Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Janda Kembang

Pernikahan Janda Kembang

Ayu adalah janda memesona yang menyimpan misteri kelam. Empat suaminya tewas secara tiba-tiba, hingga ia dituduh menggunakan ilmu hitam. Meski rumor mengerikan beredar luas, Ruben tetap teguh pada pendiriannya. Pemuda tampan sekaligus miliarder kaya raya ini bertekad mempersunting Ayu walau sang ibu menentang keras hubungan mereka. Ruben siap menghadapi risiko maut demi cintanya pada sang janda kembang di tengah pertentangan keluarga yang sangat sengit.
Bab
Bagikan

Bab 3

Siang itu di kantor produk peralatan dapur terlihat pada Jayadi, sang direktur, marah pada Ayu yang ketakutan di depannya dengan keadaan berantakan.

“Kamu sudah bikin aku rugi banyak, Ayu! Udah jualan nggak ada yang beli! Barang-barang dagangan rusak! Kalo udah peyot-peyot gitu mana laku barangnya dijual!” seru Jayadi berang.

“Maaf, Pak. Saya juga tidak tahu kejadiannya bakalan begini.” Ayu melipat kedua tangannya memohon maaf. Air matanya berlinang. Sebenarnya tubuhnya masih sakit dan luka akibat ditimpukin warga.

Ayu tampak sedih, matanya berkaca-kaca. Jayadi memandangi Ayu. Ayu menundukkan wajah. Jayadi tersenyum genit.

“Gini aja, kamu sekarang nggak usah ke lapangan jualin produk! Kamu jadi sekretaris saya aja di kantor,” perintah Jayadi.

Ayu terperanjat kaget. “Bapak serius mau jadiin saya sekretaris? Tapi bapak kan sudah punya sekretaris?”

“Nggak masalah, itu bisa diatur. Yang penting kamu mau aku ajak kencan malam ini!” kata Jayadi dengan wajah genit.

Ayu kaget! “Maaf. Pak. Kalo gitu, saya jadi sales aja di lapangan jualin produk,” ucap Ayu seraya beranjak menjauh dari Jayadi. Namun dengan cepat Jayadi meraih tangan Ayu.

“Ayolah … nggak usah sok jual mahal. Aku tahu kamu ini janda kesepian,” ujar Jayadi.

Tepat saat itu Sinta datang. Ia adalah istri Jayadi yang langsung marah melihat Jayadi memegang-megang tangan Ayu.

“Dasar perempuan nggak tahu diri! Berani-beraninya godain suami orang!” pekik Sinta emosi.

Ayu dan Jayadi terkejut. Jayadi refleks melepas tangan Ayu. Jayadi panik.

Sinta berjalan mendekati Ayu dengan penuh kemarahan. Matanya mendelik ke Ayu seperti singa yang siap menyerang mangsanya.

“Heh, kamu ini emang cantik, tapi kelakuan kamu nggak secantik wajah kamu! Sekarang juga kamu keluar dari sini! Nggak usah kerja lagi di sini!” seru Sinta.

Ayu terkejut. Lalu Ayu menitikkan air mata sedih. Kehilangan pekerjaan bukanlah hal yang ia inginkan apalagi zaman sekarang susah mendapatkan pekerjaan bagi orang-orang tertentu termasuk Ayu.

“Tapi, Bu … saya ....” Ayu berusaha menjelaskan, tapi Sinta langsung mendorongnya kuat hingga Ayu hampir terjatuh.

“Saya yang berkuasa di sini! Dan saya nggak mau denger apa pun! Cepat pergi!” Sinta mengusir Ayu, mengarahkan telunjuknya ke arah pintu pada Ayu.

Jayadi mencoba menengahi. “Ma, ini bukan salah dia .…”

Sinta langsung mendelik pada suaminya. “Aku juga bisa pecat Papa kalo berani belain dia! Ingat, Pa, ini perusahaanku. Papa cuma kerja sama aku!”

Jayadi tampak kesal, tapi berusaha sabar. Ia sudah tidak bisa berkutik seperti serigala ompong yang tidak mampu berbuat apa-apa lagi.

Sinta kembali mendorong Ayu tidak sabar. “Tunggu apa lagi! Cepat pergi!”

Ayu pun menangis sedih dan melangkah pergi.

***

Ayu tampak sedih, duduk di teras sambil membuka-buka handphone.

“Ya Allah kenapa sih lowongan kerjanya nggak ada yang buat lulusan SMA? Yang diminta sarjana semua?” gumam Ayu.

Ayu memandang dengan tatapan sedih.

“Kalo aku nggak segera dapat kerja, gimana aku bayar kontrakan rumah sama biaya hidup sehari-hari? Aku nggak boleh nyerah.”

Ayu kembali mengecek handphone, melanjutkan pencarian lowongan kerja yang sekiranya bisa ia lamar. Tidak lama kemudian senyuman berbinar di wajahnya.

“Alhamdulillah, ini ada lowongan kerja yang cocok buat aku.”

***

Pagi itu di sebuah salon kecantikan yang besar dan mewah, Ayu sedang melamar kerja. Sudah terlihat rapi dengan pakaian hitam putih sesuai persyaratan. Seorang karyawan yang bertugas sebagai HRD menyapa Ayu.

“Mohon maaf, Mbak. Kuota lowongan pekerjaannya sudah terpenuhi semua. Mungkin lain waktu Mbak bisa melamar lagi kalau ada lowongan,” jelas karyawan itu.

Ayu tampak sangat kecewa. “Yaah, padahal baru aja dua hari iklan lowongan pekerjaannya ditayangkan. Masa nggak ada harapan lagi buat saya, Mbak? Beneran saya lagi butuh pekerjaan. Please, Mbak, bantu saya.” Ayu memohon.

“Maaf, Mbak. Memang udah nggak ada lowongan yang tersedia lagi,” kata karyawan itu.

Di tengah pembicaraan Ayu dan sang karyawan, muncul Ruben, pemuda tampan, pemilik salon memperhatikan Ayu dengan saksama.

Akhirnya dengan tampang sedih Ayu terpaksa menyerah. “Ya udah kalau gitu, Mbak. Terima kasih. Permisi,” ucap Ayu.

Ayu melangkah pergi.

Ruben tersentak begitu bisa melihat wajah Ayu dengan jelas. Jantungnya langsung berdebar kencang. Berjuta-juta rasa dan kenangan hadir kembali menyelimutinya.

“Tunggu!” seru Ruben ke arah Ayu.

Ayu menghentikan langkah, lalu membalikkan badan dan menghadap Ruben.

Ruben mendatangi Ayu. Senyuman manis menghiasi wajahnya. “Lowongan untuk karyawan pelaksana memang sudah terpenuhi semua. Tapi masih ada lowongan untuk jadi manajer salon di sini! Dan saya rasa Anda orang yang tepat untuk menduduki posisi tersebut,” ujar Ruben.

Ayu terkejut menatap tidak percaya pemuda tampan di depannya. “Ehm, bagaimana Bapak bisa yakin? Saya kan belum punya pengalaman jadi manajer,” tanya Ayu heran.

“Pengalaman bisa dibuat seiring berjalannya waktu. Yang penting kita punya kemauan dan kemampuan!” Ruben mengulurkan tangan mengajak salaman Ayu. “Saya Ruben, pemilik salon ini, menerima Anda kerja di sini.”

Ayu menyalami Ruben dengan ragu-ragu. Ruben tersenyum.

“Ternyata kamu masih seperti dulu ya, Ayu. Tetep cantik dan mempesona,” ujar Ruben.

Ayu mengerjab-ngerjabkan matanya bingung. “Maksud Bapak?”

“Kamu nggak ingat sama aku? Aku Ruben! Adik kelas kamu di SMA dulu yang pernah nembak kamu, tapi kamu tolak!” kata Ruben antusias.

Ayu terkejut! Ayu pun tersenyum.

“Oh ya, saya ingat! Sekarang Pak Ruben sudah beda, kelihatan dewasa makanya saya pangling!” kata Ayu sungkan. Wajahnya bersemu merah.

“Jadi gimana? Apa aku masih punya kesempatan untuk singgah di hati kamu?” tanya Ruben serius. Ia menatap lekat Ayu.

“Maksud Bapak?” Ayu jadi gugup.

“Ayu, sampai sekarang aku masih suka sama kamu. Dan tadi waktu aku lihat kamu, aku kaget. Aku langsung mikir kalo kamu emang jodoh aku! Kalo enggak, kenapa kita dipertemukan lagi?” Ruben tersenyum manis sekali membuat Ayu berdebar-debar.

Ayu terdiam.

Ruben akhirnya memecah keheningan di antara mereka. “Ayu, kamu mau kan jadi pendamping aku?”

Ayu terkejut lagi.

“Kalau kamu nggak bisa jawab sekarang juga nggak apa-apa. Kamu masih punya waktu memikirkannya. Yang pasti, aku bener-bener tulus cinta sama kamu.” Ruben tampak sangat yakin.

Ayu mendadak muram. “Tapi kamu belum tahu bagaimana kehidupan aku yang sekarang,” ucapnya.

“Aku nggak peduli,” sambar Ruben.

Ayu terdiam, bingung. Sementara Ruben terus menatapnya penuh damba. Pemuda itu masih sangat mencintai Ayu dan terpesona oleh kecantikan dan aura khas Ayu.

***

Safa membantu Vano memasukkan buku-buku yang akan disumbangkan ke anak-aak panti asuhan. Ayu tampak sedih dan galau, berjalan menghampiri Vano dan Safa.

“Assalamualaikum,” sapa Ayu.

“Waalaikumsalam,” balas Vano dan Safa berbarengan.

Vano melihat ekspresi Ayu yang sedih jadi cemas. “Mbak Ayu ditolak kerja lagi, ya? Jangan sedih, nanti aku bantu cari kerja lagi,” kata Vano.

Ayu duduk di samping Safa.

“Justru aku diterima kerja, tapi aku bingung. Masalahnya, orang yang terima aku kerja juga pengen aku jadi istrinya,” ujar Ayu.

Deg! Vano dan Safa terkejut.

“Hati-hati, Mbak. Bukannya mau suudzhon sama orang. Tapi zaman sekarang harus hati-hati, takutnya modus,” pesan Vano memperingatkan.

“Nggak juga sih. Dia temen sekolah aku dulu. Dari dulu aku juga kenal dia anak baik-baik,” kata Ayu.

“Kalo gitu mungkin Mbak bisa mencoba memberi kesempatan,” kata Vano.

“Tapi aku takut ...” Ayu ragu untuk melanjutkan perkataannya.

“Gimana kalo Kak Ayu shalat istikharah biar keputusan yang diambil jadi lebih yakin,” usul Vano. Safa di sampingnya ikut mengangguk.

Ayu mengangguk. “Insyaallah aku akan sholat istikharah.”

“Wa-ankihuu al-ayaamaa minkum waalshshaalihiina min ‘ibaadikum wa-imaa-ikum in yakuunuu fuqaraa-a yughnihimu allaahu min fadhlihi waallaahu waasi’un ‘aliimun. (Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui).”

Ayu tersenyum seraya memperhatikan Safa.

“Lho? Ini siapa, Vano?” tanya Ayu. “Astaghfirullah. Maaf. Kakak terlalu asyik sama masalah seniri sampai nggak merhatiin kalau ada tamu.”

Vano tersenyum melirik Safa sekilas. “Perkenalkan, Kak, ini Safa, temanku. Dia ke sini buat bantu aku di acara amal di panti asuhan. Udah lama nggak ketemu, akhirnya kita ngobrol di facebook dan mutusin buat ikut acara amal bareng,” jelas Vano.

Safa segera menyalami Ayu dan tersenyum ramah. Vano kembali menyusun buku-buku ke dalam kardus dibantu Safa. Ayu tersenyum melihat mereka.

***

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CINTA GILA KENAN
9.7
Kenan dikenal sebagai pebisnis yang kejam dan berhati dingin. Namun, ketenangannya terusik saat bertemu kembali dengan Yezi, wanita keturunan Jepang-Indonesia yang terlibat dalam masa lalunya. Merasa diabaikan, Kenan menuntut ganti rugi tak masuk akal kepada ayah Yezi. Tak tinggal diam, Yezi membalas ancaman itu dengan rekaman rahasia dari kejadian tiga tahun silam. Di tengah persaingan bisnis dan arogansi, rahasia besar apa yang sebenarnya menyatukan mereka?
Sampul Novel Fall For You (Rindu)
8.0
Rindu Kinasih mengira perjodohannya dengan Derren Aji Putra adalah anugerah. Namun, pria mapan itu justru menjadi sumber siksaan fisik dan batin yang kejam. Di tengah penderitaan, Danielo Chris selaku atasan Rindu yang trauma akan kekerasan muncul menawarkan bantuan. Ia menyodorkan kontrak pernikahan sebagai jalan keluar dari neraka Derren. Kini, Rindu terjebak dilema besar: tetap bertahan dalam maut atau menerima tawaran gila demi kebebasannya.
Sampul Novel Harem milik Suamiku
9.1
Demi lepas dari desakan orang tua, Marigold memutuskan menikah dengan Maximilian. Sang miliarder sendiri terikat ramalan untuk menyunting tujuh istri bernama bunga demi kejayaan bisnisnya. Di sebuah mansion mewah, ketujuh wanita ini bersaing ketat demi status sosial, harta, dan gengsi sebagai pendamping pria sempurna. Maximilian pun harus menghadapi dinamika serta pesona unik para istrinya setiap hari. Siapakah yang akhirnya akan memenangkan hati sang tuan tanah?
Sampul Novel Istri Pengganti Sang Miliarder
8.7
Hailey terpaksa membalas budi keluarga Brantley setelah rahasia identitas aslinya terungkap. Dia dipaksa menggantikan kakaknya untuk menikahi miliarder yang kabarnya sudah tua. Namun, kejutan besar terjadi di pelaminan saat sosok sang suami ternyata pemuda tampan bernama Mathias. Ketegangan memuncak pada malam pertama ketika Mathias menyudutkan Hailey ke dinding. Dia membongkar fakta bahwa dia tahu Hailey bukanlah putri sulung yang seharusnya dinikahinya.
Sampul Novel Om Duda and Me
8.0
Azalea, siswi SMA yang menawan, jatuh hati pada sosok duda satu anak yang merupakan paman dari sahabatnya sendiri. Kenzo adalah pria kaya yang menutup rapat pintu hatinya sejak sang istri wafat saat persalinan. Meski terpaut usia yang sangat jauh, Azalea bertekad mengusik ketenangan hidup Kenzo dan mencoba meluluhkan kekakuannya. Akankah kegigihan gadis muda ini mampu menaklukkan hati sang miliarder? Simak perjuangan Azalea mengejar cinta Kenzo.
Sampul Novel One Night To Forever
9.2
Bagi Raymond, malam panas di Bali tak lebih dari sekadar hiburan singkat. Namun bagi Sherly, momen itu mengubah segalanya saat ia hamil tanpa tahu siapa ayah bayinya. Diusir keluarga dan berjuang sendirian, Sherly bangkit demi masa depan sang anak. Tiga tahun berlalu, ia berhasil masuk ke perusahaan besar untuk membuktikan kemandiriannya. Tak disangka, CEO tempatnya bekerja adalah Raymond. Akankah Sherly menuntut pertanggungjawaban darinya?