
Panen Buah Cinta
Bab 2
Setelah berpikir dengan matang, Ken langsung bergegas membalas pesan dari Rinrin. Ken tidak ingin membuat Rinrin gelisah karena dia terlalu lama berfikir, apalagi dengan pertanyaan Rinrin mengenai status dari hubungan mereka berdua kedepannya.
@Ken
[Bener sih, tetapi apa kamu tidak masalah pacaran sama aku? apa kmau tidak keberatan sama hubungan kita yang seperti ini?]
[Karena yang aku tahu, cewek selalu terganggu dengan hubungan yang tidak jelas, seperti yang kita jalani saat ini.]
Ken merasa senang karena Rinrin yang lebih dahulu ingin memperjelas status mereka. Meski begitu, dia bertanya kembali pada Rinrin, karena hubungan mereka yang pasti akan menyulitkan dan memberatkan Rinrin. Hingga beberapa menit berlalu, Rinrin belum membalas pesan Ken. Ken juga masih heran, dengan keputusan Rinrin yang ingin berpacaran dengan hubungan yang buta, tanpa tahu indentitas dari pasangannnya.
@Ken
[Memang sih, kita asyik mengobrolnya, tetapi kalau kita pacaran dan belum saling tahu satu sama lain, apa sayang tidak keberatan?
Rinrin tetap tidak kunjung membalas pesan Ken. Ken berpikir, mungkin Rinrin masih berpikir kembali tentang hubungan mereka atau dia marah, karena Ken meragukannya. Akhirnya Ken kembali mengirimkan pesan lagi, untuk memperjelas maksud Ken yang sebenarnya.
@Ken
[Bagaimana kalau kita tiba-tiba berselisih paham, hingga membuat kita jadi putus hubungan selamanya, aku tidak mau hal itu terjadi.]
@Rinrin
[Ya … kita jangan sampai putus sayang.]
Ternyata, Rinrin langsung membalas pesan Ken, setelah dia menjelaskan maksudnya. Dari pesannya, Ken merasa Rinrin kesal, karena pesan yang Ken kirim kepadanya.
Setelah berpikir kembali, Ken merasa Rinrin kesal karena pesan Ken yang ragu-ragu untuk menjalin hubungan dengannya. Jadi Rinrin mengirimkan pesan tersebut untuk menegaskan keiginannya, hal itulah yang Ken pikirkan tentang Rinrin pada saat dia menulis pesan tersebut.
Setelah mengetahui Rinrin yang besikeras untuk berpacaran dengan Ken. Meski dengan hubungan mereka yang buta, akhirnya Ken mulai luluh, hingga membuatnya menghela nafas. Karena pada akhirnya masalah tentang status hubungan mereka berdua sudah terpecahkan. Ken berpikir untuk mencoba mejalani hubungan dengan Rinrin. Meski dia tidak tahu identitas asli dari Rinrin, Ken membiarkan waktu yang mengungkapkan semuanya.
Meski tetap ada rasa penasaran dalam diri Ken, yang ingin mengetahui tentang cewek seperti apa Rinrin sebenarnya. Hingga Rinrin ingin menjalin sebuah hubungan buta dengannya.
@Ken
[Oke, mulai saat ini, kita jadian ya, terus … bagaimana kalau kita ganti panggilan sayangnya, dari sayang, jadi ke ayang, tetapi di singkat Ay aja, bagaimana?]
Ken menanggapi penyataan Rinrin, dia memutuskan membuat panggilan mesra baru. Dia melakukan hal itu sebagai tanda, awal baru bagi hubungan mereka yang sudah berpacaran.
@Rinrin
[Oke, sayangku, jadi mulai sekarang aku panggil sayang Ay.]
Rinrin langsung membalas pesan Ken dengan cepat, Rinrin juga menyetujui saran dari Ken, mereka mengubah panggilan mesra baru untuk status mereka yang sudah berpacaran. Ken juga merasa, bila Rinrin tampak gembira, Karena Rinrin mengirimkan emition love dan cium yang sangat banyak kepada Ken.
@Rinrin
[Sudah dulu ya, Ay, aku mau belajar dahulu, karena besok ada try out.]
@Ken
[Loh, Ay belum belajar dari tadi?]
Ken bertanya pada Rinrin, karena biasanya mereka berdua bertukar pesan setelah sudah belajar.
@Rinrin
[Sebenarnya, tadi sudah sih Ay, tetapi karena besok aku mau menghadapi try out, jadi aku mau belajar lagi sebelum tidur, untuk mengingat apa yang sudah aku pelajari tadi.]
Setelah memebaca pesan dari Rinrin, akhirnya Ken paham, bahwa Rinrin hanya ingin mengingat kembali apa yang sudah dia pelajari. Ken yang sekarang sudah berstatus sebagai pacar Rinrin, ingin memberi memotivasi pada Rinrin, karena sudah berusaha dan bersemangat belajar. Ken ingin Rinrin makin giat lagi dalam belajarnya, meski biasanya dia juga memberi semangat. Ken merasa pesan semangatnya yang sekarang pasti memiliki efek yang berbeda dari sebelumnya.
@Ken
[Iya Ay, Ay belajar yang rajin, biar lulus dengan nilai yang terbaik dan cita-citanya Ay tercapai, Aku akan selalu mendo’akan dan mendukung Ay, semangat terus ya Ayku sayang.]
Rinrin tidak menuliskan pesan apapun, dia hanya mengirimkan emotion hati dan bunga-bunga. Rinrin juga mengirimkan emotion malu-malu, setelah Ken mengirimkan pesan motivasinya. Ken jadi tertawa sendiri, saat melihat semua emotion yang Rinrin kirimkan kepadanya.
@Rinrin
[Sudah ya, Ay, aku mau off dulu.]
Setelah pesan tersebut Rinrin mengirimkan emotion cium pada Ken yang banyak. Ken kembali tersenyum melihat pesan itu, karena dia membanyangkan tingkah Rinrin pada saat itu.
@Ken :
[Iya Ay, yang semangat belajarnya, tapi inget jangan lupa waktu dan istirahat yang cukup.]
Ken juga mengirimkan emotion cium pada Rinrin setelah pesannya. Saat Ken akan off , tiba-tiba muncul notif pesan masuk pada akun Ken, tetapi Ken berpikir bahwa itu hanya pesan salam seperti biasanya. Ken juga memutuskan untuk off, untuk segera tidur agar bisa bangun pagi.
***
Saat matahari pagi sudah sangat terang. Ken kembali memulai aktivitas kesehariannya, setelah dia mandi dan sarapan, Ken langsung berangkat menuju ke kampus untuk kuliah. Tepat pada hari senin, Ken selalu ada mata kuliah yang jam masuknya sangat pagi, yaitu jam enam pagi. Padahal mata kuliah pada umumnya, jam masuk kuliah paling pagi jam tuju pagi.
Saat di kampus, Ken sama sekali tidak membuka akun facebook bodongnya. Ken terus membuka akun utama miliknya, Apalagi pada hari itu, Rinrin sedang menghadapi try out. Saat ada waktu senggang, Ken kembali online untuk berkomentar pada status orang lain seperti biasanya, bersama dengan teman-teman di kontrakan, tempat biasa mereka berkumpul. Setelah itu, Ken hanya bermain game bersama dengan mereka, hingga dia lanjut kuliah lagi di sore hari.
Setelah kuliah selesai, Ken menghunjungi temannya yang menjadi penjaga ruang praktek computer di kampusnya. Ruangan tersebut, biasa digunakan untuk diskusi mengenai organisasi yang sedang diikuti oleh Ken. Semua yang berada di ruang tersebut merupakan mahasiswa yang satu organisasi dengan Ken. Karena itu, Ken asyik berdiskusi dengan mereka, hingga membuat Ken lupa waktu.
Tiba-tiba jarum jam sudah menunjukkan pukul tuju malam. Karena sudah malam dan mulai merasa lelah, Akhirnya Ken pamit pada semua temannya yang ada di sana untuk pulang kerumahnya. Jarak dari kampus kerumah Ken cukup jauh, memakan waktu sekitar tiga puluh sampai empat puluh menit. Tepat jam tuju lebih empat puluh menit, Ken sudah berada di dalam kamarnya dan langsung menghidupkan laptop miliknya, dia segera bertukar pesan dengan pacar barunya, yang tidak lain adalah Rinrin.
Pada akunnya sudah muncul notif pesan dari Rinrin. Ken ingat, dia kemarin tidak membuka pesan terakhir yang Rinrin kirimkan kepadanya dan memutuskan untuk langsung off. Ken segera membukanya pesan itu, lalu dia dikejutkan dengan isi pesan yang Rinrin kirimkan kepadanya. Karena selama dia bertukar pesan dengan Rinrin. Mereka sama sekali tidak membahas tentang hal tersebut, mereka hanya asyik bercanda tentang berbagai hal.
Anda Mungkin Juga Suka





