Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Permohonan Terakhir

Permohonan Terakhir

Akibat putri angkat Keluarga Edrick Sanjaya tersedak air, aku dijatuhi hukuman kejam. Tubuhku diikat di dalam kolam renang dengan celah udara yang sangat sempit. Meski aku menangis memohon belas kasihan karena tidak bisa berenang, dia mengabaikanku agar aku belajar patuh. Setelah lima hari penuh keputusasaan, dia akhirnya memutuskan untuk menyudahi siksaan ini dan melepaskanku. Namun, dia tidak menyadari bahwa semua sudah terlambat, dan jasadku kini telah membengkak di dasar kolam.
Bab
Bagikan

Bab 1

Putri angkat Keluarga Edrick Sanjaya hanya tersedak air kolam renang.

Namun, dia mengikatku dan memasukkan tubuhku ke dalam kolam renang, hanya menyisakan celah kecil sekitar dua sentimeter yang kiranya bisa aku gunakan untuk bernapas.

Dia berkata.

"Kamu akan menanggung dua kali lipat penderitaan yang Cindy alami."

Aku tidak bisa berenang, jadi hanya bisa berusaha keras untuk tetap bernapas dan memohon bantuannya sambil menangis.

Namun, yang aku dapatkan sebagai balasan adalah teguran dingin darinya.

"Kalau nggak diberi pelajaran, kamu nggak akan bisa patuh."

Aku hanya bisa meronta dalam keputusasaan ....

Setelah lima hari, dia akhirnya luluh dan memutuskan untuk mengakhiri hukuman ini.

"Kali ini aku akan melepaskanmu, tapi kali, aku akan membuatmu sadar!"

Namun, yang tidak dia ketahui adalah mayatku sudah berubah menjadi lebih besar.

Putri angkat Keluarga Edrick Sanjaya hanya tersedak air kolam renang.

Namun, dia mengikatku dan memasukkan tubuhku ke dalam kolam renang, hanya menyisakan celah kecil sekitar dua sentimeter yang kiranya bisa aku gunakan untuk bernapas.

Dia berkata.

"Kamu akan menanggung dua kali lipat penderitaan yang Cindy alami."

Aku tidak bisa berenang, jadi hanya bisa berusaha keras untuk tetap bernapas dan memohon bantuannya sambil menangis.

Namun, yang aku dapatkan sebagai balasan adalah teguran dingin darinya.

"Kalau nggak diberi pelajaran, kamu nggak akan bisa patuh."

Aku hanya bisa meronta dalam keputusasaan ....

Setelah lima hari, dia akhirnya luluh dan memutuskan untuk mengakhiri hukuman ini.

"Kali ini aku akan melepaskanmu, tapi kali, aku akan membuatmu sadar!"

Namun, yang tidak dia ketahui adalah mayatku sudah berubah menjadi lebih besar.

...

Pukul sebelas siang, Edrick mengerutkan kening saat melihat makanan di atas meja.

"Kenapa dua hari ini wanita itu nggak datang nganter makanan? Bukannya selama ini dia selalu datang tepat waktu saat waktu makan?"

"Kenapa? Dihukum jadi berani malas-malasan? Siapa yang memberinya keberanian melakukan itu?"

Gerakan tangan sekretaris yang bernama Kemal, yang sedang menata piring dan sendok pun terhenti. Lalu, dia membalikkan badan dengan hormat.

"Pak Edrick, Nona Jenita ... masih di dalam kolam, belum diangkat naik."

Edrick yang sedang duduk pun menegang, kilatan keterkejutan melintas sekilas di matanya.

Namun, dia segera menekannya dan berkata dengan kesan asal.

"Nggak apa-apa, biarkan sampai beberapa hari lagi."

Kemal meliriknya dan ingin mengatakan sesuatu yang lain, tetapi dia ragu-ragu.

"Tapi, Pak Edrick. Tempat Nona Jenita ditahan sudah berbau busuk."

"Mungkin ...."

"Apa Anda ingin memeriksanya?"

Gerakan tangan Edrick tidak berhenti dan suaranya terdengar dingin.

"Bau? Itu hal yang normal."

"Kotoran dan air kencing dia tercampur, mana mungkin nggak bau?"

"Jangan khawatir, wanita seperti dia nggak akan melepaskan sedikitpun harapan untuk bertahan hidup. Dia akan baik-baik saja."

Kemal masih ingin mengatakan sesuatu, tetapi langsung dipotong oleh Edrick yang mengerutkan kening.

"Makanlah, jangan membicarakan topik menjijikkan seperti itu saat sedang makan."

"Tapi ini sudah beberapa hari, harusnya dia juga sudah sadar akan kesalahannya. Selama dia mau minta maaf dengan benar kepada Cindy saat keluar nanti, masalah ini akan dianggap selesai."

Saat kata-kata itu terlontar, Cindy tiba-tiba mendorong pintu dan melangkah masuk.

"Kak ...."

Edrick menatapnya dengan lembut dan beranjak untuk memeluknya.

Dia berbicara dengan suara lembut.

"Cindy, kenapa kamu datang? Apa kamu takut di rumah sendirian?"

Sambil mengatakan itu, dia dengan lembut menggenggam tangan Cindy.

"Jangan takut, aku sudah menghukum Jenita."

"Cindy, jangan sedih lagi ya."

Cindy menundukkan wajahnya di depan Edrick dan berbicara dengan cemberut.

"Aku tahu kalau Kakak memang yang terbaik."

"Tapi, aku hanya ingin Kak Jenita minta maaf padaku. Aku nggak mau Kak Jenita dihukum. Apa Kak Jenita akan menyalahkanku kalau Kakak memperlakukannya seperti itu?"

Edrick menepuk punggungnya dengan lembut, tetapi nada bicaranya cukup tegas.

"Jangan khawatir, dia nggak akan berani melakukan itu."

Menyaksikan interaksi keduanya yang jauh melebihi layaknya kakak dan adik, aku tidak bisa menahan diri dan langsung tertawa terbahak-bahak. Namun, tidak ada yang bisa mendengar tawaku.

Bagaimanapun, aku sudah mati.

Saat aku berada di ambang kematian, aku baru melangkah keluar dari kolam itu.

Saat ini bisa terlihat dengan jelas bahwa di dalam kolam renang yang luas itu, air kolam sudah berubah menjadi warna merah darah.

Bagian atas kolam renang dilas, seolah-olah mengunci orang di dalam kolam renang selamanya.

Mati dan tidak akan bisa dihidupkan lagi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bercinta Denganku Lagi, Dokter Jacob?!
8.1
Jacob Carson Indrajaya adalah dokter forensik berdarah Australia-Indonesia yang tampan. Suatu malam di RS Dr. Sarjito, sesosok mayat korban pembunuhan mendadak hidup kembali tanpa ingatan. Jacob menamainya Jane dan membawanya pulang hingga mereka terlibat hubungan intim. Siapakah jati diri Jane yang sebenarnya? Mengapa ada pihak yang ingin menghabisi nyawanya? Ikuti misteri cinta Jacob demi mengungkap teka-teki gelap di balik sosok Jane yang penuh rahasia.
Sampul Novel DOKTER FORENSIK
7.9
Randa adalah dokter forensik yang terjebak di antara realitas dan imajinasi akibat penyakitnya. Kondisi ini membuatnya merasa mampu berkomunikasi dengan jenazah. Dilema muncul saat ia mencintai dua wanita, Evlyn dan Avita. Randa akhirnya memilih Evlyn, namun ia tersadar bahwa Evlyn sebenarnya telah tiada sejak tujuh bulan lalu. Di tengah upaya Avita menyadarkannya, Randa harus memilih antara terus bersembunyi dalam halusinasinya atau kembali menghadapi kenyataan pahit.
Sampul Novel Gadis Titisan Harimau Putih
8.1
Naiya, guru kontrak yang mempesona, dipindahkan oleh Faisal ke Desa Blang Bungong demi rencana rahasia. Di sana, Laila yang cemburu mencoba membunuhnya lewat dukun, namun gagal karena Naiya adalah titisan harimau putih sakti. Desa itu pun dicekam kutukan Nyai Beulangong yang menumbalkan gadis-gadis untuk jin. Saat Naiya disekap Faisal, Razi datang mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkannya. Akankah Naiya menyadari cinta Razi di tengah ancaman para dukun jahat ini?
Sampul Novel Ganti Rugi Nyawa Putriku
8.2
Setelah dikhianati dan dibakar hidup-hidup oleh suaminya sendiri demi membalas dendam atas kematian sang mantan kekasih, Wina, seorang pilot wanita mendapatkan kesempatan kedua. Ia terbangun kembali di hari saat putrinya mengalami serangan jantung. Di kehidupan sebelumnya, suaminya menuduhnya berbohong demi mendarat darurat lebih dulu. Kini, sang suami sengaja memutus komunikasi demi menyelamatkan Wina, tanpa menyadari keputusan egois itu justru merenggut nyawa putri kandungnya sendiri.
Sampul Novel Goyangan Pohon Beringin
8.2
Persahabatan Adrian dan Wandi retak akibat kehadiran Hesta, gadis misterius yang mempesona Adrian namun tampak mengerikan bagi Wandi. Wandi berusaha keras menyadarkan Adrian bahwa pujaan hatinya adalah makhluk astral, sementara serangkaian kejadian buruk mulai menghantui sejak mereka mendatangi sebuah pohon beringin tua. Di tengah belenggu misteri dan bahaya, mampukah Adrian melihat kebenaran? Akankah cinta beda dunia ini bersatu atau justru membawa petaka bagi mereka?
Sampul Novel Korban Terakhir yang Digambar Ibu adalah Aku
8.9
Sebagai seniman forensik kepolisian yang andal, ibu Janice sangat membenci kejahatan. Namun, saat Janice menelepon dalam keadaan darurat, sang ibu mengira itu hanya trik kotor untuk merusak hari ulang tahun adiknya. Penolakan ibu untuk membantu membuat sketsa berujung pada kematian tragis Janice akibat siksaan penculik. Ketika hasil tes DNA keluar, sang ibu yang hancur mencoba menggambar wajah korban dari sisa tulang yang ditemukan. Berulang kali ia mencoba, hasil sketsanya selalu menunjukkan wajah Janice.