Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel PENGABDI SUAMI

PENGABDI SUAMI

Alana adalah istri yang tulus mengabdikan seluruh hidup dan jiwanya bagi sang suami tercinta. Namun, kesetiaan itu justru dibalas dengan pengkhianatan pahit yang berujung pada sebuah tragedi mematikan. Sebuah insiden pembunuhan pun dirancang dengan sangat rapi agar terlihat seperti kecelakaan biasa. Di tengah skenario jahat yang mengancam nyawanya, bagaimanakah nasib Alana selanjutnya? Inilah kisah pilu seorang istri yang tidak pernah dianggap.
Bab
Bagikan

Bab 3

Tiba-tiba bel rumah berbunyi. Langkah Alana seketika terhenti disaat suara lantang berteriak padanya.

“Eh. Mau kemana kamu..?”

“Mau ke depan Ma. Sepertinya itu mas David deh yang pulang,” sahut Alana bersikap biasa saja meski Farida tak sedikit pun terlihat ramah padanya.

“Nggak usah. Nggak usah. Masuk saja kamu ke kamar cepat..! Biar aku yang membukakan utama itu.” Ucap Farida seraya menunjuk ke arah pintu utama.

“Tta—tapi Ma,”

“Udah. Masuk sana..! Ngeyel banget sih dibilangin,” hardik Farida menyeret langkah Alana menuju ke arah kamarnya.

Alana masih mondar-mandir dalam kamarnya. Seketika perasaannya tak enak. Sikap Farida seakan-akan menyembunyikan sesuatu darinya. Tak biasanya, ia tidak di perbolehkan membuka pintu untuk suaminya sendiri.

“Ada apa ini sebenarnya..? Kenapa Mama tak memperbolehkan aku membuka pintu untuk suamiku sendiri. Apa sebenarnya yang telah terjadi di belakangku..? Apa sesungguhnya disembunyikan Mama dariku. Sebegitu asingkah diriku, hanya karena aku tak bisa memenuhi permintaan mereka memberikan keturunan di rumah ini,” air mata Alana kembali berderaian membasahi pipinya. Perasaan tak nyaman dan gundah terus menghantui dirinya.

Dengan tergesa-gesa Alana menghapus air matanya. Ia pun bergegas menuju ke arah pintu kamarnya, menyelinap keluar mengintip apa sebenarnya terjadi di luar sana.

Dengan sangat hati-hatinya Alana melangkahkan kakinya mendekati ruang tamu. Ia pun mengintip di balik lemari pajang.

Deg..!

Jantungnya serasa berhenti berdetak. Ketika ia melihat pemandangan di ruang tamu. David duduk berdekatan dengan seorang wanita berparas cantik dalam balutan blazer dipadukan rok mini begitu sangat minim. Mereka duduk begitu sangat rapat di atas sofa ruang tamu nyaris tak ada celah. Sementara itu Farida bercerita begitu hangat diselingi tawa bahagia mereka bertiga. Kaki Alana seketika bergetar, seolah-olah tak mampu menopang tubuhnya. Dikala ia menatap sang suami merangkul mesra perempuan, tak lain perempuan yang pernah ia lihat dalam galeri ponsel rahasia milik sang suami. Bibir Alana bergetar hebat, tubuhnya merinding seolah-olah berada di awang-awang. Melihat pemandangan yang sangat mengiris kalbunya. Dengan santainya tangan David merangkul bahu sang perempuan dengan posisi tubuh mereka begitu dekat. Seolah-olah dirinya tak ada arti dan harganya di mata sang suami.

“Ma—Mas, apa yang kamu lakukan ini..? Teganya kamu bermesraan dengan perempuan lain di rumah kita sendiri. Ma, aku menantumu... Aku manusia Ma, bukanlah binatang. Tega-teganya kalian berlaku sejahat ini di belakangku.” Batin Alana menjerit tubuhnya masih gemetaran dengan air mata berderaian menatap ke arah ruang tamu.

“Saras, kamu begitu cantik Nak. Pantas saja David jatuh hati padamu,” ucap Farida memuji perempuan yang saat ini bersama putranya.

“Ah Tante, bisa aja deh.” Balas perempuan yang bernama Saras tampak tersipu malu seraya menyandarkan kepalanya di bahu David.

Alana semakin terbakar api cemburu. Sama sekali tak menyangka jika sang suami setega ini bermain api di rumahnya sendiri, lebih parahnya didukung oleh Mama mertuanya sendiri. Alana terus menangis seraya memegang dadanya tiba-tiba terasa begitu sangat sakit sekali. Ingin rasanya Alana berlari ke sana dan menghajar sang suami lalu menjambak rambut perempuan jalang tersebut. Namun ia tak memiliki keberanian untuk hal itu. Alana takut jika ia melakukan tindakan brutal, bisa-bisanya dia bakalan ditinggal bahkan mungkin diceraikan oleh David, yang sudah pastinya didukung oleh sang Mama mertua.

“Begitu santainya kamu Mas memamerkan kebahagiaan di rumah kita. Aku sakit hati, aku kecewa atas kelakuanmu dan juga atas kelakuan Mamamu terhadapku. Aku akan sabar jika kamu bisa menghargaiku, namun kamu justru semakin tega menusuk jantungku seperti ini. Belum hilang dari ingatanku atas isi ponsel yang selama ini kamu sembunyikan dariku dan sekarang dengan beraninya kamu membawa selingkuhanmu di rumah kita sendiri, didukung oleh Mamamu sendiri,” tangis Alana semakin menjadi, langit serasa ingin runtuh ketika ia harus melihat dengan mata kepalanya, begitu teganya David mempermainkan pernikahan mereka.

Tanpa rasa sungkan David menggenggam tangan kekasih barunya, sesekali tampak mengecup punggung tangan sang kekasih.

“Tunggu apa lagi? Kenapa kalian tak menikah saja..? Agar bisa memberikan keturunan, cucu untuk Mama.

“Ma. Jangan kenceng-kenceng dong ngomongnya. Ntar Alana denger lagi.” Ucap David sembari menaruh telunjuk di tengah bibirnya.

“Aaahhh.. ngapain mikirin dia. Jadi istri tak ada gunanya sama sekali, perempuan mandul seperti itu seharusnya kamu ceraikan saja..! Hanya menjadi bumerang saja di rumah ini,” balas Farida dengan senyum sinis.

Seketika Alana jatuh terduduk di lantai, mendengarkan semua percakapan mereka. Tak percaya jika orang yang ia kasihi justru menyakitinya seperti ini.

“Mana Alananya Tante..? Apa dia sudah tidur ya? Kenapa bukan dia saja membukakan pintu untuk kami?” tanya Saras dengan senyum miring.

“Sayang, tak bisa seperti itu. Aku sengaja menyuruh Mamalah membukakan pintu untuk kita, agar Alana tak melihat kedatanganku bersamamu sayang,” ucap David seraya mempererat rangkulan di bahu sang kekasih.

“Loh kenapa harus seperti itu..? Bukankah lebih baik jika dia lebih cepat mengetahui hubungan kita ini. Apalagi tante Farida juga sudah mau merestui hubungan kita. Lalu kenapa harus sembunyi-sembunyi seperti ini lagi,” ucap Saras terlihat kesal.

“Saras. Kamu sedikit bersabar nak. Karena Tante mengizinkan dengan restui kalian berdua, jika mendadak seperti ini kamu datang ke rumah ini. Tante tak mau, nanti perempuan gila itu mengamuk dan membangunkan para tetangga. Makanya kita harus bermain cantik, perlahan-lahan namun pasti kalian berdua menikah dan terserah David mau menceraikan Alana atau tidak.” Jelas Farida yang tak menyadari jika Sesungguhnya Alana mendengar semua percakapan mereka.

“Kamu sabar ya sayang. Kita tak mungkin tergesa-gesa seperti yang kamu mau. Apa yang dikatakan Mama itu benar.. Jika Alana melihat aku membawa perempuan lain di sini, bisa-bisa dia marah besar dan mengamuk. Aku tak mau para tetangga mengetahui hal ini,” ungkap David membujuk sang kekasih. Tangis Alana semakin menjadi ketika ia melihat sang suami mengecup mesra kening perempuan lain di hadapan Farida. Tak ada sedikit pun pembelaan untuknya atas kelakuan David tersebut.

“Ya sudah sebaiknya kamu beristirahatlah dulu di kamar sayang. Tadi Mama sudah menyuruh perempuan itu membersihkan kamar tamu untukmu, berhati-hatilah jangan sampai perempuan itu mengetahui keberadaan kalian ke sini. Karena belum waktunya dia melihat keberadaanmu Saras, yang tentunya bakal menikah dengan David.” Farida terlihat begitu ramah terhadap Saras, sangat jauh berbanding terbalik ketika berhadapan dengan Alana.

Alana segera bangkit dari lantai dan tergesa-gesa melangkah menuju kamarnya. Alana sengaja menghindar agar sang suami dan mertua menyangka jika dirinya tak mengetahui perbuatan mereka di belakang dirinya.

“Lalu, kamu tidur dengan perempuan itu sayang..? Ah aku nggak mau. Ntar kamu macam-macam lagi dengannya. Aku tak rela jika kamu berhubungan badan dengannya di belakangku.” Ucap Saras manja menuju ke arah kamar tamu dipandu oleh David dan Farida.

Alana sempat melihat dan mendengar percakapan mereka, membuat hatinya hancur. Justru dirinya yang diperlakukan semakin tak adil, tanpa perasaan sedikit pun dibohongi dan dikhianati oleh orang-orang yang kita sangat dipercaya.

“Apaan sih aah.. nggak bakalan aku lakuin hal itu dengannya. Melihat dia aja aku sudah tak bernafsu, apalagi untuk menjamahnya. Kamu tak perlu khawatir seperti itu sayang, aku hanya melakukan semuanya denganmu sayangku.” Saras bergelendot manja di tubuh David sembari melingkari tangan di pinggang David mendekati kamar tamu. Alana menggigit bibir bawahnya menahan rasa sakit yang tak mampu ia lukiskan.

Keadaan seketika hening. Farida sudah masuk ke kamarnya akan tetapi Alana tak bisa tenang berada di kamarnya. Hampir 10 menit sang suami tak kunjung datang ke kamar mereka.

Perasaannya semakin tidak menantu. Ia pun kembali keluar dari kamar mengendap-ngendap menuju ke arah kamar tamu, di mana saat ini wanita penggoda itu tidur di sana, pastinya bersama sang suami.

Alana sudah berada di depan pintu kamar yang tampak tertutup rapat. Jantungnya semakin berdegup kencang, ketika suara desahan tertangkap jelas di telinganya. Dengan tangan gemetaran Alana mencoba memutar kenop pintu kamar, yang ternyata tak terkunci dari dalam. Dengan nekatnya ia memutar perlahan karena pintu kamar tersebut dan pintu pun terbuka sedikit. Alangkah terkejutnya Alana, ketika ia mengintip ke arah dalam kamar tersebut.

***

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95LXR" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95LXR
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Affair With Santa
8.4
Di tengah dinginnya New York yang menusuk tulang, seorang gadis nekat menunggu di bawah pohon besar meski suhu berada di bawah nol derajat. Sepatu boots tipisnya tak mampu menahan es, membuatnya nyaris beku saat menanti seseorang yang tak kunjung datang. Ketika tubuhnya mulai oleng akibat hipotermia di sudut taman yang sepi, sebuah pelukan hangat tiba-tiba mendekapnya. Suara berat seorang pria misterius menjadi hal terakhir yang ia dengar sebelum kesadarannya menghilang.
Sampul Novel Antara Aku, Dia, dan Masa Lalu
8.4
Saat Tia Lestari kembali dan mengambil alih kursi depan di samping Andre Sonata, aku memilih mengalah tanpa perlawanan dan duduk di belakang bersama Jimmy Tanusubrata. Guncangan mobil membuat lututku bersentuhan dengan paha Jimmy, namun kami berdua memilih diam. Ketika Andre menemani Tia ke toilet di rest area, ruang sempit mobil menjadi saksi saat Jimmy tiba-tiba menarik dan menciumku dengan intim. Di balik hilangnya akal sehatku, sebuah kesadaran pahit tentang pria mulai terbentuk.
Sampul Novel Dilamar Mantan Depan Suami
8.0
Nisa terjebak dalam pernikahan penuh tekanan bersama Arman, suami yang sangat perhitungan dan keras. Meski Nisa berusaha menghormati mertua dan iparnya, Arman selalu merasa istrinya kurang berbakti. Kesedihan Nisa memuncak saat Arman membatasi asupan gizi putra mereka, Ahmad, dengan dalih penghematan. Nisa hanya bisa berdoa agar suaminya menepati janji untuk menerima sang anak sepenuhnya, di tengah tuntutan hidup dan perilaku kasar yang terus diterimanya.
Sampul Novel Gairah Istri Kelima Juragan
9.3
Malini terjepit utang besar setelah suaminya menghilang misterius. Satu-satunya harapan adalah Juragan Chandrakanta, pria kaya raya yang ingin menjadikannya istri kelima. Meski awalnya menolak dan memilih bekerja kasar, Malini akhirnya tak berdaya menghadapi pesona sang juragan. Sebuah mantra rahasia dan daya pikat Chandrakanta berhasil membuatnya bertekuk lutut dalam semalam. Akankah Malini menyerah sepenuhnya pada gairah dan menjadi bagian dari keluarga sang juragan?
Sampul Novel Kesempatan Kedua, Luka Terakhir
9.6
Niat baik membelikan teh susu untuk rekan kerja yang hamil berujung petaka. Setelah meminumnya, rekan tersebut keguguran dan menuduhku sebagai pelaku sengaja di rumah sakit. Akibat fitnah ini, keluarganya memukuliku dan menuntut ganti rugi sebesar dua miliar rupiah. Tidak tinggal diam, aku melaporkan kasus ini ke polisi dan bersiap menuntut balik. Namun, sebelum keadilan tegak, ibu mertua dari rekan kerjaku mendorongku ke jalan raya hingga tewas dilindas sebuah truk.
Sampul Novel Menutup Pintu Masa Lalu
9.4
Sebuah pengkhianatan pahit terjadi tepat di hari ulang tahun sang protagonis dalam novel modern Menutup Pintu Masa Lalu. Hubungan asmara yang telah dibina selama enam tahun hancur seketika saat kekasihnya justru melamar cinta pertamanya. Kejadian menyakitkan ini menghapus seluruh perasaan cinta yang tersisa tanpa bekas. Sadar akan kenyataan pahit tersebut, ia memutuskan untuk merelakan masa lalunya, pergi meninggalkan pria itu, dan memilih untuk menerima perjodohan yang telah diatur oleh keluarganya.