Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pacar Kontrak Berbalut Cinta

Pacar Kontrak Berbalut Cinta

Tasya dan Kyler adalah musuh bebuyutan yang selalu berselisih sejak kecil. Namun, tekanan keluarga memaksa Tasya mencari pasangan, sementara Kyler ingin membalas dendam pada sahabatnya yang berkhianat. Keduanya pun sepakat menjalani hubungan kontrak yang mengejutkan orang terdekat. Meski awalnya penuh kebencian, benih cinta mulai tumbuh di tengah perbedaan usia mereka yang cukup jauh. Akankah sandiwara ini menjadi nyata atau hancur karena masa lalu?
Bab
Bagikan

Bab 3

Tasya terjaga lebih awal dari biasanya, matanya masih terpejam saat cahaya matahari mulai menyelinap masuk melalui tirai jendela kamarnya. Tangan kanannya meraba ponsel di meja samping tempat tidur, merasakan getaran yang menunjukkan pesan baru. Ia membuka layar ponselnya, dan tanpa ragu langsung melihat siapa yang mengirimnya.

Pesan itu datang dari Kyler.

"Bisakah kita bertemu siang ini? Ada yang perlu aku jelaskan lebih lanjut."

Tasya menghela napas, sebuah perasaan gelisah menyelusup dalam dirinya. Kyler dan kata-kata yang ia ucapkan tadi malam masih terngiang jelas dalam pikirannya. Perasaan yang ia rasa, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya-sesuatu yang lebih dari sekadar kontrak, lebih dari sekadar hubungan yang dipaksakan. Itu membuat Tasya cemas, tetapi juga bingung. Apa yang Kyler coba sampaikan?

Namun, ia sudah terbiasa dengan kebingungannya. Jika ada yang harus ia lakukan sekarang, itu adalah menjaga jarak dan tetap berpegang pada prinsip yang sudah ia buat. Mereka hanya terikat oleh perjanjian, dan Tasya tak berniat membiarkan emosi mengaburkan fokusnya.

Ia mengetik balasan dengan cepat, mencoba menyembunyikan kekhawatirannya.

"Ada apa, Kyler? Kalau itu tentang perjanjian kita, tidak perlu dibahas lagi. Kita sudah sepakat."

Setelah mengirimkan pesan itu, Tasya merasa sedikit lega, seolah telah menutup pintu untuk perasaan yang tak terkontrol. Namun, ketika balasan Kyler datang beberapa saat setelahnya, semuanya berubah.

"Aku tidak bisa hanya membiarkan kita berdua hidup dalam kebohongan, Tasya. Aku tidak ingin kita hanya sekadar berakting."

Kalimat itu membuat Tasya terdiam. Ia merasa seperti berada di ujung jurang, dengan perasaan yang mendalam namun penuh keraguan. Ini lebih dari yang ia harapkan. Kyler jelas ingin lebih, tapi apakah ia siap untuk itu?

Siang itu, Tasya menemui Kyler di sebuah taman yang tidak jauh dari rumah mereka. Cuaca cerah, dengan langit biru yang begitu kontras dengan ketegangan yang ada di antara mereka. Kyler sudah duduk di bangku panjang yang menghadap ke danau kecil, tubuhnya terbalut jaket hitam, tangan yang terlipat di depan dada memberi kesan serius.

"Jadi, apa yang sebenarnya ingin kamu katakan, Kyler?" Tasya berjalan mendekat, mencoba untuk menampilkan sikap tenang, meskipun hatinya terasa berdebar hebat.

Kyler menoleh, matanya tajam namun tidak menantang. "Kita tidak bisa terus seperti ini. Aku tidak ingin perjanjian ini menjadi alasan kita saling menyakiti." Suaranya terdengar lebih berat dari biasanya, seolah-olah ada sesuatu yang lebih dalam darinya yang sedang berjuang untuk keluar.

Tasya menundukkan kepalanya, menelan kata-kata yang hampir saja meluncur dari bibirnya. "Lalu, apa yang kamu inginkan? Perasaan ini... tidak ada, Kyler. Tidak ada yang lebih dari ini."

Kyler diam, sejenak, lalu berdiri dan berjalan menuju Tasya. "Aku tahu perasaanmu mungkin tidak sama, tapi aku sudah mulai merasa ada sesuatu yang lebih, Tasya. Mungkin aku salah, tapi aku tidak bisa terus berbohong tentang ini. Tentang kita."

Tasya terkejut dengan kedekatannya yang tiba-tiba, jarak mereka semakin dekat. Nafasnya menjadi lebih cepat, dan ia merasa sesuatu yang berbeda dalam diri Kyler, sesuatu yang sulit untuk ia definisikan. Apakah ini benar-benar hanya perasaan terpendam akibat tekanan yang ada? Ataukah Kyler memang mulai menginginkan lebih? Mungkinkah ia mulai terikat pada perasaan yang ia tak pernah inginkan?

"Kyler, aku..." Tasya mulai berbicara, namun kalimatnya terhenti ketika Kyler menatapnya dengan penuh intensitas.

"Tidak ada yang perlu kamu katakan, Tasya. Aku hanya ingin kamu tahu bahwa ini lebih dari sekadar perjanjian. Aku ingin kita jujur pada diri sendiri. Aku ingin kita berhenti berpura-pura."

Tasya menelan ludahnya, perasaan cemas dan bingung bercampur. Apa yang terjadi dengan mereka? Kenapa Kyler berubah seperti ini?

"Kyler, kita sudah sepakat untuk tidak terlibat perasaan. Kamu tahu itu. Kita berdua punya alasan masing-masing," kata Tasya, mencoba mengingatkan dirinya sendiri dan Kyler bahwa ini hanyalah sebuah permainan. Tidak lebih.

Kyler menghela napas panjang, tatapannya kini melunak sedikit. "Aku mengerti, Tasya. Aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku mulai merasakan hal yang berbeda. Dan aku tidak ingin menyesali apapun setelah semuanya berakhir."

Tasya merasa seperti terjebak dalam permainan yang tak bisa ia hindari. Setiap kata yang keluar dari mulut Kyler seolah mengguncang dinding yang ia bangun di sekeliling hatinya. Ia sudah terlalu lama menjaga jarak, terlalu lama bersembunyi dari kenyataan bahwa mungkin, hanya mungkin, ada sesuatu yang lebih dari sekadar perjanjian ini. Tapi, apakah ia siap menghadapinya?

"Aku tidak tahu harus bagaimana, Kyler," Tasya mengakui, suaranya lebih lembut dari yang ia inginkan. "Aku takut ini hanya akan mengacaukan segalanya."

Kyler mendekat, jarak mereka hanya beberapa inci sekarang. Ia tidak berkata-kata, hanya menatapnya dengan mata yang penuh penantian. "Tasya, aku hanya ingin kita berdua jujur, dan melihat ke mana perasaan ini akan membawa kita. Aku tidak bisa terus mengabaikannya."

Tasya merasakan ketegangan yang mengalir di dalam tubuhnya. Ia tahu bahwa Kyler sedang berusaha untuk membuka hatinya, namun apakah ia bisa melakukan hal yang sama? Apakah ia siap untuk menghadapi kenyataan bahwa perasaan yang ia hindari selama ini akhirnya akan datang?

Ketika Kyler meraih tangan Tasya, ada kehangatan yang tak dapat ia hindari, meskipun hatinya berperang. "Aku tidak bisa melawan perasaan ini lebih lama lagi," Kyler berbisik, matanya tak lepas dari Tasya.

Tasya menatapnya dengan tatapan kosong. "Aku takut kita akan hancur jika ini terus berlanjut."

Kyler tersenyum samar, seolah tahu bahwa kata-kata itu hanyalah penghalang yang tak akan bertahan lama. "Kita tidak akan tahu sampai kita mencobanya, Tasya."

Saat itu, Tasya tahu, tidak ada jalan keluar dari perasaan yang kini semakin mendalam. Bahkan jika ia ingin menghindarinya, takdir telah menuntunnya pada titik ini-tempat di mana perasaan mereka mulai tumpah, tak bisa disembunyikan lagi.

Namun, apakah mereka berdua benar-benar siap menghadapi konsekuensi dari pilihan ini? Saat perasaan mulai berkembang dan tak terhindarkan, akankah mereka bisa bertahan atau justru menghancurkan segalanya?

Tasya merasa takut akan kedalaman perasaan yang mulai merayap ke dalam dirinya. Kyler, dengan segala ketulusan yang ia tampilkan, memulai sebuah perjalanan yang bahkan Tasya sendiri tidak tahu di mana ujungnya. Dan semakin lama, ia semakin merasa bahwa kontrak ini mungkin lebih dari sekadar surat perjanjian yang bisa ditinggalkan begitu saja.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95HDU" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95HDU
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Durhaka Dibutakan Nafsu
7.9
Saat ibu mertuanya kritis akibat kecelakaan, sang istri diabaikan oleh suaminya sendiri yang sibuk membantu mantan kekasihnya, Stacy. Pengacara itu bahkan menolak mengirimkan uang pengobatan dan menuduh istrinya berbohong. Setelah sang ibu meninggal, sang suami justru maju sebagai pembela Stacy di pengadilan atas kasus tabrak lari dan berhasil membebaskannya. Begitu kebenaran terungkap saat sang istri menuntut cerai, pria itu baru menyadari bahwa korban tewas yang ditabrak oleh kekasihnya adalah ibunya sendiri.
Sampul Novel Bos Posesifku
9.5
Richard Lewis awalnya meremehkan Viola, sekretaris barunya yang cantik namun ternyata sangat cerdas dan tangguh. Terpikat oleh pesonanya, Richard berupaya keras memenangkan hati Viola meski sang wanita masih menutup diri akibat trauma pengkhianatan masa lalu. Lewat sikap posesif dan aturan ketat, Richard mencoba membuktikan kesungguhannya. Namun, Viola tetap bergeming. Akankah Richard berhasil meluluhkan Viola di tengah persaingan dengan dua pria lainnya?
Sampul Novel Bukan Sekadar Figuran
7.9
CEO Narendra Hasan terancam batal menikah dengan Bella setelah kecelakaan membuatnya lumpuh. Tak sudi bersuamikan pria cacat, Bella kabur di hari pernikahan. Sebagai gantinya, Narendra menunjuk Sheilla, keponakan Bella, untuk menjadi pengantin pengganti. Sheilla yang terikat utang budi pada pamannya terpaksa setuju. Namun, pernikahan ini mengungkap misteri besar terkait kecelakaan orang tua Sheilla dan hilangnya penulis ternama. Siapa dalang sebenarnya?
Sampul Novel Diawali Dengan Penceraian
8.2
Setelah diusir dari Keluarga Wilton, Gerald harus menjalani hidup penuh kemiskinan selama lima belas tahun. Nasibnya kian terpuruk saat ia dicap sebagai menantu tidak berguna dan diceraikan oleh Clarisa setelah dua tahun mereka membina rumah tangga. Namun, siapa sangka bahwa perpisahan pahit tersebut justru menjadi titik balik besar dalam hidupnya. Inilah awal dari babak baru perjalanan Gerald yang penuh kejutan setelah statusnya sebagai suami berakhir.
Sampul Novel Kencan Buta Salah Alamat
8.3
Cinta terjebak dalam friendzone selama tujuh tahun demi menjaga perasaannya pada Raka. Saat hatinya hancur karena Raka memilih wanita lain, ia terpaksa menggantikan sahabatnya dalam sebuah kencan buta. Namun, rencana itu berantakan saat Cinta salah menemui orang. Bukannya pasangan kencan yang dimaksud, ia justru berhadapan dengan calon bosnya sendiri. Meski berawal dari insiden memalukan, takdir tampaknya punya cara unik untuk mempertemukan jodoh yang sebenarnya.
Sampul Novel Pembalasan Winter
7.9
Dunia Kimberly Feodora, model papan atas yang sukses, runtuh seketika akibat skandal fitnah pembunuhan sahabatnya. Karena dikucilkan dan putus asa, ia mengakhiri hidup dengan melompat dari lantai tujuh belas. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua melalui tubuh Winter, seorang gadis obesitas yang lemah dan terkhianati. Meski memiliki keluarga yang suportif, hidup Winter penuh penderitaan. Kini, Kimberly bangkit untuk membalas dendam dengan cara yang tak terduga.