Sampul Novel Perawan Satu Milyar

Perawan Satu Milyar

9.0 / 10.0
Dalam billionaire romance novel berjudul Perawan Satu Milyar, Olivia harus bertahan hidup setelah dijual keluarganya kepada Arga. Terjebak dalam kesepakatan gelap di dunia modern novel ini, ia berjuang mempertahankan jati diri di tengah kemewahan yang menjadi sangkar emasnya.
Ringkasan Perawan Satu Milyar
Hidup Olivia berubah drastis saat keluarganya menjual kehormatannya seharga satu miliar rupiah kepada Arga. Pria dingin tersebut tidak hanya menginginkan fisiknya, namun mengklaim kepemilikan penuh atas seluruh eksistensi Olivia. Meski kini dikelilingi kemewahan apartemen megah, Olivia merasa terpenjara dalam sangkar emas tanpa kebebasan. Di tengah dominasi Arga yang menyesakkan, ia harus berjuang agar tidak hancur dan kehilangan jati dirinya sebagai manusia merdeka.
Baca Selengkapnya

Perawan Satu Milyar Bab 1

Langit malam itu tak berbulan. Gelap menelan pekarangan rumah reyot di pinggir kota, seakan ikut menyembunyikan rahasia kelam yang bersemayam di dalamnya. Dinding rumah Olivia retak, catnya terkelupas, dan bau lembap bercampur asap rokok menguar dari ruang tamu. Lampu kuning tua berkelip, nyaris padam, membuat setiap sudut rumah terasa seperti lorong yang siap menelan siapa saja yang melangkah.

Di tengah ruang yang sempit, Olivia duduk di kursi kayu lapuk, kepalanya tertunduk. Jemari kurusnya meremas kain rok lusuh yang melekat di tubuhnya. Detak jantungnya berlari tak beraturan, seolah tubuhnya tahu malam ini akan mengubah segalanya.

"Jangan duduk diam saja seperti mayat!" suara kasar itu memecah kesunyian.

Ayah tirinya, Pram, berjalan gontai dari dapur dengan botol bir di tangan. Tubuhnya tambun, wajahnya merah, dan matanya menyipit karena mabuk. Bau alkohol yang menyengat membuat Olivia ingin muntah. Ia selalu membenci lelaki itu-bukan hanya karena kebiasaannya menenggak minuman murahan, tapi karena tatapan rakusnya yang tak pernah menyembunyikan kebencian.

"Ayah..." suara Olivia gemetar, lidahnya kelu. "Aku... aku tidak bisa-"

Sebuah tamparan keras mendarat di pipinya sebelum kalimat itu selesai.

"Diam!" Pram menggeram, bibirnya basah oleh busa minuman. "Kau pikir kami masih punya pilihan? Utang ibumu itu-sudah menumpuk. Kalau bukan karena aku, kau dan dia sudah dilempar ke jalanan oleh rentenir itu."

Sosok lain muncul dari balik tirai kusam. Seorang perempuan dengan wajah penuh bedak murahan dan bibir merah menyala. Ibu tirinya, Ratna. Tatapannya menusuk tajam, penuh perhitungan, tapi juga dingin.

"Kau harus belajar berterima kasih, Olivia," katanya sinis. "Dengan tubuhmu, kau bisa menyelamatkan keluarga ini. Bukankah itu lebih baik daripada kami mati kelaparan atau diburu seperti anjing?"

"Tubuhku bukan barang dagangan," Olivia membalas, suaranya lirih tapi bergetar. Pipinya masih perih. "Aku bukan budak kalian."

Ratna tertawa pelan, getir. "Sayang sekali, malam ini kau akan belajar bahwa kehormatan itu cuma ilusi bagi orang miskin. Harga diri tidak bisa membeli beras, tidak bisa melunasi utang."

Olivia merasakan perutnya mengeras. Nafasnya tercekat. Ia ingin berlari, ingin melompat keluar jendela reyot itu dan kabur sejauh mungkin. Tapi dua pasang mata itu mengurungnya, seperti predator yang menunggu mangsanya lemah.

Pram mendekat, mencengkeram dagu Olivia dengan kasar. "Dengar, bocah. Ada pria kaya yang mau membayar mahal untukmu. Malam ini, kau hanya perlu diam, lakukan apa yang diperintahkan, dan setelah itu urusan selesai."

Air mata menggenang di sudut mata Olivia. Ia ingin berteriak, tapi tenggorokannya kering. "Kalau aku menolak?"

Cengkeraman itu makin kuat, kukunya hampir menembus kulit. "Kalau kau menolak, aku sendiri yang akan menyeretmu ke sana. Kau pikir kau punya pilihan?"

Ratna menyilangkan tangan di dada, tatapannya penuh kejijikan. "Sudah cukup drama. Mobil itu sebentar lagi sampai. Jangan membuat malu kami."

Suasana rumah semakin mencekam. Jam dinding berdetak keras, seakan menghitung mundur ke detik penyerahan. Olivia meremas rok lusuhnya lebih erat, tubuhnya gemetar. Kenangan masa kecilnya yang singkat-tawa kecil, cahaya hangat matahari-terasa jauh, seolah milik orang lain.

Tiba-tiba suara klakson terdengar dari luar. Panjang, berat, memecah kesunyian. Olivia terlonjak. Pram menegakkan tubuhnya, wajahnya menyeringai puas.

"Itu dia," katanya pelan, seperti iblis yang baru saja membuka pintu neraka.

Ratna melangkah ke jendela, menyingkap tirai sedikit. Matanya berbinar. "Mereka datang."

Olivia berdiri spontan, tapi tangannya segera diraih kasar. Pram menyeretnya keluar kamar, langkahnya berat tapi penuh kuasa. Olivia meronta, "Lepaskan! Aku tidak mau! Aku bukan milik kalian!"

"Diam, pelacur kecil!" Pram menggeram, mendorong tubuh Olivia hingga hampir tersungkur di lantai berdebu. Ratna menutup pintu rumah dengan cepat, lalu menyusul, wajahnya dingin tanpa rasa iba.

Udara malam menusuk kulit Olivia saat mereka mendorongnya keluar. Di depan rumah berdiri sebuah mobil hitam mengkilap-terlalu mewah untuk lingkungan kumuh ini. Kaca jendelanya gelap, seperti mata iblis yang menatap. Mesin masih menyala, suara bergetar rendah seperti hembusan napas predator.

Olivia terhuyung saat Pram mendorongnya mendekat. Pintu mobil terbuka perlahan dari dalam.

"Masuk," suara Ratna terdengar dingin, tanpa keraguan sedikit pun.

"Aku tidak mau! Tolong... jangan!" Olivia berteriak, suaranya pecah. Tapi jeritan itu tertelan keheningan gang sepi. Tak ada tetangga yang berani peduli. Tak ada yang mau melawan uang.

Pram meraih lengannya lebih keras, menyeretnya hingga ia jatuh menubruk kursi kulit di dalam mobil. Nafas Olivia tersengal, tubuhnya bergetar. Ia merasakan udara di dalam mobil jauh lebih dingin, penuh aroma wangi asing yang menusuk hidungnya.

Pintu menutup dengan bunyi dentum berat. Gelap menyelimuti.

Dengan gemetar, Olivia menoleh ke kursi belakang. Di balik bayangan lampu jalan yang redup, ia melihat sosok seorang pria tua duduk tegak, wajahnya tak sepenuhnya terlihat, tapi rambutnya memutih, tubuhnya besar, dan tatapannya terasa menusuk.

Darah Olivia membeku.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Perawan Satu Milyar

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dia Menjadi Gila Setelah Mengurungku di Gudang Pendingin
9.4
Demi membalas penderitaan cinta pertamanya, William Yuardi tega mengunci istrinya di dalam gudang pendingin tua yang terbengkalai. Dia hanya meninggalkan semangkuk air agar istrinya merenungkan kesalahannya. Tanpa disadari, mesin pendingin tiba-tiba menyala otomatis setelah pintu dikunci. Di tengah suhu yang membekukan, sang istri terus berteriak meminta tolong hingga jari-jarinya berdarah. Saat pintu akhirnya dibuka tujuh hari kemudian, penyesalan William tidak lagi berarti karena ia hanya mendapati jasad yang telah membeku.
Sampul Novel GADIS AMNESIA MILIK SANG PEWARIS
8.2
Pasca kecelakaan tragis, Safira menderita amnesia dan migrain hebat tiap kali mencoba mengingat masa lalu. Demi menyokong ekonomi ibunya, ia merantau ke kota, namun nahas seluruh hartanya raib dicopet. Di tengah kemalangan, muncul Dexter Jackson yang menolongnya dengan penuh perhatian. Meski Dexter mengaku hanya teman lama, Safira merasa ada ikatan yang jauh lebih dalam di antara mereka. Apa rahasia yang sebenarnya disembunyikan pria yang ia panggil Mas tersebut?
Sampul Novel Jangan Main Api Denganku, Mas
8.5
Lima tahun membina rumah tangga, aku percaya Mas Bambang adalah sosok suami setia. Namun, topeng itu kini hancur setelah perselingkuhannya terbongkar. Meski dikhianati, aku tak akan gegabah. Biarlah ia terus bersandiwara dalam kebohongannya, sementara aku menyusun rencana rapi untuk merebut segalanya. Aku akan bermain cantik hingga ia jatuh miskin dan memohon ampun. Pengkhianatan ini akan kubalas dengan penyesalan terdalam yang takkan pernah ia lupakan.
Sampul Novel Pendekar Pedang Terhebat
9.1
Zero, bocah yatim piatu berusia sepuluh tahun, kerap dirundung karena ambisinya menjadi pendekar pedang hebat meski kemampuannya sangat buruk. Statusnya yang misterius di bawah asuhan Master Pedang juga memicu rasa iri kawan-kawannya. Namun, semangatnya terbakar hebat setelah mengetahui bahwa sang ayah ternyata adalah salah satu pendekar legendaris. Kini, Zero harus membuktikan kekuatannya melewati berbagai rintangan demi meraih gelar tertinggi tersebut.
Sampul Novel Possessive Husband
7.9
Kehidupan Kiara berubah drastis saat dipaksa menikahi gurunya, Keith Wilson, di usia 17 tahun akibat perjodohan mendadak. Berbeda dengan Kiara yang menolak, Keith justru menerima pernikahan ini dengan maksud terselubung. Setelah menikah, Keith menunjukkan sisi posesif yang mengekang kebebasan Kiara. Konflik pun memuncak saat rahasia masa lalu terungkap dan kehadiran wanita lain menguji kesetiaan. Di tengah luka hati, mampukah Kiara memaafkan Keith yang mulai ia cintai?
Sampul Novel Selamat Jalan Kekasihku
9.8
Sembilan tahun Kylee Brooks mengabdi pada Kenney Walsh yang dingin, meski pria itu kerap menolaknya. Suatu hari, Kylee tak sengaja mendengar pengakuan mengejutkan dari balik pintu kamar. Kenney, yang selama ini berpura-pura lumpuh demi menjauhinya, menyatakan cinta mendalam kepada Ruth, kakak iparnya sendiri. Segala pengorbanan Kylee hancur saat menyadari kursi roda itu hanyalah sandiwara Kenney untuk menjaga kesetiaan pada wanita pilihannya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan