Sampul Novel Penyesalan Ibu Setelah Aku Tiada

Penyesalan Ibu Setelah Aku Tiada

9.4 / 10.0
Dalam novel modern Penyesalan Ibu Setelah Aku Tiada, seorang anak dituduh mencelakai kakaknya hingga diperlakukan bagai pembantu. Saat sang ibu menuntut donor ginjal demi anak adopsinya, ia memilih menyerahkan nyawanya. Baca novel online dengan cerita misteri keluarga yang penuh konflik ini.
Ringkasan Penyesalan Ibu Setelah Aku Tiada
Sejak tragedi masa kecil yang menewaskan sang kakak, kehidupan protagonis berubah menjadi neraka. Ibunya menaruh dendam mendalam dan menuduhnya sebagai penyebab kematian tersebut. Diperlakukan layaknya pelayan di rumah sendiri, posisinya kian tersisih setelah sang ibu mengadopsi anak perempuan baru. Puncak penderitaan terjadi ketika ia dipaksa mendonorkan ginjalnya untuk saudari angkat tersebut. Menyerah pada keputusasaan, ia memutuskan memberikan seluruh hidupnya demi memenuhi tuntutan sang ibu, memicu penyesalan tak berujung yang terlambat setelah kematiannya menjemput.
Baca Selengkapnya

Penyesalan Ibu Setelah Aku Tiada Bab 1

Pada usia 10 tahun, kakakku meninggal saat kami bolos untuk pergi bermain. Sejak saat itu, ibuku membenciku, mengira aku yang mencelakai kakakku. Dia memperlakukanku seperti pembantu dan mengadopsi anak perempuan yang patuh untuk menggantikan posisi kakakku. Ibuku merebut semuanya dariku, bahkan memintaku mendonorkan ginjal untuk putri adopsinya itu! Oke, Ibu. Karena kamu mau begitu, aku akan memberi nyawaku ini kepadamu! Setelah aku mati, dia baru menyesal.

Belakangan ini, kepalaku terus sakit. Bahkan, aku sering jatuh pingsan di jalan. Ketika mendapat hasil laporan dari rumah sakit, jantungku seolah-olah berhenti berdetak.

Ternyata aku mengidap tumor otak ganas. Penyakit ini langka. Dokter bilang kalau aku nggak rajin berobat, aku nggak bakal bisa bertahan sampai dua bulan.

Aku baru berusia 23 tahun. Kehidupanku malah hanya tersisa kurang dari dua bulan. Bagaimana aku harus memberi tahu ibuku kabar ini?

Dengan perasaan berat hati, aku pulang ke tempat yang disebut rumahku. Begitu mendorong pintu, aku melihat ibuku dan putri adopsinya yang bernama Valentine sedang bersenang-senang. Sungguh pemandangan yang harmonis. Sementara itu, aku seperti orang luar.

"Dari mana saja kamu? Kenapa baru pulang? Kamu mau buat kakakmu mati kelaparan ya? Cepat masak sana!"

"Ya, Ibu." Ibuku sama sekali tidak memperhatikan kantong plastik berisikan obat yang kupegang. Mungkin, dia sudah melihatnya, tetapi tidak peduli.

Aku menarik tubuhku yang lelah ke dapur. Panci di tangan terasa berat. Setiap kali mengaduk, seluruh tenagaku seolah-olah terkuras.

Ibu sedang menonton TV bersama Valentine. Sesekali, aku mendengar tawa mereka. Tawa itu bak jarum yang menusuk telingaku.

Tiba-tiba, Valentine masuk ke dapur. Gelang baru di tangannya yang berkilauan terlihat sangat menyita perhatian di bawah sinar lampu.

"Virginia, lihat. Ibu yang beli gelang ini. Harganya 400 juta! Kamu pasti iri, 'kan?" Valentine menggoyangkan gelangnya di depanku dengan sengaja. "Kenapa memangnya kalau kamu putri kandungnya? Kamu tetap harus melayaniku seperti pembantu."

Hatiku menegang. Uang 400 juta itu adalah uang operasiku. Selama bertahun-tahun ini, demi membayar uang sekolah dan biaya hidup, aku bekerja susah payah di luar dan di rumah. Kini, uang itu malah menjadi modal seseorang untuk pamer.

"Virginia! Masak yang cepat! Jangan sampai aku mengulitimu!" terdengar bentakan ibuku dari kejauhan. "Dasar nggak berguna! Masak saja lama sekali. Kamu mau kami mati kelaparan ya?"

Usai berbicara, ibuku membawa Valentine kembali ke ruang tamu untuk lanjut menikmati kebersamaan mereka. Hatiku seolah-olah dihantam oleh palu. Aku hanya bisa melanjutkan pekerjaanku.

Setelah selesai memasak sup, aku menyajikannya di atas meja. Alhasil, aku malah mendapat perlakuan makin buruk.

"Aduh!" Terdengar seruan kaget yang mengandung niat jahat. Tiba-tiba aku tersandung. Ini jelas adalah perbuatan Valentine.

Sup tumpah. Sup yang panas mengenai tubuhku. Rasanya sakit sekali. Ibuku malah maju dan memakiku, "Dasar sampah! Pegang sup saja bisa jatuh!"

Saat berikutnya, sebuah tamparan kuat dilayangkan ke wajahku. Duniaku seolah-olah berputar.

"Kalau tahu kamu begitu nggak berguna, pasti sudah kubuang sejak kecil. Dasar pembawa sial! Kamu mencelakai Vivian dan sekarang ingin mencelakai Valentine! Sebaiknya kamu bersikap yang baik! Nanti kamu harus melakukan transplantasi ginjal untuk Valentine!"

"Dasar berengsek! Kamu nggak tahu kesehatan kakakmu kurang baik? Kamu sengaja ya?"

Dengan sepatu hak tinggi, ibuku menendang perutku. Aku sakit hingga meneteskan air mata.

"Ibu, maafkan aku ...."

Ibuku sama sekali sama sekali tidak peduli. Dia terus menendangku, seolah-olah ingin melampiaskan seluruh amarahnya selama belasan tahun kepadaku.

Aku kesakitan hingga tidak bisa berkata-kata. Kepalaku terasa makin berat. Pandanganku kabur.

Di belakangku, ibuku malah menghibur Valentine, seolah-olah semua ini tidak ada kaitannya dengannya. "Jangan takut, Sayang."

Saat ini, perasaanku campur aduk. Aku murka, sedih, dan tidak berdaya. Jelas-jelas aku putri kandungnya, tetapi malah mendapat perlakuan seperti ini.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Penyesalan Ibu Setelah Aku Tiada

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Anak Durhaka Dibutakan Nafsu
7.9
Saat ibu mertuanya kritis akibat kecelakaan, sang istri diabaikan oleh suaminya sendiri yang sibuk membantu mantan kekasihnya, Stacy. Pengacara itu bahkan menolak mengirimkan uang pengobatan dan menuduh istrinya berbohong. Setelah sang ibu meninggal, sang suami justru maju sebagai pembela Stacy di pengadilan atas kasus tabrak lari dan berhasil membebaskannya. Begitu kebenaran terungkap saat sang istri menuntut cerai, pria itu baru menyadari bahwa korban tewas yang ditabrak oleh kekasihnya adalah ibunya sendiri.
Sampul Novel Bunga itu Mekar Setelah Aku Tiada
9.5
Kematian tragis menjemput sang protagonis akibat serangan asma parah di saat Reza, pria yang memegang obat penyelamatnya, justru sibuk mengantar wanita lain melakukan pemeriksaan kehamilan. Kepergian ini meninggalkan penyesalan mendalam. Setelah menyadari fakta bahwa wanita yang ditinggalkannya juga tengah mengandung anaknya, Reza didera kepanikan luar biasa dan mencarinya ke mana-mana tanpa hasil. Kini, sebuah misteri baru muncul saat sesosok asing mulai setia menjaga makamnya yang sepi.
Sampul Novel Dulu Aku Bodoh, Sekarang Tidak Lagi
8.1
Saat hamil tiga bulan, Solene divonis mengalami kehamilan ektopik oleh suaminya yang seorang dokter. Sang suami mendesak aborsi demi keselamatannya dan menyarankan adopsi. Solene yang merasa bersalah kemudian tidak sengaja mendengar percakapan rahasia suaminya dengan wanita lain. Terungkap bahwa diagnosis itu palsu, dirancang agar Solene mau menandatangani surat adopsi untuk Leo, anak kandung suaminya dari hubungan gelap tersebut, demi mewariskan seluruh kekayaannya.
Sampul Novel Malam Panjang di Bus Terakhir
8.0
Perjalanan malam di atas bus berubah menjadi mimpi buruk yang mengerikan bagi seorang wanita. Di dalam kendaraan yang sunyi itu, empat pria yang merupakan rekan kerja suaminya menyudutkan dirinya tanpa ampun. Meski korban memohon karena tidak sanggup menghadapi kepungan mereka, para pelaku justru menekan tubuhnya ke kursi dan memaksa kedua kakinya terbuka. Kekerasan fisik pun terjadi saat ikat pinggang disabetkan dengan kejam, sebelum mereka merobek pakaian dalamnya secara paksa demi meluapkan aksi bejat tersebut.
Sampul Novel Tetangga jadi Cinta
8.7
Ketenangan seorang pekerja kantoran terusik sejak kehadiran pria tampan di rumah sebelah yang kerap membuat kegaduhan intim hingga larut malam. Alih-alih mereda saat dindingnya digedor, tetangga baru itu justru sengaja memperkeras suaranya. Kehilangan kesabaran akibat waktu istirahatnya yang terganggu, ia nekat mendatangi rumah tersebut. Namun, pemandangan mengerikan di balik pintu yang terbuka lebar justru membuatnya sangat menyesal. Kini, keselamatannya terancam karena ia menyaksikan rahasia yang bisa merenggut nyawanya.
Sampul Novel ZORA Pupus Sebelum Mekar
8.7
Ryan memohon agar Nisa bersedia menyusui bayi perempuan mereka yang baru lahir, namun penolakan keras justru didapatnya. Nisa sangat membenci kehadiran anak itu dan bahkan sempat berusaha melenyapkannya sejak dalam kandungan. Meski Ryan terus membujuk demi kesehatan sang buah hati, kebencian Nisa tak tergoyahkan. Baginya, bayi bernama Zohrah itu adalah sosok yang tidak pernah ia inginkan, meski Ryan meminta agar amarah Nisa tidak ditumpahkan pada putri mereka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan