Sampul Novel Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali

Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali

9.7 / 10.0
Setelah mengorbankan segalanya demi Romeo Fernandez, Violet justru mati tragis di meja operasi setelah hartanya habis diperas. Kembali ke masa lalu, Violet bertekad mengubah takdirnya dengan segera menceraikan pria yang dahulu sangat membencinya itu. Namun, setelah perceraian disepakati, sikap Romeo berubah drastis dan ia justru ingin kembali padanya. Demi menolak mantan suaminya, Violet memilih berpaling dan memeluk musuh bebuyutan Romeo, Charles Griffin, sebagai kekasih barunya.

Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali Bab 1

"Alat pacu jantung! Cepat! Tingkatkan tegangan listriknya!"

"Dokter! Pasien mengalami pendarahan hebat! Darah tipe A baru saja diambil dari bank darah!"

Seluruh tangan perawat magang itu berlumuran darah. Dia bahkan gemetaran saat berbicara.

Bau darah memenuhi ruang operasi.

Dia tidak pernah melihat darah sebanyak ini.

Pada saat ini, sebuah pikiran terlintas di benaknya.

Siapa yang mengambil darah tipe A dari bank darah?

Wanita yang sedang berbaring di ranjang rumah sakit ini memiliki wajah pucat dan bibir kering. Penglihatannya pun mulai kabur. "Romeo ...."

"Apa?"

"Romeo ...."

Kali ini perawat magang itu mendengarnya. Nama yang dipanggil oleh wanita lemah ini adalah Romeo Fernandez.

Romeo adalah presiden bisnis paling berkuasa di Kota Poseidon.

Dokter itu hampir pingsan. Dia salah menekan nomor tiga kali sebelum akhirnya dia menelepon nomor yang benar. Dia segera berkata kepada orang di ujung telepon, "Tuan Romeo, Nyonya mengalami pendarahan hebat. Tapi, darah di bank darah telah diambil pergi. Saya memohon pada Anda! Datang dan temuilah Nyonya untuk terakhir kalinya!"

Nada pria di ujung telepon terdengar sangat kejam dan cuek. "Dia belum mati? Telepon aku setelah dia benar-benar mati."

Tut .... Tut ....

Teleponnya pun dimatikan.

Tiba-tiba, mata wanita di ranjang rumah sakit ini kehilangan semua cahaya.

'Romeo, apa kamu begitu membenciku?'

'Bahkan saat ini, kamu nggak mau melihatku?'

Terdengar bunyi bip datar dan dingin dari mesin. Tanda-tanda vital pasien sudah sepenuhnya tiada.

Samar-samar, Violet merasa jiwanya meninggalkan tubuhnya.

Sebuah tubuh yang kurus kering, pucat dan lemah berbaring di ranjang rumah sakit. Violet merasa sangat lelah. Dia baru berumur 27 tahun, tapi dia meninggal di rumah sakit karena pendarahan hebat yang disebabkan oleh persalinan sulit.

Saat dia masih hidup, dia sangat mencintai Romeo. Sebagai satu-satunya anak perempuan di Keluarga Gloria, seharusnya Violet mempunyai kehidupan terbaik.

Namun, untuk menikah dengan Romeo, dia mengorbankan kedudukannya di Keluarga Gloria.

Pada akhirnya, dia berakhir dengan tragis.

Violet perlahan-lahan memejamkan matanya.

Kalau dia mempunyai kesempatan untuk mengulangi kehidupannya lagi, dia tidak akan melakukan kesalahan yang sama.

"Nyonya, malam ini Tuan mau mengajak Anda pergi ke pelelangan bersama. Pakaian mana yang Anda ingin pakai?"

Dia mendengar suara Bu Martha.

Violet tersentak.

Pemandangan di depan matanya terlihat sangat familier. Ini adalah rumah pernikahannya dengan Romeo!

Sebulan setelah dia menikah dengan Romeo, dia bisa menghitung dengan jari seberapa banyak Romeo menemuinya.

Dia mengingat ini adalah pertama kalinya Romeo mau menghadiri lelang tanah. Makanya, dia mengajak istrinya.

Namun, ini terjadi lima tahun yang lalu. Kenapa ...?

Jangan-jangan ... dia terlahir kembali?

"Nyonya, Tuan nggak pernah pulang dan tidur di sini. Jadi, Nyonya harus memanfaatkan kesempatan kali ini."

Bu Martha memilih sebuah gaun putih, lalu dia berkata, "Bagaimana dengan gaun ini?"

Violet menundukkan kepalanya. Di dalam hati, dia tertawa.

Semua orang tahu wanita yang disukai Romeo adalah Evelyn Chika.

Dulu untuk menyenangkan Romeo, Violet sering belajar cara berpakaian Evelyn.

Evelyn suka mengenakan gaun putih, jadi dia ikut memakai gaun putih hanya agar bisa membuat Romeo menyukainya sedikit.

Namun, di pelelangan kali ini, Romeo tidak memberitahunya kalau dia mengganti pasangannya dan melainkan mengajak Evelyn. Romeo membuatnya terlihat bodoh karena dia mengenakan gaun putih yang sama dengan Evelyn.

Ketika Violet memikirkannya sekarang, itu benar-benar lucu.

"Nggak, aku pakai ini saja."

Violet memilih sebuah gaun yang berwarna merah cerah.

Dia memang tidak suka pakaian polos dan elegan. Lagi pula, Evelyn hanya seorang mahasiswi miskin. Dulu otaknya pasti rusak, makanya dia baru mengenakan pakaian murah demi seorang laki-laki.

Dia tidak hanya telah menurunkan derajatnya, tapi juga membiarkan orang memandang rendah dirinya.

Bu Martha berkata dengan dilema, "Tapi ... seharusnya Tuan lebih suka gaun putih ini ...."

Violet mengabaikan saran gila Bu Martha.

"Ini saja." Violet berkata dengan datar, "Buang semua gaun putihku. Aku nggak suka."

"Ini ...."

Perintah Violet membuat Bu Martha menghela napas. Pada akhirnya, dia melakukan seperti yang diperintahkan.

Violet melihat dirinya di kaca. Pada saat ini dia masih menawan, tapi beberapa tahun kemudian, dia disiksa Romeo sampai dia terlihat lesu.

Sebelum itu terjadi, dia ingin mengakhiri segalanya.

Pada malam hari, Violet mengenakan gaun potongan mermaid berwarna merah anggur yang menonjolkan bentuk tubuhnya dengan sempurna. Riasannya yang indah dipadukan dengan rambut ikal. Tahi lalat di bawah matanya membuatnya makin seksi. Dari jauh, dia terlihat seperti lukisan yang membuat orang tidak berani mendekatinya.

Tak jauh dari Violet, seorang pria yang mengenakan kemeja putih, sepatu kulit tinggi dan sedang memegang rokok melihatnya. Charles Griffin bertanya dengan lembut, "Siapa dia?"

"Kamu nggak tahu siapa dia? Itu Violet dari Keluarga Gloria, istri baru Romeo Fernandez." William Airlangga, si pria playboy, yang berdiri di sebelah Charles berkata dengan penuh semangat, "Tadi aku melihat Romeo si bangsat itu menggandeng wanita lain. Sepertinya nanti kita dapat melihat drama rumah tangga yang menarik! Aku bersemangat sekali!"

Namun, dia tidak mendengar sahabatnya menjawabnya.

William mendecakkan lidahnya sebelum berkata, "Tapi, aku nggak mengerti selera Romeo. Dia malah nggak mau wanita cantik seperti Violet dan bersikeras ingin bersama wanita yang kurus kering. Aneh, 'kan, Charles?"

Ketika William memalingkan wajahnya, ternyata dari tadi Charles sudah menghilang.

"Woi, Charles! Dasar anak sialan!"

William mengikuti Charles masuk ke pelelangan sambil menggerutu.

Di dalam, Evelyn yang memakai gaun putih memegang lengan Romeo dan berkata dengan takut-takut, "A ... aku nggak pernah menghadiri acara seperti ini. Bagaimana kalau aku pulang saja?"

Romeo berkata dengan datar, "Kamu harus pelan-pelan terbiasa. Di masa depan kamu akan sering menghadiri acara seperti ini."

Evelyn pun menganggukkan kepalanya.

Ketika Romeo hendak membawa Evelyn masuk ke pelelangan, Levi, asistennya, berkata, "Tuan Romeo, apa Anda nggak mau menunggu Nyonya?"

Romeo mengernyit dan berkata, "Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk memberitahunya kalau hari ini dia nggak usah datang?"

Levi melirik Evelyn, lalu Evelyn buru-buru berkata, "Jangan salahkan Kak Levi. Aku yang meminta Kak Levi nggak usah memberi tahu Kak Violet .... Aku takut identitasku akan membuat orang bergosip tentangmu, jadi ... Aku merasa lebih baik Kak Violet yang menemanimu ...."

Evelyn menundukkan kepalanya. Dia seperti kelinci yang ketakutan.

Romeo mengusap alisnya.

Saat ini dia benar-benar tidak mau Violet muncul.

"Tuan Romeo ...."

Evelyn menggigit bibirnya dan memanggil Romeo dengan hati-hati.

"Nggak apa-apa. Ini bukan salahmu."

Romeo membelai kepala Evelyn, kemudian dia berkata kepada Levi, "Kamu berdiri di luar. Kalau kamu melihat Violet, segera bawa dia pulang."

Di dalam kerumunan, orang-orang tampak terkejut.

Levi menoleh dan dia juga ternganga. "Sepertinya sudah terlambat."

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
9.5
Delapan tahun membina rumah tangga, Jessica selalu percaya pada alasan pekerjaan suaminya, Rio Aditya, setiap hari ulang tahun pernikahan mereka. Namun, sebuah rahasia kelam terungkap saat Jessica mendengar pengakuan Rio yang berselingkuh dengan Nadia dan berniat menceraikannya karena kehilangan rasa cinta pasca-keguguran. Di hari yang sama, Jessica justru divonis mengidap kanker ovarium stadium akhir. Tanpa dendam, ia pun memutuskan untuk pergi selamanya demi kedamaiannya sendiri.
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Demi melindungi nyawa buah hati yang tidak berdosa, Neva Zetrix terjebak dalam situasi yang sangat memilukan. Ia terpaksa menekan harga dirinya dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson setiap hari. Perjuangan hidup Neva ini didorong oleh kasih sayang seorang ibu yang rela melakukan apa pun demi sang anak. Di tengah tekanan dari sosok Brian yang dominan, Neva harus bertahan dalam dinamika hubungan yang penuh dengan pengorbanan batin.
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan yang hancur karena dikhianati calon istrinya nekat memaksa Zahra menikahinya demi melampiaskan rasa kecewa. Zahra pun terkejut dan menolak mentah-mentah tawaran gila tersebut. Namun, Rayhan tak menyerah dan menjanjikan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra mau menggantikan posisi mempelai wanita yang kabur. Akankah Zahra menerima kesepakatan ini dan sanggup menjalani kehidupan sebagai istri pengganti bagi pria dingin seperti Rayhan?
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Duniaku runtuh saat menangani pasien VIP bernama Evelyn Santoso. Tunangan yang ia tangisi adalah suamiku, Bima. Namun di foto itu, dia adalah Brama Wijaya, taipan kejam, bukan pria konstruksi yang kurawat saat amnesia. Brama masuk tanpa mengenaliku, lalu memeluk Evelyn dan membisikkan janji setia yang sering ia ucapkan padaku. Melalui tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami adalah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Pasca kehilangan Rizal, Sonia pindah ke apartemen kecil bersama dua anaknya, Alif dan Hana, demi lari dari duka. Di sana, ia bertemu Yudha, seorang duda karismatik yang membesarkan putrinya, Mira, sendirian setelah tragedi serupa. Meski sama-sama terluka, pertemuan di lorong apartemen itu memicu percikan emosi. Kini, mereka harus memilih: tetap terbelenggu kenangan pahit masa lalu atau meruntuhkan dinding ketakutan demi menyambut cinta baru yang hadir di depan mata.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan