Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pengantin Pengganti Mafia Berdarah Dingin

Pengantin Pengganti Mafia Berdarah Dingin

Dominic Toretto tega menjual anaknya demi harta dengan menjanjikan pernikahan kepada keluarga De Luca yang kejam. Alessia Toretto akhirnya memilih maju demi menggantikan posisi adiknya untuk menikahi seorang bos mafia pembunuh berdarah dingin. Tanpa diduga, keputusan nekat ini justru menjerumuskannya ke dalam pusaran konflik hidup dan mati. Kini Alessia harus berjuang menemukan keberanian demi melawan nasib kelam yang telah dipaksakan padanya.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Elena Toretto, benarkah itu kamu?" tanya pendeta, tatapannya memandang gadis di hadapannya.

Gadis itu mencengkram erat bunga di tangannya, merasakan degup jantungnya semakin kencang. "Itu bukan namaku, Pak," ucapnya, suaranya terdengar gugup.

"Namaku Alessia, Alessia Toretto."

Sontak semua orang terkejut dengan pengakuan calon mempelai wanita tersebut, terlebih Dom sang ayah. Alessia adalah anak kebanggaannya, dan tak mungkin ia rela memberikannya pada Vincenzo si mafia yang diberikan julukan pembunuh berdarah dingin.

"Apa-apaan ini, Alessia?" kata Dom dengan wajah yang berubah merah marah. Ia berdiri tegak dari tempat duduknya.

"Alessia, apa yang sedang kamu lakukan? Dimana adikmu, Elena?" timpal Lucia, ibunda Alessia, dengan nada suara gemetar.

Tiba-tiba suasana kembali menjadi ricuh. Namun Alessia berusaha tetap tenang meskipun tubuhnya telah bergetar hebat sejak tadi. Dia mengalihkan pandangan dari wajah cemas kedua orang tuanya, tanpa memberikan respon apa pun.

Alessia menatap Vincenzo yang tengah berdiri di hadapannya, menyaksikan drama keluarga Toretto. "Kau menikah denganku, atau tidak sama sekali?" tanyanya tegas, mengabaikan tekanan dari sekelilingnya.

"Tidak!" teriak Dom, wajahnya memerah karena emosi. "Aku setuju untuk menikahkan putri bungsuku, bukan untukmu, Alessia."

Namun, Alessia tetap tidak menggubris larangan sang ayah. Ia hanya perlu mendengar jawaban dari Vincenzo. Pria berwajah tegas itu membalas tatapan tajam Alessia dengan santai, bahkan ia menyunggingkan sedikit senyuman melihat keberanian wanita yang akan menggantikan calon pengantinnya.

"Robert, bagaimana ini? Uruslah!" tegur Dom pada paman Vincenzo yang telah membuat kesepakatan dengannya.

"Kau menyapa orang yang salah, calon ayah mertua," kata Vincenzo menegur Dom, nada suaranya kalm dan yakin.

Vincenzo menatap calon mertuanya, sorot matanya menandakan kekuatan. "Apa kau lupa siapa pemimpin De Luca setelah ayahku meninggal?" ujarnya, membuat Dom terdiam sejenak.

"Ya, benar. Itu adalah aku, bukan pamanku," lanjut Vincenzo tegas, membuat Robert merasa terhina dan dijatuhkan harga dirinya.

Pria keturunan Jerman itu kemudian mengalihkan pandangannya, menatap wanita cantik di hadapannya yang sedang menatap balik ke arahnya.

"Dan aku akan memilih sendiri dengan siapa aku akan menikah," ungkapnya.

Vincenzo merapihkan jasnya, lalu berdiri tegak sambil memandangi wajah cantik Alessia. "Aku akan menikahi Alessia Toretto, atau aku tidak akan menikah dengan siapa pun sama sekali," ucapnya tegas.

Hati Alessia mencelos saat mendengar jawaban Vincenzo yang setuju untuk menikah dengannya. Padahal ia berharap laki-laki berdarah dingin itu akan membatalkan pernikahan dan perjanjian dengan keluarganya. Namun ternyata dugaannya salah, dan kini sepertinya ia telah terperangkap dalam kandang singa.

"Baiklah, berarti semua sudah beres. Tunggu apa lagi?" kata Alessia seolah menantang, dengan memasang wajah tegar dan berani.

"Mari kita mulai, Pak," kata Vincenzo, menginterupsi pendeta.

Tatapannya beralih kembali pada Alessia, lalu ujarnya, "Aku sudah tidak sabar ingin segera mencium pengantin baruku." Vincenzo tersenyum sinis.

Acara pernikahan pun dimulai, pendeta mulai membacakan serangkaian prosesi. Setelah acara selesai, Alessia dibawa ke hotel yang telah disiapkan, tempat mereka akan menghabiskan malam pengantin.

Namun, tidak seperti pengantin baru pada umumnya yang akan senang dan bersemangat menanti malam pengantin, Alessia justru dilanda kekhawatiran. Sejak perjalanan menuju hotel, ia berpikir keras tentang apa yang akan terjadi padanya, apakah dia akan mati malam ini dan besok hanya tinggal namanya saja?

Wanita itu menggelengkan kepalanya keras untuk menepis segala kegundahan yang ada. 'Tidak! Aku tidak boleh lemah, aku harus bisa menghadapi kenyataan ini,' gumamnya tegas dalam hati.

Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian tidur, Alessia menyadari bahwa pakaian yang disediakan hanya ada lingerie yang sangat seksi. Karena pikirannya sibuk memikirkan kelangsungan hidupnya, ia tak berpikir tentang pakaian. Terpaksa, Alessia menghela napas berat sambil mengenakan pakaian yang ada, berusaha mengesampingkan kekhawatiran yang menghantuinya.

Wanita itu terduduk di tepi ranjang, merasakan gelisah dan cemas yang menyergap dirinya. Napasnya tak karuan, berusaha tetap waspada dengan situasi sekitarnya. Dia teringat cerita adiknya, Elena, yang meminta agar selalu membawa persiapan jika sewaktu-waktu bahaya datang.

"Aku tidak boleh lemah," gumam Alessia sambil berusaha menenangkan detak jantung yang kencang.

Dibalik keringat yang mengucur di keningnya, ia memeriksa sebuah pisau kecil yang sudah ia siapkan dan disembunyikan di balik pahanya. Pisau itu adalah pemberian Elena, yang menyuruhnya untuk menghabisi Vincenzo sebelum ia justru jadi korban pria itu.

Tak lama, pintu kamar mandi terbuka. Vincenzo muncul hanya dengan memakai boxer, membuat Alessia terkesiap. Refleks, ia bangkit dari tempat tidur dan menatap laki-laki yang kini telah menjadi suaminya dengan tatapan ketakutan yang berusaha disembunyikan.

Dengan langkah santai, Vincenzo mendekati Alessia. "Kau terlihat sangat gugup, istriku," ucapnya dengan santai namun terdengar merendahkan.

"Hmm, aku hanya sedikit khawatir dengan malam pengantin kita, suamiku," jawab Alessia berusaha untuk tetap tenang, sambil meremas jemari tangan yang gemetar.

"Aku tahu apa yang mereka katakan tentangku hingga membuatmu takut," ujar Vincenzo, seolah bisa membaca pikiran Alessia.

Sambil melangkah melewati Alessia yang terpaku, ia menambahkan, "Bahkan mereka memberi julukan untukku. Pasti kau pernah mendengarnya, kan?"

Vincenzo mengambil botol anggur yang berada di atas nakas lalu menuangkannya ke dalam gelas. "Katakanlah apa saja yang kau ketahui tentangku?" Vincenzo menegak minumannya hingga habis, lalu menatap Alessia dengan tatapan datar, membuat Alessia semakin merasa ketakutan.

"Pembunuh berdarah dingin?"

Tangan Alessia semakin mencengkram erat pakaiannya.

Vincenzo tersenyum penuh arti. "Aku juga sudah mendengar apa yang mereka katakan tentangmu. Kau anak kedua keluarga Toretto yang sangat dibanggakan oleh keluargamu. Perempuan cerdas yang bisa menyelesaikan segala masalah di keluarga Toretto."

Vincenzo makin dekat ke Alessia, suaranya merendah, "Pantas saja ayah mertua enggan melepaskanmu dan lebih memilih membuang adikmu yang dianggap tak berguna."

Mendengar omongan tentang adiknya, Alessia tegas berkata, "Stop! Jangan pernah menghina adikku!" Tubuhnya menegang, tatapannya tajam ke arah Vincenzo.

Dengan sikap angkuh khasnya, Vincenzo hanya mengangkat bahu sambil berkata, "Setidaknya aku senang karena tidak jadi menikah dengan adikmu."

Alessia menatapnya dengan dingin sambil membalas, "Setidaknya adikku beruntung tidak menikah dengan pria sepertimu."

Vincenzo tersenyum sinis. "Tapi sayangnya, kau harus berkorban demi adik kesayanganmu itu, istriku." Laki-laki itu mendekat lagi, namun Alessia dengan sigap berjalan mundur, menjaga jarak.

"Kata orang-orang kau adalah wanita pendiam dan pemarah. Ternyata benar kau memang pemarah, tapi menurutku kau lebih cerewet untuk ukuran seorang pendiam." Vincenzo mencoba menyentuh wajah Alessia, namun wanita itu langsung menghempas kasar tangan kekar pria itu, yang merupakan suaminya.

"Jangan sentuh aku!"

Vincenzo menampilkan senyum jahatnya. "Di keluargamu kau memang wanita tangguh, tapi hari ini, di sini, kau bukan siapa-siapa. Kau hanyalah seorang istri dari Vincenzo De Luca. Dan layanilah aku karena aku adalah suamimu."

Dalam kemarahan yang meletup, Alessia berkata sambil mengepalkan tinjunya, "Dasar bajingan!"

Doorr!!

"AAaaaaa.."

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anakku Tak Butuh Ayah Sepertimu
7.9
Alana nyaris tewas setelah diserang tiga pemuda di Gunung Lawu hingga terperosok ke jurang. Beruntung, ia diselamatkan oleh Arga, mantan anggota Kopassus yang kini menjadi buronan dan bersembunyi di hutan. Di tengah pemulihan luka fisik dan traumanya, Alana terjebak dalam dilema antara keinginan balas dendam atau bangkit kembali. Hubungannya dengan Arga yang keras namun protektif pun kian intens, memicu emosi baru yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Sampul Novel DENDAM MERTUA MAFIA
8.2
Akibat kebencian mendalam, Ratih Darmi menukar janji masa lalu ayahnya demi melenyapkan cucunya sendiri, Farid Abdullah. Bocah itu diculik oleh raja mafia kejam, Razzore, untuk dieksekusi di istana bawah tanah. Diandra Safaluna, sang ibu yang memiliki masa lalu sebagai mafia, harus berjuang di tengah kehancuran jiwanya demi menyelamatkan Farid. Luna bersumpah akan menembus istana monster tersebut meski harus mengorbankan nyawanya sendiri demi sang putra.
Sampul Novel Janda Cantik Dan Psycopat Dingin
8.2
Pasca memergoki perselingkuhan sang suami, seorang wanita menolak untuk terpuruk dalam kesedihan. Alih-alih menyerah, ia menyusun rencana balas dendam yang kejam demi memberikan rasa sakit yang setimpal kepada para pengkhianat. Namun, langkahnya terhenti saat seorang pria misterius masuk ke hidupnya secara tiba-tiba. Siapa sangka, sosok tersebut adalah psikopat berdarah dingin yang terobsesi dan jatuh cinta padanya. Akankah ini membantu atau menghancurkan tujuannya?
Sampul Novel Kaisar Muda, Jangan Menggodaku!
8.5
Yun Xiaowen, calon ratu iblis, terjebak dalam nestapa usai bertemu Liuu Qiang Wen. Kaisar manusia berjuluk The Cyanide King itu membantai orang tua Xiaowen demi ambisi menguasai tujuh dunia. Tanpa cinta, ia menikahi Xiaowen hanya untuk memanfaatkan kelemahannya sebagai pion politik. Di tengah mimpi buruk yang seakan tak berakhir, Xiaowen meratapi nasibnya yang hancur sambil mempertanyakan apakah masih ada sisa kasih sayang di hati sang kaisar yang kejam.
Sampul Novel Legenda Tombak Halilintar
9.7
Riki awalnya hanyalah pemain pemburu terlemah, namun takdirnya berubah drastis setelah meraih Dragon Spear, senjata legendaris tingkat tertinggi. Kini, ia bertekad melindungi keluarganya dari hinaan sambil mengejar ambisi menjadi legenda di realitas Sky Legend. Namun, tanggung jawab besar menantinya saat bumi terancam bahaya yang tersembunyi di balik sistem gim. Riki pun berjuang demi kehormatan keluarga, Indonesia, dan dunia untuk mencapai puncak kejayaan.
Sampul Novel Para Pria yang Diculik ke Desa Wanita
8.8
Kisah menegangkan dalam Para Pria yang Diculik ke Desa Wanita mengungkap sisi gelap sepasang kekasih. Sang pria menggunakan kedok hubungan asmara untuk menculik dan menjual gadis-gadis ke desanya. Di sisi lain, sang wanita ternyata menyimpan niat yang sama buruknya. Dengan modus pacaran yang serupa, ia menjebak dan menggiring para pria masuk ke dalam perangkap di desanya sendiri. Pertemuan dua penculik ini menghadirkan misteri aksi yang penuh intrik dan bahaya tak terduga.