Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Kontrak Sang Mafia

Pernikahan Kontrak Sang Mafia

Dunia Allea Maxwell runtuh saat ibunya tewas misterius. Merasa ayahnya menutupi kebenaran, gadis dua puluh tahun ini berubah menjadi pemberontak dan sering melampiaskan amarah di kelab malam. Ketegangan memuncak ketika sang ayah menjodohkannya dengan Morgen William, pria temperamental yang paling ia benci. Di tengah misi mengungkap konspirasi kematian sang ibu, Allea harus berjuang membatalkan pernikahan kontrak dengan pria brengsek tersebut sebelum hidupnya terjebak selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Jam sepuluh pagi, Allea yang semalam mabuk berat mulai mengerjap-ngerjapkan kedua bola matanya. Sinar mentari yang masuk di sela-sela horden mengganggu aktivitas tidur pulasnya. Padahal kepalanya masih terasa berat. Bahkan tidur beberapa jam tidak lantas membuat pusing di kepalanya hilang. Allea butuh memejamkan mata beberapa jam lagi sampai efek minuman beralkohol di tubuhnya menghilang.

"Aaah sial, siapa yang membuka jendela di pagi hari seperti ini?" umpat Allea belum sepenuhnya sadar di mana dia tertidur sejak tadi malam.

"Mengganggu saja." imbuhnya sembari memiringkan badan ke arah kiri, membelakangi jendela yang terus memancarkan cahaya terang dan mengganggu tidurnya.

"Hmm, di mana aku? Ini bukan di diskotik." Namun, gadis itu kembali membuka mata saat menyadari sesuatu yang aneh.

Dia tertidur di atas kasur berukuran king size yang nyaman. Bukan di meja bar terakhir kali dia mabuk. Seingatnya ia masih berada di bar saat Sheira menghentikan dirinya untuk minum, sebelum pada akhirnya dia membanting gelas kaca di tangannya.

"Ternyata Sheira membawaku pulang ke apartemennya, tapi di mana dia sekarang?" Bertanya pada dirinya sendiri, saat tangannya menyentuh bantal di sampingnya tempat Sheira biasa tidur.

Namun, pemilik bantal itu tidak kelihatan batang hidungnya pagi ini, padahal biasanya Sheira bangun lebih siang dari pada Allea. Gadis itu tidak bisa minum sebanyak Allea. Hanya meneguk beberapa sloki minuman beralkohol sudah pasti membuat sahabatnya terkapar.

"Kenapa dia tidak tidur bersamaku seperti biasa saat kita habis bersenang-senang?"Dia lupa jika sahabatnya tidak menyentuh minuman sama sekali tadi malam, karena Sheira ingat jika orang tuanya akan datang dari luar negeri hari ini.

Sehingga dia harus pulang ke rumahnya sebelum jam sembilan pagi, meninggalkan Allea sendiri di apartemennya. Toh Allea juga lebih suka berada di apartemen miliknya ketimbang di rumah ayahnya sendiri selama ini.

Ya, saatnya bagi Sheira berperan menjadi anak baik di hadapan kedua orangtuanya yang super sibuk dan selalu menomorsatukan bisnis ketimbang anak semata wayangnya, jika tidak ingin semua fasilitas dicabut. Sheira sudah cukup kesepian selama ini, hingga dia mencari kesenangan di tempat lain bersama sahabatnya yang nasibnya tidak jauh berbeda dengan dirinya.

"Huft aku tidak bisa tidur lagi, padahal kepalaku masih terasa berat." Allea memijat kedua pelipisnya sendiri, bermaksud meredakan pusing yang dia rasakan.

"Lebih baik aku mandi dan pulang, aku harus mengambil tugasku di rumah sebelum pergi ke kampus." Dengan malas Allea melangkahkan kaki menuju kamar mandi dan segera membersihkan diri.

Selesai mandi Allea lanjut berbenah diri di depan meja rias yang terletak di kamar sahabatnya. Kemudian segera menyahut kunci mobil yang ada di atas nakas. Dengan kecepatan sedang Allea mengemudikan kendaraan roda empat miliknya. Membawa Allea pulang ke rumah orangtuanya. Meski rumah adalah tempat yang Allea benci sejak dua tahun terakhir, tapi tidak bisa dipungkiri sesekali dia harus pulang agar papanya tidak mengkhawatirkan dirinya.

Khawatir, sepertinya tidak. Papa Allea yang dulu sangat menyayangi putrinya itu kini sudah berubah. Bahkan pria itu terus mengatai Allea dengan berbagai kalimat kasar. Kerap menyebut Allea kalimat bodoh, anak tidak tahu diuntung dan yang lebih menyakitkan bagi Allea adalah ketika sang papa lebih menyayangi anak istri mudanya yang tidak memiliki hubungan darah dengan papanya sama sekali.

"Allea, berkeliaran ke mana saja kau, sampai tidak pulang berhari-hari?" Baru saja Allea masuk ke dalam rumah dan menginjakkan kaki di ruang tamu, Adam Maxwel, papanya sudah menyambut gadis itu dengan bentakan yang cukup keras. Amarah terlihat jelas di wajah pria paruh baya tersebut. Hingga Allea yang tidak menyadari ada orang di ruang tamu pun berjingkat kaget.

"Kenapa papa peduli aku pulang atau tidak?" Namun kekagetan itu hanya berlangsung beberapa detik saja. Selanjutnya Allea bersikap acuh, tidak memperdulikan kemarahan papanya sama sekali.

"Bukankah papa lebih senang jika aku tidak ada di rumah ini, sehingga papa bisa puas memperhatikan dan memanjakan anak serta istri muda papa!" imbuhnya sembari melirik sinis ke arah sofa, di mana Rena perempuan yang menjadi istri papanya sekarang dan anaknya duduk.

"Kau, dasar anak tidak tahu diuntung. Sikapmu semakin hari semakin urakan." Kalimat yang dilontarkan Allea semakin memicu kemarahan Adam.

"Sayang, bersabarlah! Mungkin Allea sedang sibuk di kampusnya. Yang penting dia sudah pulang dan baik-baik saja sekarang." Rena Berusaha menenangkan suaminya. Perempuan itu kini sudah berdiri di samping Adam dan mengusap lengan pria itu lembut.

"Berhentilah bersikap sok baik di hadapanku, Nyonya Rena!" decih Allea merasa muak dengan sikap sok bijaksana Rena yang ditunjukkan kepada ayahnya. Jika nyatanya dia bisa berlaku sangat jahat dan merampas kebahagiaan keluarga sahabatnya sendiri.

"Aku tidak pernah mengajarimu bersikap kurang ajar seperti ini, Allea." Teriakan Adam semakin nyaring.

"Kenapa, papa sakit hati dengan sikapku?" Allea tertawa sinis.

"Bukankah papa yang mengajari aku bersikap seenaknya sendiri seperti ini?" imbuh Allea sembari menatap ayahnya dengan menampakkan wajah muak.

"Kau, papa benar-benar tidak sanggup mendidikmu sekarang!" Adam kehilangan kata-kata. Allea, anaknya yang dulu sangat manis dan penurut, kini menjadi pembangkang serta berani melawan semua perkataannya.

"Setidaknya aku bukan pengecut yang berselingkuh dengan teman istrinya sendiri, sampai anakku terpaksa harus kehilangan sosok ibu yang sangat dia sayangi, karena seorang perempuan murahan dan tidak tahu diri." Bukannya merendah, Allea justru semakin berani menjawab Adam.

Benar, sebelum menjadi istri muda papanya, Rena adalah sahabat dekat mamanya. Dulu, Allea sangat menghormati dah memanggil perempuan paruh baya itu dengan sebutan tante. Namun, semua itu berubah sejak dua tahun lalu. Saat Adam kepergok menjalin hubungan gelap dengan Rena dan ketahuan tengah bergumul di atas ranjang oleh Diana. Istrinya sendiri.

Diana, mama kandung Allea bukanlah perempuan kuat. Mental wanita itu terlalu lemah saat menyaksikan pria yang sangat dia cintai berselingkuh dengan sahabat terdekatnya. Diana sudah mencoba menyadarkan suaminya dengan berbagai cara. Berusaha bertahan sekuat tenaga demi keutuhan rumah tangganya. Bahkan dia pernah bersimpuh di hadapan Adam, memohon kepada pria itu untuk berhenti berhubungan dengan Rena demi putrinya.

Hanya saja Adam sudah terlanjur buta dan mengagumi Rena, perempuan yang sengaja menarik perhatian Adam dengan segala cara begitu enggan menyanggupi permintaan sang istri. Hingga suatu sore, Diana yang tidak sanggup menahan rasa sakit melihat kedekatan suami dan sahabat karibnya sendiri memilih mengakhiri hidup.

Diana mengiris nadi tangannya sendiri. Dan Allea adalah orang yang menemukan Diana dalam keadaan sudah tidak bernyawa, dengan darah segar memenuhi kamar di tempat sang mama mengambil jalan pintas.

Allea yang kala itu sudah berusia enam belas tahun cukup paham dengan rasa sakit yang dialami mamanya pun mulai membenci Rena, anaknya dan juga papa kandungnya sendiri.

Tiga orang yang berjasa dalam merampas dan merenggut kebahagiaan keluarganya secara paksa, demi menuruti ego serta perasaan mereka sendiri.

Plaaak, ....

"Allea, kau semakin keterlaluan. Cepat minta maaf sama papa dan mamamu!" Mendengar ucapan putrinya yang sama sekali tidak bisa bersikap hormat kepadanya, reflek tangan Adam terayun dan menampar pipi Allea dengan keras. Hingga pipi Allea memerah. Bibir gadis itu mengeluarkan sedikit darah akibat kerasnya tamparan sang papa.

"Sampai mati pun aku tidak sudi meminta maaf pada kalian!" Allea memegangi pipinya yang terasa perih akibat tamparan sang ayah.

"Aku membenci kalian semua." Selanjutnya Allea berlari menuju kamarnya di lantai dua sejak dua tahun lalu.

Kamar tempat Diana mengakhiri hidupnya. Kamar yang selalu bisa mengingatkan Allea tentang kesedihan mendiang sang mama. Memupuk kebencian Allea semakin besar kepada Adam dan juga Rena.

Beberapa menit kemudian Allea kembali turun dengan menyeret koper besar berisi pakaian, buku mata kuliah, dan juga dokumen penting peninggalan sang mama juga miliknya sendiri.

"Allea, aku tidak akan membiarkan kamu berkeliaran dengan bebas mulai hari ini." Namun, Adam yang belum bisa meredakan amarah dalam dadanya, kembali tersulut emosi saat melihat putrinya membawa koper besar berniat pergi dari rumah.

"Aku tidak meminta persetujuan dari Papa!" Perang dingin antara ayah dan anak itu tidak terelakkan lagi. Allea yang sudah kecewa dengan sikap ayahnya kini bertambah murka saat Adam menamparnya demi membela Rena, ibu tirinya.

"Jangan biarkan dia pergi. Seret dia kembali ke kamarnya!" Perintah Adam pada kedua orang satpam yang hendak memasuki rumah atas permintaan Tuannya. Dengan sigap kedua satpam itu langsung menahan lengan Allea.

"Papa keterlaluan. Kenapa papa memperlakukan aku seperti seorang tahanan, dan membiarkan anak simpananmu itu seperti seorang putri?" Allea memberontak, berusaha melepaskan diri dari dua orang satpam yang masih setia memegang kedua lengannya dengan erat.

"Satu lagi, seminggu lagi kau akan menikah dengan pria pilihan papa!" Tegas Adam saat Allea sudah berdiri di hadapannya.

"Kenapa papa tidak menikahkan puteri kesayanganmu saja? Aku tidak sudi menikah dengan orang yang tidak aku cintai." Allea berusaha menendang ke kanan dan ke kiri mengarahkan tepat ke tulang kering kedua satpam yang menahannya. Namun tubuhnya yang mungil dan kalah tinggi dari dua satpam itu tidak bisa bisa menjangkau sasarannya dengan baik.

"Kau tidak punya pilihan, karena sebentar lagi pria itu akan datang menemuimu dan papa sudah mengatur semua persiapan pernikahanmu. Kau yang membuat papa mengambil keputusan ini, karena papa sudah tidak sanggup lagi mengawasimu." Putus Adam tidak ingin berdebat lebih jauh dengan putrinya.

Tepat setelah Adam menyelesaikan kalimatnya, terdengar suara bariton kaki beberapa orang mulai memasuki rumah milik keluarga Allea.

"Hallo Allea, kita bertemu lagi." Salah satu dari lima orang itu menyapa Allea dengan suara lembut dan senyum menyeringai.

"K-kau, kenapa kau ada di sini?" Mata Allea membelalak tidak percaya. Tatkala indera penglihatannya menangkap sosok yang sangat dia kenal kurang lebih satu setengah tahun lalu.

Namun kini dia dipaksa menerima dan menikahi pria itu minggu depan akibat perjodohan sang papa. Jalan apa yang akan diambil oleh Allea selanjutnya?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam dari Ayahnya Sahabat
9.7
Balas Dendam dari Ayahnya Sahabat menyajikan kisah kelam pembalasan dendam. Akibat ulah ayahnya yang menyakiti putri Om Charlie, protagonis kini harus menanggung hukuman pahit. Ia dipaksa tunduk dalam posisi memalukan oleh sosok berkuasa tersebut. Sembari mendengar suara kemesraan sang ayah dengan sahabatnya dari dalam kamar, ia hanya bisa pasrah dan menyerah sepenuhnya pada setiap perlakuan intim serta kendali mutlak dari Om Charlie.
Sampul Novel Diatas Ranjang Papa Angkatku
9.5
Bianca dibesarkan oleh Emanuel Carlos, pemimpin mafia kejam yang menghabisi keluarganya. Tumbuh menjadi gadis cantik, Bianca mengira Emanuel adalah ayah kandungnya meski pria itu selalu bersikap dingin dan acuh. Namun, rahasia besar terungkap bahwa ia hanyalah anak angkat. Bukannya menjauh, Bianca justru kian terobsesi menaklukkan hati pria tampan itu. Di tengah sikap keras Emanuel, Bianca bertekad mengubah status hubungan mereka menjadi sepasang kekasih.
Sampul Novel Guru Tampan Seorang Yakuza
8.1
Akeno Taoka, anggota Yakuza dari klan Barakujaga, menyamar menjadi guru SMA di Tatsuno demi misi rahasia. Targetnya adalah Reina Akinara, putri pemimpin klan musuh, Tuan Kudesai. Akeno bertekad menjadikan Reina alat balas dendam atas kematian orang tuanya yang dibunuh secara licik. Namun, sebuah fakta mengejutkan mengenai identitas asli Reina terungkap di tengah rencana tersebut. Akankah dendam Akeno tetap membara, atau justru ia akan luluh oleh pesona Reina?
Sampul Novel Mafia dalam penjara
8.5
Seorang narapidana harus menjalani masa hukuman di balik jeruji besi demi menebus dosa masa lalunya. Namun, ia segera menyadari adanya kejanggalan besar yang menyelimuti seluruh area lembaga pemasyarakatan tersebut. Atmosfer yang tidak biasa dan berbagai kejadian misterius mulai memicu rasa curiga yang mendalam. Apa sebenarnya rahasia gelap yang tersembunyi di dalam penjara ini? Ikuti perjalanan penuh aksi dan teka-teki ini hingga akhir cerita.
Sampul Novel Pengabdian dan Cinta
9.7
Ardi dan Bara, dua polisi tangguh, berusaha keras menjatuhkan jaringan mafia yang kebal hukum. Namun, tragedi melanda saat Bara tertembak dalam pengintaian hingga misi mereka berujung kegagalan fatal. Situasi kian pelik ketika Ardi menemukan fakta mengejutkan bahwa Arkana, sang gembong kriminal, adalah ayah kandungnya sendiri. Terjepit antara loyalitas keluarga dan tugas negara, Ardi akhirnya memilih melepaskan tembakan maut demi pengabdiannya pada hukum.
Sampul Novel Pengantin Pengganti Yang Buruk Rupa
8.0
Angela menjalani hidup penuh penolakan. Dianggap buruk rupa dan tidak berharga, ia tidak pernah merasakan kasih sayang. Takdirnya kian kelam saat dipaksa menjadi pengantin pengganti bagi kakak tirinya. Ia harus menikahi sosok misterius yang sangat ditakuti, Dimitri LaRocca. Sebagai pemimpin mafia yang terkenal kejam, buas, dan posesif, Dimitri membawa Angela masuk ke dunianya yang gelap. Kini, Angela terjebak dalam pernikahan penuh dominasi dan gairah berbahaya.