Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel PENGANTIN TITIPAN

PENGANTIN TITIPAN

Kamila jatuh hati pada Dion, mahasiswa KKN yang melamarnya tanpa izin keluarga. Saat restu tak didapat dan hari pernikahan tiba, Dion justru meminta Aldin Nabastala menggantikan posisinya. Demi kehormatan sang ayah, Kamila terpaksa menikahi duda tersebut meski hatinya masih milik Dion. Namun, seiring waktu, Aldin mulai mencintai istri titipan yang shaliha ini. Akankah Aldin merelakan Kamila kembali ke pelukan kekasih lamanya saat rasa cinta mulai bersemi?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Kamu yang bener aja, Dion ... gadis kampung kayak gitu kamu kenalin sama papa?"

Suara bernada menyindir itu terdengar dari balik lemari besar penyekat ruangan. Walaupun tidak berteriak, cukup jelas di telinga kami. Ya, di sini aku dan Kak Mirna—kakakku—bermaksud berkenalan dengan keluarga Bang Dion, seorang pemuda yang menarik hatiku.

Kak Mirna menatapku lekat, tampak ia tersenyum sinis ke arahku. Dia memang sudah memperingatkan untuk tidak melanjutkan hubungan dengan Bang Dion yang kukenal di kampung kami, ketika lelaki berwajah manis tersebut bersama teman-temannya melakukan kegiatan KKN enam bulan yang lalu. Hanya saja Bang Dion selalu menyemangati dan menguatkan, ia berkata akan memperjuangkan hubungan kami. Aku percaya padanya.

"Tapi, Pa ... Dion cinta sama Mila. Dion berniat serius dengannya!" tegas suara Bang Dion.

"Sudah kakak bilang, 'kan? Kamu gak mau denger, sih!" bisik Kak Mirna dengan suara gemas.

Mataku terasa panas. Begitu juga dada ini, terasa bergemuruh kencang.

"Cinta ... cinta! Tahu apa kamu soal cinta, heh? Selama ini gak pernah bawa perempuan jalan! Balik KKN malah minta kawin! Kuliah kamu aja belum selesai!"

Suara berat yang tadinya datar itu berubah jadi bentakan keras.

"Pa ... sabar, Pa ...." Itu suara Bu Rosa, mamanya Bang Dion.

"Mama lihat anak kesayangan Mama ini! Kenapa jadi pembangkang begini?"

"Pa, please ... selama ini Dion selalu menuruti keinginan Papa dan Mama. Kali ini Dion hanya minta Papa sama Mama ngertiin perasaan Dion. Dion mau menikah dengan Mila segera. Dan Dion sudah melamarnya." Lelakiku masih terus membujuk orang tuanya.

"Gini aja, Nak. Selesaikan dulu kuliah kamu. Soal nikah nanti kita bicarakan lagi," kata Bu Rosa lembut.

"Gak bisa, Ma. Dion harus nikahin Mila bulan ini!" bantah lelakiku.

Tentu saja. Kamu sudah janji sama ayah, Bang. Debaran jantungku semakin kencang.

"Kamu ini kenapa, hah?! Kebelet kawin banget!" sergah Pak Herlan.

Hening ....

"Mmm ... Mila ... Mila hamil ...," lirih suara Bang Dion di sana.

Mataku yang sudah terasa basah membulat sempurna. Begitu juga Kak Mirna. Dia menatapku tajam. "Yang bener, Mila?!" desisnya.

Bulir air yang dari tadi menggantung di pelupuk mata pun mengalir.

"Mi–la ...?" Kak Mirna kembali melafalkan namaku dengan tatapan tajam penuh tanda tanya.

Dengan refleks kepalaku pun menggeleng ... pelan.

Di dalam sana kembali hening.

Plak!

Tiba-tiba terdengar suara tamparan keras.

"Anak kurang ajar!"

Bunyi derap langkah mendekat.

"Perempuan murahan!" Suara Pak Herlan menggelegar, beliau kini telah berdiri di hadapan kami sambil menatap nanar. Wajah itu tampak memerah karena emosi.

Aku dan Kak Mirna spontan bangkit dari duduk. Lututku terasa gemetar, lemas.

"Pa, ini salah Dion. Bukan Mila." Bang Dion menyusul papanya. Begitu juga Bu Rosa yang langsung menahan lengan sang suami yang ingin melangkah maju mendekatiku.

"Kamu sengaja 'kan, menggoda anak saya? Berjilbab hanya kedok saja! Padahal murahan!" cerca bapak tua itu. Hatiku perih mendengarnya.

"Sa–saya ... ti–tidak ...." Lidahku terasa kelu, bingung mau menjawab apa.

"Kamu mau apa? Uang?" cecar Pak Herlan, "jawab!" bentaknya.

Aku berjenggit, terkejut.

"Oooh ... cukup ... cukup ... kita pulang, Mila!" Kak Mirna menyentak lenganku dan langsung menyeretku keluar dari ruangan itu.

"Mila! Tunggu!" teriak Bang Dion.

Aku dan Kak Mirna menghentikan langkah yang hampir melewati teras rumah besar tersebut. Lelaki itu lalu melangkah hendak menyusul kami.

"Dion!"

Kulihat Bang Dion menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.

"Selangkah kamu keluar dari rumah ini ... jangan pernah kamu kembali lagi dan jangan anggap papa sebagai orang tua kamu lagi." Suara itu terdengar datar, tapi jelas ada tekanan ketegasan di sana.

Tampak Bang Dion menunduk dan terdiam. Dia terlihat rapuh.

"Yuk!" Kak Mirna kembali menarik tanganku, kami pun semakin menjauh.

Air mataku mengalir deras. Kaki ini tersaruk-saruk diseret Kak Mirna. Tak terasa aku sudah di dalam sebuah angkot. Tak kupedulikan pandangan orang-orang yang mungkin heran menatap.

.

.

____________________

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BAHAGIA SETELAH DUKA
8.3
Hubungan asmara Gabriel dan Nadya terhalang tembok besar restu keluarga akibat perbedaan keyakinan. Demi meminang Nadya yang merupakan penganut agama yang taat, Gabriel rela berpindah keyakinan dan berkomitmen menjadi imam yang baik. Namun, pengorbanan besar tersebut harus dibayar mahal. Keputusannya membuat Gabriel kehilangan haknya sebagai ahli waris Indofarma Grup dan namanya pun resmi dicoret dari daftar keluarga besarnya.
Sampul Novel Dalam Dekapan Dosen Tama
8.1
Dalam suasana penuh ketegangan, Tama berusaha meyakinkan Runa agar tidak menolak kehadirannya. Dengan suara serak yang sarat akan emosi, ia mendekap Runa dan menghirup aroma tubuh istrinya tersebut dengan penuh damba. Di tengah pergolakan batin yang terjadi, Tama membisikkan penegasan bahwa hubungan intim mereka adalah hal yang sah secara hukum dan agama. Sebagai sepasang suami istri, ia merasa tidak ada lagi alasan bagi Runa untuk terus menghindar darinya.
Sampul Novel Gairah panas my Daddy
8.6
Aldo Bimantara merupakan pria matang dari keluarga terpandang yang tetap terlihat awet muda meski sudah memasuki usia pernikahan. Sebagai sosok sukses, ia mengelola dua cabang restoran besar yang berlokasi di Medan dan Semarang. Di balik statusnya sebagai putra konglomerat, Aldo berjuang menyeimbangkan tuntutan hidup dengan kariernya yang gemilang. Kisah ini mengikuti perjalanan hidup sang pengusaha kaya dalam menghadapi dinamika romansa modern.
Sampul Novel ISABELLA: Dibelai Maut, Dicintai Takdir
9.2
Isabella terjebak dalam dunia prostitusi eksklusif setelah dikhianati ayahnya sendiri. Di tengah kegelapan itu, ia menemukan cinta yang berakhir tragis saat calon suaminya tewas secara misterius. Bertekad menuntut balas, ia justru menemukan fakta bahwa Ronald, pria pertama yang membelinya, adalah sang pembunuh. Kini, Isabella harus menghadapi konspirasi dendam antar keluarga yang mengincar nyawanya sambil mengungkap identitas aslinya yang tersembunyi.
Sampul Novel Istri mandul CEO bucin
8.8
Lima tahun membina rumah tangga, Asmaraloka dan Cadis Diraizel dikenal sebagai pasangan harmonis yang saling mencintai. Namun, kebahagiaan mereka mulai goyah saat Ara divonis mandul oleh dokter. Meski sang CEO tetap setia dan menerima kondisi tersebut tanpa menuntut keturunan, rasa minder Ara memicu keretakan. Situasi kian pelik ketika pihak ketiga hadir memperkeruh suasana dengan berbagai kesalahpahaman. Mampukah cinta tulus mereka bertahan menghadapi cobaan ini?
Sampul Novel Penantian seorang istri
8.9
Dalam sebuah pernikahan modern yang penuh dengan kedinginan, seorang istri berjuang tanpa lelah demi mencairkan hati suaminya yang kaku dan tak tersentuh. Dengan kesabaran yang luar biasa, ia berupaya menghadirkan benih-benih cinta di tengah rumah tangga mereka yang hampa. Namun, tantangan batin terus menguji keteguhannya. Apakah kegigihannya akan membuahkan hasil manis, ataukah ia justru akan memilih untuk menyerah karena rasa lelah yang mendalam?