Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pelaminan Tanpa Mempelai

Pelaminan Tanpa Mempelai

Melanjutkan kisah Enam Tahun Tanpa Malam Pertama, sekuel ini menyoroti penderitaan seorang wanita yang menanggung beban dosa masa lalu orang tuanya. Ia harus menelan pil pahit saat ditinggal pergi kekasihnya tepat di hari pernikahan. Takdir justru membawanya terikat dalam rumah tangga bersama putra dari musuh bebuyutan keluarganya sendiri. Bagaimanakah ia akan menghadapi kehidupan pernikahan penuh konflik dan dilema batin yang tak terduga ini?
Bab
Bagikan

Bab 2

Semua tamu yang sudah hadir sejak pagi, masih menunggu munculnya sang pengantin ke atas pelaminan. Tempat yang sudah disediakan untuk acara akad sekaligus pesta penerimaan doa restu dari dua ribu tamu yang diundang.

Balai Sudirman menjadi saksi, bahwa hingga siang, dan tamu mulai jengah, tetapi tetap tidak muncul sepasang pengantin yang seharusnya, sejak pukul sepuluh melakukan akad nikah. Pelaminan itu begitu cantik, hingga banyak tamu yang mengambil potret di sana. Sayang sekali, tidak ada mempelainya.

Dekorasi pelaminan yang dilakukan tiga hari sebelum acara, dengan hasil yang sangat memuaskan. Siwi, orang tua, serta adik-adiknya sempat berfoto bersama di pelaminan, sehari sebelum acara berlangsung.

Namun kini, pelaminan cantik itu tidak ada yang mengisinya. Tamu menjadi ramai kasak-kusuk, sedangkan sang pemilik hajat, masih belum menampakkan diri di depan umum.

"Saya bersedia menikahi Siwi. Apa yang Om dan Tante pikirkan? Apakah kalian punya pilihan lain? Heh, saya rasa tidak. Dua ribu orang di luar sana sudah berdesakan dan ramai membicarakan keluarga ini. Om Teja yang notabene chef yang cukup dekat dengan para petinggi negara dan juga artis, apa berani mengambil keputusan untuk membatalkan pernikahan? Awak media akan mencecar keluarga ini, mengangkat dan mengarang kabar buruk, sehingga citra Om Teja jatuh ke jurang. Saya akan bertanya sekali lagi, saya bersedia menikahi Siwi, apakah Om dan Tante merestui? Kalau iya, sekarang saya akan membawa Siwi keluar. Oh, tidak! Perbaiki dulu riasannya. Tamu akan mengira saya menikahi hantu," papar Raka panjang lebar. Tatapan cemoohnya, memperhatikan Teja, Ria, dan juga Siwi. Tak ada Aji di sana, tentu itu menguntungkannya, karena bisa saja Aji menjadi penghalang bagi rencananya.

Berkali-kali Teja menelan ludah. Pria paruh baya itu bingung, langkah apa yang harus segera ia ambil untuk kebaikan semuanya. Haruskah ia mempertaruhkan masa depan Siwi, agar tidak malu di mata orang lain? Teja menoleh pada istrinya;Ria menggelengkan kepala, sambil menahan tangis. Lalu Teka menoleh pada Siwi. Pengantin itu begitu sedih, terpukul, serta terluka. Siwi mengangkat wajahnya yang sudah amat berantakan. Teja tidak tega. Dia akan menyebabkan luka lain sang putri, jika nekat menikahkannya dengan Raka. Karena Teja tahu, bahwa Raka tidak pernah menyukai keluarganya.

"Terima kasih atas tawaran kamu, Raka. Maaf, tapi Om menolak."

"Jangan, Pa!" semua menoleh pada Siwi. Gadis itu bangun dari duduknya, lalu berjalan dengan sempoyongan menuju orang tuanya. Siwi mengambil punggung tangan Teja, lalu menciumnya.

"Selama ini, Siwi tidak pernah peduli dengan peringatan Papa yang mengatakan ... hiks ... Siwi tidak boleh berpacaran dengan Zamir. Sekarang, ucapan Papa terbukti, karena Zamir Papa akan dicemooh orang dan karir Papa bisa hancur. Tidak, Pa ...."

Dada gadis itu naik turun, kakinya sudah tak sanggup untuk berdiri, tetapi ia harus kuat. Ini adalah teguran Tuhan padanya, karena sudah tidak menuruti perintah orang tua. Siwi menoleh pada sang Bunda yang masih menanti lanjutan ucapannya. Gadis itu tersenyum, lalu mengangguk pelan. Meminta restu pada Bunda sambungnya yang selama ini sangat menyayanginya. Menuruti semua keinginannya, termasuk membujuk papanya agar menerima Zamir. Namun sekarang, Siwi merasa begitu berdosa pada kedua orang tuanya. Tidak mungkin ia tega menghancurkan wajah dua orang yang dia kasihi, di depan ribuan orang.

Ribuan kali sang Papa menasihati, tetapi ribuan kali dia dibantu oleh Bundanya, menyakinkan Teja, bahwa Zamir adalah lelaki baik dan pantas untuk dirinya. Lihatlah, apa yang terjadi ketika kita mengabaikan nasihat orang tua? Jalan ini takkan pernah lurus dan mulus.

"Ijinkan Siwi menerima tawaran Raka, Pa. Hanya dia yang bisa menyelamatkan wajah Papa dan Bunda."

Lima belas menit kemudian.

"Saya terima nikah dan kawinnya Siwi Pratami binti Hadirman Suteja dengan mas kawin seperangkat alat salat dan emas, dibayar tunai."

Bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Astaga, Gairahku Diketahuinya
8.1
Mengalami penurunan kondisi fisik dan suasana hati yang buruk, seorang wanita didesak temannya untuk berkonsultasi dengan tabib tradisional. Namun, ia dilingkupi ketakutan mendalam karena menyembunyikan kecanduan seksual yang ekstrem, khawatir rahasia sensitif itu terdeteksi melalui pemeriksaan fisik. Saat tubuhnya makin melemah, ia akhirnya memberanikan diri datang ke klinik. Di sana, sang dokter menyadari kondisinya, mengubah tatapan matanya, lalu melakukan tindakan nekat di atas meja periksa.
Sampul Novel BTB (Berpisah Tanpa Bercerai)
9.2
Airra, wanita yatim piatu, harus menelan pil pahit saat pernikahannya dengan miliarder Arief hancur akibat fitnah Garna dan Binar. Diusir tanpa kejelasan status, Airra bertahan hidup sebagai pembersih hotel demi dua anak kembarnya. Tiga tahun berselang, takdir mempertemukan mereka kembali saat kondisi Airra sangat lemah. Luka lama memicu dendam besar dalam diri Airra. Mampukah hubungan yang retak ini bertahan di tengah badai masa lalu yang belum usai?
Sampul Novel Jodoh Titipan Mama
9.0
Leon meragukan kecantikan Celine saat pertama kali diperkenalkan oleh ibunya dalam rencana perjodohan. Tak tinggal diam, Celine membalas hinaan itu dengan ancaman jenaka yang berani. Meski terpisah jarak antara Papua dan Sumatra, kedua orang tua mereka tetap bersikeras menyatukan dua kepribadian yang bertolak belakang ini. Di tengah perdebatan sengit dan interaksi unik, mampukah benih cinta tumbuh di antara mereka berdua dalam ikatan yang tak terduga?
Sampul Novel Kopi Es Tanpa Kafein
7.8
Kathy meminta suaminya, Jared, seorang profesor, membelikan kopi saat menjemputnya. Namun, Jared justru memberikan kopi tanpa kafein yang tidak diinginkannya. Kathy langsung membuang minuman itu dan menuntut cerai di hadapan asisten baru Jared, Diana Riley. Meski Diana menganggapnya masalah sepele dan Jared merasa Kathy berlebihan, keputusan Kathy sudah bulat. Ia bertekad mengakhiri pernikahan mereka dan membawa surat perceraian keesokan harinya.
Sampul Novel Melodi Abadi
7.9
Dalam sebuah fase kehidupan yang begitu menyesakkan, sang protagonis merasa seolah setiap tarikan napas adalah beban yang sangat berat. Hari-harinya dipenuhi rasa tercekik dan keputusasaan yang mendalam tanpa henti. Namun, segalanya mulai berubah saat sosokmu hadir membawa harapan baru. Pertemuan tak terduga itu menjadi titik balik krusial yang akhirnya memutar roda gigi takdir, mengubah alur hidup yang suram menjadi melodi abadi yang penuh makna.
Sampul Novel Menghidupkan Kembali Cinta yang Hilang
8.8
Hati Regina hanya milik Malvin. Memasuki tahun kedua pernikahan, ia hamil. Namun, sebelum kabar bahagia itu terucap, Malvin justru meminta cerai demi cinta pertamanya. Kecelakaan tragis membuat Regina bersimbah darah, tapi Malvin mengabaikannya demi wanita lain. Bangkit dari maut, Regina menata hidup hingga sukses besar. Melihat Regina bahagia dengan pria lain, Malvin didera cemburu. Ia mengacaukan pernikahan Regina dan memohonnya kembali bersimpuh di altar.