Sampul Novel Derita Penantian Cinta

Derita Penantian Cinta

8.6 / 10.0
Dalam Derita Penantian Cinta, Almira harus menghadapi desakan sang ayah untuk segera menikah demi tradisi. Sebagai romance novel dengan latar modern, ia berjuang menentukan takdirnya sendiri di tengah paksaan perjodohan. Baca kisah lengkapnya di platform web novel ini sekarang.
Ringkasan Derita Penantian Cinta
Almira adalah sarjana asal desa yang bekerja di perusahaan swasta. Tekanan muncul saat ayahnya mendesak Almira segera menikah karena sang adik sudah bertunangan. Sang ayah takut Almira akan sulit mendapat jodoh jika dilangkahi adiknya, yang dianggap sebagai aib keluarga. Meski dipaksa melalui berbagai perjodohan, Almira menolak semua pria itu karena merasa tidak cocok. Sikapnya memicu kemarahan ayah yang kini melabeli Almira sebagai gadis sombong dan pemilih.
Baca Selengkapnya

Derita Penantian Cinta Bab 1

Hatiku seolah berbunga-bunga, dan jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. Betapa tidak, hari ini adalah hari pernikahanku, hari di mana akan tercatat sejarah dalam hidupku. Sebentar lagi akan ada laki-laki yang akan resmi menjadi imam dan suamiku, ia adalah pemuda yang aku kagumi, aku menyukainya sejak pertama kali kita bertemu. Mungkin bukan hanya aku, siapa pun gadis akan bahagia jika ia berhasil dilamar oleh pemuda pujaannya.

Aku berjalan perlahan dengan dituntun oleh adik dan kakak keduaku, mereka mengantarkanku ke dalam masjid di mana ijab qobul akan dilaksanakan. Para saksi dan tamu sudah berkumpul di sana untuk melihat proses akad nikah yang sedari dulu aku bayangkan. Yang terpenting dan utama, adalah Adryan, laki-laki yang akan meminangku, Adryan nampak sudah siap, ia duduk di depan penghulu dan juga Bapak, mereka tengah menungguku, pengantin wanita yang berbahagia itu. Aku sangat bersyukur dan bahagia karena akan bersanding dengan laki-laki pilihanku, sosok laki-laki yang sempurna di mataku. Aku duduk di belakang Adryan dengan sedikit berjarak dengannya. Adryan lalu menoleh sebentar padaku.

"Bagaimana, sudah siap?" tanya penghulu.

"Siap Pak," sahut Adryan dengan yakin.

"Kalo begitu kita mulai acara akad nikahnya. Silakan Pak Yanto menjabat tangan Mas Adryan," ucap penghulu.

"Saya nikahkan dan saya kawinkan anak saya yang bernama Almira puspita binti Hadiyanto dengan mas kawin perhiasan 20 gram dan seperangkat alat salat dibayar tunai,"

"Saya terima nikah dan kawinnya Almira puspita binti Hadiyanto dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," ucap Adryan dengan lantang dan jelas.

"Bagaimana saksi? Sah?" tanya penghulu.

"Sah..!" jawab serentak saksi dan para tamu.

"Alhamdulillah," semua orang yang hadir dengan kompak mendoakan atas pernikahanku dan Adryan.

"Selamat, sekarang kalian sudah resmi jadi sepasang suami istri," ucap penghulu.

Setelah resmi mengucapkan ijab qobul, Adryan langsung membalikkan badannya dan aku dengan rasa malu dan gugup bergerak mendekat padanya. Manik coklat yang selama ini aku hindari kini telah bisa ku tatap dan kunikmati sinarnya, bahkan dengan jarak yang hanya sejengkal tangan. Kini semesta pun ikut mendukung dan tak akan ada jarak apapun lagi antara aku dengannya. Setelah mencium tangan Adryan yang kini sudah resmi menjadi suamiku, aku dan Adryan diperintahkan untuk menandatangani buku nikah kami.

Aku dan Adryan saling menatap sejenak, aku melihat ada binar bahagia di sudut bola mata laki-laki ku itu. Lagi-lagi aku tidak menyangka bahwa hari itu aku sudah dipersunting oleh laki-laki pujaanku. Lalu aku tak sengaja menoleh ke samping kiriku, lalu ku lihat Bu Santi tengah menatap nanar padaku dan Adryan. Terlihat di sorot matanya ada kemarahan yang ia simpan. Dia terlihat seperti tengah kecewa dan kesal, mungkin juga tak terima atas pernikahanku yang sudah terjadi.

-beberapa bulan yang lalu-

Aku baru saja pulang bekerja.

"Assalamu'alaikum," ucapku saat memasuki rumah.

"Walaikumsalam," jawab seorang pria paruh baya yang menjadi ayahku. Beliau biasa dipanggil Yanto.

"Baru pulang Mir?" tanya Bapak seraya masih memainkan gawainya.

"Iya, Pak," jawabku lalu mencium punggung tangan Bapak.

"Mir, duduk dulu di sini. Bapak mau ngobrol sama kamu,"

"Ngobrol soal apa, Pak?" tanyaku seraya duduk di samping Bapak.

Aku sedikit menghela nafas ku.

"Mir, tadi siang Bapak ke rumah Om Ridwan, terus katanya, Om Ridwan punya calon buat kamu,"

"Calon?" tanyaku sedikit terkejut.

Bapak menghela nafasnya seraya merubah posisi duduknya dengan lebih tegap.

"Iya, kata Om Ridwan dia kerja di pabrik gitu dan udah lama kerjanya. Terus mau nyari calon istri, dan katanya juga dia sudah dewasa Mir," Bapak menjelaskan dengan semangat.

Sontak membuat keningku mengkerut.

"Bapak ke rumah Om Ridwan cuma mau minta tolong ke Om Ridwan, nyariin jodoh buat Mira?" tanyaku dengan perasaan yang sedikit kesal.

Aku tidak bisa menyembunyikan rasa kesal dihatiku. Mungkin efek dari rasa lelah karena seharian bekerja, ditambah lagi Bapak mengatakan hal yang tidak aku sukai. Entah mengapa, aku merasa harga diriku jatuh ketika Bapak bilang ada jodoh untukku, apalagi itu dari Om Ridwan.

Om Ridwan memang adik dari Bapak, namun sikapnya kadang membuatku merasa kesal. Aku merasa Om Ridwan terlalu ikut campur dengan kehidupan pribadiku, entah karena rasa perduli sebagai paman atau karena hal lain, tapi sikapnya yang terkesan memaksa melalui Bapak, membuatnyaku kurang nyaman pada adik bungsu Bapak itu.

"Ehh, dengerin dulu Mir, Bapak itu tadi pagi ke rumah Pak Sanusi, buat ngomongin tanahnya yang mau dijual. Pas pulang ketemu sama Om Ridwan, terus Om Ridwan ngajakin Bapak ke rumahnya. Ya sudah, Bapak mampir ke sana sekalian istirahat sebentar, terus ngobrol-ngobrol biasa, ngobrol soal kamu, soal Rena. Terus Om Ridwan bilang, katanya keponakan temennya ada yang lagi nyari calon istri," Bapak menjawab dengan nada seakan membujukku dengan halus.

Aku menghela lagi nafasku dulu. Bapak memang selalu mendesakku untuk segera menikah, beberapa kali Bapak juga selalu menjodohkanku dengan laki-laki pilihannya. Namun, aku kurang menyukai pria-pria itu, bukan aku ingin menjadi pemilih atau pun merasa lebih baik hingga aku berani menolak pria-pria itu. Namun kenyataanya, pria-pria yang aku temui itu, sangat minim etika dan buruk sikap, jangankan untuk dijadikan suami, untuk mengobrol pun rasanya tidak nyaman.

"Emang siapa sih Pak orangnya?" tanyaku mencoba untuk tetap tenang.

"Dia itu keponakan temennya Om Ridwan, dia katanya kerja sama ngontrak di sini. Om Ridwan juga pernah ketemu sama ngobrol juga sama dia,"

"Terus maksudnya, Bapak mau ngejodohin Mira sama dia?"

"Ya kamu ketemu aja dulu Mir, ngobrol, siapa tau cocok. Dia katanya lagi nyari calon istri, berarti kan udah siap Mir. Kamu coba dulu aja ketemu, terus ngobrol-ngobrol dulu," ucapan Bapak seakan memberi dukungan.

"Ya udah deh, terserah Bapak," ucapku karena sudah merasa lelah.

"Berarti kamu mau yah, nanti Bapak bilangin sama Om Ridwan,"

"Emang Bapak udah tau orangnya kayak gimana?"

"Ya belum, tapi kata Om Ridwan kalo kamu mau ketemu sama dia, nanti malam pulang kerja dia langsung ke sini buat ketemu sama kamu," jawab Bapak.

"Langsung ke sini? Maksudnya habis dia pulang kerja langsung ke sini Pak?" tanyaku sedikit heran.

"Iya, katanya sih kerjanya di shift gitu. Kalo kebagian shift siang ya pulangnya malem, ya mungkin kalo pulang dulu takut kemalaman," jawab Bapak.

Aku hanya bisa diam dan lagi-lagi menghela nafas ku.

"Jadi gimana? Mau yah kamu ketemu sama dia?"

"Terserah Bapak aja deh, Mira nurut. Yaudah Mira capek, Mira ke kamar yah Pak, mau istirahat dulu," jawabku dengan malas lalu beranjak jalan masuk kamar.

"Ya udah, Bapak bilang ke Om Ridwan yah," teriak Bapak.

Aku masuk ke dalam kamar, memejamkan mataku sambil menarik napas dalam-dalam. Aku sungguh sudah kehabisan kata-kata untuk menghindar atau pun menolak orang yang ingin dijodohkan denganku, terkesan sombong dan angkuh, namun kenyataanya, setiap orang yang dikenalkan dan dijodohkan denganku, aku tidak menyukai mereka. Bukan karena fisik atau pun jabatan, namun lebih kepada sikap dan rasa hormat yang ditunjukkan kepadaku. Hidup di pedesaan memang sedikit berat, untuk wanita dewasa sepertiku yang belum kunjung menikah.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Derita Penantian Cinta

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Can't Be Us
8.9
Bara Danendra beruntung memiliki kekasih sesempurna Tiffany Amora. Namun, Bara menyimpan rahasia kelam akibat kontrak ketat dengan kawan-kawannya yang melarang hubungan asmara terendus media. Frustrasi dengan aturan itu, Bara justru melampiaskannya dengan banyak wanita lain, meski ia tetap menjaga kesucian Tiffany sebagai malaikatnya. Setelah tujuh tahun bertahan dalam rindu dan pengkhianatan yang menyayat hati, Tiffany akhirnya memilih pergi karena trauma mendalam.
Sampul Novel Dikejar Lagi oleh Istri CEOku
8.7
Setelah tiga tahun menjalani biduk rumah tangga, hubungan suami istri ini berakhir di ambang kehancuran. Sang istri yang kini telah mencapai puncak kesuksesan memilih untuk melayangkan gugatan cerai. Dia memandang rendah suaminya, menuduhnya sebagai pria pemalas yang tidak memiliki masa depan dan tidak berguna. Namun, di balik keangkuhannya, wanita itu sama sekali tidak menyadari sebuah kenyataan besar: seluruh pencapaian, kekayaan, dan kesuksesan yang ia banggakan saat ini sebenarnya adalah pemberian rahasia dari suaminya sendiri.
Sampul Novel Gairah Tersembunyi Bos Killer
8.6
Nina, lulusan terbaik yang penuh ambisi, harus menghadapi kenyataan pahit saat bekerja di bawah kendali Nathan. Sang bos yang dikenal kejam itu terus mempersulit langkahnya di kantor. Namun, suasana berubah drastis ketika sebuah lembur malam mengungkap sisi hangat Nathan yang tak terduga. Meski benih cinta mulai tumbuh, mereka terpaksa menjalin asmara secara sembunyi-sembunyi. Kini Nina terjebak dalam dilema antara karier, intrik kantor, dan rahasia besar.
Sampul Novel Hati Alpha yang Terlambat
7.9
Vanessa Price rela mengorbankan sumsum tulangnya demi Timothy Oliver, tanpa menyadari itu hanyalah bagian dari 100 rencana balas dendam kejam sang pria. Selama empat tahun, Timothy menyiksa Vanessa demi membela ibu tirinya, Bryanna. Namun, penyesalan mendalam baru datang saat Timothy menemukan jasad Vanessa beserta tes kehamilan di reruntuhan tambang. Kini, Vanessa bangkit untuk melawan balik segala tipu daya cinta yang telah menghancurkan hidup dan kariernya.
Sampul Novel Mahkota Sang Dewi
8.2
Husein memandang akad nikah sebagai janji suci untuk melindungi pasangan, namun bagi Mutia, pernikahan hanyalah beban yang ingin ia sudahi secepat mungkin. Kehadiran orang lain di hati Mutia membuat komitmen ini terasa semakin mustahil. Saat takdir memaksa keduanya bersatu dalam ikatan rumah tangga tanpa dasar cinta yang sama, mampukah mereka bertahan? Kisah ini menguji kesetiaan dan pengorbanan dalam mempertahankan hubungan yang penuh keterpaksaan.
Sampul Novel My Sexy Sister
8.1
Jeremy, pria dewasa yang mapan, terjebak dalam pesona Sashi, adik tirinya sendiri. Kecantikan fisik dan kepolosan Sashi memicu ketertarikan mendalam hingga hubungan mereka berkembang menjadi kedekatan intim yang tak terpisahkan. Namun, cinta terlarang ini ditentang keras. Sashi dipaksa menikah demi kepentingan bisnis keluarga. Kini, ia harus memilih antara memperjuangkan cintanya pada Jeremy atau berkorban demi masa depan pria itu dan kejayaan perusahaan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan