Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Dingin yang Membara

Pernikahan Dingin yang Membara

Hidup Aria, wanita karier yang gemilang, berubah drastis setelah malam penuh gairah dengan Raka. Ia merasa dikhianati saat menyadari pria itu adalah CEO di kantornya. Hubungan mereka kian retak akibat manipulasi licik Mira yang memicu kesalahpahaman besar. Terbakar api cemburu karena dugaan perselingkuhan Raka, Aria menyusun rencana balas dendam yang sangat berisiko. Kini, ambisi dan luka hati Aria mengancam untuk menghancurkan seluruh karier Raka.
Bab
Bagikan

Bab 1

Aria memandangi cermin besar di kamar hotelnya. Gaun merah elegan yang dipakainya membingkai tubuhnya dengan sempurna, memberikan kesan anggun dan percaya diri. Rambut hitam panjangnya ditata dengan rapi, mengalir lembut di bahunya. Di balik penampilan luarnya yang tenang, jantungnya berdegup kencang. Konferensi bisnis internasional ini adalah kesempatan besar baginya untuk membuktikan diri.

Aria adalah seorang wanita karier sukses yang bekerja sebagai manajer proyek di salah satu perusahaan teknologi terkemuka. Dia telah menghabiskan bertahun-tahun bekerja keras untuk mencapai posisinya sekarang. Konferensi ini adalah momen penting untuk memperluas jaringan, mencari mitra bisnis baru, dan tentunya, menarik perhatian para eksekutif senior.

Saat dia melangkah keluar dari kamarnya dan menuju ke ruang konferensi, dia merasakan getaran kegembiraan bercampur gugup. Aula besar itu sudah penuh dengan para profesional dari berbagai negara, semua sibuk berbicara dan bertukar kartu nama. Aria mengambil napas dalam-dalam dan melangkah masuk, siap untuk memulai hari yang panjang.

***

Raka duduk di salah satu meja bulat, mengamati kerumunan di sekitarnya. Sebagai CEO dari sebuah perusahaan teknologi besar, dia sudah terbiasa dengan acara-acara seperti ini. Namun, hari ini terasa berbeda. Ada sesuatu yang membuatnya merasa gelisah, seolah-olah dia sedang menunggu sesuatu yang tak terduga.

Raka adalah pria tampan dengan postur tinggi dan wajah yang tegas. Matanya tajam, menunjukkan kecerdasan dan ketegasan yang membuatnya sukses dalam dunia bisnis. Namun, di balik penampilan luar yang kuat, ada kerentanan yang jarang diketahui orang. Dia telah menghadapi banyak tantangan dalam hidupnya, termasuk tekanan dari keluarganya untuk menikah dan meneruskan garis keturunan mereka.

Saat matanya menyapu ruangan, dia melihat seorang wanita yang menarik perhatiannya. Gaun merah yang dia kenakan membuatnya berdiri keluar dari kerumunan. Raka tidak bisa menahan senyum kecil saat melihat cara dia membawa dirinya dengan penuh percaya diri. Ada sesuatu tentangnya yang membuat Raka ingin mengenalnya lebih dekat.

***

Aria mengambil segelas sampanye dari pelayan yang lewat dan memutuskan untuk mencari tempat duduk. Saat dia berjalan melewati kerumunan, matanya bertemu dengan seorang pria yang duduk sendirian di salah satu meja. Tatapan mereka bertemu sejenak, dan dia merasakan ada sesuatu yang mengalir di antara mereka. Pria itu tersenyum padanya, dan Aria merasa wajahnya memerah.

“Mau bergabung?” Pria itu menawarkan, suaranya dalam dan ramah.

Aria ragu sejenak, tetapi kemudian mengangguk. “Tentu, terima kasih.”

Dia duduk di kursi di sebelahnya dan menyesap sampanyenya. “Saya Aria,” katanya, memperkenalkan diri.

“Raka,” jawab pria itu, mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.

Mereka berjabat tangan, dan Aria merasakan kehangatan dari sentuhan tangan Raka. “Jadi, apa yang membawa Anda ke konferensi ini?” tanya Aria, mencoba memulai percakapan.

“Saya di sini untuk melihat perkembangan terbaru di industri teknologi,” jawab Raka. “Perusahaan saya selalu mencari inovasi baru yang bisa kami adopsi.”

“Ah, sama seperti saya,” kata Aria. “Saya bekerja sebagai manajer proyek di Tech Innovate. Kami juga sangat tertarik dengan perkembangan terbaru di bidang ini.”

Raka tersenyum. “Tech Innovate, ya? Saya pernah mendengar banyak tentang perusahaan Anda. Kalian cukup terkenal dengan produk-produk inovatif kalian.”

Aria merasa bangga mendengar pujian itu. “Terima kasih. Kami memang berusaha untuk selalu berada di garis depan teknologi.”

Percakapan mereka mengalir dengan lancar, dan Aria merasa semakin nyaman berbicara dengan Raka. Mereka membahas berbagai topik, dari teknologi terbaru hingga hobi pribadi mereka. Raka ternyata seorang penggemar berat hiking, sementara Aria suka menghabiskan waktu luangnya dengan membaca buku dan menonton film.

Namun, saat mereka semakin akrab, Aria merasa ada sesuatu yang aneh. Ada momen-momen ketika Raka terlihat canggung, seolah-olah dia menyembunyikan sesuatu. Aria mencoba mengabaikan perasaan itu dan menikmati malam itu.

***

Malam semakin larut, dan konferensi berlanjut ke sesi cocktail di area rooftop hotel. Lampu-lampu kota yang berkilauan menciptakan suasana yang magis. Aria dan Raka memutuskan untuk melanjutkan obrolan mereka di luar.

“Indah sekali pemandangannya,” kata Aria sambil melihat ke arah cakrawala kota.

“Memang, tempat ini selalu membuat saya merasa tenang,” jawab Raka.

Mereka berdiri di tepi balkon, berbicara tentang impian dan aspirasi mereka. Raka berbicara tentang tekanan yang dia rasakan dari keluarganya untuk menikah dan melanjutkan bisnis keluarga. Aria berbicara tentang ambisinya untuk memimpin proyek besar yang bisa mengubah dunia.

Tanpa mereka sadari, malam semakin larut dan suasana semakin intim. Percakapan mereka semakin dalam, dan Aria merasa ada koneksi yang kuat dengan Raka. Mereka berdua tertawa, berbagi cerita, dan akhirnya, tanpa sadar, saling mendekat.

Raka memandangi Aria dengan tatapan yang penuh arti. “Aria, aku merasa ada sesuatu yang istimewa tentang kamu,” katanya dengan lembut.

Aria merasakan detak jantungnya semakin cepat. “Aku juga merasa begitu, Raka.”

Tanpa banyak kata, Raka mendekat dan mencium Aria dengan lembut. Ciuman itu terasa hangat dan penuh perasaan. Mereka berdua terhanyut dalam momen itu, melupakan segala hal di sekitar mereka.

***

Keesokan paginya, Aria terbangun dengan perasaan campur aduk. Dia menatap langit-langit kamar hotelnya, mencoba mengingat kembali apa yang terjadi semalam. Dia dan Raka telah menghabiskan malam bersama, dan perasaan hangat masih terasa di hatinya. Namun, dia juga merasa sedikit cemas. Apakah ini hanya satu malam yang akan mereka lupakan, atau ada sesuatu yang lebih?

Saat dia bersiap-siap untuk hari kedua konferensi, ponselnya berdering. Itu pesan dari Raka.

“Good morning, Aria. Aku berharap bisa melihatmu lagi hari ini. Bisakah kita bertemu untuk sarapan?”

Aria tersenyum dan mengetik balasan. “Pagi, Raka. Tentu, aku akan segera ke restoran hotel.”

Dia merasa senang dengan undangan itu. Mungkin ini adalah awal dari sesuatu yang baru dan indah.

***

Aria memasuki restoran hotel dan melihat Raka sudah duduk di meja, menunggunya. Dia tersenyum dan melambai padanya.

“Pagi, Raka,” sapa Aria sambil duduk.

“Pagi, Aria. Kamu terlihat cantik pagi ini,” kata Raka dengan senyum yang hangat.

“Terima kasih. Kamu juga terlihat segar,” jawab Aria sambil tersenyum malu.

Mereka memesan sarapan dan mulai berbicara tentang rencana mereka untuk hari itu. Namun, suasana menjadi canggung ketika mereka mulai membahas malam sebelumnya.

“Aria, tentang semalam… Aku ingin memastikan bahwa kamu merasa nyaman dengan apa yang terjadi,” kata Raka dengan hati-hati.

Aria merasakan jantungnya berdegup kencang. “Aku merasa baik-baik saja, Raka. Aku hanya tidak ingin ada kesalahpahaman di antara kita.”

Raka mengangguk. “Aku juga merasa begitu. Aku benar-benar menikmati waktu bersamamu dan aku berharap ini bisa menjadi awal dari sesuatu yang lebih.”

Aria tersenyum. “Aku juga berharap begitu, Raka.”

Namun, di tengah percakapan mereka, sebuah pesan masuk ke ponsel Raka. Dia melihatnya sejenak dan wajahnya berubah serius.

“Maaf, Aria. Aku harus segera pergi. Ada sesuatu yang mendesak di kantor,” kata Raka dengan nada cemas.

Aria merasa sedikit kecewa, tapi dia mengerti. “Tentu, Raka. Kita bisa bertemu lagi nanti.”

Raka tersenyum dan berdiri. “Terima kasih, Aria. Aku akan menghubungimu nanti.”

Aria mengangguk dan menatap Raka pergi dengan perasaan campur aduk. Dia berharap bahwa pertemuan mereka bukan hanya sekadar kebetulan, tapi ada sesuatu yang lebih di antara mereka.

***

Sepanjang hari, Aria merasa sulit untuk fokus pada sesi konferensi. Pikirannya terus melayang pada Raka dan malam indah yang mereka habiskan bersama. Namun, dia juga merasa ada sesuatu yang mengganjal. Kenapa Raka tiba-tiba pergi dengan tergesa-gesa? Apakah ada sesuatu yang dia sembunyikan?

Saat konferensi berakhir untuk hari itu, Aria kembali ke kamarnya dengan perasaan lelah dan bingung. Dia berharap Raka akan menghubunginya, tapi hingga malam tiba, tidak ada pesan atau panggilan darinya.

Aria memutuskan untuk mencoba melupakan kekhawatirannya dan bersiap-siap untuk menghadiri gala dinner yang diadakan malam itu. Dia mengenakan gaun hitam elegan dan menata rambutnya

dengan rapi. Dia berharap malam ini akan memberikan kesempatan untuk bertemu dengan Raka lagi dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Saat dia memasuki aula gala, dia melihat Raka sedang berbicara dengan beberapa orang. Namun, saat mata mereka bertemu, Raka terlihat canggung dan segera mengalihkan pandangannya.

Aria merasa hatinya tenggelam. Apakah dia melakukan sesuatu yang salah? Ataukah ada sesuatu yang lebih dari ini semua? Dia mencoba untuk tidak terlalu memikirkannya dan menikmati malam itu, tapi pikirannya terus kembali pada Raka dan perasaan tidak nyaman yang mulai mengganggunya.

***

Malam itu, saat acara gala hampir berakhir, Aria memutuskan untuk menghadap Raka dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dia mendekati Raka yang sedang berdiri sendirian di sudut ruangan.

“Raka, bisakah kita bicara sebentar?” tanya Aria dengan nada yang lembut namun tegas.

Raka terlihat ragu sejenak, tapi kemudian mengangguk. “Tentu, Aria. Apa yang ingin kamu bicarakan?”

Mereka berjalan ke luar ruangan, mencari tempat yang lebih tenang. Aria menatap Raka dengan serius. “Raka, aku merasa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku. Kenapa kamu tiba-tiba pergi tadi pagi? Dan kenapa kamu terlihat canggung saat melihatku di sini?”

Raka menghela napas dan menunduk sejenak sebelum menjawab. “Aria, ada banyak hal yang terjadi di hidupku saat ini. Aku tidak ingin membuatmu khawatir, tapi aku juga tidak ingin ada kesalahpahaman di antara kita.”

Aria merasa hatinya berdebar. “Apa yang sebenarnya terjadi, Raka? Aku ingin tahu yang sebenarnya.”

Raka menatap mata Aria dengan penuh penyesalan. “Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang, Aria. Tapi aku berjanji akan memberitahumu semuanya saat waktunya tepat.”

Aria merasa frustasi tapi mencoba untuk mengerti. “Baiklah, Raka. Aku akan menunggumu. Tapi aku berharap kamu bisa lebih terbuka padaku.”

Raka mengangguk dan menggenggam tangan Aria. “Terima kasih, Aria. Aku berjanji akan memberitahumu semuanya segera.”

Malam itu berakhir dengan perasaan yang campur aduk di hati Aria. Dia berharap Raka bisa menepati janjinya dan membuka diri. Namun, perasaan tidak nyaman itu tetap menghantuinya, membuatnya bertanya-tanya apakah dia bisa mempercayai Raka sepenuhnya.

***

Malam semakin larut, dan Aria kembali ke kamarnya dengan perasaan yang tak menentu. Dia menatap ke luar jendela, melihat lampu-lampu kota yang berkilauan. Pikirannya terus berputar, mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi antara dia dan Raka.

Malam itu, dia tidur dengan perasaan cemas dan berharap bahwa semua akan menjadi lebih jelas esok hari. Namun, dia tidak tahu bahwa malam itu hanyalah awal dari serangkaian peristiwa yang akan mengubah hidupnya selamanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel After That Night
8.2
Rebecca kehilangan segalanya tepat sebelum hari pernikahannya akibat sebuah jebakan malam yang merusak reputasi serta jalinan cintanya. Di tengah kehancuran nama baik dan pengusiran oleh keluarga, ia menyadari bahwa insiden tragis tersebut justru menghubungkannya dengan sosok Glenn Romanov. Takdir kini mempermainkan dua orang asing ini dalam pusaran masalah yang kian rumit. Akankah Rebecca mampu bangkit saat hidupnya terikat pada pria yang tak ia kenal?
Sampul Novel Ahli Warisnya yang Tersembunyi, Pelariannya
9.6
Malam pameran seni perdanaku hancur saat suamiku justru muncul di berita demi melindungi wanita lain. Pesan singkatnya yang dingin menegaskan bahwa aku bukan prioritasnya. Selama ini, dia meremehkan bakatku, padahal karyaku adalah fondasi kekayaannya. Lelah diabaikan, aku menyusun strategi cerai yang cerdik. Aku akan menyamarkan dokumen perceraian sebagai berkas hak cipta biasa, memanfaatkan kesombongannya agar dia segera menandatanganinya tanpa curiga.
Sampul Novel BECOME YOURS
9.4
Rayya hancur saat ditinggal nikah, namun nasib sial membawanya ke kamar Lydon Zimmerman, CEO kejam perusahaannya, setelah mabuk berat. Insiden satu malam itu menjerat mereka dalam pernikahan tanpa cinta. Rayya hanya dianggap alat pemuas dan penghasil keturunan oleh Lydon yang masih terbayang masa lalu. Kehadiran mantan kekasih Lydon kian merusak segalanya. Kini, Rayya harus memilih: bertahan dalam cinta bertepuk sebelah tangan atau merelakan anaknya demi sebuah perpisahan.
Sampul Novel Cinta dan Gairah 21+
8.1
Cinta dan Gairah 21+ menyajikan antologi kisah romantis dewasa dengan beragam latar belakang karakter yang memikat. Mulai dari dinamika kehidupan ibu rumah tangga, mahasiswa, hingga pesona CEO dan manajer, setiap cerita dirancang untuk mengeksplorasi sisi emosional yang mendalam. Pembaca akan dibawa melintasi berbagai profesi, termasuk kuli bangunan dan para suami, dalam narasi yang memuaskan fantasi. Nikmati setiap alur cerita unik yang penuh gairah di buku ini.
Sampul Novel DILEMA SUAMI BAYARAN
9.6
Barra Farzan, seorang duda yang mendambakan kebahagiaan, akhirnya menikahi Astra, putri konglomerat cantik. Namun, saat resepsi pernikahan berlangsung penuh tawa, seorang wanita tiba-tiba muncul dan menampar Astra. Ia mengaku sebagai istri sah Barra yang ditinggalkan bersama anak mereka. Tuduhan pelakor pun seketika menghancurkan suasana. Rahasia gelap apa yang disembunyikan Barra? Sanggupkah mereka bertahan, atau Barra hanya akan menjadi suami bayaran?
Sampul Novel Istri Pengganti Tuan Muda!
8.8
Demi menjaga martabat keluarga Wijaya dan Maduswara, seorang ayah memohon kepada putrinya untuk menjadi pengantin pengganti. Jika pernikahan besar ini sampai batal, reputasi leluhur mereka akan hancur seketika. Tak hanya itu, nasib perusahaan yang telah dibangun sang ayah selama bertahun-tahun kini berada di ujung tanduk. Sang putri pun dihadapkan pada pilihan sulit untuk menyelamatkan kehormatan serta masa depan bisnis keluarganya.