Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Penyesalan Suamiku Setelah Kehilangan Diriku

Penyesalan Suamiku Setelah Kehilangan Diriku

Tragedi hari pernikahan dimulai saat Yoona, sahabat Marvin, melompat dari gedung. Akibatnya, Marvin menjadi pertapa dingin dan memaksaku menebus dosa hingga aku keguguran. Saat aku meminta cerai, dia justru mengancam keluargaku agar aku tetap tersiksa di sisinya. Namun, kesempatan kedua datang saat aku terbangun kembali di hari pernikahan kami. Kali ini, aku memutuskan untuk mendorong Marvin kembali kepada Yoona dan menjadi mantan kekasih yang membuatnya benar-benar meninggalkan dunia fana.
Bab
Bagikan

Bab 3

Saat aku tertegun, ibu Yoona datang menghampiriku, dengan marah berkata, "Selly, keponakanmu menyiram putriku dengan jus! Kalau bukan karena Marvin menghukumnya, kami nggak akan membiarkannya begitu saja!"

Marvin pun buru-buru menjelaskan, "Selly, aku hanya mencoba meredakan amarah keluarga Yoona, jadi memukulnya sebagai hukuman. Tenang saja, aku nggak memukulnya terlalu keras, jadi lukanya nggak terlalu parah."

Aku menatapnya dengan penuh kebencian.

Mulut Brian bahkan sudah berdarah, wajahnya juga bengkak. Inikah yang dia maksud dengan tidak terlalu parah.

Dibawah tatapanku yang penuh kebencian, Marvin tampak sadar bahwa dirinya bersalah, hingga menundukkan kepalanya.

Aku menoleh ke arah ibu Yoona dan berkata dengan nada menyindir, "Bu, setengah jam yang lalu, putrimu masih berdiri di lantai atas dan mengancam akan bunuh diri. Akulah yang meminta calon suamiku untuk menyelamatkannya."

"Bisa dikatakan bahwa aku ini penyelamat putrimu."

"Keponakanku yang datang setelah pulang sekolah untuk menghadiri pernikahanku, mendapati mempelai wanita diganti. Dia mengira tantenya dipermalukan, jadi tak bisa menahan diri dan menyiram putrimu dengan jus sebagai bentuk protesnya."

"Menurutmu, sebagai penyelamat putriku, apakah ini pantas untukku?"

Ibu Yoona mengernyitkan kening dan ingin membantah, tapi saat melihat tatapan orang-orang sekitarnya, dia hanya mendengus kesal dan tidak berbicara lagi.

Dengan bantuan Brian, aku berdiri perlahan. Marvin yang tampak khawatir, berkata, "Selly, kenapa wajahmu pucat sekali?"

Aku mengabaikannya. Sebaliknya, aku berkata pada Brian, "Tolong panggil ambulans ... "

Brian pun segera memanggil ambulans.

Marvin tampak gelisah dan bertanya, "Kenapa memanggil ambulans? Aku hanya mendorongmu sedikit, seharusnya nggak separah itu."

Yoona menyindir, "Mungkin hanya taktik murahannya untuk membuat Kak Marvin khawatir."

Marvin mengernyit dan bertanya, "Selly, benarkah begitu? Aku nggak suka cara-cara seperti ini."

Brian yang marah, hampir saja maju untuk memukul Marvin, tetapi aku menghentikannya.

Aku berkata, "Tolong bantu aku jalan keluar."

Brian segera memapahku. Aku menahan rasa sakit di perutku dan perlahan berjalan menuju pintu hotel.

Marvin hendak menghentikanku, tapi tiba-tiba seseorang berteriak, "Bu Yoona pingsan!" Marvin langsung memalingkan perhatian ke arah Yoona dan menggendongnya sambil berkata, "Bawa dia ke rumah sakit!"

Aku menoleh, melihat Marvin yang tampak cemas di tengah kerumunan, hatiku terasa sakit.

Bahkan di saat kami sedang dalam momen bermesraan, pilihannya tetap Yoona.

Jika aku menyadari hal ini lebih awal, aku tidak akan berakhir dengan nasib yang begitu tragis di kehidupan sebelumnya.

Brian mencoba menghiburku dengan suara pelan, "Tante, jangan sedih, masih ada aku. Aku akan selalu bersamamu."

Aku menggenggam tangannya dengan hangat dan tersenyum kecil. "Tenang, tante nggak sedih."

Namun Brian tidak percaya. Dia berkata dengan marah, "Tunggu aku dewasa, aku nggak akan biarkan siapapun menyakitimu lagi."

Saat dia bicara begitu, kami telah sampai di pintu hotel.

Karena rumah sakit tidak jauh dari sini, ambulans pun tiba dengan cepat.

Namun, belum sempat aku bicara, ibu Yoona berlari keluar sambil berteriak, "Dokter, tolong selamatkan putriku! Dia pingsan!"

Lalu, aku dengan kasar didorong ke samping. Jika Brian tidak menopangku, aku pasti sudah terjatuh.

Aku menatapnya dengan tajam dan melihat Marvin keluar dengan menggendong Yoona. Saat melihatku, dia tidak menunjukkan sedikit pun rasa bersalah. Sebaliknya, dia berkata dengan nada penuh keyakinan,

"Selly, kami hanya jatuh saja, berbeda dengan Yoona. Dia pingsan dan harus segera dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa."

"Jadi, berikan ambulans ini untuknya. Aku akan meminta sopir untuk mengantarmu pulang dan istirahat."

Rasa sakit di perutku semakin menjadi-jadi. Aku menggelengkan kepala dan berkata, "Nggak, nggak boleh! Aku harus pergi ke rumah sakit!"

Aku tahu, Yoona pasti hanya berpura-pura. Tapi, aku tak bisa mengambil risiko dengan nyawaku sendiri.

Ibu Yoona maju mendekat dan menamparku dengan keras. Dia berteriak dengan marah, "Dasar wanita jalang! Kamu pikir kamu punya hak untuk bersaing dengan putriku?"

Brian mencoba melawan, tetapi langsung ditekan oleh para pengawal.

Aku juga terjatuh ke lantai. Rasa sakit yang hebat membuat tubuhku bergetar. Aku memohon dengan mata penuh harap kepada Marvin.

Dia menghindari tatapanku dan berkata, "Tante hanya terlalu khawatir dengan Yoona. Selly, ini masalah nyawa, kamu nggak seharusnya bersikap cemburu di saat seperti ini."

Orang-orang di sekitarku juga mulai mencelaku, mengatakan bahwa niatku untuk menyuruh Marvin menyelamatkan Yoona sebelumnya hanya pura-pura.

Marvin kemudian menggendong Yoona melewatiku dan masuk ke ambulans.

Sebelum pergi, dia menatapku dan berkata, "Selly, kamu orang yang baik hati, aku yakin kamu akan memahami pilihanku, 'kan?"

Tanpa menunggu jawabanku, dia masuk ke dalam ambulans dan pergi.

Melihat ambulans itu menjauh, aku berteriak penuh emosi, "Marvin, kamu benar-benar bajingan!"

Tiba-tiba, seseorang menunjuk ke arah kakiku dan berteriak panik, "Lihat! Darah ... ada banyak darah!"

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B20106" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B20106
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO TAMPAN ITU SUAMIKU
9.5
Demi menghindari perjodohan dengan Rama, duda pilihan ayahnya, Keyra nekat menikahi CEO bernama Farid. Namun, saat cinta mulai tumbuh di hati Farid, Kenzo yang merupakan masa lalu Keyra hadir kembali sebagai klien perusahaan. Kini Keyra terjebak dalam dilema besar. Haruskah ia tetap setia kepada Farid, suaminya yang terkadang bersikap kasar, ataukah ia akan kembali ke pelukan Kenzo, pria dari masa lalu yang pernah sangat ia cintai?
Sampul Novel GAIRAH CINTA PARTNER KERJA
9.4
Ozzie adalah lelaki rupawan yang cerdas, namun masa lalunya penuh luka karena ketampanan tak menjamin kebahagiaan. Setelah berjuang meraih kesuksesan, ia jatuh hati pada rekan kerjanya. Hubungan mereka kian intim melalui pertemuan panas setiap kali bertugas di luar kota. Sayangnya, wanita itu telah dijodohkan dengan pria lain. Kini, Ozzie bertekad mengakhiri petualangan cintanya demi memperjuangkan sang pujaan hati agar menjadi miliknya seutuhnya.
Sampul Novel Keluarga Benalu Ingin Kaya Mendadak
8.0
Izzah menyadari sepenuhnya bahwa keluarga sang suami hanyalah sekumpulan benalu yang berambisi menguasai seluruh kekayaan pribadinya. Namun, mereka salah besar jika menganggap Izzah adalah sosok wanita lemah yang mudah ditipu. Izzah tidak akan membiarkan asetnya dirampas begitu saja. Dengan kecerdasan dan ketegasan yang ia miliki, ia siap mempertahankan haknya serta menghadapi setiap intrik licik yang dirancang oleh keluarga mertuanya tersebut.
Sampul Novel Keturunan Rahasia
8.5
Akibat jebakan licik pamannya, Rajendra Antariksa melakukan kesalahan fatal terhadap Amara Lucia Haidar di masa lalu. Setelah sepuluh tahun hidup dalam penyesalan mendalam, pewaris Antariksa Group ini terkejut saat mengetahui Amara mengalami trauma berat dan telah melahirkan putranya secara rahasia. Namun, upaya Rajendra untuk menebus dosa tidaklah mudah. Ia justru menghadapi penolakan keras dari Amara, orang tuanya, bahkan anak kandung yang baru diketahuinya itu.
Sampul Novel KIBAS DASTER BUNDA
8.0
Dona, ibu tiga anak yang telah menikah selama 17 tahun, sering disepelekan karena penampilannya yang hanya berdaster dan dianggap kuno oleh putri sulungnya, Sakura. Di tengah tekanan ekonomi akibat krisis di kantor suaminya dan tuntutan keluarga yang tinggi, Dona harus berjuang sabar. Namun, rasa jenuh sang anak memicu tekad Dona untuk bertransformasi. Ia memutuskan mengungkap rahasia masa lalunya demi membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi sosok luar biasa bagi keluarga.