Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pembalasan Dendam yang Munafik

Pembalasan Dendam yang Munafik

Menjadi putri orang terkaya di Kota Silo adalah impian semua orang, tetapi bagi gadis yang tidak bisa merasakan sakit ini, itu adalah awal dari neraka baru. Setelah diselamatkan dari penyiksaan kejam sang istri miliarder demi publisitas, ia menyadari bahwa status barunya menuntut bayaran yang fatal. Keluarga munafik itu menginginkan kematiannya sebagai bentuk balas budi. Dalam novel Pembalasan Dendam yang Munafik, ia memilih untuk tidak menyerah dan bersiap membalikkan takdir demi menghabisi mereka.
Bab
Bagikan

Bab 1

Istri orang terkaya di Kota Silo sangat suka menyiksa para gadis muda yang cantik.

Aku terlahir dengan anugerah tidak bisa merasakan sakit sedikit pun dan karena itulah aku menjadi kandidat sempurna di matanya.

Jadi saat lagi-lagi aku diseret ke kamar mandi untuk disiksa ....

Sang suami datang membawa wartawan dari Kota Silo dan menyatakan aku adalah putri mereka yang selama ini sudah menghilang.

Demi memiliki kehidupan yang lebih baik, aku pun menjadi putri orang terkaya kota ini, menduduki status yang didambakan semua gadis di kota ini.

Namun di balik topeng kebaikan mereka, ternyata mereka yang akan membuat luka lamaku terselubung luka baru.

Mereka bilang, ini adalah harga yang harus kubayar untuk kesempatan menyandang status sebagai putri orang terkaya. Mereka bilang, kematianku adalah bentuk balas budi terpantas.

Mereka benar, memang seharusnya begitu.

Hanya saja ... merekalah yang akan mati, bukan aku.

Sebagai perayaan aku menjadi anak mereka, kami pun mengadakan perjamuan yang meriah.

Bu Cindy, yang kemarin masih memelukku dalam kondisi terpuruk, kini malah mengizinkanku dibawa pergi oleh orang-orang yang dulu menindasku.

Di taman belakang, salah seorang gadis kaya mencubit daguku dan mencibir.

"Cih, kamu pikir sekarang kamu benar-benar jadi putri orang kaya?"

"Coba hitung saja sendiri berapa banyak gadis yang Keluarga Camari akui sebagai putri hilang yang sudah ditemukan?"

Aku mengatupkan bibirku rapat-rapat, diam membisu.

Mungkin karena melihat tingkahku yang seperti seorang pengecut, gadis itu mengeluarkan sebuah botol dari belakang punggungnya.

Dia mengguncang botol itu sambil berkata, "Janice, mau coba mainan baruku nggak?"

Di label botol itu tertulis 'Asam Sulfat'.

Gadis itu menyunggingkan senyum angkuh dan berkata dengan nada provokatif.

"Oke, kita lihat apa malam ini kamu bisa keluar hidup-hidup dari vila ini."

Pernyataanku ini sontak langsung membuat gadis itu murka.

Dia membuka tutup botol dan hendak menyiram air keras itu ke tubuhku.

Aku mulai berteriak sekuat tenaga, berlari ke ruang tamu sambil menjinjing rokku.

"Tolong! Ada pembunuh!"

Jeritan ketakutanku langsung menarik perhatian para tamu di ruang tamu.

Saat mereka melihat ada gadis yang mengejarku sambil membawa asam sulfat, mereka langsung bergerak menjadi pelindungku, menghalangi gadis itu mendekatiku.

Aku memeluk lengan Bu Cindy dan mulai menangis.

Dalam sekejap, perjamuan yang meriah itu berubah menjadi kacau.

Bu Cindy pun menatapku dalam-dalam.

Akhirnya para tamu berhasil meringkus gadis itu dan membawanya ke kantor polisi.

Para tamu sadar sepertinya suasana pesta sudah rusak, mereka semua mencari alasan untuk undur diri.

Seketika, suasana vila yang begitu megah dan luas pun menjadi sunyi.

Hanya terdengar suara air yang menetes, suasana begitu mencekam dan terasa dingin.

Aku pun berlutut di hadapan Bu Cindy, memeluk pahanya dan menangis.

"Ibu, maaf aku sudah salah. Harusnya aku nggak bersikap lancang."

"Tapi tadi dia hampir membunuhku, Ibu lihat 'kan tadi dia bawa ...."

"Plak!"

Suara tamparan yang begitu keras pun menggema di seluruh vila.

"Aku 'kan sudah bilang, panggil aku Nyonya Cindy. Orang kayak kamu berani manggil aku Ibu? Nggak tahu diri!"

Wajah Bu Cindy terlihat muram.

Aku menutupi wajahku dan mengangkat kepalaku untuk terus memohon ampun, namun Bu Cindy melirik ke arah suaminya, Pak Willy yang tetap diam.

Setelah beberapa saat, Pak Willy mengeluarkan sebuah jarum suntik.

Kemudian, dia berjalan lurus menghampiriku.

Bu Cindy tersenyum puas saat melihat ekspresi panik di wajahku.

Dia menjambak rambutku kuat-kuat.

"Ngapain kamu takut? Kamu 'kan nggak bisa ngerasain sakit? Lagian cuma ditusuk jarum doang kok."

"Kan kamu sudah setuju sama syarat ini, putriku sayang ...."

Suara Bu Cindy sangat lembut, tapi tatapannya sangat menusuk.

Aku meronta sekuat mungkin, tapi Bu Cindy menahan tubuhku di sofa dan membuatku tidak bisa berkutik.

Pak Willy pun menyuntikkan cairan di jarum suntik itu ke lenganku.

Bu Cindy mendekat ke telingaku dan tersenyum.

"Orang pilihanku memang tepat. Lihat, dosis setinggi ini saja nggak pengaruh sama sekali."

"Putriku sayang, selama kamu nurut, aku yakin kerja sama kita akan menyenangkan."

Aku membenamkan kepalaku dan menatap darah yang sudah lama mengering di sofa.

Aku menyunggingkan senyum.

Pastilah akan menyenangkan.

Lagi pula, konflik apa yang akan terjadi saat bekerja sama dengan orang mati?

Setelah hari itu, Bu Cindy mengurungku.

Tapi hal ini tidak mengurangi penyiksaannya padaku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beautiful ESCAPE
8.3
Akibat rasa penasaran, Louisa Gonzales menyaksikan pembunuhan oleh gangster Italia di hotel tempatnya bekerja. Wanita 24 tahun ini dipaksa menjadi pengikut setia sang pemimpin mafia, Dominic Theodoretti, yang memanfaatkan keahlian Louisa sebagai mantan hacker. Saat terjebak di Sisilia, Louisa harus menghadapi ancaman yang lebih kejam. Di tengah konflik maut, ia mengungkap rahasia kehamilannya kepada Dominic demi bertahan hidup dan memulai misi pelarian mereka.
Sampul Novel Buku Harian Seorang Pengacara Muda
8.3
Edward Cicero adalah pemuda ambisius yang sedang menempuh pendidikan demi menjadi pengacara profesional. Namun, langkahnya di sekolah hukum langsung diuji saat ia harus menangani kasus perdana melawan perusahaan asuransi raksasa. Edward kini terjebak dalam dilema moral yang berbahaya. Ia wajib memenangkan gugatan itu dengan segala cara, termasuk menempuh jalur kriminal, atau ia akan menghadapi konsekuensi pahit berupa pengusiran dari kampusnya.
Sampul Novel En-PD154
9.0
Setelah memenangkan sepuluh laga beruntun di arena, aku justru dikhianati Roderick. Tunanganku itu malah bermesraan dengan cinta pertamanya dan membiarkan wanita itu menghinaku sebagai sosok kasar yang tak berkelas. Kelembutannya kemarin sirna, berganti pengakuan cinta untuk wanita lain di hadapanku. Dengan hati yang mendingin, aku menghubungi ayahku sang bos mafia. Aku meminta pernikahan dibatalkan karena aku ingin mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Fulfi
8.6
Fulfi, model cerdas berusia 20 tahun yang hidup sebatang kara, mendirikan yayasan wanita demi mencegah penderitaan serupa menimpa orang lain. Namun, hidupnya hancur setelah menjadi korban pemerkosaan hingga hamil. Saat berjuang menata ulang karier di tengah sabotase pihak yang membencinya, Fulfi justru berhadapan dengan ancaman besar yang menyeretnya bertemu dalang di balik tragedi masa lalunya. Mampukah ia bertahan dan kembali meraih kesuksesan di dunia modeling?
Sampul Novel Kesempatan Kedua, Luka Terakhir
9.6
Niat baik membelikan teh susu untuk rekan kerja yang hamil berujung petaka. Setelah meminumnya, rekan tersebut keguguran dan menuduhku sebagai pelaku sengaja di rumah sakit. Akibat fitnah ini, keluarganya memukuliku dan menuntut ganti rugi sebesar dua miliar rupiah. Tidak tinggal diam, aku melaporkan kasus ini ke polisi dan bersiap menuntut balik. Namun, sebelum keadilan tegak, ibu mertua dari rekan kerjaku mendorongku ke jalan raya hingga tewas dilindas sebuah truk.