Sampul Novel Beautiful Secret

Beautiful Secret

8.0 / 10.0
Liam Andreas Ville, miliarder berusia 30 tahun, terjebak dalam pernikahan hambar dengan Rose yang hanya peduli pada kemewahan. Di sisi lain, Emily Alexandra bekerja keras secara sembunyi-sembunyi demi uang, berbeda jauh dari kakaknya yang manja. Suatu malam, rahasia Emily selama dua tahun terendus oleh Liam. Demi melindungi reputasinya dari Rose dan keluarga yang sangat pemilih, Emily terpaksa menjalin kesepakatan rahasia dengan sang kakak ipar agar pekerjaannya tetap tersembunyi.

Beautiful Secret Bab 1

Pole dance atau tari tiang semakin digandrungi oleh wanita-wanita urban atau yang hidup diperkotaan. Penggemarnya sudah berambah ke berbagai latar belakang, mulai dari artis, pilot, hingga ibu rumah tangga. Tari tiang ini adalah bagian dari sebuah olahraga senam yang mengandalkan kekuatan otot dalam menopang tubuh di sebuah tiang. Tapi kali ini Emily telah menggabungnya menjadi sebuah olahraga yang menarik banyak perhatian mereka semua.

Emily sedang melakukannya. Ya, tarian yang ia berikan terkesan sangat vulgar dan juga seksi, tapi ia masih tetap menggunakan pakaiannya itu. Walaupun hanya sebatas crop top dan juga rok mini saja.

"Lihatlah, ia sangat seksi sekali. Siapa namanya?" tanya seseorang yang saat ini sedang mengisi sebuah kursi VVIP yang tepat berada di hadapan Emily. Tapi, wanita itu tak mendengarnya karena masih sibuk dengan pekerjaannya itu.

Pria berkepala plontos itu menoleh ke arah Emily dan tersenyum, "Oh, dia adalah Emily. Ya, aku akui bahwa wanita itu sangatlah seksi sekali. Ia bahkan memiliki banyak penggemar di club malam ini."

Pria itu tersenyum saat mendengar jawabannya, "Emily.. nama yang indah untuknya."

"Kau benar sekali, Tuan," jawab pria berkepala plontos itu kembali.

Pria matang berusia 30 tahun dan memiliki paras wajah bak dewa Yunani itu kerap kali membuat pengunjung club malam itu merasa iri karena semua hal yang ia miliki. Kedua sorot matanya pun tajam dan berwarna hazel. Rambut cokelatnya itu juga berhasil membuat ketampanannya meningkat. Ia masih menonton Emily hingga semuanya terselesaikan. Bahkan, kedua rekannya itu masih saja mengomentari Emily yang terkesan sangat seksi itu. Ia hanya tersenyum sambil terus menikmati semuanya malam itu.

Setelah penampilannya selesai, wanita itu pun tersenyum kepada para pengunjung dan setelah itu pergi berlalu dari atas panggung. Ia bahkan tak sempat untuk melihat ke semua pengunjung itu, selain gelap, tentu saja karena ia merasa cukup lelah untuk malam ini.

"Kau sangat luar biasa," goda Sandra, managernya itu. Bahkan ia selalu hadir ketika Emily tampil. Penampilannya memang selalu di tunggu-tunggu oleh mereka semua.

Emily tersenyum dan menerima air mineral pemberian dari Sandra, "Terima kasih, kau sangat tahu jika aku sedang merasa haus."

"Kau ini, aku adalah managermu, jadi wajar sekali aku mengetahuinya," ujar Sandra seraya terkekeh.

Satu hal lainnya adalah, ketika Emily tampil di atas panggung perdananya itu, ia tentu saja selalu menggunakan topeng hitam untuk menutupi setengah wajahnya saja. Itu karena ia tak ingin jika semua orang yang datang mengetahui siapa dirinya sebenarnya.

"Ini, kau memang luar biasa," ujar Sandra yang memberikan sebuah amplop putih yang sangat tebal.

Emily tersenyum saat mendapatkannya. Tentu saja, satu kali tampil ia telah berhasil mendapatkan $2000 dan itu sangatlah banyak untuknya.

"Senang bekerja sama denganmu. Kalau begitu aku permisi dulu," ujar Sandra dan setelah itu pergi berlalu dengan perasaan yang sangat senang. Tentu saja karena komisi yang ia dapatkan sangatlah banyak sekali.

Emily tersenyum dan setelah itu mengganti pakaiannya. Bagaimana pun juga ia harus kembali pulang sebelum pukul 1 dini hari. Apalagi kali ini ia merasa cukup lelah akibat tak banyak beristirahat belakangan ini.

Ia melirik ke arah arlojinya itu, ternyata saat ini waktu telah menunjukkan pukul 11 malam. Masih ada waktu untuk mengganti semua pakaiannya saat ini sebelum kembali pulang.

***

Emily membuka kedua matanya secara perlahan saat ia mendengar teriakan dari Rose, saudara perempuannya itu.

Rose sudah menikah sejak satu tahun yang lalu, tapi sampai saat ini mereka masih belum dikarunia seorang anak. Entah kenapa, mungkin menurutnya karena di antara mereka berdua tak memiliki banyak waktu untuk 'membuatnya' sehingga pikir-pikir ada benarnya juga. Apalagi Rose adalah salah satu wanita sosialita yang sangat gemar menghabiskan uang setiap waktu.

Tak munafik, Emily juga seperti itu, tapi perbedaannya adalah ia yang sangat suka bekerja terlebih dahulu sebelum berbelanja atau pun sebagainya. Tapi tidak dengan Rose, ia masih bergantung pada kedua orang tuanya dan juga suaminya yang sangat kaya raya itu.

"Emily, ayo bangun. Ini sudah pukul 11 siang tapi kau rupanya belum bersiap-siap juga," teriak Rose dan kedengarannya sangat antusias sekali.

Ia cukup terkejut karena Rose datang ke rumah orang tuanya itu secara tiba-tiba. Ia bahkan tak pernah mempersiapkan sarapan terlebih dahulu. Tidak tentu saja karena Rose tak pandai memasak. Berbeda dengan Emily yang sangat pandai dalam bidang itu. Terlihat sekali perbedaannya, bukan?

"Prada sedang mengatakan diskon 10%, sebaiknya kau bersiap-siap karena aku tak ingin terlambat," ujar Rose seraya melihat dirinya di pantulan cermin besar itu.

Emily masih mencoba untuk menatapnya. Cukup sulit karena ia masih merasa mengantuk sekali, "Kau pergilah lebih dulu. Aku akan menyusulmu nanti."

Rose menatapnya dan terdiam sejenak, "Jika di pikir-pikir, kau ada benarnya juga. Baiklah, segera bersiap-siap. Liam akan mengantarkanmu nanti. Oke?"

Emily mengangguk dan setelah itu Rose terlihat pergi berlalu dari dalam kamarnya yang bernuansa pink tersebut.

Emily pun bangkit berdiri dan segera bersiap-siap secepat kilat. Mungkin ia akan berdandan seadanya saja, tak seperti Rose yang terkesan berlebihan sekali padahal ia hanya akan mengikuti diskon saja siang ini.

"Hoam, sepertinya aku juga harus menikmati sarapanku yang terkesan telat ini," gumam Emily seraya memejamkan kedua matanya sejenak di dalam bath up itu.

Di lain sisi, saat ini terlihat Liam yang sedang memainkan ponselnya. Rumah megah itu memang terlihat sepi sekali, hanya ada asisten dan juga bodyguard saja di sana. Itu karena kedua orang tua Rose dan Emily sedang berada di luar negeri untuk melakukan pertemuan dengan rekan kerja Ayah mereka. Tentu saja sekaligus dengan menikmati liburan untuk keduanya. Sudah biasa sekali bagi keluarga Orlando.

"Sayang, aku akan pergi lebih dulu, kau tunggu Emily di sini. Ia sedang bersiap-siap di dalam kamarnya," ujar Rose kepada Liam yang terlihat malas sekali pagi ini. Ia juga terlihat menahan kekesalannya itu.

"Kenapa aku harus menunggu di sini? Lalu, kau akan pergi ke mana?" tanya Liam kemudian.

"Oh, tenanglah sayang. Kau hanya perlu menunggu Emily saja. Aku akan pergi lebih dulu menuju ke mall itu. Kami tak ingin Prada akan kehabisan barang-barangnya sekejap saja tanpa menyisakannya kepada kami. Baiklah, aku tak punya waktu lagi. Sampai jumpa," ujar Rose dan setelah itu pergi berlalu meninggalkan Liam seorang diri.

Liam menghela napas panjang. Sejujurnya, ia sangat ingin menikmati malam-malam yang sangat bergairah seperti layaknya pasangan suami istri kebanyakan. Bahkan, ia ingin jika semua itu dilakukan setiap harinya.

Tapi tidak dengan rumah tangganya. Rose sering kali menolak kewajibannya sebagai seorang istri karena lelah. Selain itu ia juga mengatakan jika sedang tak mood untuk melakukannya. Dan setelah itu Liam dengan sangat terpaksa melakukannya seorang diri saja. Begitu seterusnya hampir setiap hari.

Liam memejamkan kedua matanya. Ia cukup pusing siang ini. Seharusnya ia beristirahat di akhir pekan atau pun menikmati hari-hari yang sangat luar biasa itu. Tapi ternyata Rose malah mengajaknya untuk pergi berbelanja. Sial sekali.

Beberapa saat kemudian, terlihat Emily dengan pakaian oversize hitam yang tak memperlihatkan celana pendeknya itu. Seolah-olah ia tak menggunakan apa pun di bagian bawahnya saat ini.

"Maaf, Liam, kau sudah menunggu lama sekali untukku. Baiklah, ayo," ujar Emily seraya berjalan menuju ke arah halaman depan.

Liam meneguk salivanya dalam-dalam saat melihat Emily tadinya. Baiklah, dua kata yang ada di dalam benaknya saat ini..

Seksi.

Menggoda.

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Beautiful Secret

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menyelamatkan adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Keyko Khayang Gumelar senilai 100 juta rupiah. Namun, takdir mempertemukannya dengan Damian, seorang duda tampan, di sebuah supermarket secara tidak sengaja. Kini, Daiva terjebak dalam dilema cinta ketika kedua pria tersebut mulai mengejar hatinya. Siapakah yang akhirnya akan dipilih Daiva sebagai pendamping hidup di tengah bayang-bayang masa lalunya?
Sampul Novel Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
9.2
Rheina, gadis lugu yang terjebak dalam lingkungan beracun, awalnya berniat membebaskan sahabatnya dari cengkeraman tuan tanah. Namun, situasi memburuk saat ayahnya justru menikahi sahabatnya itu sebagai istri keempat. Konflik keluarga yang kelam ini akhirnya menyeret Rheina ke dalam lembah kenistaan. Ikuti liku perjalanan hidup Rheina saat ia terjerat dalam cinta segitiga rumit bersama dua pria di tengah tekanan hidup yang penuh kata kasar dan adegan dewasa.
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
8.6
Hari pernikahan yang seharusnya indah berubah menjadi mimpi buruk. Secara sepihak, orang tua dan tunanganku memutuskan untuk mengganti posisi mempelai wanita dengan kakak kandungku yang sedang sakit keras. Karena aku menolak mentah-mentah keputusan tidak adil ini, mereka tega mengikatku di dalam rumah agar pernikahan tetap berjalan tanpa hambatan. Namun, kemalangan tidak berhenti di situ. Saat mereka pergi merayakan pesta, seorang penjahat menyusup dan menghabisi nyawaku dengan kejam. Ketika keluargaku akhirnya kembali untuk melepaskanku, mereka hanya mendapati jasadku yang telah membusuk.
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Seorang pria terjebak dalam kengerian Hutan Gondoriyo setelah tersesat saat menjelajah. Di tengah fenomena ghaib kendaraan yang raib, ia bertemu pasangan lansia misterius di sebuah pondok terpencil yang memberinya peringatan. Meski berhasil pulang, rasa penasaran membawanya kembali, namun hutan itu seolah lenyap. Hubungan gelap antara kecelakaan bus di jurang dan misteri hutan ini mulai terkuak, memaksanya mempertaruhkan nyawa demi mengungkap kebenaran yang menghantui.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu demi satu nyawa teman, keluarga, hingga mereka yang pernah menyakitiku terenggut secara brutal. Kematian tragis ini menyisakan kengerian mendalam karena sang pelaku sangat lihai menghapus jejak, membuat identitasnya mustahil terungkap. Di tengah kepungan teka-teki gelap yang penuh misteri, korban terus berjatuhan tanpa henti. Naasnya, aku yang menjadi tokoh utama dalam kisah kelam ini pun tak luput dari incaran maut yang mengintai dari balik bayangan.
Sampul Novel MY LOVELY LITTLE WIFE
8.9
Yuki tak mampu menyembunyikan kekesalannya setelah ditolak mentah-mentah oleh pria yang dijodohkan dengannya. Alasan pria itu sangat klise, ia merasa tidak mengenal Yuki sama sekali. Sambil mengumpat dalam hati, Yuki menjuluki calon suaminya itu sebagai pria tua yang menyebalkan. Namun, rasa dongkol itu segera berubah menjadi sebuah rencana licik. Sebuah seringai muncul di wajahnya saat sebuah ide brilian terlintas untuk memberi pelajaran bagi pria itu.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan