Sampul Novel Ibuku dijadikan pengasuh anak anak kakakku

Ibuku dijadikan pengasuh anak anak kakakku

8.9 / 10.0
Dalam modern novel Ibuku dijadikan pengasuh anak anak kakakku, seorang pria pulang dari luar negeri untuk menghentikan eksploitasi ibunya oleh Sarah. Saksikan misi balas dendam penuh action dalam web novel ini saat ia menegakkan keadilan bagi orang tuanya melalui platform read novels online.
Ringkasan Ibuku dijadikan pengasuh anak anak kakakku
Alih-alih dirawat dengan penuh kasih, ibu justru dipaksa menjadi pengasuh bagi kedua anak Sarah. Kakakku itu sungguh tega menyiksa ibu di saat aku sedang berjuang jauh di luar negeri. Namun, masa-masa penderitaan ibu akan segera berakhir. Kepulanganku kali ini membawa misi tunggal untuk menuntut keadilan. Aku tidak akan tinggal diam dan siap membalas setiap tetes air mata serta perlakuan buruk yang telah Sarah lakukan kepada ibu tercinta.
Baca Selengkapnya

Ibuku dijadikan pengasuh anak anak kakakku Bab 1

IBUKU di JADIKAN PENGASUH ANAK- ANAK KAKAKKU [1]

Bugh bugh bugh

"Sakit, nduk ampun! Ibu tidak bermaksud membuat anak-anak mu menangis, Hu hu hu."

"Itu adalah hukuman yang pantas ibu dapat, cuma ngurus dua anak saja tidak becus!"

Deg. Baru saja kaki ini melangkah di depan pintu. Aku sudah dikagetkan dengan suara tangisan ibu. Ya, tidak salah lagi itu adalah suara ibu. Dan suara pukulan itu disertai dengan teriakan kemarahan kakakku Sarah.

Niatnya aku ingin memberi kejutan kepada ibu dan kak Sarah atas kepulanganku yang sudah 3 tahun merantau di negri orang, namun ternyata justru aku yang dibuat terkejut dengan kelakuan kak Sarah terhadap ibu .

Hatiku benar-benar sakit, emosiku seketika naik. Tanganku terkepal kuat, apa yang dilakukan kak Sarah terhadap ibu. Ini tidak bisa dibiarkan.

Bugh! bugh!"Ampun, huhuhu."

Brak. Saat pintu kutendang, terlihat sosok ibu sedang meringkuk di bawah kaki kak Sarah. Seketika mereka berdua kaget dengan kedatangannku. Kulihat kak Sarah sedang memegangi ganggang sapu.

"Apa yang kau lakukan dengan ibu, Sarah" amarahku memuncak saat melihat tubuh kurus dan pakaian lusuhnya. Kemana uang yang selama ini aku kirimkan. Kenapa ibuku begitu tak terurus.

"Nduk." Ibu memanggilku. Matanya berkaca kaca, sejurus kemudian kuhampiri tubuh tua itu. Aku memeluknya, mencium pipi keriputnya. Ibu menangis di pelukan, dielusnya pipi ini, kulihat matanya sudah basah sedari aku datang hingga sekarang, Oh ibu kenapa jadi begini.

Setelah puas memeluk ibu, kini aku sudah berdiri di hadapan kak Sarah. Kutatap matanya dengan tajam untuk meminta penjelasan.

"I-ren, kamu sudah pulang dek? Ke-napa tidak mengabari kakak du- "

Plak!

Plak!

Ucapan kak Sarah menggantung begitu saja, dia sangat kaget karna aku lebih dulu menamparnya. Dia meringis kesakitan memegangi pipi.

"Kenapa ha? Kalau aku memberi tahumu dulu, aku tidak akan pernah tau dengan apa yang kau lakukan kepada ibu, Sarah!." aku benar-benar murka, kenapa masih saja pura-pura.

"Kau berani menamparku, Iren?" Kak Sarah Marah dan terlihat tidak terima.

"Kau tidak terima ha?" Kali ini aku mendekat ke arah tubuhnya. Bisa kurasakan nafasnya memburu seperti sedang menahan emosi.

Sungguh miris, di saat ibuku terlihat begitu buruk, justru berbeda dengan kak Sarah. Wajahnya yang dulu kusam sebelum aku tinggal merantau. Kini terlihat putih bersih bahkan Glowing. "Kulitmu halus sekali, Sarah, apakah uang yang kukirim selama ini hanya untuk menyenangkanmu saja." tandasku tepat di depannya.

Kulihat kak Sarah seperti gugup, matanya melirik kesana kemari, seperti tengah mencari jawaban yang tepat.

"Jangan sembarangan kau, Iren, aku bekerja, aku punya uang. Jadi wajar bukan kalau aku merawat diri." sinis kak Sarah.

"Lalu, kemana uang yang kukirim selama ini untuk ibu?" Aku masih memindai eksperesi wajah terkejutnya dari jarak Deket.

"Ibumu itu boros, dia selalu ingin makan enak, kau pikir mudah mengurus tua renta seperti dia!" Kak Sarah berbicara sambil menunjuk kearah ibu.

" hey! Ibuku juga ibumu, jangan kau kurang ajar terhadapnya, Sarah!" aku kembali emosi saat dengan entengnya dia menyebut hanya ibuku. Tak sadarkan dia terlahir dari mana.

"Kau itu tak perlu menasehatiku. Aku lebih tau segalanya." Setelah membalas ucapanku, kini dia hendak pergi.

Kucekal tangannya kuat, bahkan sampai dia meringis kesakitan. Bahkan akan kupatahkan tangannya yang sudah berani menyiksa ibuku.

"Arghh! Kau sudah gila ya?" Kak Sarah berusaha melepaskan tangannya.

"Kutanya sekali lagi! Kemana uang yang selalu ku kirim untuk ibuku?"

"Haha, Sudah kubilang ibumu itu boros. Dan karna aku yang sudah menampungnya di rumahku selama kau pergi. Jadi kuanggap uang itu sebagai upah untukku." Jawab kak Sarah dengan entengnya.

" Kau bilang ini rumahmu Sarah, apa kau lupa ini rumah peninggalan almarhum ayah, dan kau belum pikun,kau lihat!(aku menunjuk ibu), ibu masih ada! Jadi beliaulah yang lebih berhak dari pada kau, Sarah!" emosiku yang sudah mulai reda kini kembali muncul setelah mendengar ucapan dari kak Sarah.

Aku bahkan sudah tak memakai embel-embel kak lagi untuk memanggil namanya.

"Sebentar lagi dia juga m@ti! Jadi aku yang akan mewarisinya, haha!" Kak Sarah tertawa seperti orang gil@.

Biadab, saat tanganku terangkat ingin menampar kak Sarah, tiba-tiba ibu menahannya. Ibu menggelengkan kepalanya pertanda aku tidak boleh menampar anak pertamanya itu.

"Sudah, nduk, jangan di teruskan, ibu tidak apa apa. Ibu tidak mau kalian bertengkar lagi."

mendengar ucapan ibu, kak Sarah mendecih kan bibirnya. Dia beringsut mundur lalu pergi dari hadapanku.

Akhirnya ibu mengajakku kekamarnya.

****

Pandangan mataku nanar menatap sekeliling kamar ibu. Ranjang usang, lemari kayu yang lapuk, saat aku buka isinya hanya baju-baju lama ibu. Ah, ternyata uang yang aku kirim selama ini untuk ibu, digunakan kak Sarah untuk bersenang-senang.

Aku tidak akan tinggal diam, akan kuambil hak ibuku. Saat ini kulihat ibuku sedang berbaring menatap langit langit kamarnya.

"Nduk, ibu bahagia kamu sudah kembali." ungkapnya yang tak lepas menatap ke atas.

"Iren juga bahagia Bu, mulai sekarang aku akan menjaga ibu. Tidak akan kubiarkan ibu di perlakukan buruk lagi oleh kak Sarah."

Kami pun berpelukan, rinduku begitu besar, akhirnya aku bisa mendekap surgaku lagi. Tapi pelukanku tidak lama.

" uhuk uhuk! Sudah, nduk, ibu gak bisa napas kalau kamu kekepin terus." aku akhirnya melerai pelukan.

"Aduh maafin Iren ya, Bu, soalnya kangen banget sama, ibu." kami tersenyum bahagia.

Tiba-tiba aku teringat dengan anak-anak kak Sarah, sedari tadi aku datang tak melihat mereka.

"Oh ya Bu kemana anak-anak kak Sarah? Kok mereka gak ada di rumah." tanyaku kepada ibu.

"Itu, nduk, emh-emh-." ibu menjawab dengan gugup.

Kenapa, Bu-?"

Sarah ! Sarah !

"Ini anakmu dari tadi nangis terus, pusing aku denger tangisan mereka."

"Iya bang maaf tadi Sarah habis mandi."

"Mana nenek tua itu, panggil dia kemari, suruh untuk menenangkan mereka!."

Belum sempat ibu menjawab, terdengar suara gaduh dari luar. Dan siapa nenek tua yang orang itu maksud. Atau jangan-jangan ibu. Dan suara laki-laki itu, aku seperti mengenalnya.

Saat memori otakku tersadar emosiku memuncak lagi. " kurang ajar!" Tanganku terkepal kuat.

Ibu! Ibu ! Suara itu semakin mendekat.

Brak.

Pintu kamar ibu dibuka dengan paksa.

Muncul sosok laki-laki yang kubenci, dia terlihat kaget, matanya melirik ke arah kak Sarah meminta penjelasan.

Kusunggingkan senyum sinis, ternyata ini yang membuat kak Sarah berulah...baiklah tunggu pembalasanku.

Terimakasih yang sudah baca, jgan lupa like dan komen ya ❤️

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Ibuku dijadikan pengasuh anak anak kakakku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Broken home
9.2
Dalam balutan genre romansa modern yang menyentuh, kisah ini menyoroti dinamika pahit sebuah keluarga yang mengalami keretakan. Di tengah konflik internal dan luka emosional yang mendalam akibat kondisi broken home, para karakter berjuang menemukan arti cinta dan kedamaian. Narasi ini mengeksplorasi bagaimana hubungan antarmanusia diuji saat fondasi rumah tangga mulai hancur, memaksa setiap individu untuk menghadapi kenyataan sulit dalam pencarian kebahagiaan mereka.
Sampul Novel Ex-Husband Or Mr. Ceo
9.4
Pasca kegagalan rumah tangganya, Leira bertekad bangkit demi masa depan sang putra. Ia memutuskan kembali ke Chicago untuk mengejar karier di sebuah perusahaan penerbitan. Namun, situasi menjadi rumit saat ia harus bekerja di tempat yang sama dengan mantan suaminya. Di sisi lain, Leira terjebak dalam kesalahpahaman dengan sang CEO. Akankah ia mampu menjaga hatinya tetap tegar, atau justru menemukan cinta yang baru di tengah konflik ini?
Sampul Novel Ibu cantik, Ayah licik
8.7
Akibat jebakan keji dari ibu tiri dan kakaknya, pernikahan yang telah direncanakan dengan matang terpaksa dibatalkan karena sebuah alasan mustahil. Bertahun-tahun kemudian, ia akhirnya memutuskan kembali ke kota kelahirannya. Dengan tekad yang sangat kuat, ia berjuang keras melalui berbagai rintangan demi merebut kembali segala hal yang pernah menjadi miliknya. Kini, ia siap menghadapi masa lalu untuk memulihkan haknya yang telah dirampas secara tidak adil.
Sampul Novel Obsesi Kencan Buta Sang Pewaris
8.0
Livia tak menyangka perannya menggantikan sahabat di kencan buta akan berujung petaka. Sikap cerianya justru memicu obsesi Damien Remington, pewaris tunggal konglomerat yang angkuh dan misterius. Situasi memburuk saat Livia menghilangkan jam tangan miliaran milik Damien, membuatnya terjerat dalam permainan kekuasaan pria kejam itu. Kini, ia terjebak dalam lingkaran emosi dan sisi gelap Damien, berjuang keras untuk lepas dari jeratan obsesi yang kian mengikatnya.
Sampul Novel Pelakor's Hunter
8.2
Siska tewas mengenaskan setelah cairan mematikan melumpuhkan sarafnya dalam sekejap. Di samping jasadnya, pelaku bertopeng meninggalkan pesan misterius bertajuk Malaikat Maut Pelakor. Serangkaian pembunuhan serupa terus menghantui, menyasar para wanita perebut suami orang. Ranti, istri yang hancur akibat pengkhianatan, kini menjadi tersangka utama karena bukti kuat di rumahnya. Benarkah luka hati mendorongnya menjadi pembunuh, atau ada sosok lain di balik dendam buta ini?
Sampul Novel Target Cinta Sang Pewaris
9.7
Terikat wasiat orang tua serta tekanan paman dan bibinya, Ardila terpaksa menikahi pria misterius yang tak ia kenal. Usai menikah, kenyataan pahit terungkap bahwa suaminya telah beristri. Meski merasa dikhianati, ia tetap bertahan demi amanah mendiang orang tuanya. Namun, keluarga sang suami justru bertindak semena-mena dan mengincar hartanya. Curiga, Ardila mulai menyelidiki mereka hingga ia berhasil membongkar rahasia gelap yang melibatkan keluarganya sendiri.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan