Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Perfect Bastard

Perfect Bastard

Hidup Abelian berubah drastis saat seorang pria asing tiba-tiba mencuri ciuman pertamanya di hadapan publik. Tak hanya bersikap kurang ajar, pria misterius itu bahkan berani mengklaim Abelian sebagai calon istrinya di depan banyak orang. Abelian yang merasa sangat geram kini terjebak dalam situasi menjengkelkan. Apa yang akan terjadi saat pria asing tersebut mulai masuk dan terus mengusik kehidupannya? Ikuti kisah Abelian menghadapi gangguan pria gila ini.
Bab
Bagikan

Bab 1

Castello Emmanuel Grayson, pria tampan dengan tinggi 189 cm, bermata coklat dengan tatapan yang tajam, berhidung mancung, dan memiliki garis wajah yang sempurna, rahang tegasnya ditumbuhi rambut yang sedikit memanjang, menambah kesan maskulin. 

Castello Emmanuel Grayson yang biasa disapa Castello adalah seorang CEO di Greyson Corp. Perusahaan yang bergerak di berbagai bidang salah satunya adalah properti. Greyson Corp merupakan salah satu perusahaan yang masuk dalam daftar 20 perusahaan terbesar di dunia dengan penghasilan ratusan juta dolar setiap tahunnya. Tidak heran dengan penghasilan yang sangat besar itu, Castello menjadi salah satu pengusaha muda yang sukses. 

Castello menatap foto seorang wanita yang menjadi incarannya. Wanita yang mampu membuat jantungnya berdetak kencang tiga tahun yang lalu. Wanita bar-bar yang berani memakinya tanpa tahu siapa dirinya, yang membuat tidur malamnya tidak nyenyak setelah pertemuan kala itu. Wanita cantik dan seksi yang membuatnya kalang kabut mencarinya. 

Dering ponsel menginterupsi pendengaran Castello yang masih setia menatap selembar foto. Tanpa melihat nama yang tertera di layar, Castello langsung menjawab panggilan tersebut 

“Halo,” 

>>“Daddy tunggu di ruangan, sekarang!” 

Panggilan diakhiri secara sepihak, bahkan Castello belum menjawabnya. Castello yang tidak ingin membuang waktu langsung bangun dari duduknya dan menuju ruangan ayahnya. 

“Kenapa Dad?” tanya Castello begitu sampai di depan ayahnya. Dia langsung duduk di sofa, samping ayahnya.

“Apa ini? bisa dijelaskan?” tanya Mark sambil membanting majalah yang memuat berita skandal putranya kemudian memijat pangkal hidungnya.

Castello mengambil majalah yang menampilkan wajah tampannya kemudian membaca artikel di bawahnya. Lagi-lagi berita tentang dirinya yang diduga seorang penyuka sesama jenis muncul. Setelah berhasil menghapus semua artikel di sosial media, kini berita itu muncul di majalah. 

“Mau berapa lama kau mendiamkannya? atau memang benar kalau kau itu penyuka sesama jenis?” tanya Mark kepada putra semata wayangnya.

“Daddy, aku masih pria normal dan akan selalu normal.” jawab Castello dengan tenang.

“Lalu apalagi kali ini?” Mark tidak habis pikir jika  putranya lagi-lagi digosipkan tengah menjalin kasih dengan pria. Dia lebih senang jika  putranya digosipkan menjalin kasih dan berganti wanita daripada seperti ini. 

“Tidak ada apapun Dad, aku hanya kebetulan bertemu dengannya dan menemaninya minum. Dia pun datang bersama kekasihnya.” Castello pun menjelaskan yang sebenarnya.

“Kalau kau bukan penyuka sesama jenis, kenapa selama ini Daddy tidak pernah melihatmu dengan wanita manapun? Daddy jadi khawatir. Ingat, kau itu satu-satunya pewaris Greyson. Jangan membuat scandal seperti ini lagi. Kalau kalian ingin bertemu, setidaknya jangan ditempat seperti itu. ” 

“Aku mengerti Dad. Tidak perlu khawatir.” 

“Kalau kau ingin Daddy tenang, secepatnya bawalah wanita yang kau cintai ke hadapan Daddy.” 

“Akan aku bawa ke hadapan Daddy jika sudah ada yang cocok dan bisa menggetarkan hatiku. Aku tidak ingin coba-coba dalam mencari pasangan. Aku ingin seperti Daddy yang mendapatkan istri seperti Mommy.” 

Mark merasa bangga dengan putranya yang menjadikan dirinya sebagai contoh dalam memilih pasangan. Memang, dia tidak asal memilih pasangan. Dia memilih wanita  terbaik yang pernah ia temui, wanita yang mampu menggetarkan hatinya hanya dengan melihatnya dari jauh.

“Baiklah, Dad. Kalau tidak ada hal penting lainnya lagi, aku pergi dulu. Ada hal yang harus aku selesaikan.” ucap Castello sambil melirik jam di pergelangan tangannya.

“Pergilah!” ucap Mark sambil mengibaskan tangannya.

Setelah itu, Castello keluar dari ruangan ayahnya dan langsung menuju atap gedung sambil menelpon seseorang untuk bersiap. Dia akan menggunakan helikopter menuju landasan jet pribadinya. Sesampainya di atap gedung, helikopter beserta asisten pribadinya sudah siap.

“Kita pergi sekarang!” titahnya.

Helikopter pun terbang meninggalkan gedung tinggi nan megah itu menuju landasan jet pribadi miliknya. Tidak menunggu waktu lama helikopter sudah mendarat tepat di samping jet dengan jarak aman. Castello segera turun dari helikopter dan langsung memasuki jet pribadinya bersama asisten dan juga dua penjaganya. 

Setelah pesawat lepas landas, Castello menatap keluar jendela. Menatap awan-awan yang selalu sama setiap dia melintasinya. Pikirannya tertuju pada wanitanya, tanpa sadar bibirnya tersenyum sangat tipis. Castello mengambil selembar foto seorang wanita yang cantik meskipun tanpa senyuman dari saku jasnya. Wanita cantik dan seksi yang mampu menarik perhatiannya sehingga Castello mengklaim wanita itu sebagai miliknya. 

'Tunggu aku Baby, aku akan segera datang. Aku tidak sabar untuk bertemu denganmu,' batin Castello.

Sementara itu di Milan. 

Seorang wanita cantik tengah mondar-mandir di kamar dengan ponsel yang menempel di telinganya. Suaranya terdengar kesal, sepertinya obrolan dengan seseorang di seberang telepon membuatnya marah. 

"Mom, please, aku sudah bilang berapa kali untuk berhenti mengatur kencan buta untukku." 

>>"No, Honey, ini yang terakhir, Mommy janji tidak akan mengatur kencan buta lagi kalau kali ini berhasil." 

"No, Mommy, no more blind-date. Entah kali ini berhasil atau tidak, jangan pernah atur kencan buta lagi." 

>>"Oke, i promise. Tapi nanti temui dia di cafe tempat langganan Mommy. Jangan sampai telat." 

"Oke, Mom." 

Setelahnya panggilan pun dimatikan. Gadis itu mengacak rambutnya kesal. Lagi-lagi Orangtuanya mengatur kencan buta yang tidak pernah berhasil karena pilihan orang tuanya selalu membuatnya ilfeel. 

"Bagaimanapun caranya, aku harus membuatnya mundur seperti sebelumnya." ucap wanita itu pada dirinya sendiri. Gadis itu kemudian melempar ponselnya keatas ranjang dengan kesal. 

Abelian Pimenova, gadis cantik dan seksi yang bekerja sebagai model ini memiliki tinggi badan 166 cm, wajahnya yang jarang tersenyum ini menjadi daya tarik tersendiri. Abelian adalah gadis blasteran Rusia-Milan tidak heran kalau wajahnya sangat cantik, matanya coklat terang seperti Mommy-nya, sedangkan kulitnya seperti Daddy-nya. 

Abelian sudah sering menjalani kencan buta yang diatur oleh Mommy-nya selama sebulan terakhir, itu karena selama dua puluh lima tahun Abelian sama sekali belum pernah memiliki kekasih sehingga membuat orang tuanya khawatir dengan orientasi seksualnya. 

Padahal Abelian wanita normal, benar-benar normal.

***

Castello sampai di Milan saat hari sudah pagi dan langsung datang ke kafe, sebab dari informasi mata-mata yang dipekerjakannya, wanitanya tengah berada disana. Dan benar saja begitu dia sampai di parkiran cafe, dia melihat wanitanya tengah duduk bersama seorang pria. Castello pun turun dari mobil dan memasuki Cafe, dia duduk tidak jauh dari meja dimana wanitanya berada agar bisa mendengarkan pembicaraan mereka. 

"Kau sangat cantik, tidak heran Mommy langsung menyetujui kencan buta kita. Aku tertarik padamu, Bel." ucap Leon, pria yang menjadi pasangan kencan butanya kali ini. 

"Setidaknya matamu masih sehat bisa melihat wanita cantik seperti diriku." Abelian mengibaskan rambutnya ke belakang kemudian bersedekap dada, "Tapi aku tidak tertarik dengan kau ataupun kencan buta ini. Aku hanya datang karena Mommy memintanya, dan aku rasa sudah cukup pertemuannya." Abelian langsung berdiri dan menyambar tas, tapi tangannya dicekal oleh Leon. 

Leon tidak terima ditolak begitu saja, "Kau pikir bisa meninggalkanku seperti ini? Jangan harap!" Leon beranjak dari duduknya kemudian menarik tangan Abelian sehingga tubuh mereka begitu dekat, “Setidaknya temani aku sampai minumannya habis. Itu yang dinamakan sopan santun,” bisik Leon. 

Abelian menatap tajam Leon, tanpa diduga Abel justru menendang tulang kering Leon. “Siapa kau berani memerintahku?” desis Abelian tajam. 

Leon langsung meringis dan memegangi kakinya semetara Abelian menatapnya dingin. Leon tidak terima dipermalukan seperti ini sehingga mengancam Abelian akan melaporkan tindakannya ini kepada ibunya. Abelian terkekeh geli kemudian bersedekap dada. 

"Kau pikir bisa mengancamku?Jangan mimpi!" ucap Abelian. 

Leon menggeram marah, rasa sakit di bagian kakinya belum mereda tapi Abelian sudah menambahkan rasa sakit pada hatinya. Leon pun kembali mencekal, ah bukan, lebih tepatnya mencengkram lengan Abelian. Kali ini Leon berusaha menciumnya. Abelian memberontak tapi usahanya sia-sia karena Leon bisa membaca pergerakannya. 

Tidak jauh dari tempat Abelian dan Leon bertengkar, Castello tampak menahan amarahnya, dia sangat tidak suka wanitanya disentuh pria lain. Dengan langkah yang tergesa-gesa Castello menghampiri mereka, menarik wanitanya dan langsung menciumnya. 

Abelian terdiam mematung, matanya membulat sempurna begitu bibirnya dan bibir orang asing itu saling menempel. Ia syok mendapatkan ciuman secara tiba-tiba. Abelian mendorong kasar pria asing di depannya dengan kasar kemudian secara refleks mengayunkan telapak tangan kanannya dan mendarat tepat di pipi pria asing dan menimbulkan bunyi yang cukup kuat.

"Berani sekali kau menciumku! Dasar pria kurang ajar!" 

Abelian menatap tajam pria di depannya yang sudah lancang mencuri ciuman pertamanya dengan sangat tidak terduga. Entah berasal dari mana pria itu, hingga berani-beraninya mendekati dan langsung menciumnya. Apalagi pria itu menciumnya di depan banyak orang. Gila!

"Kenapa kau marah, Baby? Aku hanya mencium calon istriku. Apa yang salah?" 

Pria itu, tanpa merasa bersalah sedikitpun malah tertawa kecil mendengar makian dari wanita yang diciumnya tadi. Pipinya bahkan masih merah, tapi pria itu tampak biasa saja. Tak terlihat kesakitan sama sekali. Pria itu justru memberikan kerlingan nakal. Wanita galak yang menggemaskan dan tentu saja—seksi.

"Siapa yang kau panggil calon istrimu, hah?!" 

"Tentu saja, kau!  Wanita cantik yang ada dihadapanku." 

"Dasar pria gila!"

“Iya aku gila. Gila karenamu.” 

“Dengar ya Tuan yang tidak punya sopan santun. Aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni kegilaanmu. Jadi dengarkan aku baik-baik, kalau sampai aku melihatmu lagi, aku tidak  segan-segan membuatmu babak belur. Camkan itu!” 

Wanita itu pergi dengan amarah yang masih meledak-ledak. Seiring dengan langkah kakinya menuju mobil, masih terdengar makian untuk pria yang sedang tersenyum miring menatap kepergian wanitanya. Sedetik kemudian senyumanCastello luntur. Dia menoleh ke arah Leon, pria yang sudah berani mendekati wanitanya bahkan sempat mencoba menciumnya. Beruntung Leon belum sempat mencium Abel, kalau sudah, Castello akan membuatnya tidak bisa membuka mulutnya lagi. 

"Jauhi wanitaku, atau kau akan aku buat menyesal seumur hidup." ucap Castello pada Leon yang masih diam karena terkejut. 

Setelahnya Castello pun keluar dari Cafe dan langsung masuk ke dalam mobilnya. 

"Kita pergi sekarang!" titah Castello pada sekretarisnya yang merangkap sebagai asistennya. 

"Baik, Tuan," jawab sekretarisnya.

Castello kemudian mengambil foto Abelian dari saku jasnya. Bibirnya melengkung, tangannya mengusap foto tersebut dengan pelan seolah sedang menyentuhnya secara langsung.

‘Sepertinya akan menarik jika bermain-main sebentar dengan wanita itu. Aku tidak sabar untuk mengacaukan hidupnya.’batin Castello senang.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO Mesum
9.1
Alice Handerson adalah sekretaris tegas yang harus menghadapi perilaku provokatif bosnya setiap hari. Meski profesional, ia sering terjebak dalam situasi penuh godaan dan makna ganda di kantor. Saat sang atasan mengajukan tawaran skandal, Alice terjepit antara logika dan keinginan hati yang membingungkan. Hubungan benci tapi rindu ini memaksa mereka menjelajahi batas kekuasaan dan cinta dalam narasi romansa kontemporer yang berani dan penuh gejolak.
Sampul Novel Enam Bulan Dinikahi, Enam Kali Dikhianati
8.5
Terikat perjodohan keluarga, pernikahan enam bulan ini terasa bagai neraka. Dito, sang suami, justru terang-terangan menjalin asmara dengan mantan kekasihnya, Luna. Kehadiranku sama sekali tak dianggap, bahkan ia enggan menyentuhku dan selalu bersikap muak. Kesabaran pun mencapai batasnya saat perselingkuhan itu makin menjadi. Karena ia tak mampu adil, aku memilih mundur. Di tengah luka, takdir mempertemukan aku dengan pria dingin, Arya Pratama.
Sampul Novel Intermezzo ( Antologi Cerpen )
9.0
Dalam antologi cerpen ini, pembaca diajak menyelami realitas bahwa asmara dapat bersemi dari arah yang paling tidak terduga. Perasaan kasih sayang mampu mengetuk pintu hati siapa saja tanpa mengenal waktu maupun peringatan terlebih dahulu. Setiap narasi romansa modern di dalamnya menggambarkan betapa misteriusnya momen ketika dua jiwa saling terpikat, membuktikan bahwa cinta sejati sering kali muncul di tengah rutinitas hidup yang paling biasa sekalipun.
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan yang hancur karena dikhianati calon istrinya nekat memaksa Zahra menikahinya demi melampiaskan rasa kecewa. Zahra pun terkejut dan menolak mentah-mentah tawaran gila tersebut. Namun, Rayhan tak menyerah dan menjanjikan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra mau menggantikan posisi mempelai wanita yang kabur. Akankah Zahra menerima kesepakatan ini dan sanggup menjalani kehidupan sebagai istri pengganti bagi pria dingin seperti Rayhan?
Sampul Novel Jebakan Cinta Pertama untuk Kesayangan Bos
8.2
Setelah delapan tahun terpuruk, harapan Agnes untuk memulai hidup baru hancur saat cinta pertamanya kembali. Gerald Ogawa hadir bukan untuk mencinta, melainkan membalas dendam atas pengkhianatan masa lalu dengan mengincar jabatan Agnes. Di tengah tekanan itu, Agnes harus berjuang sebagai ibu tunggal demi membesarkan anaknya. Mampukah ia bertahan menghadapi kekejaman Gerald saat rahasia masa lalu perlahan terkuak dan mengancam hati mereka berdua?
Sampul Novel Ketika Mertua Ikut Campur
8.0
Kehidupan pernikahan Salwa dan Lutfan kini di ambang kehancuran akibat campur tangan ibu mertuanya yang berlebihan. Situasi semakin memanas saat sang mertua sengaja membawa seorang asisten rumah tangga baru ke kediaman mereka. Namun, Salwa merasakan adanya niat terselubung di balik kehadiran wanita tersebut. Misteri besar mulai terungkap saat rencana rahasia mereka dijalankan. Sanggupkah cinta Salwa dan Lutfan bertahan menghadapi konspirasi ini?