Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Perjuangan Hati Naraya

Perjuangan Hati Naraya

Hidup Aurielle hancur saat pernikahan paksa dengan Cassian hanya berbuah derita. Meski tengah mengandung, ia justru dicampakkan demi cinta pertama suaminya yang kembali hadir. Di tengah ancaman cerai dan pengkhianatan, sosok masa lalu bernama Adrian datang menawarkan bantuan misterius. Kini Aurielle berdiri di persimpangan jalan sulit: tetap menjadi korban yang pasrah atau bangkit melawan takdir demi masa depan dirinya dan sang buah hati tercinta.
Bab
Bagikan

Bab 3

Aurielle masih terpaku di tempatnya, menatap Adrian dengan mata yang dipenuhi ketidakpastian. Kata-katanya tadi masih menggema di kepalanya-janji bahwa ia tidak akan sendirian lagi. Tapi bagaimana bisa ia mempercayai janji itu? Setelah semua yang terjadi, setelah hidupnya berkali-kali dihancurkan oleh keputusan orang lain, bagaimana mungkin ia membiarkan dirinya berharap lagi?

"Aku tidak tahu harus berkata apa," gumamnya, suaranya hampir tak terdengar. "Aku bahkan tidak tahu apa yang bisa kulakukan sekarang."

Adrian menarik napas dalam, menahan sesuatu yang jelas ingin ia katakan. "Aurielle, aku tidak akan memaksamu. Tapi aku ingin kamu tahu bahwa ada jalan lain. Kamu tidak harus menunggu Cassian menyingkirkanmu seperti barang yang tidak ia inginkan. Kamu bisa keluar dari sini... sebelum semuanya semakin buruk."

Aurielle menggigit bibirnya, jari-jarinya mencengkeram seprai dengan erat. Seandainya sesederhana itu. Seandainya ia bisa meninggalkan semua ini tanpa harus memikirkan konsekuensinya. Tapi Cassian bukan tipe pria yang membiarkan sesuatu berjalan di luar kendalinya.

"Jika aku pergi begitu saja, aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan," katanya lirih. "Cassian bukan seseorang yang bisa diremehkan."

Adrian mendekat sedikit, pandangannya penuh dengan sesuatu yang sulit diartikan-kemarahan, kekhawatiran, atau mungkin keduanya. "Aku tahu siapa dia. Aku tahu betapa berbahayanya keluarganya. Tapi kamu tidak bisa terus berada dalam situasi ini, Aurielle."

Keheningan melingkupi mereka, hingga tiba-tiba suara langkah kaki terdengar dari luar. Aurielle langsung menegang, jantungnya berdetak lebih cepat. Adrian dengan cepat berdiri tegak, sorot matanya berubah menjadi waspada.

Pintu kamar terbuka tanpa peringatan, dan Cassian berdiri di sana, ekspresinya dingin seperti biasanya, tetapi matanya menggelap ketika melihat Adrian di ruangan yang seharusnya hanya milik mereka.

"Apa yang kau lakukan di sini?" suaranya tajam, penuh kecurigaan.

Adrian tetap tenang, tapi ada ketegangan yang tak bisa diabaikan dalam sikapnya. "Aku hanya datang untuk memastikan Aurielle baik-baik saja."

Cassian menyeringai, tapi tidak ada kehangatan dalam ekspresi itu. "Lucu sekali. Sejak kapan urusan istriku menjadi kepedulianmu?"

Aurielle merasakan hawa dingin merambat di sepanjang tulang punggungnya. Cassian selalu seperti ini-menjaga jarak, tetapi juga memastikan bahwa setiap orang tahu siapa yang berkuasa.

"Aku hanya memastikan dia tidak sendirian di saat seperti ini," jawab Adrian, suaranya tetap terkendali.

Cassian mendekat, lalu menatap Aurielle seolah ia adalah sebuah benda yang perlu diperiksa. "Sendirian?" ia mengulang kata itu dengan nada mengejek. "Aurielle tahu perannya di sini. Dia tahu bahwa tidak ada yang akan mengubah keputusan yang sudah dibuat."

Aurielle mengepalkan tangannya, menahan amarah yang mendidih di dadanya. "Keputusan yang kamu buat, Cassian," katanya dengan suara bergetar. "Aku tidak pernah diberi pilihan."

Cassian menatapnya sejenak, sebelum mengalihkan pandangannya kembali ke Adrian. "Jadi, kau ke sini untuk menyelamatkannya?" suaranya terdengar penuh ejekan. "Atau kau hanya ingin bermain pahlawan?"

Adrian menatap Cassian tanpa gentar. "Aku ke sini karena aku peduli. Sesuatu yang jelas tidak pernah kau lakukan untuknya."

Cassian tersenyum kecil-senyum yang sama sekali tidak mengandung humor. "Peduli?" ia tertawa pelan. "Kalau kau benar-benar peduli, kau seharusnya datang lebih awal. Sekarang, sudah terlambat."

Aurielle merasa jantungnya mencelos mendengar kata-kata itu. Terlambat? Apa maksudnya?

Cassian menatapnya dengan dingin sebelum akhirnya mengucapkan kata-kata yang mengguncang dunia Aurielle.

"Kau tidak perlu menunggu perceraian, Aurielle. Karena aku sudah membuat keputusan lain."

Aurielle menahan napas. "Apa maksudmu?"

Cassian mendekat, membungkuk sedikit hingga wajah mereka hampir sejajar. "Kau tidak akan pergi dari sini dengan mudah. Aku tidak akan melepaskanmu sampai aku benar-benar menginginkannya."

Darah Aurielle seakan membeku.

Adrian mengepalkan tangan, sorot matanya penuh kemarahan. "Jadi, kau berencana menahannya di sini? Seperti tahanan?"

Cassian mengangkat bahu dengan santai. "Tahanan? Tidak. Aku hanya memastikan bahwa istriku tidak melakukan sesuatu yang bodoh."

Aurielle tahu. Cassian bukan hanya sekadar ingin menundanya. Ada sesuatu yang lebih besar yang sedang ia rencanakan, sesuatu yang membuatnya semakin merasa terjebak.

Dan kali ini, mungkin tidak akan ada jalan keluar.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Dalam Cinta
9.5
Alexander menjadikan Kimbeerly Libason sebagai alat balas dendam, namun ia justru jatuh cinta. Demi menyembuhkan luka batin, Alexander pergi meninggalkan istrinya yang sedang hamil. Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu lagi. Kimbeerly hancur melihat Alexander bersama wanita dan anak lain, sementara buah hati mereka terus menanyakan sang ayah. Akankah mereka bersatu kembali atau tetap berpisah demi mengakhiri rasa sakit yang mendalam?
Sampul Novel Benci dan Cinta Tak Bisa Dipisahkan
9.3
Liora Avanira, seorang anak angkat, terpaksa menggantikan kakaknya dalam perjodohan dengan Komandan Rayan Elvard yang dingin. Rayan memilih Liora bukan karena cinta, melainkan demi misi rahasia. Namun, pernikahan atas perintah atasan ini berubah menjadi obsesi berbahaya saat Rayan terpikat pada sikap dingin Liora. Di tengah kebencian dan ancaman musuh masa lalu yang mengincar nyawanya, Liora harus bergantung pada pria yang menjadi sumber penderitaannya tersebut.
Sampul Novel Hubungan Sebatas Ranjang
8.1
Jonathan Prawira Maulana adalah CEO Maulana Grup yang jenius dalam bisnis namun buta soal asmara. Kesibukannya membuat orang tua Jo khawatir hingga mereka berencana menjodohkannya dengan anak rekan bisnis. Jo menolak keras rencana tersebut, namun ia justru terjebak syarat berat. Ia hanya punya waktu satu bulan untuk memperkenalkan calon istri pilihannya sendiri. Jika gagal, ia harus menerima perjodohan itu tanpa syarat. Mampukah Jo menemukan cinta dalam waktu singkat?
Sampul Novel Istri Yang Tak Dirindukan
9.5
Lima tahun lamanya seorang istri setia menanti kepulangan suaminya yang merantau. Selama itu, ia hanya menerima nafkah ala kadarnya yang dititipkan melalui tetangga tanpa kabar pasti. Namun, penantian panjang itu berakhir tragis saat sang suami pulang membawa kejutan pahit. Bukannya melepas rindu, ia justru menjatuhkan talak demi wanita lain yang telah dinikahinya secara diam-diam hingga memiliki anak. Sebuah pengkhianatan yang menghancurkan hati.
Sampul Novel Kesempatan Kedua dengan Sang CEO
8.9
Pasca bercerai, Bella yakin hidupnya akan tenang tanpa bayang-bayang mantan suaminya. Namun, sang CEO yang dulu angkuh justru datang bersimpuh dan memohon pengampunan agar mereka bisa memulai kembali. Meski pria itu menundukkan kepala dengan penuh penyesalan, luka hati Bella sudah terlanjur dalam. Ia dengan tegas menolak bunga serta permintaan maaf tersebut karena merasa semuanya sudah terlambat. Kesempatan kedua yang diharapkan sang mantan kini terasa sia-sia.
Sampul Novel PENYESALAN DI UJUNG CINTA YANG HILANG
8.3
Silvia baru menyadari bahwa tiga tahun pernikahannya dengan Erik hanyalah kepura-puraan dan misi balas dendam. Setelah bercerai dan pergi, ia kembali empat tahun kemudian bersama putri kecilnya. Erik yang hampir menikahi wanita lain justru mulai dihantui penyesalan mendalam. Saat mengetahui bahwa anak Silvia adalah darah dagingnya, Erik bertekad menebus kesalahan masa lalu demi mendapatkan kembali cinta Silvia dan hidup bersama keluarga kecil mereka selamanya.