Sampul Novel Permohonan Terakhir

Permohonan Terakhir

9.5 / 10.0
Akibat putri angkat Keluarga Edrick Sanjaya tersedak air, aku dijatuhi hukuman kejam. Tubuhku diikat di dalam kolam renang dengan celah udara yang sangat sempit. Meski aku menangis memohon belas kasihan karena tidak bisa berenang, dia mengabaikanku agar aku belajar patuh. Setelah lima hari penuh keputusasaan, dia akhirnya memutuskan untuk menyudahi siksaan ini dan melepaskanku. Namun, dia tidak menyadari bahwa semua sudah terlambat, dan jasadku kini telah membengkak di dasar kolam.

Permohonan Terakhir Bab 1

Putri angkat Keluarga Edrick Sanjaya hanya tersedak air kolam renang.

Namun, dia mengikatku dan memasukkan tubuhku ke dalam kolam renang, hanya menyisakan celah kecil sekitar dua sentimeter yang kiranya bisa aku gunakan untuk bernapas.

Dia berkata.

"Kamu akan menanggung dua kali lipat penderitaan yang Cindy alami."

Aku tidak bisa berenang, jadi hanya bisa berusaha keras untuk tetap bernapas dan memohon bantuannya sambil menangis.

Namun, yang aku dapatkan sebagai balasan adalah teguran dingin darinya.

"Kalau nggak diberi pelajaran, kamu nggak akan bisa patuh."

Aku hanya bisa meronta dalam keputusasaan ....

Setelah lima hari, dia akhirnya luluh dan memutuskan untuk mengakhiri hukuman ini.

"Kali ini aku akan melepaskanmu, tapi kali, aku akan membuatmu sadar!"

Namun, yang tidak dia ketahui adalah mayatku sudah berubah menjadi lebih besar.

Putri angkat Keluarga Edrick Sanjaya hanya tersedak air kolam renang.

Namun, dia mengikatku dan memasukkan tubuhku ke dalam kolam renang, hanya menyisakan celah kecil sekitar dua sentimeter yang kiranya bisa aku gunakan untuk bernapas.

Dia berkata.

"Kamu akan menanggung dua kali lipat penderitaan yang Cindy alami."

Aku tidak bisa berenang, jadi hanya bisa berusaha keras untuk tetap bernapas dan memohon bantuannya sambil menangis.

Namun, yang aku dapatkan sebagai balasan adalah teguran dingin darinya.

"Kalau nggak diberi pelajaran, kamu nggak akan bisa patuh."

Aku hanya bisa meronta dalam keputusasaan ....

Setelah lima hari, dia akhirnya luluh dan memutuskan untuk mengakhiri hukuman ini.

"Kali ini aku akan melepaskanmu, tapi kali, aku akan membuatmu sadar!"

Namun, yang tidak dia ketahui adalah mayatku sudah berubah menjadi lebih besar.

...

Pukul sebelas siang, Edrick mengerutkan kening saat melihat makanan di atas meja.

"Kenapa dua hari ini wanita itu nggak datang nganter makanan? Bukannya selama ini dia selalu datang tepat waktu saat waktu makan?"

"Kenapa? Dihukum jadi berani malas-malasan? Siapa yang memberinya keberanian melakukan itu?"

Gerakan tangan sekretaris yang bernama Kemal, yang sedang menata piring dan sendok pun terhenti. Lalu, dia membalikkan badan dengan hormat.

"Pak Edrick, Nona Jenita ... masih di dalam kolam, belum diangkat naik."

Edrick yang sedang duduk pun menegang, kilatan keterkejutan melintas sekilas di matanya.

Namun, dia segera menekannya dan berkata dengan kesan asal.

"Nggak apa-apa, biarkan sampai beberapa hari lagi."

Kemal meliriknya dan ingin mengatakan sesuatu yang lain, tetapi dia ragu-ragu.

"Tapi, Pak Edrick. Tempat Nona Jenita ditahan sudah berbau busuk."

"Mungkin ...."

"Apa Anda ingin memeriksanya?"

Gerakan tangan Edrick tidak berhenti dan suaranya terdengar dingin.

"Bau? Itu hal yang normal."

"Kotoran dan air kencing dia tercampur, mana mungkin nggak bau?"

"Jangan khawatir, wanita seperti dia nggak akan melepaskan sedikitpun harapan untuk bertahan hidup. Dia akan baik-baik saja."

Kemal masih ingin mengatakan sesuatu, tetapi langsung dipotong oleh Edrick yang mengerutkan kening.

"Makanlah, jangan membicarakan topik menjijikkan seperti itu saat sedang makan."

"Tapi ini sudah beberapa hari, harusnya dia juga sudah sadar akan kesalahannya. Selama dia mau minta maaf dengan benar kepada Cindy saat keluar nanti, masalah ini akan dianggap selesai."

Saat kata-kata itu terlontar, Cindy tiba-tiba mendorong pintu dan melangkah masuk.

"Kak ...."

Edrick menatapnya dengan lembut dan beranjak untuk memeluknya.

Dia berbicara dengan suara lembut.

"Cindy, kenapa kamu datang? Apa kamu takut di rumah sendirian?"

Sambil mengatakan itu, dia dengan lembut menggenggam tangan Cindy.

"Jangan takut, aku sudah menghukum Jenita."

"Cindy, jangan sedih lagi ya."

Cindy menundukkan wajahnya di depan Edrick dan berbicara dengan cemberut.

"Aku tahu kalau Kakak memang yang terbaik."

"Tapi, aku hanya ingin Kak Jenita minta maaf padaku. Aku nggak mau Kak Jenita dihukum. Apa Kak Jenita akan menyalahkanku kalau Kakak memperlakukannya seperti itu?"

Edrick menepuk punggungnya dengan lembut, tetapi nada bicaranya cukup tegas.

"Jangan khawatir, dia nggak akan berani melakukan itu."

Menyaksikan interaksi keduanya yang jauh melebihi layaknya kakak dan adik, aku tidak bisa menahan diri dan langsung tertawa terbahak-bahak. Namun, tidak ada yang bisa mendengar tawaku.

Bagaimanapun, aku sudah mati.

Saat aku berada di ambang kematian, aku baru melangkah keluar dari kolam itu.

Saat ini bisa terlihat dengan jelas bahwa di dalam kolam renang yang luas itu, air kolam sudah berubah menjadi warna merah darah.

Bagian atas kolam renang dilas, seolah-olah mengunci orang di dalam kolam renang selamanya.

Mati dan tidak akan bisa dihidupkan lagi.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Permohonan Terakhir

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Seumur hidup aku mencintai Bima Wijoyo, tunanganku. Namun, saat studio seniku terbakar, dia justru membiarkanku tewas demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Pengkhianatan itu menjadi akhir tragis hidupku yang pertama. Kini, keajaiban membawaku kembali ke masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga dimulai. Dengan ingatan pahit tentang api dan luka, aku berdiri tegak di hadapan semua orang untuk membatalkan pertunangan kami. Aku tidak akan mati dua kali.
Sampul Novel Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
9.5
Delapan tahun membina rumah tangga, Jessica selalu percaya pada alasan pekerjaan suaminya, Rio Aditya, setiap hari ulang tahun pernikahan mereka. Namun, sebuah rahasia kelam terungkap saat Jessica mendengar pengakuan Rio yang berselingkuh dengan Nadia dan berniat menceraikannya karena kehilangan rasa cinta pasca-keguguran. Di hari yang sama, Jessica justru divonis mengidap kanker ovarium stadium akhir. Tanpa dendam, ia pun memutuskan untuk pergi selamanya demi kedamaiannya sendiri.
Sampul Novel En-PD154
9.0
Setelah memenangkan sepuluh laga beruntun di arena, aku justru dikhianati Roderick. Tunanganku itu malah bermesraan dengan cinta pertamanya dan membiarkan wanita itu menghinaku sebagai sosok kasar yang tak berkelas. Kelembutannya kemarin sirna, berganti pengakuan cinta untuk wanita lain di hadapanku. Dengan hati yang mendingin, aku menghubungi ayahku sang bos mafia. Aku meminta pernikahan dibatalkan karena aku ingin mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Dua tahun menikah, Nadia Antika bertahan menghadapi hinaan ibu mertuanya karena cinta tulus Askara Brahma. Namun, kebahagiaan itu sirna saat suaminya berubah menjadi tertutup dan dingin. Nadia mulai mencium rahasia besar yang disembunyikan sang suami di balik perubahan sikapnya. Mampukah ia mengungkap kebenaran yang menyakitkan? Bagaimana reaksi Nadia saat mengetahui Askara ternyata menjalin hubungan terlarang dengan adik iparnya sendiri di rumah mereka?
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Bramantyo dan Bima terobsesi menyiksaku dengan kehadiran Sandra demi menguji cintaku. Puncaknya, saat kecelakaan terjadi, mereka membiarkan tanganku hancur demi menyelamatkan Sandra. Karier musikku pun sirna. Mereka menantikan amarahku, namun aku hanya diam membisu, bahkan saat liontin ibuku dihancurkan Sandra. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku mati. Ini bukan cinta, melainkan sangkar kejam. Kini aku bersiap melarikan diri dan membalas kehancuran ini.
Sampul Novel Kurang dari tiga
9.2
Hubungan asmara Raka kini berada di ambang kehancuran akibat kehadiran Nadia. Sebagai kekasih, Raka merasa diabaikan karena Cherry selalu memprioritaskan sahabatnya yang berkacamata tebal itu. Amarahnya meledak saat ia menyadari posisinya hanya menjadi yang kedua bagi Cherry. Namun, kecemburuan buta ini justru membawa Raka menuju sebuah titik balik yang tak terduga dalam hidupnya. Akankah perasaan mereka bertahan saat prioritas Cherry terbagi?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan