Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya

Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya

Delis sangat mencintai Kelven hingga berhasil menjadi istrinya. Namun, kebahagiaan saat ingin mengabarkan kehamilannya hancur ketika Kelven pulang bersama wanita lain yang merebut segalanya. Setelah berulang kali tersakiti, Delis membulatkan tekad untuk menyodorkan surat cerai lalu pergi menjauh. Kelven yang kehilangan tidak menyangka mantan istrinya akan lenyap tanpa jejak, membuatnya frustrasi dan mencari Delis ke berbagai belahan dunia bagai orang gila.
Bab
Bagikan

Bab 10

Setelah makan malam, Kelven mengganti pakaiannya dan bersiap pergi ke rumah sakit.

Delis mengikutinya di belakang, lalu dengan suara pelan berkata,

“Kelven, bolehkah aku ikut denganmu? Tenang saja, aku nggak bakal masuk ke ruangan, aku hanya menunggu di depan pintu saja.”

Delis penasaran, ingin meihat seberapa parah luka wanita itu.

Rasakan itu, salah dia sendiri.

Kelven berbalik dan menatap wanita di depannya, dengan suara rendah dia menjawab,

“Aku mungkin nggak pulang malam ini. Kamu pergi juga nggak ada gunanya. Istirahat saja di rumah.”

“Kamu mau menemaninya semalaman?”

“ … “

Kelven tidak menjawab, tetapi tatapan matanya yang tajam ke arah Delis sudah menjelaskan semuanya.

Tiba-tiba Delis merasa hatinya terasa perih.

Namun, Delis tak lagi membuat keributan. Setelah melihat Kelven pergi, dia duduk sendirian di sofa ruang tamu yang sepi, perasaannya terasa berat seperti ditimpa batu yang besar.

Di rumah sakit.

Ketika Kelven datang, Herli sudah bangun.

Herli sedang duduk di tempat tidur dan memarahi perawat di sampingnya.

“Kalian pergi, bantu aku nyalakan lampunya. Kenapa aku nggak bisa lihat apa-apa? Kenapa?”

Beberapa perawat terpaksa menghindar ketika melihat Herli melemparkan benda ke arah mereka.

Melihat seseorang masuk, para perawat langsung menyapa,

“Pak Kelven, akhirnya kamu datang juga. Nona Herli sangat emosional dan nggak mau kami mendekat. Kami nggak bisa mengganti obatnya.”

Kelven melangkah masuk ke dalam ruangan.

Merasa ada seseorang yang mendekatinya, Herli berteriak lagi,

“Pergi, semuanya pergi. Siapa yang bisa menjelaskan padaku mengapa aku nggak bisa melihat? Mengapa?”

Dia mengira jika terguling dari tangga, paling tidak hanya kehilangan kaki atau tangan.

Namun, dengan begitu, dia bisa menyalahkan Kelven seumur hidup, memastikan bahwa Kelven bisa menemaninya setiap saat.

Yang tidak Herli duga adalah bahwa setelah jatuh, tidak ada sesuatu yang terjadi pada kakinya, hanya patah tulang saja.

Namun, matanya menjadi buta.

Jika dirinya kehilangan penglihatan, bagaimana bisa dia berebut dengan Delis.

Jika dirinya kehilangan penghilangan, bagaimana dia bisa mencari Kelven dan menuntut pertanggungjawaban darinya?

Saat ini, Herli sangat menyesal.

Dia menyesal telah menggunakan cara yang ekstrim untuk mencelakai orang lain. Sekarang, orang lain malah baik-baik saja, sementara dirinya mendapatkan pembalasan yang pantas.

“Herli … “

Terdengar suara rendah seorang pria.

Herli menyadarinya. Dia langsung mengangkat tangannya dan meraba-raba, lalu dengan penuh semangat dia berteriak,

“Kelven? Kelven ya?”

“Iya aku.”

Kelven mendekatinya.

Setelah Herli menyentuh Kelven, dengan panik dia langsung memeluk erat Kelven sambil menangis, seraya berkata,

“Kelven, apa yang terjadi padaku? Kenapa aku nggak bisa melihat apapun?”

Kelven tidak menghindar, suaranya tetap rendah,

“Dokter bilang kamu buta, tapi itu nggak permanen, bisa sembuh.”

“Apa?”

Herli tiba-tiba kehilangan kendali lagi. Dia memeluk Kelven dengan lebih erat, menangis dengan lebih keras, mencoba membuat dirinya lebih kasihan.

“Kelven, bantu aku. Aku nggak mau setelah kehilangan hak menjadi ibu, sekarang bahkan nggak bisa melihat wajahmu lagi.”

“Kelven, kamu harus membantuku. Tadinya aku hanya mau berbicara dengan baik dengan Delis, hidup dengan damai.”

“Aku nggak menyangka dia akan marah sampai mendorongku dari tangga.”

“Kelven, sepuluh tahun yang lalu kamu menabrakku, aku nggak menyalahkanmu. Tapi sekarang aku buta, ini semua karena Delis. Kami harus membantuku.”

Herli memeluk pinggang Kelven erat-erat dan menangis histeris.

Kelven berdiri tegak di samping tempat tidur, wajahnya tanpa ekspresi.

Kelven mengangkat tangannya dan melepaskan tangan Herli yang memeluk pinggannya. Mencoba menenangkannya, sambil mengatakan,

“Aku pasti akan membantumu. Sekarang tenangkan dirimu dan istirahat dengan baik. Dokter bilang ini nggak permanen, bisa sembuh.”

“Tapi sekarang aku nggak bisa melihat apa-apa, aku sangat takut. Kelven, jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku sendiri.”

“Iya, aku menemanimu.”

Kelven menyadari tanggung jawabnya. Sekarang dia duduk di sebelah Herli, bersedia menghabiskan waktu untuk menemaninya..

Herli bersandar di dalam pelukan pria itu, tangisannya perlahan mereda, tapi dalam hatinya ada sedikit perasaan puas.

Sebenarnya, kehilangan penglihatan juga bagus, dia tetap bisa mempertahankan pria ini.

Herli percaya bahwa setelah banyak menghabiskan waktu bersama Kelven, Kelven akan jatuh cinta padanya.

Vila Keluarga Rosli.

Delis tidak bisa tidur semalaman.

Pada akhirnya, jam tiga subuh, Delis memanggil taksi untuk mengantarnya ke rumah sakit.

Setelah tiba di rumah sakit, hanya dengan bertanya sebentar, dengan mudah dia mengetahui ruangan Herli.

Dengan langkah hati-hati, dia mendekati pintu ruangan. Melihat cahaya menyala di dalam, Delis perlahan membuka pintu dan masuk.

Melewati lorong, Delis menoleh dan melihat di sofa dekat jendela, seorang pria yang terus dia pikirkan sedang duduk. Kelven masih sibuk bekerja dengan laptop di pangkuannya.

Sementara di tempat tidur, Herli tampaknya tertidur.

Merasa ada yang masuk, Kelven mengangkat kepalanya.

Ketika melihat Delis yang masuk, dia mengernyit, menutup laptop dan berdiri berjalan menuju ke arahnya.

Belum sempat Delis berbicara, pria itu sudah mendorongnya keluar dari ruangan.

Berdiri di lorong, pria itu dengan ekspresi agak tidak senang bertanya, “Ini sudah larut malam, untuk apa kamu datang ke sini?”

Delis mengerucutkan bibirnya, menjawab dengan wajah penuh kasihan,

“Aku merindukanmu sampai nggak bisa tidur, jadi aku datang melihatmu. Kelven, kenapa kamu terus menjaganya? Di mana keluarganya?”

“Keluarganya di luar negeri. Dia mungkin harus dirawat inap selama satu dua bulan, karena kehilangan penglihatan. Aku harus menemaninya selama satu dua bulan ini.”

Kelven sudah mengatakannya dengan gadis kecil ini, agak dia tak membuat masalah. Mengapa malah datang tengah malam seperti ini?

Seketika Delis merasa sangat tidak senang. “Jadi, selama dua bulan ini, kamu nggak akan pulang dan tidur di rumah?”

“Lihat kondisi.”

Kelven mengangkat tangannya untuk melihat jam tangan, sudah hampir jam empat pagi. Dia menatap wanita di depannya. “Kamu datang sendiri?”

“Iya.”

“Kenapa nggak panggil sopir untuk mengantarmu. Anak gadis keluar sendirian tengah malam sangat bahaya.”

Delis merasa hangat di hatinya, dia memeluk pria itu dan menatapnya dengan tatapan penuh harapan, “Kamu juga peduli denganku, ‘kan?”

Kelven tidak menjawab dan mendorong Delis menjauh. “Aku minta Mudi untuk mengantarmu pulang.”

Usai bicara, Kelven mengeluarkan ponsel untuk menelepon.

Delis langsung memeluk tangannya dan menggelengkan kepala.

“Aku hanya terlalu merindukanmu sampai nggak bisa tidur. Biarkan aku memelukmu sebentar, setelah itu aku akan naik taksi untuk pulang. Nggak perlu repot-repot panggil asistenmu.”

Delis dengan hati-hati mengambil ponsel dari tangannya, berjinjit dan dua tangan kecilnya mencoba mengaitkan lehernya.

Kelven berpikir bahwa Herli sudah tertidur dan tidak akan bangun dalam waktu singkat.

Tanpa ragu, Kelven menggendong Delis, menggantungkannya di pinggangnya dan menuju ke arah lift.

Sambil berjalan, tak lupa Kelven memberikan sedikit nasihat, “Kamu nggak boleh keluar rumah begitu larut ke depannya.”

“Iya, aku tahu.”

Delis sangat patuh, bersandar di Pundak pria itu. Dengan serakah menikmati rasa aman yang tak tergantikan yang diberikan oleh Kelven.

“Harus patuh, jangan datang ke rumah sakit tanpa izinku.”

“Iya~”

“Nanti kalau Herli sudah pulih, aku akan menyisihkan waktu untuk membawamu liburan.”

Sebagai ganti rugi dari Kelven karena ingin bercerai.

Delis menjawab dengan patuh, “Iya, semua ikut denganmu”

“Hm.”

Kelven memeluk tubuh kecil dan harum Delis, menghentikan taksi di pinggir jalan dan mengantarnya pulang sendiri.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B38956" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B38956
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beautiful Secret
8.0
Liam Andreas Ville, miliarder berusia 30 tahun, terjebak dalam pernikahan hambar dengan Rose yang hanya peduli pada kemewahan. Di sisi lain, Emily Alexandra bekerja keras secara sembunyi-sembunyi demi uang, berbeda jauh dari kakaknya yang manja. Suatu malam, rahasia Emily selama dua tahun terendus oleh Liam. Demi melindungi reputasinya dari Rose dan keluarga yang sangat pemilih, Emily terpaksa menjalin kesepakatan rahasia dengan sang kakak ipar agar pekerjaannya tetap tersembunyi.
Sampul Novel Ditinggal Nikah, Aku Langsung Menikahi Putra Mahkotan
9.3
Hari pernikahan impianku hancur saat tunanganku kabur bersama asistennya, sementara sahabat masa kecilku justru mempermalukanku di depan umum demi menyenangkan wanita itu. Mereka mengira aku tidak akan berani pergi dan menerima penghinaan ini begitu saja. Namun, mereka salah besar. Di tengah kekacauan itu, adik mantan tunanganku mengajakku ke kantor catatan sipil. Tanpa ragu, aku langsung menghubungi putra mahkota Keluarga Lessy untuk meresmikan pernikahan kami di hari yang sama dengan mereka.
Sampul Novel Kau Tak Pernah Mencintaiku
9.3
Aurora terjebak dalam pernikahan tanpa cinta bersama Leandro, pengusaha sawit kaya. Meski hidup mewah, ia menderita akibat dominasi ibu mertua dan kekejaman adik iparnya. Leandro tak pernah memihaknya hingga Aurora merasa terasing. Penderitaannya memuncak saat kakak kandungnya, Ravela, hadir dan mulai menggoda suaminya. Pengkhianatan ini menghancurkan jiwa Aurora, terutama ketika ia menyaksikan Ravela keluar dari kamar Leandro pada suatu malam yang kelam.
Sampul Novel Mendadak Presdir
9.7
Melly Sabira hidup dalam kekangan finansial oleh suaminya, Alan, serta penindasan dari kakak iparnya, Lian. Di tengah penderitaan tersebut, Melly diam-diam membangun bisnis kecantikan hingga sukses secara nasional. Konflik memuncak saat Lian mencoba menjodohkan Alan dengan Siska, yang ternyata bawahan Melly. Merasa terhina, Siska melakukan aksi kejam yang merenggut nyawa orang-orang terdekat Melly. Kini, Melly harus menghadapi tragedi besar di balik kesuksesannya.
Sampul Novel Menjinakkan Istri Tantrum
9.5
Pasca memutus ikatan dengan keluarganya yang korup, Magnus mengabdi pada dinasti Montgomery, raksasa industri lokomotif global. Ia terikat pernikahan dengan Cressa, putri bungsu keluarga tersebut yang terkenal sangat temperamental. Di balik aliansi ini, keduanya menyimpan rahasia serta ambisi pribadi yang kontras. Seiring berjalannya waktu, Cressa mulai mengendus jejak misterius Magnus. Ternyata, Magnus bukan sekadar putra koruptor biasa.
Sampul Novel Patah Hati Mendatangkan Pria yang Tepat
9.0
Lena dikhianati tunangannya yang licik karena berselingkuh dengan ibu tirinya demi harta. Saat dijebak tidur dengan orang asing, Lena membalas dengan membawa pria tampan bernama Delon untuk mengacaukan pertunangannya. Ia mengira Delon hanyalah pria miskin, padahal ia adalah CEO Grup Vit yang berkuasa. Hubungan palsu mereka berubah serius saat Delon menolak pergi. Akhirnya, Lena menyadari bahwa Delon adalah pria dari masa lalunya. Akankah rahasia ini menyatukan mereka?