
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
El Zibrano Elemanus memberikan tawaran gila kepada Lea untuk menyusui putranya dengan imbalan kekayaan yang tak terbatas. Lea yang masih berstatus pelajar menolak keras karena merasa permintaan itu tidak masuk akal bagi gadis seusianya. Namun, El tidak menerima penolakan dan bersikeras bahwa ia bisa mewujudkannya melalui caranya sendiri. Di bawah tekanan sang bos mafia, Lea terjebak dalam situasi intim yang mengancam masa depan dan harga dirinya.
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Hidup Alena Adriani Quensyah hancur seketika saat orang tuanya tega menjadikannya jaminan utang kepada seorang mafia kejam. Kini, Alena terjebak dalam kehidupan yang terasa seperti penjara, sembari terus dibayangi trauma masa lalu yang kelam. Di tengah penderitaan itu, ia bertekad mencari jawaban atas alasan kedua orang tuanya pergi meninggalkan dirinya dalam bahaya. Mampukah Alena bertahan dan menemukan kembali keluarganya yang hilang?
Sampul Novel Misteri Ular Xaver
8.1
Sepulang berwisata dari Kota Xaver, ibu membawa patung dewa ular misterius yang diyakini bisa memberikan kemudaan abadi. Syaratnya mengerikan: patung itu harus diberi sesembahan darah menstruasi gadis perawan. Ibu memaksaku memberikan darah serta memotong rambutku untuk dililitkan pada kepala ular tersebut. Namun, dia tidak tahu bahwa aku sudah tidak perawan sejak kuliah. Dua bulan berlalu, petaka pun tiba saat kulit ibu mulai ditumbuhi sisik biru dan dia mulai berganti kulit layaknya ular.
Sampul Novel Nafsu Kakak Tiriku
9.6
Nando menyimpan obsesi gelap terhadap Laily, adik tirinya yang tampak anggun dan bersahaja. Puncak kegilaan Nando terjadi saat ia nekat mencoba menodai Laily di tengah malam ketika sang adik hendak beribadah. Beruntung, seorang pemabuk bernama Abdi datang menyelamatkan Laily. Namun, situasi berbalik tragis saat Abdi justru difitnah melakukan tindakan asusila. Akibat kesalahpahaman itu, Abdi terpaksa menikahi Laily demi menanggung beban fitnah yang menimpanya.
Sampul Novel Pengorbanannya, Kebencian Butanya
8.0
Baskara memaksaku mendonorkan sumsum tulang demi tunangannya, Rania. Meski tumbuh bersama, dia kini membenciku. Rania menjebakku hingga Baskara menyiksaku dengan kejam, bahkan menculik orang tuaku akibat fitnah video asusila. Aku dipaksa menonton mereka jatuh dari gedung tinggi hingga tewas. Di tengah sakit parah yang kurahasiakan, Baskara justru menyuruhku mengakhiri hidup. Tanpa ragu, aku menyanggupi permintaannya dan melompat menuju kehampaan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan