Sampul Novel Kelakuan Papa Mertua

Kelakuan Papa Mertua

9.6 / 10.0
Dalam novel Kelakuan Papa Mertua, Riana terjebak menanggung beban kesalahan ayah mertuanya. Di tengah pengkhianatan keluarga, ia harus mengungkap misteri persekongkolan ini. Baca romance novel penuh intrik ini di platform web novel kami untuk mengikuti perjuangan Riana mencari kebenaran.
Ringkasan Kelakuan Papa Mertua
Kehidupan Riana mendadak kacau saat ia dipaksa menanggung konsekuensi atas tindakan sembrono papa mertuanya. Di tengah tekanan tersebut, ia mulai mencium gelagat aneh dari orang tuanya sendiri yang seolah mendukung situasi ini. Riana pun terjebak dalam teka-teki besar mengenai niat terselubung di balik sikap mereka. Apakah ada persekongkolan rahasia yang sengaja dirancang untuk menjebaknya? Kini ia harus mencari tahu kebenaran di balik drama ini.
Baca Selengkapnya

Kelakuan Papa Mertua Bab 1

“Papa kalian telah khilaf,” kata Mama lirih, “Papa menghamili mahasiswinya.”

“Apa?” Teriakan kaget langsung keluar dari empat mulut di ruangan itu.

“Ti-tidak mungkin,” seru Tyo, anak pertama.

“Menjijikkan, tidak tau malu,” desis istri Tyo yang akrab dipanggil Vivi.

Jagat, adik Tyo, hanya menutup wajahnya seraya mendengkus kasar. Kemudian lelaki itu menoleh pada istrinya, Riana, yang terlolong melongo. Telinga Riana seakan masih tidak percaya atas apa yang baru disampaikan oleh Mama. Papa mertua yang dia kenal selama ini begitu religius, berpendidikan dan terlihat sangat menyayangi keluarga, ternyata bisa berkelakuan serendah itu.

Dengan susah payah Mama berusaha tegar meskipun terlihat sia-sia, bibirnya bergetaran dengan jelas. Air mata sudah tak terbendung lagi, tetes-tetes meluncur bebas dengan deras. Isak Mama pun mulai terdengar.

“Sekarang Papa di mana, Ma?” tanya Jagat. Suaranya bergetar, menahan sesuatu.

“Jangan bilang Papa sedang bersama mahasiswi itu,” tukas Vivi. Matanya menyala menatap Mama.

Mama hanya mampu mengangguk.

“Astaga, jadi sekarang Papa kabur sama mahasiswi itu?” Nada suara Vivi meninggi, lebih seperti orang menjerit.

Isakan Mama makin hebat. Jagat dan Riana saling melirik. Sedetik kemudian, atas inisiatif sendiri, Riana bergerak dan duduk menjejeri Mama.

“Sabar, Ma,” bisik Riana lembut. Mama langsung rebah di pelukan Riana.

“Sayang, tahanlah dirimu. Situasi ini bukan hal yang mudah buat kita semua,” kata Tyo menatap istrinya.

Vivi melenguh. “Maaf, aku selalu emosi kalau mendengar tentang perselingkuhan. Rasanya pengen bejek-bejek itu orang berdua yang suka berselingkuh. Sama-sama enggak tau diri, rendah, murahan. Cih!”

Mama menegakkan kepala, sembari sibuk menghalau air mata yang terus mengucur, Mama menatap satu per satu anak dan menantu yang sengaja dia kumpulkan sekarang.

“Sebenarnya Mama ingin minta tolong kepada kalian ….” Mama sengaja menggantung kalimatnya untuk menelan ludahnya terlebih dahulu. Kemudian dia berkata dengan susah payah, “Maukah di antara kalian mengadopsi bayi itu?”

“APA?”

Vivi menutup wajahnya. “Bisa-bisanya sampai Mama kepikir hal konyol seperti ini. Mama … astaga, biarkan saja Papa bertanggung jawab atas kelakuannya sendiri.”

“Ya, aku setuju sama Kak Vivi,” sahut Jagat. “Siapa yang berbuat, dia yang harus bertanggung jawab.”

“Aku rasa itu yang lebih adil untuk kita semua.” Tyo pun angkat bicara. Matanya menatap Jagat tajam.

Hening sejenak.

Tanpa dikomando, pada detik berikutnya semua mata menatap Riana.

“Jadi kamu mau menolong Mama kan, Ri?” Sepercik harapan terpantik di indera penglihatan Mama yang basah. Hanya Riana yang tidak menentang permintaannya.

Riana gelapan dengan todongan itu. Dia menoleh kepada Jagat, namun suaminya membalas tatapannya dengan ekspresi wajah yang datar. Riana sulit mengartikan ekspresi Jagat. Lelaki berkulit putih itu tidak mengangguk, tidak menggeleng bahkan tidak mengedipkan mata.

“Riana,” Mama menyentuh tangan Riana. “Mau ya?”

Riana menggigit bibirnya. “A-aku terserah Mas Jagat.”

Mata Mama semakin menyala. Digenggamnya tangan Riana lebih erat. “Jagat pasti setuju—”

“Maaf ya, Ma, kalau aku menyela. Menurutku sebaiknya Mama segera bercerai saja dengan Papa. Mama boleh tinggal bersama kami di Jakarta. Iya kan, Mas?” kata Vivi seraya menatap Tyo.

“I-iya,” Tyo tergagap menjawab.

“Vi, Mama udah memutuskan untuk memaafkan kesalahan Papa, tetapi Karisma, mahasiswi itu, minta syarat … agar salah satu dari kalian mau mengasuh bayinya.”

 “Loh, bukankah dia yang salah kok malah dia yang kasih syarat ya?” celetuk Riana. Namun setelah itu dia membekap mulutnya sendiri. Sadar telah berkata lancang.

Vivi tertawa sumbang merespon celetukan Riana. “Nah itulah, Ri, aneh kan?”

“Mama hanya berpikir bahwa karena belum ada bayi di keluarga kita, jadi mungkin ini cara Tuhan agar—”

“Itu cara iblis, Ma, bukan cara Tuhan,” tandas Vivi. Ledakan tawa sumbangnya pecah kembali. Hanya Vivi yang tertawa, yang lain tetap mengatupkan bibir.

"Ya apa salahnya kalian menutupi aib Papa demi keutuhan keluarga kita. Terutama Tyo dan Jagat, hitung-hitung membalas semua yang sudah Papa lakukan untuk kalian selama ini. Kami sebagai orang tua tidak pernah meminta apa-apa kan?” Tiba-tiba suara Mama meninggi. Dia seperti tersinggung dengan sikap dan ucapan Vivi.

“Rasanya Mama benar, kami berdua belum pernah memberikan apa-apa kepada Papa dan Mama. Sedari kecil kami hanya terus dikasih dan dikasih,” sahut Tyo. “Biarlah sebagai anak tertua aku yang akan menanggung aib Papa.”

“Mas, jangan memutuskan sepihak. Aku tidak akan pernah mengijinkan bayi haram itu ada di antara kita,” Vivi melengking sebal.

“Bayi itu tidak bersalah sama sekali, Vi. Dia suci, jadi apa salahnya kalau kamu asuh dan rawat dia, siapa tau dengan begitu kamu nanti bisa segera hamil. Kami juga sudah lama merindukan seorang cucu.”

Wajah Vivi spontan menegang mendengar ucapan Mama barusan. Tyo buru-buru meraih pundak istrinya. Dia sudah paham, Vivi bisa meledak kapan saja jika disinggung tentang ketidakmampuannya untuk hamil. Pernikahan mereka sudah berjalan lima tahun tapi belum pernah sekali pun Vivi terlambat haid.

Mama menghela napas. “Maafkan Mama, Vi, dan juga kamu Riana. Tidak ada maksud untuk menyinggung. Kita ini sudah menjadi keluarga. Sudah sepantasnya kita semua punya kewajiban menjaga nama baik keluarga kita. Jangan hanya mau manisnya, ujiannya pun ayo kita tanggung bersama.”

“Oke,” jawab Vivi. Dagunya sengaja didongakkan, agar air mata yang sudah terhimpun di pelupuk matanya tidak jatuh. Dia juga menepis tangan Tyo yang masih sibuk mengusap pundaknya.

“Aku bukan orang yang tidak tau balas budi, tapi aku tidak pernah mentolerir perselingkuhan dalam bentuk apa pun. Aku menegaskan di sini bahwa aku menolak bayi hasil perselingkuhan Papa itu, jika karena itu aku tidak dianggap sebagai keluarga ini lagi, aku tidak ada masalah.”

“Sayang, jangan ngomong gitu.” Tyo buru-buru merangkul istrinya dari belakang. “Bukan itu maksud Mama, iya kan, Ma?”

Mama berdiri, dan berusaha memeluk Vivi. “Maafkan Mama, Vi. Mama hanya minta tolong, Mama menghormati keputusanmu. Jika kamu enggak bersedia, masih ada Riana yang mau.”

Vivi melepaskan diri dari pelukan Mama dan suaminya. “Sebaiknya kita pergi sekarang, Mas. Aku takut lama-lama di sini tidak bisa mengendalikan diri. Maaf ya, Ma, menantumu ini adalah wanita yang keras kepala dan tidak bisa berbasa basi.”

Vivi mengambil tangan Mama untuk kemudian dia cium, lalu bergegas berlalu ke kamar. Dia perlu mengambil koper bajunya.

Tyo berpandangan dengan Mama, lalu melirik kepada Jagat dan Riana.

“Gat, sepertinya kamu yang bisa menolong Mama. Inilah saatnya kamu mengambil tanggung jawab,” kata Tyo.

Jagat menelan ludah berkali-kali dan melihat ke arah istrinya. “Aku tidak bisa memutuskan hal yang begini penting tanpa diskusi dulu dengan Riana.”

Mama beralih ke sebelah Riana, sama dengan yang dia lakukan sebelumnya kepada Vivi, Mama pun merangkul Riana. “Bisa ya, Ri. Demi Papa, demi kehormatan keluarga kita. Sebab jika semua anak Papa tidak ada yang mau, aib ini akan dibuat viral oleh Karisma."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kelakuan Papa Mertua

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Gelora Hasrat sang Presdir
8.3
Hidup Laura berubah drastis setelah merayakan pesta pelepasan masa lajang bersama adik dan teman-temannya. Akibat mabuk berat, ia terbangun di kamar hotel asing bersama seorang pria misterius. Kejadian buruk itu langsung diketahui oleh ayahnya begitu Laura tiba di rumah. Akibatnya, rencana pernikahan yang sudah di depan mata dibatalkan seketika, dan Laura diusir dari kediaman keluarganya. Kini, ia harus menghadapi masa depan yang tidak pasti sendirian tanpa arah.
Sampul Novel Hari Pernikahannya, Pembalasan Dendam Sempurnanya
9.2
Dahulu aku menyelamatkan Arya Wicaksana, membangunnya menjadi raja bisnis, dan menikahinya secara rahasia. Namun, ia mengkhianatiku dengan menyebutku beban dan menghancurkan klinik kenangan putri kami demi kekasih barunya. Arya menyalahkan ambisiku atas kematian anak kami, berusaha menghapus jejak masa lalu kami sepenuhnya. Ia pikir ia telah menang, namun undangan pernikahannya justru menjadi awal kehancurannya yang akan aku eksekusi tepat di hari bahagianya.
Sampul Novel Ketagihan Ibu Tiri
9.6
Menghadirkan sebuah kisah romansa modern yang emosional dan penuh intrik, novel ini menyajikan narasi mendalam yang ditujukan khusus bagi pembaca dewasa. Alur ceritanya mengeksplorasi dinamika hubungan yang kompleks dan penuh gairah dalam kehidupan kontemporer. Dengan konflik yang memikat dan penggambaran karakter yang kuat, pembaca akan dibawa menyelami sisi lain dari sebuah ikatan yang tak terduga dalam sebuah karya fiksi yang sangat berani.
Sampul Novel Menjadi Istri Musuhku
9.8
Selena Grant, putri bangsawan Kota Seaview yang ambisius, tiba-tiba terbangun tanpa ingatan tentang tiga tahun terakhir hidupnya. Ia terkejut mendapati dirinya telah menikah dan rela merendahkan martabat demi mengejar cinta pria yang justru membencinya. Meski bukti pesan putus asa memenuhi ponselnya, Selena yang asli takkan membiarkan siapa pun menghinanya. Kini, ia bertekad membalas perlakuan buruk suaminya dan merebut kembali harga dirinya yang sempat hilang.
Sampul Novel Om Kos
8.7
Dunia Mariska hancur saat memergoki pacarnya selingkuh hingga ia terusir dari kosnya di Surabaya. Di tengah badai hidup, ia menemukan hunian baru milik Ares, pria muda tampan yang tiba-tiba mengajaknya menikah. Namun, kedekatan mereka justru memicu dejavu mengerikan tentang tragedi masa lalu keluarganya. Mariska harus bertahan di antara penghuni kos yang nyentrik, sementara Ares menyadari bahwa gadis itu adalah cinta masa kecilnya yang lama menghilang.
Sampul Novel Pupus
8.6
Hafiz dan Aina terpaksa mengakhiri hubungan mereka akibat perjodohan orang tua. Tiga dekade kemudian, takdir mempertemukan anak-anak mereka, Gwen dan Arsakha, yang saling jatuh cinta. Namun, rahasia masa lalu terungkap saat Arsakha bertemu ibu Gwen. Mengetahui Arsakha adalah putra mantan kekasihnya, ibu Gwen menentang keras hubungan tersebut. Akankah asmara Gwen dan Arsakha berakhir tragis seperti orang tua mereka, ataukah mereka berhasil mempertahankan cinta itu?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan