
Pernikahan kontrak dengan ayah kekasih
Bab 3
apartemen sederhana Alessia
Begitu tiba di depan lobi apartemen sederhana dimana Alessia tinggal, terlihat dua security dan beberapa orang mengembangkan senyuman mereka ke arah Alessia.
Siapa yang tidak mengenal gadis cantik tersebut di apartemen itu?!.
Alessia.
Terkenal dengan keramahan nya, bahkan gadis itu memiliki senyuman cantik yang disukai banyak orang, sifat baik hati dan begitu lembut kepada siapapun, bahkan gadis tersebut sering kedapatan diam-diam membantu orang-orang disekitar nya yang kesusahan tanpa pamrih.
Jangan ditanya bagaimana sepak terjang Alessia di sana, semua orang jelas menyukainya.
Karena itu beberapa laki-laki sering melirik kearah nya, tapi merasa tidak beruntung saat mereka tahu Alessia telah memiliki seorang kekasih.
tapi meskipun ramah dan baik hati, gadis itu selalu bisa menempatkan dirinya, bisa membedakan mana yang harus di ajak mengobrol banyak, mana yang tidak, gadis itu jelas memiliki urat malu untuk sembarang bergaul dengan sembarang laki-laki di kehidupan kota metropolitan.
Untuk seukuran gadis seusia Alessia, dengan wajah yang mumpuni, pekerjaan rendahan dan kehidupan sederhana jelas kebanyakan akan berpaling ke sebuah tempat yang lebih menjanjikan agar bisa menikmati dunia penuh gemerlap di kehidupan di kota metropolitan tersebut.
kebanyakan gadis di usia Alessia akan berada di diskotik, club malam dan lain sebagainya, hilir mudik bersama sembarang laki-laki dan berkutat dengan kehidupan malam yang mengerikan bahkan menjajakan harga diri mereka untuk kehidupan glamor demi sama seperti yang lainnya.
Tergiur pada barang-barang branded dan import dengan cara menggoda banyak laki-laki disekitar nya.
Tapi itu jelas tidak berlaku untuk Alessia, gadis itu memilih hidup dengan cara baiknya dan mempertahankan kesederhanaan nya ditengah sulit nya orang-orang bertahan hidup di pusat kota.
"Siang Miss"
Seorang security menyapa dengan gaya khas nya, bicara sembari mengulum senyumannya.
jangan ditanya bagaimana perasaan nya tiap kali melihat Alessia, bahkan kalau di minta melamar gadis tersebut sekarang juga dia bersedia.
Alih-alih menjawab, Alessia malah balik tersenyum, dia menundukkan kepalanya lantas mengeluarkan sesuatu dari salah satu kantong kresek yang ada di tangan nya.
"Ini untuk semua security dan teman-teman di lantai bawah"
Ucap Alessia sembari menyerah kan bungkusan makanan yang ada di tangan nya.
laki-laki tersebut buru-buru menerima bungkusan yang diberikan gadis tersebut.
"Terima kasih".
ucap laki-laki itu dengan wajah penuh kebahagiaan, setelah itu laki-laki tersebut langsung menekan tombol elevator mini yang menghubungkan tiap gedung apartemen tersebut dari lantai bawah hingga ke lantai atas.
Begitu pintu elevator terbuka, Alessia kembali mendudukkan kepalanya sembari mengucap kan terima kasih.
"Terima kasih"
Ucap Alessia pelan.
"aku akan langsung naik ke atas"
ucap nya lagi.
setelah berkata begitu sang security ikut menundukkan kepalanya diiringi dengan pintu elevator tersebut yang tertutup secara sempurna.
ketika pintu elevator tertutup bola mata Alessia menetap ke arah atas, dia memperhatikan tiap angka yang bergerak di dalam elevator tersebut.
Hingga akhirnya dia sampai pada tujuannya, begitu pintu elevator terbuka Alessia langsung bergerak keluar dari sana.
Bisa di lihat barisan pintu apartemen sederhana dimana di sepanjang dinding apartemen tampak di cat dengan warna cream muda.
begitu gadis itu mendapat nomor kamar apartemen nya, Alessia langsung melesat masuk kedalam sana, melepaskan sandal yang digunakan nya dengan cepat kemudian bergerak menuju kearah ruang tamu.
Apartemen tersebut merupakan apartemen sederhana yang tidak dikatakan begitu luas namun cukup untuk tinggal dua orang di dalamnya atau pasangan pengantin baru dengan satu anak kecil.
Karena apartemen seperti itu memang di rancang khusus dengan desain sederhana menyetarakan isi kantong sang penyewa nya, cukup berbanding terbalik dengan suasana apartemen mewah yang banyak berdiri Kokoh di antara pusat kota.
Kini adis itu meletakkan beberapa kantong kertas yang ada di tangan nya dan meletakkan cake pesanan nya tadi ke atas meja.
Sejenak gadis itu mematung, seolah-olah tengah memikirkan sesuatu apa yang harus dia lakukan berikutnya, akhirnya gadis itu bergerak menuju ke arah kamar nya, dia mendekati lemari tolet kecil dimana di beberapa sudut lemari tersebut mulai terlihat mengelupas.
Gadis itu meraih sebuah kotak kaleng kecil berukuran segi empat dan meraih sesuatu didalam nya.
Sebuah pengikat rambut yang ditata rapi didalam kotak kaleng yang sudah mulai pias warna nya.
Kehidupan sederhana yang dimiliki nya tersebut sama sekali tidak membuat dia malu dan minder, Alessia selalu berujar di dalam hati jika segala sesuatu di dunia ini hanya titipan sementara, satu hari saat Allah ingin mengambil nya mereka bahkan dirinya bisa apa.
SERING kali kita lupa akan hakikat kita diciptakan. Kita diciptakan bukan semata-mata untuk memperkaya diri, atau meninggikan jabatan, juga bukan untuk mengejar cinta manusia. Allah Ta’ala lah memberitahukan jika tujuan hidup yang sebenarnya adalah, Kita diperintahkan hanya untuk beribadah kepada-Nya, bukan yang lain.
“Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku,” (QS. Adz-Dzariyat: 56).
Gadis tersebut terlihat beberapa kali menatap cake ulang tahun yang ada di atas meja, sesekali dia mengulum senyuman nya sembari sibuk membuat kan beberapa macam menu makanan.
Dia tahu Kallan paling suka sesuatu yang tidak terlalu pedas, suka makanan inti yang segar dan makanan penutup yang manis, bukankah merayakan ulang tahun dan makan malam bersama akan terlihat begitu manis.
Hingga akhirnya membuat gadis tersebut memutuskan untuk membuat beberapa macam menu makanan untuk kekasih nya tersebut.
Cukup lama Alessia terus berkutat di dapur, menyiapkan beberapa menu makanan kesukaan kekasihnya, dia pikir dia akan menghubungi laki-laki tersebut setelah dia menyelesaikan pekerjaannya.
Karena jika dia menghubungi Kallan saat ini takutnya laki-laki itu keburu datang lebih dulu sebelum dia menyelesaikan semuanya, ini tidak akan menjadi kejutan yang manis untuk laki-laki tersebut pikirnya.
Hingga akhirnya gadis itu menyelesaikan semua pekerjaannya, dengan tatapan puas dia menatap beberapa menu makanan yang telah dibuatnya, aroma lezat dan nikmat tercium di balik hidungnya.
Kemudian gadis itu mulai melirik ke arah cake ulang tahunnya, buru-buru Alicia menancapkan lilin di atas cake ulang tahun tersebut.
Setelah selesai dengan semua hal gadis itu langsung meraih handphone miliknya, dia menjadi nomor Kallan kemudian dengan cepat langsung mengirimi pesan pada laki-laki tersebut.
Lagi seulas senyuman mengembang di balik bibirnya, Alicia fikir ini pasti akan tepat waktu.
Gadis tersebut mulai beranjak pergi dari arah dapur menuju ke arah kamarnya namun tiba-tiba Alessia menghentikan langkah kakinya karena dia merasa kepalanya terasa begitu pusing.
Entah kenapa dia pikir bola mata nya tiba-tiba terasa berkunang-kunang, gadis tersebut berusaha untuk berpegangan pada sisi dinding yang ada di bagian kanan nya.
Tubuhnya tiba-tiba terasa begitu lemas dan tanpa diduga,
Brakkkkkk.
Seketika gadis itu jatuh tumbang ke lantai Begitu saja.
Anda Mungkin Juga Suka





