Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pacarku Berondong

Pacarku Berondong

Meira, wanita berusia 35 tahun, terus menolak Daniel karena perbedaan usia sepuluh tahun di antara mereka. Meski begitu, Daniel tetap gigih ingin menikahi Meira. Hubungan mereka menghadapi rintangan berat, terutama penolakan dari keluarga Daniel. Situasi semakin rumit saat masa lalu Meira terungkap, di mana ia hampir menikah dengan paman Daniel. Di tengah tekanan ini, mampukah cinta mereka bertahan, atau justru hancur karena rahasia masa lalu tersebut?
Bab
Bagikan

Bab 3

Daniel menyunggingkan senyum kecil. “Aku suka wanita yang lebih dewasa dariku. Itu merupakan tantangan yang cukup menyenangkan bagiku.”

“What? Agak lain memang kamu ini.” Meira melipat tangan di dadanya dan menatap Daniel yang tengah mengenakan pakaiannya.

“Mandilah. Akan kubuatkan sarapan untukmu,” ucap Daniel lalu keluar dari kamarnya meninggalkan Meira yang masih tak percaya bila dirinya akan tidur dengan pria muda seperti Daniel.

“Oh my God. Apa yang telah aku lakukan?” ucapnya lalu menjambak rambutnya kembali.

Tak lama kemudian, Daniel kembali masuk ke dalam kamar sembari membawa paper bag di tangan kanannya.

“Bajumu. Jangan pakai kemejaku lagi. Itu hanya akan mengundang birahiku memuncak,” ucapnya lalu menaruh paper bag itu di atas tempat tidur.

“Mandilah. Setidaknya wajahmu kelihatan lebih segar, setelah kuobrak-abrik semalam dan tadi.”

Tubuh Meira meremang. Bisa-bisanya Daniel membuatnya tidak berdaya akan suara sensual yang dia ucapkan.

“Oh, God!” Meira kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu.

Lima belas menit kemudian. Meira keluar dari kamar dan mengenakan pakaian yang dibelikan oleh Daniel tadi.

Daniel menerbitkan senyumnya kepada Meira yang duduk di kursi meja makan. Ia lalu memberikan sandwich kepada wanita itu.

“Thank you,” ucap Meira pelan.

“Sama-sama. Sebagai bayaran jasamu semalam.”

Meira menghela napasnya kemudian geleng-geleng kepala. “Orang tuamu kenapa? Kamu bilang semalam mereka bertengkar tapi tidak pernah mau pisah.”

Daniel mengedikan bahunya. “I don’t know. Bahkan aku udah gak peduli, dengan kondisi rumah tangga mereka. Bahkan mereka tidak tahu, aku tinggal di sini.”

“Why?” tanyanya ingin tahu.

“Males aja. Ngasih tahu orang yang gak pernah anggap aku ada. Karena aku memilih kuliah seni, Daddy buang aku dan gak mau anggap aku anaknya. Ya! Hubungan kami cukup rumit.

“Tidak bisa dikatakan sebagai ayah dan anak. Lebih ke musuh. Aku menyukai apa yang bisa aku lakukan. But, Daddy minta aku jadi apa yang dia inginkan. Lalu aku berontak, dan dia tidak mau kalah.”

Meira manggut-manggut dengan pelan. “Cukup rumit,” ucapnya kemudian mengulas senyum tipis.

“Ya. Seperti yang kukatakan tadi,” ucapnya kemudian menoleh ke arah ponselnya di mana sang adik—Viona menghubunginya.

“Kenapa?”

“Lagi di mana?”

“Di mana aja boleh. Ngapain lo nanya gue di mana?”

“Ada yang nyariin elo, Daniel!”

“Siapa? Gue gak punya janji temu, sama siapa pun.”

“Catty. Kayak nama kucing. Pacar ke berapa elo ini, huh?”

Daniel kemudian menghela napasnya. “Suruh balik aja. Gue gak ada urusan sama dia,” ucapnya kemudian menutup panggilan tersebut.

Meira tak ingin bertanya, siapa yang sedang mencarinya. Meski hatinya menjerit ingin bertanya. Namun, ia rasa itu bukan hak dia untuk tahu Daniel berbincang dengan siapa atau apa pun itu.

“Aku punya enam mantan. Setiap tiga bulan putus. Dua tahun ini aku udah ngumpulin enam orang dan dua di antara mereka, belum rela diputusin. Salah satunya itu, Catty.”

Meira tersenyum miris. “Hebat!”

“Hebat?” Daniel menaikan kedua alisnya. “Aku sudah bosan, gonta-ganti pacar terus, Mei. Mau nyari yang serius, yang mau aku ajak nikah.”

Meira terkekeh. “Cari, Daniel.”

“Sudah. Aku sudah menemukannya,” ucapnya sembari mengulas senyumnya kepada perempuan itu.

Meira menghela napasnya dengan panjang. “Syukurlah, kalau kamu sudah menemukan orang itu.”

“Ya. Di depan mataku ini, yang akan kujadikan istri.”

“Uhuk! Uhuk!” Meira terbatuk mendengar ucapan Daniel tadi.

Lelaki itu kemudian memberikan air minum kepada Meira dan menatapnya lagi. “Mau, menikah denganku?”

Meira menggeleng. “Tidak semudah yang kamu pikirkan, Daniel.”

“I know. Tidak perlu kamu jawab sekarang. Yang pasti, aku akan mengejarmu sampai kamu mau. And, kamu sudah tahu. Aku menyukai wanita yang usianya lebih tua dariku.”

Daniel kemudian menerbitkan senyumnya kepada Meira yang tengah serba salah dengan kelakuan Daniel ini.

Waktu sudah menunjuk angka tujuh malam. Meira masih berada di apartemen Daniel sebab tengah menunggu Feby pulang dari vila.

Daniel kemudian menghampiri Meira yang tengah duduk di kursi panjang dekat kolam renang.

“Kapan, mantanmu itu menikah?” tanya Daniel ingin tahu.

“Entahlah. Aku tidak bertanya setelah memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini dengannya. Aku tidak ingin bertemu lagi dengannya meskipun dia memberitahuku kalau dia masih mencintaiku.”

Daniel tersenyum miring. “Jangan percaya dengan orang yang memiliki dua wanita di dalamnya. Aku … lebih baik segera mengakhiri hubungan itu, daripada menduakannya.”

Meira menoleh pelan ke arah Daniel. “Kamu masih kuliah? Harusnya sudah lulus.”

“Bar yang kamu datangi kemarin, itu milikku. Sudah lulus satu tahun yang lalu. Lanjut S2, ambil bisnis. Ya! Ujung-ujungnya masuk bisnis juga.”

Meira mengulas senyumnya. “Tapi, bukan karena daddy kamu, kan?”

“Bukan. Aku gak suka, sama perusahaan turun temurun. Mau membangun usaha sendiri agar tidak disetir, oleh dia. Yang sok berkuasa, meminta aku begini dan begitu.”

“Pendirian kamu teguh juga,” ucapnya dengan pelan.

Daniel menghela napasnya dengan panjang. “It’s my life. Meski terlahir dari rahim Mommy dan hasil dari Daddy, bukan berarti mereka dengan mudahnya menyetirku.”

Meira menatap wajah Daniel yang tengah menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.

“Boleh minta nomor kamu?” tanya Daniel kemudian. “Sudah kubilang kan, aku akan menjadikanmu istriku. So! Aku akan menunggu sampai kamu siap.”

Meira hanya diam dan hanya memberikan ponselnya pada Daniel. Lelaki itu kemudian memasukan nomornya dan menghubungi nomornya itu.

“Thanks!” ucapnya lalu menerbitkan senyumnya kepada wanita itu.

“I don’t care, meski jarak usia kita terpaut jauh. Yang penting, kamu wanita baik dan mau menerimaku.”

Meira menghela napasnya. “Aku yang malu, Daniel.”

“Kenapa? Karena aku masih berondong? Jangan hiraukan ucapan orang di luar sana. Memangnya kamu makan dapat minta dari mereka?”

“Ya nggak juga sih. Cuma kan, bikin gak enak makan.”

Daniel terkekeh pelan. “I know. But, jangan bergantung dengan penilaian orang terus menerus. Jika hatimu nyaman, why not? Begitu pun denganku.”

Daniel kemudian mencium punggung tangan Meira dan melepasnya. Membuka celana pendek yang ia kenakan kemudian masuk ke dalam kolam.

Meira menelan ludah melihat tubuh atletis milik Daniel. “Kenapa dia perfect sekali? Dan membuatku gila.” Meira menggeleng kemudian melipat tangan di dadanya.

“Come here!” ajak Daniel kepada Meira yang masih duduk di bangku panjang itu.

Meira menggeleng. “Mau ngapain? Aku sudah mandi.”

Daniel menyunggingkan senyum kecil. “Berenang gak harus belum mandi juga, Meira.”

“Ya, aku tahu.”

“So! Come on!” ajak Daniel kembali. “Atau mau aku gendong?”

Meira menggeleng kemudian membuka dress tipis yang ia kenakan itu kemudian masuk ke dalam kolam.

Daniel lalu mengejarnya dan menghampiri perempuan itu yang tengah berdiri di tepi kolam. Bibirnya meraup bibir Meira dengan lembut.

Suasana yang dingin itu tiba-tiba menjadi hangat setelah Daniel menggesekan tubuhnya pada tubuh Meira.

Lelaki itu kemudian menggendong tubuh Meira dan mendudukannya di tepi kolam. Meraup gundukan kenyal itu dengan rakus hingga membuat Meira menjerit tak karuan.

Lima belas menit kemudian, Daniel menyudahi permainan itu. Tampak lelah, sebab sudah berkali-kali ia melakukan hal ini dengan Meira.

“Kamu … hanya usianya saja yang muda. Permainannya, seperti sudah berumur tiga puluh tahun.”

Daniel terkekeh pelan. “Mau mandi lagi?” tanyanya kemudian.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95HVS" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95HVS
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayo Kencan Pura-Pura, Temanku [21+]
8.2
Yena, Hao, Scott, dan Luna adalah sahabat karib hingga pengkhianatan muncul di pesta ulang tahun Scott. Scott ternyata berselingkuh dengan Luna selama setahun, menghancurkan hati Yena. Di tengah luka, Hao mengajak Yena menjalin hubungan pura-pura demi memicu kecemburuan mantan mereka. Meski awalnya saling tidak tertarik dan terikat kontrak tanpa rasa, sandiwara ini justru memicu getaran nyata. Kini, mereka terjebak antara dendam atau cinta yang baru tumbuh.
Sampul Novel Ibuku dijadikan pengasuh anak anak kakakku
8.9
Alih-alih dirawat dengan penuh kasih, ibu justru dipaksa menjadi pengasuh bagi kedua anak Sarah. Kakakku itu sungguh tega menyiksa ibu di saat aku sedang berjuang jauh di luar negeri. Namun, masa-masa penderitaan ibu akan segera berakhir. Kepulanganku kali ini membawa misi tunggal untuk menuntut keadilan. Aku tidak akan tinggal diam dan siap membalas setiap tetes air mata serta perlakuan buruk yang telah Sarah lakukan kepada ibu tercinta.
Sampul Novel Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali
9.7
Setelah mengorbankan segalanya demi Romeo Fernandez, Violet justru mati tragis di meja operasi setelah hartanya habis diperas. Kembali ke masa lalu, Violet bertekad mengubah takdirnya dengan segera menceraikan pria yang dahulu sangat membencinya itu. Namun, setelah perceraian disepakati, sikap Romeo berubah drastis dan ia justru ingin kembali padanya. Demi menolak mantan suaminya, Violet memilih berpaling dan memeluk musuh bebuyutan Romeo, Charles Griffin, sebagai kekasih barunya.
Sampul Novel Nafkah dua puluh ribu darisuamiku
8.4
Memiliki suami dengan karier mapan dan kondisi finansial yang stabil ternyata tidak menjadi jaminan kebahagiaan bagi seorang istri. Meski sang suami mampu menyediakan fasilitas hidup yang sangat layak dan serba berkecukupan, kenyataan pahit justru menghampiri rumah tangga mereka. Ia terpaksa berjuang sendirian untuk menghidupi dirinya sendiri di tengah kemewahan yang ada. Sebuah kisah tentang perjuangan batin dan kemandirian di balik bayang-bayang kemapanan.
Sampul Novel Rahasia Kelam Seorang Istri
9.4
Alina hidup dalam bayang-bayang masa lalu kelam yang mengancam rumah tangganya dengan Arya, seorang duda yang sangat menghargai kejujuran. Meski mencintai suaminya, Alina terjepit antara mengungkap aib lama atau tetap bungkam demi menjaga pernikahan mereka. Konflik memuncak saat Arya mulai meragukan kesucian dan masa lalu Alina. Akankah kejujuran Alina menghancurkan segalanya, atau mampukah Arya menerima kenyataan pahit yang dianggapnya sebagai pengkhianatan?
Sampul Novel Sangkar Emas Pernikahan
9.4
Kayla memiliki paras cantik luar biasa, namun hidupnya terasa hampa di dalam sangkar emas. Meski bersuamikan Bryan yang kaya raya dan terpandang, sifat suaminya yang sangat pelit membuat Kayla menderita lahir batin. Di tengah usahanya untuk lepas dari belenggu pernikahan yang menyiksa itu, ia bertemu dengan Kenan. Pemuda tampan dan bergelimang harta tersebut jatuh hati serta sangat memuja Kayla, menawarkan harapan baru bagi kebebasannya.