Sampul Novel Istri yang Lari di Hari Pernikahannya

Istri yang Lari di Hari Pernikahannya

9.3 / 10.0
Dalam romance novel Istri yang Lari di Hari Pernikahannya, Siti Maemunah melarikan diri tepat setelah akad nikah demi menghindari perjodohan pamannya. Setahun berlalu, ia harus menghadapi konsekuensi saat bertemu kembali dengan Alga dalam kisah modern novel yang penuh kejutan ini.
Ringkasan Istri yang Lari di Hari Pernikahannya
Siti Maemunah terpaksa menjalani pernikahan akibat perjodohan yang diatur oleh sang paman. Namun, sesaat setelah akad nikah usai, ia justru memilih kabur dan meninggalkan suaminya. Maemunah merasa yakin bahwa ia tidak akan pernah berpapasan lagi dengan pria tersebut selamanya. Tak disangka, takdir berkata lain ketika setahun kemudian ia kembali dipertemukan dengan Alga. Kini, Maemunah harus menghadapi kenyataan pahit dari masa lalu yang sempat ia hindari.
Baca Selengkapnya

Istri yang Lari di Hari Pernikahannya Bab 1

Alga menatap foto seorang perempuan cantik di tangannya, kemudian mengelus gambar itu untuk beberapa saat, dan ingatannya melayang pada kejadian hampir setahun silam.

"Sah ...!" ucap saksi yang hadir saat Alga selesai mengucap ijab qobul dihadapan penghulu. Dia menghembuskan napas beratnya, dan sebuah tepukan hangat dipundaknya, membuat Alga berpaling. Lelaki itu melihat senyum bahagia terukir di wajah ayahnya yang sudah mendampinginya dihari bahagianya ini. 

"Bahagia--"

Benarkah ini hari bahagia? hati kecil Alga ingin berteriak. Nyatanya dia tak pernah menginginkan menikah secepat ini, disaat dia sebenarnya telah memiliki kekasih  terlebih dengan perempuan asing yang belum dikenalnya.

Alga mengedarkan pandangan, mencari sosok perempuan yang sudah dinikahinya. Tapi dia tak menemukan perempuan itu. Pelaminan sederhana  yang ada di rumah ini kosong ... bahkan sejak dia dan rombongan keluarganya baru datang ke rumah ini. 

"Maaf ... Maemunahnya masih di kamar, belum selesai dirias, sebentar lagi dia akan datang kalo sudah selesai," bisik  lelaki paruh baya yang Alga kenal sebagai Paman istrinya tersebut. 

Tapi hingga waktu berlalu, dan penghulu sudah beranjak pulang, perempuan yang bernama Siti Maemunah itu belum juga menampakkan dirinya. 

"Bagaimana Pak Arman--? mempelai perempuanya sudah siap? ini sudah saatnya mau foto-foto," bisik seorang fotografer yang sudah diundang untuk mengabadikan momen pernikahan hari ini. Lelaki bernama Arman itu tampak gelisah. Wajahnya menyiratkan kekhawatiran.

"Maaf semuanya. Sebentar saya lihat dulu ke dalam," ujarnya sambil berlalu. Dia membungkuk kecil pada Alga dan keluarga menantunya itu. 

"Apa yang terjadi, Pah?" tanya Ela, Ibu Alga yang dijawab dengan gelengan, Alga hanya mengamati keadaan disekelilingnya tak mengerti. Situasi tampak normal, masih banyak tamu-tamu yang berdatangan ke tempat ini, hanya saja pelaminan yang seharusnya menjadi tempatnya duduk masih sepi, dia pun enggan berpindah duduk dari tempatnya sekarang ke tempat yang dipenuhi hiasan bunga-bunga tersebut.

Ayah Alga tampak melihat ke arah jam tangannya. Pak Arman belum juga keluar sejak pamit ke dalam tadi.

"Bagaimana ini?" Ibu Alga mulai khawatir, dan dari arah pintu besar yang menghubungkan ruang tamu dengan ruang tengah, tampak beberapa orang mondar mandir dengan langkah langkah cepat.

"Sesuatu telah terjadi," gumam Alga melihat keadaan itu.

"Jangan-jangan istrimu kabur, Mas," celetuk Dian, adiknya dengan senyum miring.

"Huss." Ibu Alga buru-buru mencubit lengan putrinya yang memang duduk di sampingnya.

"Jangan bicara yang enggak-enggak, jangan dulu berprasangka," ucap Ibu Ela lagi. Dian hanya tertawa kecil.

"Mau taruhan, Bu? " 

"Sudah-sudah ... kita tunggu saja kedatangan Pa Arman." Akhirnya Pa Handoko melerai putri dan istrinya.

Alga hanya dapat termenung, meski berusaha mengabaikan kata-kata Dian, tapi entah mengapa hal itu terus mengganggu dirinya hingga membuat jantungnya berdetak cepat. Mungkinkah dugaan adiknya benar? Istri yang baru dinikahinya telah kabur?

Kalau memang itu benar, harusnya dia lega bukan? dia tak harus hidup berada dalam satu atap dengan perempuan yang tak dikenalnya itu? dia bisa terus melanjutkan hubungannya dengan Hani, perempuan rupawan yang telah dipacarinya selama 3 tahun.

Hani ... kekasihnya itu tengah menempuh pendidikan S2 nya di luar negri, selama dua bulan belakangan Alga hampir melupakan sosok yang menjadi penghuni hatinya itu karena perjodohan yang digagas Ayahnya dengan Pa Arman. Alga bahkan tak memberitahukan rencana pernikahannya karna takut membuat Hani terluka dan mengganggu kegiatan studinya. 

"Mas, lihat tuh Pa Arman ... wajahnya pucat ... 100 % aku yakin istrimu itu kabur." Dian mencolek lengan Alga. 

Pak Arman terlihat tergopoh gopoh mendatangi tempat rombongan keluarga menantunya duduk. 

"Apa yang terjadi, Pak ...?" tanya Pak Handoko menyambut kedatangan Pa Arman.

"Maafkan saya, Pa."

"Katakan saja, ada apa ... gak usah takut ... saya akan menerimanya dengan lapang dada ...," ujar Pa Handoko bijak. Pa Arman tertunduk. Dian tampak akan bersuara tapi Pa Handoko buru-buru menggeleng.

"Maafkan saya yang tak becus mengurus keponakan saya, Pa. Siti Maemunah telah pergi ... saya sudah menyuruh beberapa orang untuk mencarinya karna dia kemungkinan belum jauh ... kalau sudah ada kabar, saya sendiri yang akan mengantarnya ke tempat Bapak," ujar Pa Arman lirih.

Dian tersenyum menang, dugaannya benar.

"Maafkan saya, Pak ... saya benar-benar malu. Maemunah tidak menunjukkan gelagat aneh saat menanda tangani buku nikah sesaat sebelum akad, dia tampak baik-baik saja," ujar Pa Arman lirih.

"Kita tunggu saja sampai dia ketemu, Pa. Setelah itu kita akan putuskan kelanjutan status pernikahan ini," putus Pa Handoko.

"Seharusnya kita dengarkan keputusan Mas Alga, Pah?" ucap Dian melihat kakaknya hanya diam.

"Alga ... apa yang kamu pikirkan ... apa ada yang ingin kamu katakan?" tanya Pa Handoko akhirnya.

"Seperti kata Papah ... kita tunggu saja ...," gumam Alga. Mendadak hatinya menjadi sesak. Baru kali ini dia merasakan kekecewaan yang luar biasa. Bukan ... bukan karna dia mulai menerima Siti Maemunah sebagai istrinya. tapi dia merasa perempuan itu sudah menginjak injak harga dirinya, seharusnya perempuan itu menolak perjodohan ini sejak awal, maka pernikahan ini gak akan terjadi, dan Ayahnya pasti gak akan memaksanya jika Siti Maemunah yang menolaknya. Tapi perempuan itu memilih jalan seperti ini, jalan yang membuat Alga terperangkap dalam status baru yaitu menjadi seorang suami.

"Sekali lagi maafkan saya, Pak." Pa Arman masih tertunduk di hadapan Pak Handoko. 

"Sudah ... sudah ... gak papa." Pak Handoko mengelus elus punggung Pak Arman, sesuatu yang membuat Alga muak. Yah ... dia harus menemukan Maemunah, dan membalas perbuatan perempuan itu. Harus.. 

"Pak...." 

"Tok ... tok ... tok."

"Pak Alga ..."

Alga terkesiap dari lamunannya, buru-buru dia memasukan foto istrinya ke dalam dompet dan berpaling ke arah pintu. Tampak sekretarisnya, Lina  sudah berada dipintu kantornya.

"Maaf, Pak .. ada Ibu Hani di depan ... saya sudah bilang Bapak sedang sibuk, tapi dia memaksa."

"Suruh dia pergi, terserah bagaimana caranya, saya sedang banyak pikiran dan tak memiliki mood bagus buat trima tamu siapapun, Lin," ucap Alga.

"Baik, Pak ..." Lina menutup pintu Kantor bosnya tersebut, tapi belum sempat pintu tertutup rapat,  seorang perempuan muda tiba-tiba menyeruak masuk.

"Sayang ... aku rindu ..."  Perempuan itu memeluk Alga tanpa sempat mengelak. Lina yang melihat hal itu buru-buru menutup pintu dan berlalu mengerjakan tugasnya, dia tak mau mencampuri urusan Bos nya tersebut.

"Kenapa menolak ku?" ucap Hani merajuk. 

"Maaf.. aku sedang banyak pekerjaan ... aku sudah bilang ditelpon kemarin akan mengunjungimu malem ini ... jadi kamu gak perlu datang kemari," ucap Alga datar.

"kamu tau kan kalo aku di indonesia cuma sebentar, jadi harusnya kita bisa memanfaatkan waktu dengan baik ... kamu bahkan ga menjemputku di Bandara. "

"Aku sedang mengerjakan proyek besar ... maaf ya ...."

"Oke aku maafkan ... tapi  temani aku makan siang ya ... ini sudah jam dua belas, yuk." Hani menarik lengan Alga, membuat lelaki itu akhirnya mengikuti langkah kekasihnya.

"Ada restoran baru buka ... kata temanku menunya enak-enak, kita kesana ya ... tempatnya deket sini kok. Aku sudah reservasi"  

Alga hanya diam mendengarkan ocehan Hani yang menceritakan banyak hal tentang studinya dan hidupnya di negri orang ... hingga perjalanan mereka menuju restoran yang di pesan perempuan itu akhirnya sampai.

Mereka langsung menuju tempat reservasi ... dan saat Hani sedang memesan menu, netra Alga menangkap sosok semampai yang mengenakan seragam restoran, tampak membawa makanan pesanan tamu ... jantungnya berdetak dengan cepat. Dia adalah Maemunah, istrinya yang telah kabur setahun yang lalu.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Istri yang Lari di Hari Pernikahannya

Ch. 1
Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta Semalam Dengan Miliarder
9.1
Melinda, gadis desa berusia 21 tahun, terjebak pengkhianatan teman hingga berakhir di pelukan Lukas, CEO ternama. Malam gairah itu membuahkan benih yang mengancam reputasi Lukas. Sang miliarder kini bimbang antara menjaga nama baik atau bertanggung jawab atas bayi tersebut. Di tengah rahasia gelap dan intrik keluarga, mereka harus menghadapi perbedaan status yang tajam. Akankah cinta mengatasi kebencian, ataukah ambisi menghancurkan masa depan yang baru saja dimulai?
Sampul Novel Istri Kecil Penebus Hutang
8.1
Lavira Amrin adalah gadis polos yang malang. Akibat hutang sang ayah, ia dipaksa menjadi barang penebusan dan menikah dengan Avram, seorang penguasa bisnis misterius yang dikenal sangat tertutup bahkan kejam. Hidup Lavira penuh penderitaan karena ketidakadilan ayah kandung serta kekejaman ibu dan adik tirinya. Kini, ia terjebak dalam pernikahan dengan pria haus darah tersebut. Mampukah Lavira bertahan menjalani takdir barunya bersama sang penguasa gelap?
Sampul Novel Penyesalan Suamiku Setelah Kehilangan Diriku
9.6
Tragedi hari pernikahan dimulai saat Yoona, sahabat Marvin, melompat dari gedung. Akibatnya, Marvin menjadi pertapa dingin dan memaksaku menebus dosa hingga aku keguguran. Saat aku meminta cerai, dia justru mengancam keluargaku agar aku tetap tersiksa di sisinya. Namun, kesempatan kedua datang saat aku terbangun kembali di hari pernikahan kami. Kali ini, aku memutuskan untuk mendorong Marvin kembali kepada Yoona dan menjadi mantan kekasih yang membuatnya benar-benar meninggalkan dunia fana.
Sampul Novel Salah Melamar
9.7
Apa yang akan Anda lakukan saat menyadari bahwa pria yang melamar ternyata menginginkan adik Anda? Akibat kesalahan fatal orang tuanya dalam proses lamaran, Anda terjebak dalam ikatan pernikahan yang sama sekali tidak diinginkan. Kisah ini mengikuti perjalanan pahit seorang wanita yang harus menghadapi kenyataan bahwa suaminya mencintai orang lain. Di tengah kekecewaan dan luka hati, ia terpaksa menjalani kehidupan rumah tangga yang penuh dengan ketidakpastian.
Sampul Novel Sang Taipan Berdarah Dingin
7.9
Pasca tujuh tahun pelatihan brutal negara, Arabella pulang demi menuntut keadilan. Ia murka melihat bibinya hidup mewah sementara saudara kembarnya menderita. Dengan kecerdasannya, ia menghancurkan bisnis sang bibi dan melindungi saudaranya dari perundung sekolah. Meski sempat diremehkan, identitas aslinya terungkap saat keluarga elite dan laboratorium nasional memujinya. Asher, taipan yang dikenal berdarah dingin, justru luluh dan mulai mengejar cinta sang jenius.
Sampul Novel Tetangga jadi Cinta
8.7
Ketenangan seorang pekerja kantoran terusik sejak kehadiran pria tampan di rumah sebelah yang kerap membuat kegaduhan intim hingga larut malam. Alih-alih mereda saat dindingnya digedor, tetangga baru itu justru sengaja memperkeras suaranya. Kehilangan kesabaran akibat waktu istirahatnya yang terganggu, ia nekat mendatangi rumah tersebut. Namun, pemandangan mengerikan di balik pintu yang terbuka lebar justru membuatnya sangat menyesal. Kini, keselamatannya terancam karena ia menyaksikan rahasia yang bisa merenggut nyawanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan