Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel PACAR SEWAAN UNTUK SEPEKAN

PACAR SEWAAN UNTUK SEPEKAN

Demi menghapus citra gadis culun saat reuni SMA, Anggia nekat mengubah penampilannya secara drastis. Tak ingin datang sendirian, ia pun menyewa kekasih lewat biro jodoh demi memukau teman-temannya. Axel, pria yang menjadi pacar sewaannya, justru terpikat oleh kepribadian polos Anggia yang unik. Ketertarikan itu membuat Axel memilih berhenti dari pekerjaannya di biro jodoh dan bertekad mengejar cinta Anggia untuk menjadi pasangan yang sesungguhnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

MELANGGAR KODE ETIK

"Bu! Kak! Anjas pulang!"

Dengan wajah lesu, sang adik baru saja pulang dari aktivitas bermain. Berjalan ke rak sepatu, melepas sepatunya dan meletakkan skateboard miliknya di sudut sana.

Melihat putra satu-satunya nya pulang, Lula dengan semangat menghampiri Anjas demi memperkenalkan Axel padanya. Anjas sedikit risih ketika sang ibu bersemangat menggamit kedua bahunya. Namun dia hanya bisa pasrah saja.

"Anjas, pacar kakakmu sedang bertamu di sini, perkenalkan dirimu padanya, bicara dengan sopan ya anak baik?" suruh Lula dengan sedikit mendorong Anjas pada Axel.

"Pacar?" alis Anjas terangkat satu, merasa ada yang janggal.

"Secepat itu kak Anggia dapat pacar? Bahkan wanita cantik pun tidak semudah itu mendapatkan pacar, ada yang tidak beres nih." Anjas membatin merasa ada yang aneh.

Anjas menghampiri mereka, pertama kali melihat wajah Axel yang begitu tampan. Anjas semakin menyimpan curiga. Jangan-jangan itu bukan pacar kakaknya tapi pacar sewaan. Karena dengar-dengar dari temannya ada pekerjaan seperti itu di kota ini.

"Hai aku Anjas."

Anjas lebih dulu memperkenalkan dirinya dan mengulurkan tangan meski dengan mimik wajah yang datar. Bocah itu memang kurang ekspresif.

"Halo Anjas, aku Axel pacar kakakmu."

Ekspresi mencurigai dari Anjas sama sekali tak bisa ditutupi. Bocah laki-laki berusia 16 tahun itu mengangkat sebelah alisnya. Matanya bergerak naik turun menelisik. Apalagi dengan gaya bicara Axel yang terlalu lebay untuk mengakui kalau dirinya adalah pacar kakaknya, itu terlihat tidak alami. Seperti ekting yang dibuat-buat.

"Kak Axel benar-benar pacar kak Anggia?"

Axel mengangguk mantap.

"Kak, aku gak yakin kalau cowok ini adalah pacarmu," seloroh Anjas dengan nada ragu.

"Jangan sembarangan ya kalau bicara! Axel ini pacar kakak, kenapa? Kamu gak percaya ya karena dia tampan?" Anggia langsung menyergah dan mengelak.

Anjas menoleh pada ibunya.

"Ibu! Ibu percaya?" tanya Anjas pada Lula.

"Tentu saja, kenapa tidak boleh percaya? Kakakmu kan cantik. Cantiknya alami tanpa permak."

Anjas mencebik malas dan memilih untuk pergi ke dalam kamarnya ketimbang berbicara dengan ketiga orang itu.

"Maaf ya Axel, adikku memang begitu, sedikit gak ramah."

Axel menggeleng, "Gak masalah, dia lucu dan sepertinya asik diajak bermain, dia ikut komunitas skateboard?"

"Sepertinya iya," jawab Anggia agak ragu. Karena ia tak pernah kepo dengan hobi adiknya.

"Aku juga suka skateboard, lain kali kita bisa main bareng."

***

"Sebenarnya ini pertama kalinya aku membawa masuk laki-laki ke dalam kamarku."

Anggia sengaja mengajak Axel masuk ke kamarnya untuk berbincang. Dia tidak nyaman kalau semua pembicaraan didengar oleh sang ibu yang terlampau kepo. Untungnya Lula mengerti dan membiarkan keduanya berbicara intim di kamar.

Axel hanya tersenyum tipis setelah mendengar pengakuan Anggia.

"Tak apa, tak usah takut. Aku selalu mematuhi etika tipe B. Jadi aku akan membuat klienku senyaman mungkin dan tidak bertindak di luar batas."

"Memangnya apa saja etika tipe B?"

"Jangan membuat marah, bersikap sabar, perhatian, romantis, jangan mencium, jangan berhubungan badan, jangan menyinggung hati ataupun berkata kasar, selalu tersenyum ramah dan menuruti apa yang klien mau, tidak termasuk mengeluarkan uang, karena klien yang harus mengeluarkan uang," jelas Axel.

Anggia mengangguk paham. Dia tak habis pikir ada orang kaya yang membangun biro jodoh dan memperkerjakan orang-orang untuk disewa.

"Kenapa kamu memilih pekerjaan seperti ini? Masih banyak pekerjaan di luar sana yang menjanjikan, kamu juga tampan Axel, tubuhmu bagus, memiliki penampilan yang menarik adalah modal besar untukmu, kenapa tidak coba pekerjaan lain? Seperti model misalnya."

"Sebenarnya menceritakan latar belakang hidupku adalah salah satu kode etik tipe B, tapi tak apalah. Ini pertama kalinya ada klien yang penasaran dengan latar belakangku."

"Oh kalau begitu, tidak usah. Kamu tidak perlu menceritakannya, aku tidak memaksa juga kok."

Tiba-tiba Axel mencondongkan wajahnya pada Anggia. Menatap matanya begitu berani, lagipula menatap mata masih ditahap kewajaran. Axel menarik kedua lengan Anggia sampai jarak mereka begitu dekat.

"Terimakasih sudah pengertian, lain waktu aku akan menceritakannya padamu," katanya setengah berbisik.

Otomatis, tubuh Anggia meluruh seperti lilin yang mencair. Suara Axel terdengar sangat seksi dengan tipe suaranya yang berat dan serak-serak basah.

"Memangnya bo-boleh kita sedekat ini? Apa membuat jantung berdebar-debar adalah tugasmu juga?" tanya Anggia merasa gugup.

"Tentu saja boleh. Jantung berdebar adalah hal normal," jawab Axel sambil terkekeh kecil.

Anggia mendorong dada Axel untuk memberi jarak. Merasa tidak siap dengan perilaku romantis yang dadakan ini. Rasanya jantung hampir copot dari tempatnya.

"Lain kali jangan dadakan begini." Anggia masih tidak bisa mengendalikan degup jantung nya. Dia tidak sanggup menatap Axel terlalu lama.

Cukup menarik bagi Axel membuat wanita polos merasa malu. Anggia satu-satunya klien yang memiliki kepribadian polos dan lurus. Dan ini adalah pertama kali baginya.

Anggia sibuk menetralkan degup jantungnya, sedang Axel dengan netra coklat hazel nya menyapu ruang kamar Anggia yang didominasi warna abu-abu dan putih.

Tepat di atas meja, di sana terpanjang sebuah foto selfie Anggia dengan dua teman SMA nya. Laila dan Ema.

Begitu tertarik, Axel mengambil foto tersebut dan memperhatikannya dengan khidmat.

"Ini teman-temanmu?"

"Ah iya itu teman dekatku, dia Laila dan Ema."

Axel mengangguk.

"Teman dekat ya, masih berkomunikasi dengan mereka?"

Anggia menggeleng.

"Kalau Laila sih masih, tapi Ema tidak. Entahlah bagaimana kabar Ema. Dia tiba-tiba menghilang beberapa bulan lalu. Aku coba menghubunginya lewat semua akun medsosnya tidak ada balasan."

Beberapa saat Axel terdiam, mengusap foto itu yang sedikit berdebu.

"Ini wajah aslimu saat SMA?"

"Jelek kan? Aku memang sejelek itu!"

"Tidak, kamu cantik sweetie! Cantik itu relatif. Jangan terlalu merendahkan dirimu, semua wanita terlihat cantik di mata laki-laki yang tepat."

Anggia tersenyum bahagia, meski itu terdengar seperti kepalsuan. Anggia bisa menerimanya. Dia tahu Axel hanya sedang melakukan tugasnya dan mematuhi kode etik.

"Jangan mengubah dirimu terlalu banyak, itu akan terlihat palsu dan menipu sweetie."

"Ucapannya terdengar tulus, rasanya diriku seperti sedang masuk ke dunia novel romantis dan manis, kalau saja Axel pacar asliku, aku akan sangat senang. Tapi semua kata-kata manisnya adalah kalimat palsu untuk menyenangkanku. Akhh! Rasanya aku tidak tahan ingin memeluk Axel! Sepertinya sangat menyenangkan jika memeluk tubuh yang besar dan hangat itu!"

Bahkan Anggia akan sedih setelah masa sewaannya berakhir. Axel dan dia akan menjadi asing. Dan selanjutnya Axel akan melakukan hal-hal manis pada kliennya yang lain. Anggia tidak bisa membayangkan saat momen itu terjadi.

"Terimakasih Axel, kamu sudah menghibur hatiku."

"Sama-sama sweetie."

Melihat bahu lebar Axel dari belakang, membuatnya tidak tahan untuk memeluk. Naif kalau dia tidak suka. Bahkan Anggia yang tidak pernah pacaran, juga akan tergoda dengan pemandangan indah seperti Axel.

"Uhm Axel, bolehkah aku?"

Belum menyelesaikan kalimatnya, Anggia langsung memeluk Axel dari belakang. Axel terkejut dan menoleh ke belakang.

"Sweetie kamu begitu naif, kamu memintaku untuk tidak terlalu dekat tapi kamu sendiri..."

"Apa kita melanggar kode etik?" tanya Anggia dengan suara parau.

"Sebenarnya iya."

"Bukankah, kamu harus menuruti apa yang klien inginkan?"

"Tentu saja."

"Jadi biarkan aku peluk sebentar, aku cukup menderita sejak lama karena menjadi orang yang jelek."

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alisha: Wanita yang Kau Sia-siakan
9.1
Alisha hancur saat Rama, suami yang ia cintai, berselingkuh dengan seorang aktris. Tanpa kata maaf dari Rama, ia pergi membawa luka dan mulai mencari kerja bermodal ijazah SMA. Alisha akhirnya menjadi pengasuh anak Damar, seorang CEO muda. Ketulusan Alisha memikat hati bosnya, namun tiba-tiba Rama muncul kembali untuk meminta rujuk. Kini, Alisha bimbang memilih antara Damar yang tulus atau mantan suaminya yang datang membawa penyesalan mendalam.
Sampul Novel CEO & Sekretaris
8.0
Tasya memberanikan diri melangkahkan kaki ke kantor pusat Adityaswara dengan harapan besar. Sambil menahan debar di dada, ia segera menghampiri meja resepsionis untuk mencari tahu ketersediaan lowongan pekerjaan di sana. Ia sangat berharap keberuntungan berpihak padanya sehingga bisa diterima bekerja di perusahaan bergengsi tersebut. Langkah awal ini menjadi penentu masa depannya dalam mengejar karir di bawah pimpinan CEO perusahaan yang sangat berkuasa.
Sampul Novel Ketika Dokter Menentang Perwira
7.8
Nayra Adeline, dokter ortopedi yang gila kerja, tewas akibat kelelahan usai operasi 48 jam. Keajaiban membawanya terbangun di Bandung tahun 1975 sebagai Ratri Larasati, wanita pemalas bertubuh tambun yang dibenci lingkungan asrama militer. Nayra harus menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya, Kapten Ardan Wicaksana, sangat dingin dan enggan menyentuhnya karena reputasi buruk Ratri. Di tengah keterbatasan zaman, Nayra berjuang memperbaiki hidup barunya.
Sampul Novel Mencintai ayah angkat ku
8.6
Adam terjebak dalam obsesi mendalam terhadap Hana, putri angkat yang ia besarkan sendiri. Saat Hana mencoba mengakhiri hubungan terlarang ini demi kebahagiaan Adam bersama wanita lain, amarah Adam meledak dalam sebuah kekerasan. Ia bersumpah tidak akan melepaskan Hana kepada pria mana pun. Di tengah pertentangan batin dan ketiadaan restu, Adam terus memaksakan cintanya yang egois. Akankah hubungan penuh luka ini bertahan meski dunia menentang mereka?
Sampul Novel Pengasuh Putraku Ternyata Ibu Kandungnya
8.2
Demi kesembuhan ibunya, Aera Jung Jun terpaksa menjadi ibu pengganti bagi putra Myung Dae Hyun saat baru berusia tujuh belas tahun. Keputusan berat ini diambilnya atas desakan Tuan Besar Hyun yang menjanjikan biaya pengobatan. Empat tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali saat Aera melamar sebagai pengasuh anak di kediaman Dae Hyun. Tanpa disadari, bocah yang ia rawat adalah darah dagingnya sendiri. Akankah rahasia masa lalu ini terungkap di tengah romansa mereka?
Sampul Novel Reinkarnasi Dewa Bela Diri
9.0
Austin terlempar dari zaman modern ke masa lalu dan terbangun di Dunia Bela Diri Utama yang kuno. Meski kini menghuni raga seorang pemuda yang dianggap bodoh dan menyedihkan, kesadaran Austin tetap tajam dan jernih. Memanfaatkan tubuh barunya yang lebih muda, dia bertekad menempa kekuatan demi mendaki puncak tertinggi. Inilah perjalanan Austin untuk menjadi Dewa seni bela diri yang legendaris dan menguasai seluruh dunia dengan kekuatannya sendiri.