Sampul Novel Permainan Kakak Tercinta

Permainan Kakak Tercinta

8.6 / 10.0
Dalam novel misteri Permainan Kakak Tercinta, undangan menginap berubah menjadi petaka. Tokoh utama terjebak dalam rencana gelap kakaknya yang mengunci dirinya bersama sang ipar yang mencurigakan. Baca novel online gratis ini untuk mengungkap kebenaran yang mengerikan.
Ringkasan Permainan Kakak Tercinta
Saat berkunjung ke rumah kakaknya, sang protagonis tidak pernah menduga bahwa undangan menginap tersebut adalah awal dari mimpi buruk yang nyata. Kejanggalan dimulai ketika ia mendapati senyuman ganjil dari suami kakaknya. Alih-alih mendapatkan perlindungan, ia justru dikunci di dalam kamar bersama pria misterius itu oleh kakaknya sendiri. Terjebak dalam situasi mencekam, ia akhirnya menyadari bahwa dirinya hanyalah bidak dalam rencana mengerikan yang telah dirancang rapi oleh kakak kandungnya.
Baca Selengkapnya

Permainan Kakak Tercinta Bab 1

Kakak mengundangku untuk menginap di rumahnya.

Malam itu, saat aku sedang mencuci muka, aku menoleh dan melihat senyuman aneh di wajah suaminya.

Kakak mencoba menenangkanku, hingga kakak mengunciku dan suaminya di dalam kamar.

Barulah aku sadar bahwa semua ini adalah rencana kakakku.

Setelah selesai ujian mata kuliah terakhir, aku baru saja keluar dari kelas dan telepon dari kakakku masuk.

"Sudah selesai ujian? Apa rencana liburan semester ini? Kalau belum ada, datang saja ke rumahku."

Tanpa berpikir panjang, aku langsung menolak, "Nggak deh, ada kakak tingkat yang baru buka perusahaan kecil di Kota Santana, aku rencananya mau magang di sana dua bulan."

"Kamu baru semester 3, nggak perlu buru-buru, lagipula perusahaan kecil belum tentu terpercaya. Nanti biar kakak iparmu carikan perusahaan besar untukmu. Aku juga sudah siapin kamar untukmu."

Anehnya, kali ini kakak tidak menyanggahku seperti biasanya. Sebaliknya, dia justru dengan baik hati membantu menyusun rencana untukku.

Namun, membayangkan tinggal serumah dengan kakak saja sudah membuatku merinding. Aku menggenggam ponsel, ragu-ragu untuk cukup lama dan akhirnya menolak dengan alasan ingin tinggal di rumah saja.

Namun, begitu sampai di rumah malam itu, aku bahkan belum sempat membongkar koper, ibuku masuk ke kamarku dan berkata, "Kamu pergi temani kakakmu ya liburan ini."

Kenapa semua orang ingin aku ke sana?

Semua keinginanku untuk magang di perusahaan besar langsung menguap. Aku langsung berkata, "Aku nggak mau, aku mau magang di Kota Santana saja."

Ibuku langsung panik dan menggenggam lenganku, menjawab, "Kamu pergi sejauh itu sendirian? Bagaimana mungkin aku tenang membiarkanmu pergi?"

Sorot matanya yang mengamati tubuhku penuh dengan rasa tidak percaya, seolah-olah aku ini terlalu lemah untuk berpergian sendirian ke Kota Santana. Seakan aku pasti akan habis dimakan tanpa sisa dunia luar.

Melihat wajahku yang jelas terlihat tidak senang, ibuku mulai memakai pendekatan emosional. Dia duduk di tepi kasurku, menepuk-nepuk tanganku dan berkata, "Kakakmu lagi hamil, badannya juga lemah sekarang. Dia butuh seseorang untuk menemaninya."

Oh, ternyata kakak sedang hamil. Pantas saja, dia tiba-tiba jadi lebih ramah dan perhatian padaku.

"Uang kuliah dan biaya hidupmu, semuanya dibayar oleh kakakmu dan suaminya. Kamu nggak boleh jadi anak yang nggak tahu balas budi, mengerti?"

Dengan tanggung jawab yang tiba-tiba diberikan kepadaku, meskipun enggan, aku juga tidak punya pilihan selain pindah ke sana.

Namun, aku tak menyangka, ternyata rumah itu seperti gua penuh misteri. Tanpa ada siluman wanita yang cantik, tetapi semuanya terasa aneh.

Kakakku yang katanya butuh teman, tidak terlihat antusias dengan kedatanganku. Bahkan, sikapnya lebih seperti malas berurusan denganku. Sebaliknya, kakak iparku yang katanya super sibuk di dunia kerja, malah terlihat ramah berlebihan.

Di hari pertama kedatanganku, dia langsung pulang lebih awal untuk mengajakku makan. Setelah itu, dia juga membelikanku pakaian dan sepatu baru.

Namun, keanehan tidak berhenti di situ.

Suatu hari, aku bangun lebih pagi karena janjian dengan teman untuk melihat pameran.

Saat sedang mencuci muka di kamar mandi, tiba-tiba aku mendengar suara pintu terbuka dari belakang. Belum sempat mengatakan diriku sedang di dalam, kakak ipar malah langsung masuk begitu saja.

"Kenapa bangun begitu pagi? Mau ke mana?" tanya kakak ipar dengan santai, sambil berjalan mendekat.

Tangan kirinya menopang wastafel, sementara dadanya menyentuh lenganku, bahkan lututnya yang sedikit ditekuk mengenai bagian belakang lututku.

Jarak aman antara kedua orang seketika hilang. Aku merasa tidak nyaman, tapi hanya bisa menjawab seadanya, sambil mempercepat gerakan menggosok wajah dengan sabun cuci muka.

Sepertinya dia menyadari ketidaknyamananku. Dia tersenyum dan berkata, "Santai saja, nggak perlu terburu-buru. Aku hanya mau ambil alat cukur."

Namun, tangan kirinya tetap menekan wastafel, sementara tubuhnya setengah menempel padaku. Dalam posisi hampir memeluk, dia meraih rak di atas wastafel untuk mengambil alat cukurnya. Aku langsung bergidik. Saat mencoba menjauh, aku merasakan sesuatu yang keras menyentuh bagian pantatku.

Tanpa perlu dijelaskan, aku tahu benda apa itu. Wajahku langsung memerah, perasaan malu dan bingung bercampur menjadi satu.

Rasa tidak nyaman itu begitu kuat. Dengan tergesa-gesa, aku membersihkan wajah, lalu buru-buru pergi ke pintu, seperti melarikan diri.

Apa-apaan ini?! Pagi-pagi sudah seperti itu? Dia nggak sengaja atau justru sengaja?!

Namun, saat aku berdiri di pintu dengan wajah memerah, aku menoleh dan melihat kakak ipar tersenyum santai seolah tidak terjadi apa-apa.

Alat cukurnya berdengung, sama seperti pikiranku yang terus berdengung tanpa henti. Apa mungkin aku yang terlalu sensitif? Mungkinkah ini hanya ketidaksengajaan?

Sejak kejadian itu, aku mulai berusaha menghindari kakak ipar setiap hari.

Hari-hari berlalu. Suatu malam, seperti biasa, aku masuk kamar lebih awal untuk menghindari kontak langsung. Namun, aku terbangun oleh suara teriakan kakak tengah malam.

Kupikir ada sesuatu yang serius, jadi aku buru-buru keluar kamar dan hanya mendengar kakakku berkata santai, "Kakak iparmu mabuk, tolong jemput dia."

Aku melirik jam, masih sekitar pukul sepuluh. Aku pun berkata, "Masih belum terlalu malam, bisa pesankan taksi saja."

Namun, raut wajah kakak berubah dingin. Dia menatapku tajam dan berkata, "Aku hanya menyuruhmu menjemputnya saja, kenapa nggak mau? Sebelum hamil, aku selalu jemput dia sendiri. Sekarang dia mabuk, masa kamu nggak mau pergi jemput dia? Kamu tinggal di rumahku, makan minum di sini, disuruh jemput saja kok susah sekali?!" Usai bicara begitu, kakak mengeluarkan uang empat ratus ribu dari tasnya dan menyodorkannya padaku, lalu melanjutkan, "Ini ongkos untukmu, cepat pergi biar nggak kelamaan."

Dengan berat hati, aku menerima uang itu dan pergi memesan taksi.

Dari kejauhan, aku melihat sekelompok pria berdasi, termasuk kakak ipar yang berdiri di pintu keluar mal. Semuanya mabuk, tetapi kakak ipar terlihat yang paling parah.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Permainan Kakak Tercinta

Ch. 1 Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel [BUKAN] PELAKOR
8.0
Irish harus menelan pil pahit saat penantiannya selama empat tahun dikhianati. Galen, pria yang menjanjikan kesetiaan, justru memilih bersanding dengan wanita lain. Terluka oleh janji manis yang berubah menjadi empedu, Irish tak tinggal diam. Demi cinta dan masa depan, ia nekat mengambil peran sebagai orang ketiga dalam rumah tangga Galen. Irish bertekad merebut kembali hatinya. Akankah Galen pulang, ataukah perjuangan nekat Irish berakhir sia-sia?
Sampul Novel Gairah Cinta Mr. Luca
8.8
Pertemuan maut terjadi saat Luca tertembak di tengah konflik mafia. Kondisinya memburuk akibat kesalahan suntikan hormon yang memicu gairah tak terkendali. Sarah, kurir makanan yang menolongnya, terpaksa menjadi pelampiasan hasrat Luca. Demi menutupi jejak, keluarga mafia memutuskan menghabisi semua saksi. Sarah pun dibuang ke jurang oleh pengawal Luca setelah kehormatannya direnggut. Akankah takdir mempertemukan mereka kembali setelah pengkhianatan keji ini?
Sampul Novel Kodrat (Menjadi Wanita)
8.0
Reyna Anastasya adalah gadis tomboy yang rela mengorbankan segalanya demi kebahagiaan dua sahabatnya. Gadis yang akrab disapa Rey ini terpaksa menjalani peran sebagai istri kedua secara rahasia tanpa diketahui siapa pun. Namun, seiring berjalannya waktu, situasi yang ia hadapi menjadi kian rumit dan penuh tekanan. Di tengah badai konflik yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya, mampukah Rey tetap tegar dan bertahan menghadapi peliknya takdir hidup ini?
Sampul Novel Menikahi Taipan Misterius
9.3
Bertahun-tahun Amelia mengejar cinta Jako, namun pria itu justru memintanya berlutut demi wanita lain. Muak dengan penghinaan tersebut, Amelia melepaskan cincin tunangannya dan memilih berpaling. Tak disangka, ia segera menikah dengan seorang miliarder misterius hingga fotonya viral. Jako yang terbakar cemburu menuduhnya hanya ingin balas dendam. Namun, sang taipan justru membela Amelia dengan tegas dan menyebut peran sebagai pelindungnya adalah sebuah kehormatan.
Sampul Novel Sang Pendekar Naga Iblis
8.6
Sakya, sang Naga Iblis, berambisi menjadi Dewa Pedang di Dunia Mortal demi membalas dendam pada Dewa Naga yang telah membinasakan dunianya. Namun, perjuangan ini sangat berat karena tubuhnya melemah drastis setelah melintasi dimensi. Di tengah keterbatasan fisik yang rapuh, mampukah ia bangkit menjadi pendekar pedang terkuat? Ikuti perjalanan epik Sakya dalam menuntaskan misi balas dendamnya dan membuktikan takdirnya sebagai penguasa pedang sejati.
Sampul Novel Tertawan Pesona Mantan Papa Tiri
8.0
Embun terjepit dalam situasi pelik saat tumpukan uang dilemparkan ke arahnya sebagai bentuk penawaran hina. Ia diminta untuk tidur dengan suami dari wanita yang menawarkan bantuan tersebut demi melunasi seluruh hutang keluarganya yang menumpuk. Meski berada dalam keputusasaan finansial yang hebat, Embun merasa tidak siap menghadapi tuntutan skandal tersebut. Kini, ia harus memilih antara kehormatan dirinya atau keselamatan ekonomi orang-orang yang ia cintai.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan