Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Kontrak Berakhir

Pernikahan Kontrak Berakhir

Althea terpaksa mengakhiri pernikahan kontraknya dengan Darius lebih awal setelah menemukan kenyataan menyakitkan. Kehadiran Liora, wanita yang mengandung anak Darius, memicu rasa dikhianati yang mendalam. Meski Althea hancur oleh amarah dan kekecewaan, Darius justru melepaskannya tanpa bertanya. Kini Althea harus berjuang menghadapi luka batin karena menyadari bahwa dirinya bukanlah satu-satunya wanita di hati Darius dalam hubungan yang penuh kepalsuan ini.
Bab
Bagikan

Bab 2

Althea berjalan dengan langkah pelan, kaki-kakinya terasa lebih berat dari sebelumnya. Setiap langkah yang ia ambil mengingatkan pada kenyataan pahit yang baru saja dihadapi. Tidak ada kegembiraan dalam kebebasan yang seharusnya menjadi haknya, hanya kehampaan yang menyesakkan dada. Dalam kepalanya, bayang-bayang wajah Darius dan Cika terus mengganggu, seperti bayang-bayang yang tidak bisa dipadamkan meskipun ia berusaha keras.

Namun, langkahnya terhenti ketika suara langkah kaki mendekat, suara yang tak asing lagi. Darius.

Dia berdiri di ambang pintu, mengenakan jas hitam dengan ekspresi wajah yang sulit dibaca. Ada kekosongan di matanya, sesuatu yang mungkin hanya bisa dipahami oleh Althea-sebuah ketidakhadiran yang menggelisahkan. Dia memandangnya dengan tatapan datar, tidak menunjukkan emosi apapun. Itu bukan Darius yang ia kenal dulu, yang biasanya selalu penuh kepercayaan diri, yang bisa mengguncang dunia dengan satu gerakan.

"Aku mendengar keputusanmu," kata Darius, suaranya datar dan penuh kebingungan. "Namun, aku ingin tahu, kenapa sekarang? Kenapa tidak lebih awal?"

Althea bisa merasakan tatapan Darius yang memintanya untuk memberikan penjelasan, namun perasaan itu bagaikan pisau yang kembali menancap di hatinya. Dia menahan napas, mencoba menemukan kata-kata yang tepat. "Karena aku tahu tentang Cika, Darius. Dan aku tidak bisa bertahan dalam pernikahan ini jika aku tahu ada orang lain di hatimu."

Darius tidak bereaksi seketika, seolah kata-kata itu tidak menghantamnya sebagaimana mestinya. Althea menatapnya tajam, melihat ekspresinya yang kosong. "Aku tidak tahu kenapa kamu merasa seperti itu," kata Darius akhirnya, suaranya terdengar lelah, seperti sebuah pengakuan yang sudah terlalu lama terpendam. "Tapi aku juga tidak bisa menahanmu jika kamu sudah memutuskan seperti itu."

Althea merasa sakit di dadanya. Ternyata, selama ini ia hanyalah tempat berteduh sementara bagi Darius, sebuah sosok yang mudah digantikan. Cika, wanita yang selama ini begitu dekat dengan Darius, ternyata sudah cukup untuk mengusir semua harapannya yang terlambat.

"Darius..." kata Althea, mencoba menahan air matanya yang sudah mulai menggenang. "Kenapa kamu tidak berusaha sedikit saja? Kenapa kamu tidak peduli?"

Darius terdiam, tatapannya semakin terdistorsi, seolah kebingungan yang dialaminya semakin mendalam. "Aku... tidak tahu lagi. Mungkin aku terlalu terbiasa dengan semuanya. Dengan kamu, dengan pernikahan ini, dengan cara hidup yang tidak perlu banyak pertanyaan."

Althea merasakan hatinya hancur lebih dalam lagi. Dia bukan apa-apa lebih dari sekadar kewajiban baginya. Pernikahan mereka bukanlah sesuatu yang dibangun di atas dasar cinta atau pengertian, hanya sesuatu yang terjadi begitu saja, seperti sebuah kewajiban yang dipenuhi tanpa ada usaha untuk menciptakan hubungan yang berarti. Itu semua hanya kebiasaan, rutinitas yang diikuti tanpa ada rasa sungguh-sungguh.

Dengan tangan yang gemetar, Althea berbalik, hendak pergi. Tidak ada lagi yang bisa ia katakan, tidak ada lagi yang perlu dijelaskan. Semua keputusan sudah diambil, dan ia tidak akan kembali. Namun, sebelum ia bisa melangkah lebih jauh, Darius berkata dengan suara yang lebih rendah, lebih penuh penyesalan, "Aku akan membiarkanmu pergi, Althea. Tapi ingatlah satu hal-aku tidak pernah benar-benar menginginkan semuanya berakhir seperti ini."

Tangan Althea terhenti di udara, dan untuk sejenak, dia merasa terombang-ambing di antara perasaan yang bertentangan. Ada rasa marah, ada rasa kecewa, namun ada juga sedikit penyesalan yang meresap dalam dirinya. Apakah ia bisa percaya kata-kata Darius? Ataukah semuanya hanya penghiburan kosong untuk menutupi kenyataan pahit yang lebih besar?

"Terakhir kali aku mengingatkanmu, Darius," jawab Althea dengan suara serak. "Aku bukan sekadar istri yang bisa kamu abaikan begitu saja."

Tanpa menunggu jawaban, Althea melangkah keluar dari ruangan itu. Ia tidak tahu apakah ini keputusan yang benar, namun hatinya yang terluka lebih memilih untuk pergi daripada tetap tinggal dan terus menderita dalam kebohongan. Di luar, angin sore yang sejuk menyapu wajahnya, membawa serta perasaan kosong yang sulit diungkapkan.

Namun, dalam langkahnya yang mantap, Althea tahu bahwa meskipun dirinya kehilangan banyak hal-termasuk pernikahannya yang tak pernah utuh-dia masih memiliki satu hal yang lebih berharga dari semuanya: kebebasan untuk memilih jalan hidupnya sendiri. Sebuah perjalanan yang penuh dengan ketidakpastian, namun jauh lebih baik daripada hidup dalam bayang-bayang kebohongan dan pengkhianatan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Sekedar Bantuan, Tapi Menghancurkan Pernikahanku
9.5
Adara Paramitha dan Garen Wijaya hidup bahagia hingga kecelakaan tragis mengancam nyawa Garen. Di ambang keputusasaan, Adara bertemu konglomerat Rian Kusuma yang menawarkan bantuan dana medis. Namun, bantuan itu menuntut imbalan yang mempertaruhkan kesetiaan Adara. Sementara itu, Kirana Senja, kekasih Rian, mulai merasakan ancaman pada hubungannya. Kini, mereka terjebak dalam pusaran rahasia dan pengorbanan yang menguji keteguhan cinta serta keutuhan rumah tangga.
Sampul Novel CANDU CINTA CEO AROGAN
9.7
Erlan Levin adalah CEO sukses di Jakarta yang terus menghindar dari desakan menikah keluarganya. Namun, hidupnya berubah total saat ia tertangkap basah berada di satu kamar dengan gadis asing. Terjepit situasi memalukan ini, ia terpaksa menikahi wanita yang sangat disukai keluarganya itu. Kini, sang istri harus berjuang memenangkan hati Erlan yang dingin. Akankah cinta tumbuh di antara mereka, atau ia hanya akan menjadi sosok yang terabaikan?
Sampul Novel Fulfi
8.6
Fulfi, model cerdas berusia 20 tahun yang hidup sebatang kara, mendirikan yayasan wanita demi mencegah penderitaan serupa menimpa orang lain. Namun, hidupnya hancur setelah menjadi korban pemerkosaan hingga hamil. Saat berjuang menata ulang karier di tengah sabotase pihak yang membencinya, Fulfi justru berhadapan dengan ancaman besar yang menyeretnya bertemu dalang di balik tragedi masa lalunya. Mampukah ia bertahan dan kembali meraih kesuksesan di dunia modeling?
Sampul Novel Kekayaan Setelah Pengkhianatan
7.9
Tepat di usia ke-20, Tristan dikhianati oleh kekasihnya hingga hancur secara emosional. Namun, tetesan darahnya tanpa sengaja mengaktifkan detektor garis keturunan kuno pada cincinnya yang telah lama mati. Rahasia besar terungkap, mengubah nasibnya dari mahasiswa miskin menjadi miliarder penguasa berbagai bisnis global. Kini, sang pemuda terkaya di dunia menghadapi mereka yang dulu menghina dan mengkhianatinya saat mereka datang bersujud memohon ampun padanya.
Sampul Novel Kesucianku Ternoda
8.7
Dalam perjalanan hidup yang penuh dengan lika-liku, setiap insan hanyalah mampu menyusun rencana dan impian masa depan mereka. Namun, pada akhirnya, ketetapan Tuhanlah yang memegang kendali penuh atas segala sesuatu yang terjadi. Melalui kisah romansa modern ini, kita akan melihat bagaimana takdir bekerja dengan cara yang tidak terduga, melampaui segala niat serta usaha keras manusia dalam menentukan jalan hidup dan akhir dari sebuah perjuangan cinta.
Sampul Novel Langit Jam 4 Sore
8.2
Divia Putri Gayatri adalah gadis pemimpi yang mengagumi kedamaian langit pukul empat sore. Ia berharap takdir hidupnya akan seelok cakrawala itu. Tanpa diduga, Divia justru menemukan tambatan hati saat ia tidak sedang mencari cinta. Pertemuannya dengan Arman yang begitu sinematik meninggalkan kesan mendalam yang tak terlupakan. Namun, ketika bayang-bayang masa lalu mulai mengancam kebahagiaan mereka, mampukah cinta mereka bertahan melawan ujian takdir yang berat?