Sampul Novel Perceraianku Dimulai Saat Mertua Didiagnosis Kanker

Perceraianku Dimulai Saat Mertua Didiagnosis Kanker

9.4 / 10.0
Keputusan bercerai dalam novel modern Perceraianku Dimulai Saat Mertua Didiagnosis Kanker dipicu oleh kepindahan sang mertua yang divonis sakit parah ke rumah menantunya. Alih-alih mendapat dukungan, sang istri justru disudutkan oleh suami dan putra kandungnya sendiri untuk merawat sang mertua tanpa syarat. Muak dengan tuntutan sepihak yang mengabaikan luka masa lalunya, ia akhirnya memilih melepaskan tanggung jawab tersebut dan membiarkan suami serta putranya yang mengurusnya sendiri.

Perceraianku Dimulai Saat Mertua Didiagnosis Kanker Bab 1

Pada hari ibu mertuaku didiagnosis kanker rahim, dia membawa koper dan pindah ke rumahku.

"Ibu nggak punya banyak waktu lagi, hampir nggak ada harapan," dia terisak, "Kalau kalian usir Ibu, kalian bukan manusia."

Aku melihat suamiku yang diam tanpa kata, lalu beralih ke putraku yang selama ini kubesarkan dengan penuh kasih. "Kalian mau bilang apa?"

Suamiku yang diam itu tampak muram, lalu menarik tanganku.

"Soal waktu pasca melahirkan itu, mau kamu ingat sampai kapan? Ibu sudah seperti ini."

Putraku juga ikut mendukung, "Nenek hampir tiada, merawatnya di masa tua itu kewajiban kita."

Aku tersenyum menatap suami dan putraku. "Kalau begitu, silakan kalian yang merawat."

Sepulang kerja, begitu membuka pintu, aku melihat ibu mertuaku duduk di sofa, bersila sambil mengunyah biji bunga matahari, menyapaku sambil tersenyum.

"Nak, kamu sudah pulang."

Ekspresiku langsung kaku.

Belum sempat mencerna kenapa dia ada di sini, dia sudah bangkit dari sofa, berjalan mendekat, "Kaget, ya? Nggak sangka, ya?"

"Ibu ini diundang langsung oleh suami dan anakmu."

"Kesal, 'kan?"

Ibu mertuaku berkata bangga, "Kamu tahu yang disebut hubungan darah? Aku kasih tahu ya, Ibu, anak, dan cucu Ibu punya ikatan darah yang nggak bisa dipisahkan, kamu sebagai orang luar nggak akan pernah bisa masuk ke dalamnya!"

Wajahnya tetap seperti dulu, membuatku muak.

Baru melihat dirinya saja sudah membuat perutku terasa tidak enak. Sebelum sempat bertanya, aku melihat suami dan anakku keluar dari kamar.

Suami dan anakku, yang tadi sedang tertawa, langsung terdiam begitu melihatku.

Ruang tamu yang tadi hidup seketika dipenuhi keheningan yang mencekam.

Ibu mertuaku, yang tadi masih menyombongkan diri, langsung berganti raut wajah, terlihat memelas. "Jangan salahkan Yoga. Salahkan Ibu, orang tua yang nggak punya banyak waktu lagi, yang memaksanya untuk mengizinkan Ibu tinggal di sini."

Nada ibu mertuaku yang sombong berubah lembut, sambil mengeluarkan secarik hasil pemeriksaan.

"Ibu didiagnosis kanker, kanker rahim. Ibu cuma punya sedikit waktu lagi, hampir nggak ada harapan," suaranya bergetar, "Kalau kamu usir Ibu, kamu benar-benar bukan manusia."

Dia seperti takut aku akan mengusirnya.

Ibu mertuaku menunjukkan akting luar biasa dengan meneteskan air mata, lalu menjatuhkan dirinya ke lantai. "Kamu anggap saja mengabulkan permintaan terakhir seorang wanita tua. Biarkan Ibu tinggal."

Aku melihat penampilannya yang penuh drama, lalu menatap suami dan anakku yang terus diam. "Apa pendapat kalian?"

Suamiku tahu betul alasan aku dan ibu mertuaku tidak akur.

Dulu, situasi kami sempat begitu buruk hingga dia terpaksa mengusir ibunya demi menyelamatkan pernikahan kami. Dia berjanji berkali-kali, bahkan bersumpah bahwa selama sisa hidupnya, dia tidak akan membiarkan ibunya muncul di hadapanku lagi.

Sekarang.

Setelah beberapa tahun saja.

Yoga telah melupakan janjinya. Dia berjalan mendekatiku dengan wajah muram, lalu menarik tanganku.

"Berbakti itu hal utama."

Dia berkata dengan nada serius, "Hal kecil yang terjadi waktu kamu baru melahirkan itu, mau kamu ingat sampai kapan? Ibu sudah seperti ini, dia bisa menyulitkanmu apa lagi?"

"Kalau bukan demi aku, setidaknya pikirkan Hendi."

Aku menoleh ke arah Hendi. Anak itu bersikap tegas.

"Nenek hampir tiada, merawatnya di masa tua itu kewajiban kita."

Setelah Yoga dan Hendi menyatakan pendapat mereka, ibu mertuaku segera memperkeruh suasana. "Kalau kamu benar-benar nggak mau, Ibu pergi saja. Paling juga mati, mati di mana pun sama saja."

Strategi menyayat hati ibu mertua selalu berhasil.

Sayangnya, aku tidak lagi terperdaya. Mendengar dia ingin mati, aku tersenyum lembut.

"Bagus sekali! Ibu juga punya asuransi kecelakaan, kalau benar mati, itu malah akan jadi sesuatu yang bermanfaat."

Ibu mertuaku terpaku, menunjukku dengan tangan gemetar, lalu meraung keras dan mulai menangis.

"Dosa besar!"

"Aku belum mati!"

"Kamu cuma mengincar uang Ibu," ibu mertuaku menjerit dan meratap dengan suara nyaring, "Kamu ini bukan manusia! Oh, betapa malangnya keluarga ini, dapat menantu sepertimu, pembawa sial!"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Perceraianku Dimulai Saat Mertua Didiagnosis Kanker

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly adalah siswi berprestasi yang mengidap galaktorea, sebuah kondisi hormon yang membuatnya memproduksi ASI meski belum pernah hamil. Suatu hari, rasa sakit akibat penumpukan cairan itu tak tertahankan hingga ia terpaksa meminta bantuan gurunya di sekolah. Kejadian tak terduga di ruang guru tersebut lantas mengubah segalanya. Berawal dari rahasia medis yang memalukan, hubungan mereka berkembang menjadi jalinan asmara yang rumit dan penuh risiko.
Sampul Novel Cinta & Pengorbanan Alya
8.5
Alya terjebak dalam keputusasaan saat ibunya, Kartika, butuh biaya medis besar dan donor organ langka. Di tengah krisis ini, Niko, pengusaha kaya yang mendambakan anak, menawarkan kesepakatan menjadi ibu pengganti demi kesembuhan Kartika. Meski ragu, Alya setuju demi nyawa ibunya. Namun, benih cinta tak terduga tumbuh di antara mereka, memicu dilema emosional. Saat rahasia besar terungkap, pandangan mereka tentang arti cinta dan keluarga pun berubah selamanya.
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan mobil, punggungku hancur oleh luka bakar. Selama empat tahun masa komanya, aku setia merawatnya. Namun setelah sadar, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat aku diserang preman. Baginya, aku hanyalah beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi dan meninggalkan segalanya menuju bandara.
Sampul Novel Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
9.2
Rheina, gadis lugu yang terjebak dalam lingkungan beracun, awalnya berniat membebaskan sahabatnya dari cengkeraman tuan tanah. Namun, situasi memburuk saat ayahnya justru menikahi sahabatnya itu sebagai istri keempat. Konflik keluarga yang kelam ini akhirnya menyeret Rheina ke dalam lembah kenistaan. Ikuti liku perjalanan hidup Rheina saat ia terjerat dalam cinta segitiga rumit bersama dua pria di tengah tekanan hidup yang penuh kata kasar dan adegan dewasa.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Dua tahun menikah, Nadia Antika bertahan menghadapi hinaan ibu mertuanya karena cinta tulus Askara Brahma. Namun, kebahagiaan itu sirna saat suaminya berubah menjadi tertutup dan dingin. Nadia mulai mencium rahasia besar yang disembunyikan sang suami di balik perubahan sikapnya. Mampukah ia mengungkap kebenaran yang menyakitkan? Bagaimana reaksi Nadia saat mengetahui Askara ternyata menjalin hubungan terlarang dengan adik iparnya sendiri di rumah mereka?
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Bramantyo dan Bima terobsesi menyiksaku dengan kehadiran Sandra demi menguji cintaku. Puncaknya, saat kecelakaan terjadi, mereka membiarkan tanganku hancur demi menyelamatkan Sandra. Karier musikku pun sirna. Mereka menantikan amarahku, namun aku hanya diam membisu, bahkan saat liontin ibuku dihancurkan Sandra. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku mati. Ini bukan cinta, melainkan sangkar kejam. Kini aku bersiap melarikan diri dan membalas kehancuran ini.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan