Sampul Novel Gairah Istri Kelima Juragan

Gairah Istri Kelima Juragan

9.3 / 10.0
Dalam Gairah Istri Kelima Juragan, Malini terjebak utang warisan suaminya. Untuk bertahan hidup, ia harus menghadapi tawaran Juragan Chandrakanta. Romance novel ini mengisahkan perjuangan Malini antara prinsip dan godaan sang juragan dalam cerita modern novel yang penuh intrik.
Ringkasan Gairah Istri Kelima Juragan
Malini terjepit utang besar setelah suaminya menghilang misterius. Satu-satunya harapan adalah Juragan Chandrakanta, pria kaya raya yang ingin menjadikannya istri kelima. Meski awalnya menolak dan memilih bekerja kasar, Malini akhirnya tak berdaya menghadapi pesona sang juragan. Sebuah mantra rahasia dan daya pikat Chandrakanta berhasil membuatnya bertekuk lutut dalam semalam. Akankah Malini menyerah sepenuhnya pada gairah dan menjadi bagian dari keluarga sang juragan?
Baca Selengkapnya

Gairah Istri Kelima Juragan Bab 1

Di sebuah ruangan dengan kertas dinding motif dan warna keemasan, Malini menatap pria berusia lima puluh tahun di hadapannya. Pria tampan dengan rahang tegas dan sepasang mata mirip elang yang mampu menaklukkan lawan bicaranya dalam sekali kedipan.

Pria yang kerap dipanggil orang-orang kampung dengan juragan itu tak nampak tua sedikitpun. Bahkan guratan dan keriput seolah enggan mampir ke wajahnya yang putih dan bersih.

Ada perasaan tegang yang hinggap di hati Malini. Bagaimana tidak, ia hanya berdua saja berhadapan dengan juragan Chandrakanta. Entah ke mana keempat isteri pria yang katanya gila bercinta itu.

"Ehem ... Jadi apa tujuanmu datang kemari? Malini!" suara serak dan berat itu semakin membuat Malini salah tingkah.

"A-anu juragan ...." sahut Malini menggantung.

Dadanya terlihat naik turun. Nampak terlihat jelas dari balik kebayanya yang sedikit menerawang. Membuat Chandrakanta menelan ludah. Lalu membuang muka ke arah yang lain.

"Katakan dengan cepat! Karena aku sedang banyak pekerjaan."

"Saya ingin meminjam uang juragan," sahutnya cepat. Perasaan lega memenuhi rongga dadanya. Walau belum tentu Chandrakanta akan meminjamkan uang.

"Berapa?"

"Lima puluh juta, juragan."

"Lima puluh juta?" ulang Chandrakanta.

Mungkin bukan masalah jajaran angka yang banyak itu. Tapi mungkin alasan. Ya ... Sebuah alasan yang ingin diketahui Chandrakanta. Mengapa wanita cantik bertubuh sintal itu memerlukan banyak uang.

"Ke mana suamimu?" tanya Chandrakanta lagi. Ia menggeser posisi duduknya di sebelah Malini. Berusaha melihatnya dengan jelas di setiap inci.

"Apa saya harus menjawab pertanyaan yang ndak ingin saya jawab, juragan?"

"Ya, aku perlu tahu. Kelak jika kau tidak bisa bertanggung jawab atas hutang-hutangmu itu, maka suamimu lah yang harus membayarnya.

"Tapi ... "

"Hmm ... Suamimu pergi dengan wanita lain?Meninggalkan begitu banyak hutang yang harus kau selesaikan sendirian. Apa aku benar?"

"Juragan ... Dari mana?"

"Siapa yang tak mengenal suamimu Malini. Prabawa yang suka berjudi dan main perempuan. Apa aku benar lagi?" suara Chandrakanta agak meninggi. Membuat Malini hampir terbakar amarah.

"Apa bedanya dirimu dengan suamiku? Duhai juragan yang gila kawin dan mempunyai banyak isteri!" hardik Malini dalam hati.

Membuat Chandrakanta menatap sepasang mata bundar hitam Malini dengan lekat.

"Aku tidak suka kau menyamakan diriku dengan suamimu yang tidak ada otak itu! Jadi berhentilah! Hentikan hatimu untuk berkata-kata yang tidak menyenangkan tentang diriku!"

Malini terkesiap. Tak menyangka jika Chandrakanta mengetahui isi hatinya. Ia sedikit malu dan merasa penasaran dalam waktu yang bersamaan.

"Bagaimana juragan mengetahui isi hatiku?" tanyanya dalam hati.

"Hatimu dipenuhi banyak pertanyaan tentangku. Itu tak penting! Apa kau mau minum? Makan sesuatu, mungkin? Biar aku minta Yuvati untuk membuatkannya."

"Ndak usah juragan! Saya ndak mau merepotkan. Saya hanya ingin meminjam uang," ujar Malini tegas. Mencoba mengembalikan topik pembicaraan.

"Hmm ... Baiklah ... Lima puluh juta bukan?"

"Benar juragan. Lima puluh juta." Malini menjawab dengan suara yang sedikit ringan.

"Gampang. Aku bisa memberikannya sekarang."

"Benarkah itu juragan? Jawab Malini bertambah senang.

"Ya. Kau tak percaya? Aku orang paling kaya di kampung ini?"

"Aku percaya, Tuan."

Malini memandangi isi ruang tengah yang lega dan besar itu. Semua perabotannya hampir semua terbuat dari emas, kristal dan perak. Wanita itu tak paham bagaimana juragan Chandrakanta bisa mendapatkan kekayaan yang begitu banyak.

Kesemuanya isterinya dibuatkan rumah tiga lantai terpisah di tanah yang berbeda. Anak-anak juragan juga bersekolah di sekolah yang bagus. Semua kendaraan dan apapun yang belum dimiliki oleh orang kaya lain, Chandrakanta telah lebih dulu memilikinya.

"Tapi tentu ada syarat yang harus aku ajukan."

"Syarat apa itu, Tuan?" tanya Malini menelan ludah. Berharap syarat yang diajukan juragan Chandrakanta masih bisa dilakukannya.

"Semoga bukan sebuah syarat yang berat." Lagi-lagi Malini berkata dalam hati.

Membuat Chandrakanta tersenyum kecil. Hatinya girang dan senang. Seolah mendapatkan sesuatu yang menggelitik. Bagai anak kecil yang merindukan mainan baru.

Malini berdoa dalam hati. Benaknya sudah mengkhayalkan sesuatu. Bisa melunasi hutangnya kepada si Jampang, menyekolahkan anak gadisnya di pondok yang diidam-idamkan dan juga bisa membuka usaha kecil-kecilan.

"Ehem ... Lima puluh juta, ya? Uang itu harus kau bayar selama 50 bulan. Satu bulan kau harus mengembalikan kepadaku sekitar lima juta."

"Jadi aku harus membayar 5 juta setiap bulan. Dan akan membayar selama lima puluh bulan. Itu artinya selama dua tahun lebih juragan?"

"Pintar kau Malini!" tukas Chandrakanta. Menampilkan barisan giginya yang bersih dan rapi.

Malini menghela nafas berat. Tiba-tiba saja otaknya menjadi buntu. Angka-angka itu bertebaran dalam benak dan membuat kepalanya pusing.

"Bukankah itu akan membuat hidupmu bertambah berat Malini? Lebih baik mencari jalan yang lain saja. Kau masih bisa bekerja atau melakukan sesuatu yang lain. Jangan mau!" sisi hati Malini yang lain mengajukan penolakan.

"Masih ada syarat yang lain jika kau tak menyetujui syarat yang itu. Yang ini lebih mudah!" Chandrakanta mengusap dagu Malini yang indah. Wanita itu terkejut lalu berpindah ke kursi yang lain. Membuat Chandrakanta merasa gemas.

"A-apa itu juragan?"

Chandrakanta mengejar Malini. Ikut pindah duduk ke kursi jati yang lain walau kursi itu sempit. Sekarang ia satu tempat dengan Malini. Berhimpitan dan sangat dekat. Membuat Malini sesak nafas. Dadanya lagi-lagi naik turun. Chandrakanta sangat ingin menerkamnya.

Pria tampan berusia setengah abad itu menatap Malini dengan tatapan genitnya. Menjulurkan lidah lalu mengedipkan mata. Siapa yang mampu menolak pesona pria berperawakan besar tinggi dengan tubuh yang kekar itu.

Tidak dengan Malini. Ia jijik, mual, melihat kelakuan pria tak beradab yang memiliki empat isteri itu. Dengan perasaan kesal dan campur aduk, ditinggalkannya rumah pertama milik juragan Chandrakanta dan berjanji untuk tidak kembali ke rumah itu lagi.

Yuvati yang baru pulang dari mengunjungi orang tuanya masuk dari pintu samping. Wanita yang selalu mengenakan sanggul cepol dan selendang berwarna terang itu sempat melihat bahwa suaminya sedang memiliki tamu.

Ia masuk ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya yang besar. Mencuci wajahnya yang berbentuk oval juga kaki dan tangannya.

"Loh kemana tamunya, Mas?" tanya Yuvati.

"Entah. Pulang mungkin," jawab juragan lalu masuk ke dalam kamar dengan perasaan kesal yang membuncah.

Yuvati menyusul ke dalam kamar. Melihat suaminya sedang berbaring di ranjang kayu besar dengan kelambu berwarna gading, membuat ia menghela nafas. Ia paham betul jika suaminya sedang seperti itu.

"Mau aku buatkan makanan apa, Mas?"

"Aku masih kenyang!" sahut Chandrakanta membalik badan. Memunggungi wanita dengan wajah yang ayu itu.

"Kalau pijat bagaimana?" suara Yuvati melunak. Membuat debar jantung Chandrakanta bergenderang.

Di usia yang empat puluh tahun. Chandrakanta tahu pasti, isteri pertamanya itu pintar merawat diri. Tubuhnya masih tetap langsing dan wangi. Yuvati gemar meminum jamu dan makan-makanan yang sehat. Terbukti wajah dan semua yang dimilikinya masih sempurna di mata Chandrakanta.

"Aku suruh Mbok Giyem menyiapkan semuanya ya, Mas. Mas tunggu dulu."

Yuvati menuju dapur, meminta Mbok Giyem dan beberapa orang lain meyiapkan air hangat di sebuah bak mandi kayu besar. Menyiapkan aneka akar-akaran dan rempah-rempah. Sari pati susu dan bengkuang juga bunga mawar berkelopak tebal.

Mbok Giyem memberi tanda bahwa semuanya selesai. Chandrakanta tersenyum lalu menggendong Yuvati yang sudah tak mengenakan sehelai benangpun.

Keduanya mengobrol, bercengkrama, memadu kasih. Tapi tetap saja. Bayangan wajah Malini yang sedang tersedu membuat Chandrakanta tak bisa menyingkirkan wajah cantik itu. Walau ia memejamkan mata ketika menikmati gelora yang disuguhkan oleh Yuvati.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Gairah Istri Kelima Juragan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Baru Dicintai Suami Setelah Meninggal
8.3
Sheny tewas bersama janin di kandungannya setelah dipaksa sang suami mendonorkan sumsum tulang demi menyelamatkan kekasih lamanya. Tujuh hari pascakematiannya, sang suami justru membawa wanita itu ke ranjang pernikahan mereka dengan penuh kepuasan. Namun, kelegaan itu segera berubah menjadi duka mendalam. Pria itu kini menangis histeris memeluk barang peninggalan Sheny, memohonnya untuk pulang, seolah lupa bahwa kekejamannya sendirilah yang telah merenggut nyawa istri dan calon anaknya.
Sampul Novel GAIRAH LIAR PENGANTIN PENGGANTI
9.7
Demi membiayai operasi sang nenek, Belia Anastasya terpaksa menerima tawaran Bianca untuk menjadi pengantin pengganti. Ia harus menikahi Arkan Devano Haditama, pewaris takhta Haditama Group, dengan syarat mutlak: dilarang jatuh cinta. Arkan yang dingin awalnya membenci perjodohan ini, namun sebuah malam intim mengubah segalanya. Belia kini terjebak dalam dilema perasaan saat identitas aslinya terancam ketika Bianca menuntut posisinya kembali.
Sampul Novel Mengasuh Bayi Mantanku
9.6
Pasca kecelakaan maut yang merenggut nyawa istrinya, Safira, Dirga Mahendra terpuruk dan menolak merawat bayi mereka yang selamat. Demi sang cucu, orang tua Dirga mempekerjakan Keysha Adinata sebagai pengasuh. Ternyata, Keysha adalah mantan kekasih Dirga yang dulu terpisah akibat fitnah kejam. Kini mereka bertemu kembali dalam situasi sulit; Keysha harus mengurus anak dari pria yang pernah menyakitinya, sementara rahasia masa lalu mulai terkuak.
Sampul Novel MENGGODA MANTAN ISTRI
9.1
Alan adalah sosok suami idaman, namun sikapnya yang terlalu ramah kepada semua orang menghancurkan hati Valeria hingga ia memilih bercerai dan pindah ke London. Saat kembali ke Indonesia demi menyelamatkan bisnis ayahnya yang terancam bangkrut, Valeria justru terjebak situasi pelik. Alan muncul menawarkan bantuan finansial, tetapi dengan syarat yang merendahkan: Valeria harus menjadi kekasih gelapnya. Akankah Valeria menerima tawaran sang mantan?
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Hidup Alena Adriani Quensyah hancur seketika saat orang tuanya tega menjadikannya jaminan utang kepada seorang mafia kejam. Kini, Alena terjebak dalam kehidupan yang terasa seperti penjara, sembari terus dibayangi trauma masa lalu yang kelam. Di tengah penderitaan itu, ia bertekad mencari jawaban atas alasan kedua orang tuanya pergi meninggalkan dirinya dalam bahaya. Mampukah Alena bertahan dan menemukan kembali keluarganya yang hilang?
Sampul Novel Terjun Bebas Di Antara Api dan Cinta
9.6
Saat balon udara mengalami kebocoran gas di ketinggian seribu meter, seorang pilot justru memilih menyelamatkan mantan kekasihnya, Erika. Ia mengabaikan permohonan tunangannya yang sedang hamil dan menuduhnya berbohong demi rasa cemburu. Sang tunangan ditinggalkan sendirian dengan satu parasut yang tersisa. Tanpa disadari, Erika telah melubangi parasut tersebut demi mencelakakannya. Wanita hamil itu pun terpaksa terjun bebas dari ketinggian ekstrem demi bertahan hidup di tengah pengkhianatan yang mematikan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan