
Pernikahan kontrak (cinta)
Bab 2
Sepulang dari acara makan malam, Tamara pulang ke kontrakannya ia sama sekali tidak ikut pulang bersama suaminya atau pulang ke apartemen yang di maksud Yuda.
Di acara makan malam tadi, dia banyak sekali mendengar pujian maupun hinaan dari keluarga suami kontraknya.
" Berkumpul dengan orang yang memiliki uang membuat ku sadar, percuma memiliki uang tapi tidak bisa menghargai sesama manusia." lirik tamara melihat pantulan dirinya di kaca besar itu.
Ya, di pertemuan tadi dia hanya mendengar hinaan dari keluarga suami kontraknya. Tapi tamara tidak bisa berbuat apa-apa, tugasnya hanya diam menemani suaminya.
Tok tok
" ada apa Bu?" tanya tamara pada ibu kos yang mengetuk pintunya.
" ada yang mencari mu, dia ada di depan gerbang" Kata ibu kos Amara, karena kos-kosan tamara ini khusus cewek, jika ingin bertamu atau bertemu dengan penghuni kos disini lewat jam sepuluh malam, itu hanya di izinkan berbicara di depan gerbang saja.
" Terimakasih Bu" kata tamara menutup pintu kamarnya dan menemui siapa orang yang ingin bertemu dirinya..
" Yuda, ada apa?" tanya tamara, ternyata orang Yang ingin bertemu dengannya itu Yuda, asisten suami kontraknya.
" Maaf nyonya mengganggu istirahat anda, kenapa anda pulang lebih dulu, dan kenapa anda pulang ke kontrakan ini lagi?" tanyanya Yuda, karena emang seharusnya tamara pulang ke apartemen yang sudah di sediakan suaminya.
" Saya tidak pulang lebih dulu tuan, bukan kah acara makan malam sudah selesai? Jadi buat apa saya disana. Tugas saya sudah selesai disana. Saya sudah cukup puas mendengar hinaan dan pujian dari keluarga orang kaya tuan."
Kata tamara mencurahkan semua apa yang ia dapat di pertemuan pertama dengan keluarga besar suami kontrak nya. Ia sediri sangat tahu akan posisinya jadi tamara hanya diam saja mendengar ucapan mereka.
" Tapi nyonya, karena ini tuan Adam sangat marah akan tindakan anda. Dengan begini ada bisa merusak nama baik tuan adam nyonya" Jelas Yuda, mungkin Yuda harus menjelaskan kepada tamara, bahwa tindakan seperti ini bisa saja merugikan tuannya.
" Maaf tuan, saya tidak tahu akan hal itu" Ucap Tamara menyesal, di tidak menyangka tindakan kecilnya ini bisa berpengaruh besar seperti ini. " tuan, bisakah saya membatalkan perjanjian itu?" Tanya tamara, ia seperti kena mental dengan kata-kata keluarga suami kontraknya, di tambah dengan tatapan sini dari kedua mertua kontraknya.
" Jika anda membatalkan perjanjian ini, anda akan harus membayar denda sebesar setengah dari uang yang akan anda terima nyonya."
" Perjanjian macam apa itu?" Tamara sangat terkejut mendengar kata Yuda. Dari mana dia dapan uang lima ratus juta dalam waktu yang singkat. Menerima uang DP dari suami kontrak ya belum, mau pakai apa ia membayar denda itu..
" Semuanya sudah jelas di surat kontrak itu nyonya. Saya akan membiarkan anda menginap malam ini disini, besok saya akan menjemput anda, anda akan tinggal di rumah taun Adam tidak lagi apartemen. Saya izin Pamit."
" bagaimana mungkin aku seceroboh ini. Tidak mungkin surat kontrak seperti itu. " Tamara langsung masuk ke dalam kontraknya ia melihat surat kontrak tersebut, dan benar adanya surat kontrak itu berisi apa yang di katakan Yuda tadi.
Kaki tangan Tamara terasa lemas setelah membaca surat kontrak itu. Gara-gara tergiur dengan jumlah uang yang di tawarkan ia sampai lupa membaca keseluruhan surat kontrak itu sebelum mendatanginya.
***
Tamara sudah berada di rumah suami kontraknya. Rumah bagaikan istana itu sebutan yang di ucapkan Tamara ketika sampai di rumah tuan Adam.
Banyak pelayanan yang kesana kemari di sini, semuanya sibuk dengan tugasnya masing-masing.
" Saya akan memberi tahu tuan Adam kalau anda sudah ada di sini nyonya. " kata Yuda meninggal Tamara di ruang tengah.
" rumah orang kaya sangat beda dari yang lain. Ini seperti istana yang ada di TV." Ucap Tamara melihat sekeliling rumah ini, tidak ada debu, semua barang yang ada disini semuanya sangat mengkilap.
Dengan pakaian yang biasa ia gunakan Tamara ibarat gembel cantik yang sedang menunggu penghuni rumah yang memberikannya sumbangan.
Adam datang bersama Yuda, mendekat ke arah Tamara. Adam melihat Tamara dari bawah sampai atas, tidak ada ekspresi yang di tunjukkan hanya ada muka datar yang terlihat disana.
" Kamu akan tinggal disini" Kata adam dan mempersilahkan Yuda untuk menjelaskan apa yang boleh ia lakukan dan tidak boleh ia lakukan selama tinggal di rumah ini..
" Semuanya ada disini, anda bisa membacanya. Jika ingin bertanya, tanyakan saja." Yuda memberikan kertas berisi poin-poin yang harus di patuhi Tamara.
" Saya menyetujui semuanya tuan" Jawab Tamara tanpa ada keraguan.
" Kenapa kamu sangat cepat untuk menyetujuinya?" tanya Adam heran, tidak ada bantahan dan di ada pertanyaan yang di ajukan dari istri kontraknya ini.
" Selama tidak ada kontak fisik saya akan menyetujuinya tuan." Ya, Tamara menyetujui semuanya karena tidak ada kontak pisik sama sekali di kertas itu. Tugasnya hanya menemani Adam ketika ada cara diluar sana selebihnya tidak ada.
" baiklah, saya harap kamu bisa berkerja sama. " adam bangun dari duduknya " Yuda akan mengirimkan mu uang yang sebelumnya saya janjikan " Dan Adam pergi begitu saja..
" Mari nyonya saya antar ke kamar anda" Kata Yuda, berjalan lebih dulu.
" Terimakasih " ucap tamara, setelah Tamara memasuki kamar, Tamara tidak henti-hentinya mengagumi kamar ini. " Bagus banget, kayak di hotel-hotel. "
" ini sangat empuk sekali" Kata Tamara merebahkan tubuhnya di kasur itu. " Kalau begini sih, di perpanjang saja kontrak ya. Kan lumayan gratis." Ucap Tamara, melupakan hinaan yang ia dapat kemarin malam.
Lama kelamaan Tamara tertidur di kasur itu, karena ia sangat kurang tidur tadi malam, memiliki surat kontrak tersebut.
Sampai hari menjelang malam, tidak ada tanda-tanda Tamara keluar kamar. Sudah berapa kali terdengar suara ketokan pintu dari luar sana, tapi masih belum ada tanda-tanda pemilik kamar untuk membukanya.
" Ini sangat segar" Ucap Tamara setelah menyelesaikan ritual mandinya, setelah mengganti pakaian ia berniat untuk menaruh pakaian yang ia bawa di lemari, lemari itu sudah terisi penuh dengan pakaian mewah dan bermerek.
" baju siapa ini? Ini pasti sangat mahal" Kata Tamara melihat bahan baju tersebut, terlahir miskin tidak membuat Tamara bodoh dalam membedakan mana barang bagus dan mana barang yang tidak bagus.
Suara ketokan pintu kembali terdengar, dengan cepat Tamara membuka nya. " iya ada apa?" tanya Tamara sopan pada Yuda.
" Anda di tunggu di ruang makan nyonya" Ucap Yuda tanpa ekspresi.
" baik, saya akan ikut kesana" Tamara mengikuti kemana langkah kaki Yuda berjalan. Terlihat disana sudah ada mama papa Adam di meja makan..
" Cih, hanya karena kamu kita semua kelaparan." Bentak nyonya dianra pada Tamara, Tamara yang mendengar bentakan itu hanya bisa memejamkan matanya karena dia tidak pernah di bentak seperti ini oleh siapapun.
" Maaf nyonya, saya tidak-"
" berani sekali kamu menjawab ucapan ku. Dasar gadis kampungan." bentak nyonya dianra lagi. Ia tidak ingin mendengar pembela dari menantu kampungannya ini.
Baru saja Tamara ingin duduk di kursi samping suaminya, ucap nyonya dianra membuat Tamara mengurungkan niatnya.
" siapa yang ingin makan bersama mu" Bentaknya lagi, Tamara mengira dirinya sedang di tunggu ternyata tidak. " Buatkan aku jus buah sana" Perintah nyonya dianra.
Tamara hanya bisa menelan ludahnya susah payah, bentakan yang tidak pernah ia dengar, sekarang ia bisa mendengar suara bentakan yang mengerikan itu..
" baik nyonya. "
Anda Mungkin Juga Suka





