Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Not Friend's With Benefit

Not Friend's With Benefit

Fernanda terjebak dalam hubungan fisik tanpa cinta bersama Daniel selama dua tahun. Meski Daniel tulus mencintainya, Fernanda justru menutup hati akibat trauma kegagalan pertunangan di masa lalu. Di tengah tekanan sosial dan ambisinya membahagiakan orang tua, ia mengabaikan kasih sayang Daniel. Namun, sebuah situasi pelik akhirnya menyadarkan Fernanda akan arti kehadiran Daniel. Ini adalah kisah perjuangan wanita tangguh menyembuhkan luka jiwa dan menemukan cinta sejati.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Bagaimana dengan panen sawit kita di Bengkulu? Apa semua berjalan lancar?”

”Iya, Pa. Siap proses dalam waktu dekat. Kemungkinan aku akan ke sana minggu depan.”

”Bagus, jangan lupakan juga soai pabrik kita di Lampung. Para buruh pabrik itu harus diberikan sedikit bonus, agar mau bekerja lebih keras."

“Bukan sedikit, tapi banyak. Bonus akhir tahun,Pa.”

Adiyaksa mengangguk senang. Ia menatap anak perempuannya yang sedang menyantap semangkuk bubur di depannya. Perasaan bangga sebagai seorang Papa begitu menguasai hatinya. Didikannya dalam dunia bisnis tidak sia-sia, anak perempuannya dapat berdiri dengan mandiri selama memimpin Perusahaan mereka.

”Kamu hebat Nanda, bisa meneruskan apa yang Papa Iakukan.”

Fernanda mendongak dari atas mangkuknya. Ditatapnya manik mata Sang Papa yang tengah menatapnya dengan bangga. Ditelannya lebih dahulu makanan dalam mulutnya sebelum menimpali perkataan Sang Papa.

“Tapi, para pemegang saham itu sama sekali nggak percaya, Papa. Mereka menekanku untuk mendapatkan keuntungan lebih besar.”

”Omong kosong! Kamu sudah nyaris mendekati pencapaianku!” Adiyaksa menggebrak meja dengan emosionai.

Fernanda tersenyum, menatap Papanya yang menggebrak meja. Mengulurkan tangan untuk menangkup tangan sang Papa dan berkata Iembut. “Nyaris, Papa. Tapi, belum.”

”Tapi...."

"Nanda akan berusaha."

”Sudah-sudah, kalian makan dulu. Pekerjaan aja yang dibahas!” Jihan datang dari arah dapur, membawa nampan berisi obat-obatan dan menyodorkannya ke arah sang suami. ”lngat tekanan darah, Pa. Percaya saja sama Fernanda. Jangan marah-marah.”

Adiyaksa menarik napas dan menerima obat yang diulurkan istrinya. Obat rutin yang harus ia konsumsi demi menjaga stabilitas kondisi fiisknya. Dengan segelas air, ia meneguk butiran obat di dalam telapak tangan.

“Papa, jangan lupa jadwal terapi hari ini." Fernanda berkata sambil mengelap mulut. “Maaf aku nggak bisa anterin. Ada jadwal rapat nanti sore.”

Adiyaksa mengangguk, ditepuknya lembut bahu putrinya ”Aku bisa pergi sama Mamamu. Kamu urus saja perusahaan dengan baik Nanda.”

Fernanda bangkit dari kursinya, meraih tas hitam yang sedari tadi ia letakkan di atas kursi sampingnya. Setelah mengecup pipi kedua orang tuanya, ia melangkah keluar menuju halaman depan, tepat ke arah mobilnya yang telah terparkir untuk berangkat ke kantor. Suara sepatunya beradu dengan lantai terdengar nyaring.

Adiyaksa menarik napas, memijat pelipisnya. Gurat kesedihan tergambar pada kerutan di pelipisnya. Ia memperhatikan kepergian anak perempuannya dengan keprihatian. Ia merasa gagal sebagai orangtua, tak dapat diandalkan saat anaknya membutuhkan bantuan.

“Apa dia belum punya kekasih baru?" tanyanya pada sang istri yang kini duduk di sampingnya.

Jihan menggeleng lemah. “Setahuku belum. Semenjak kandasnya hubungan dengan Evan seperti membuatnya terluka begitu dalam.”

”Brengsek! Laki-iaki itu telah menghancurkan Fernanda! Dan kini, dia bisa bahagia bersama anak dan istrinya. Sedangkan anak kita terus menerus berkubang dalam kesedihan. Kenapa ini sungguh tidak adil untuk anak kita.”

Jihan mendesah sedih, memikirkan nasib anak perempuannya. ”Terlalu banyak kenangan yang sudah mereka lalui bersama. Sudah dua tahun berlalu dan Fernanda belum bisa melupakan Evan.”

"Bahkan setelah laki-laki itu menghancurkan hatinya.” Adiyaksa meraih gelas dan meneguknya. Perasaan marah yang menggerogoti hati, membuat rasa hausnya meningkat. ”Jika aku masih sekuat dulu, andai aku bisa bergerak bebas, ingin rasanya kuhajar hingga babak belur si Julian Benedict!”

”Kamu pikir, Fernanda akan membiarkan kita melakukan itu?” Jihan mengembuskan napas berat. "Bahkan sampai sekarang, ia masih menyimpan foto-foto kenangan dan pertunangan mereka di dalam Iaci. Aku tahu, anak kita belum bisa melupakan Evan."

Adiyaksa tertunduk lesu, merasa tak berdaya. Bagimana pun, apa yang dikatakan istrinya memang benar adanya. Fernanda belum melupakan sang mantan tunangan, tak peduli jika laki-laki itu kini telah bahagia bersama perempuan lain.

Dengan mata nanar menatap meja yang penuh dengan hidangan, ia berharap anaknya akan bahagia segera. Mendadak, suatu ide terlintas di kepalanya. Adiyaksa menoleh ke arah istrinya yang sedang mengoles mentega di atas roti dan berkata pelan.

”Aku ingin mengadakan makan malam, bisakah kamu membantuku mengaturnya?”

Jihan mendongak heran. ”Kok mendadak sekali? Dalam rangka apa?”

Ada nada penuh kecurigaan dalam pertanyaan Jihan. Suaminya bukan seseorang yang suka mengadakan pesta atau jamuan secara mendadak dan tanpa perencanaan yang matang sebelumnya.

Adiyaksa mengangkat bahu. “Anggap perayaan kesembuhanku. Undang seluruh jajaran direksi. Acara diadakan di rumah ini.”

“Baiklah, ada lagi?”

“Yah, khusus Pak Prambudi, minta dia untuk membawa anak Iaki-lakinya yang pengacara itu. Aku ingin konsultasi sesuatu.”

Jihan mengangguk, mencatat dalam otaknya semua permintaan sang suami yang terasa mendadak. la tak membantah, hanya mengangguk dan berpikir cepat bagaimana agar permintaan suaminya bisa diwujudkan dengan sempurna. Namun tak dapat ditampik, Jihan mencium adanya suatu rencana yang sedang dirancang oleh suaminya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benih Lain di Kandungan Istriku
8.9
Kian dikejutkan oleh penemuan sebuah alat uji kehamilan dengan dua garis merah di bawah meja samping ranjangnya. Temuan ini memicu kecurigaan besar terhadap sang istri, Aurelie. Namun, sebuah kenyataan pahit menghantui pikirannya; Kian menyadari bahwa dirinya mandul dan mustahil bisa memberikan keturunan. Teka-teki mengenai pemilik asli benda tersebut mulai mengusik batinnya. Benarkah Aurelie sedang mengandung benih pria lain di dalam rahimnya?
Sampul Novel Gairah Perempuan Bergaun Merah
8.8
Ruby adalah wanita berusia pertengahan tiga puluh tahun yang tetap menjaga bentuk tubuh indahnya dengan sempurna. Meski telah mengenyam beragam pengalaman asmara dan kehidupan ranjang, ia akhirnya terjebak dalam sebuah obsesi cinta yang membutakan nuraninya. Perasaan ini menjungkirbalikkan logika dan kewarasan Ruby karena sosok yang ia kejar adalah orang yang sangat terlarang. Ia nekat menerjang batasan tabu demi meraih cinta yang seharusnya tidak pernah ia miliki.
Sampul Novel Keangkuhan dan Kesombongan
9.2
Berlatar Jawa abad ke-19, Anisa adalah gadis cerdas yang beradu prinsip dengan Raditya, pemuda kota yang angkuh. Awalnya Raditya meremehkan Anisa, sementara Anisa memandangnya sombong. Di tengah tekanan perjodohan keluarga dan perbedaan kelas sosial, benih cinta mulai tumbuh. Keduanya harus melawan ego dan tradisi demi menyatu. Kisah ini mengikuti perjuangan mereka melampaui prasangka demi menemukan cinta sejati yang tulus tanpa sekat kasta.
Sampul Novel MENIKAHI CEO KEJAM
9.5
Obsesi Jennifer pada Maximilian Jefferson, pengusaha real estate Jerman, berujung penyesalan. Awalnya ia berniat meminta maaf pada kakak korban perundungannya, namun Jennifer justru menjebak Max dalam pernikahan karena cinta buta. Meski disiksa secara emosional, ia bertahan hingga fakta kelam terungkap bahwa Max adalah dalang kematian ayahnya. Saat cinta Jennifer berubah jadi benci, Max justru mulai mencintainya. Akankah dendam memisahkan mereka selamanya?
Sampul Novel New duda
8.2
Galuh terpaksa menyandang status duda setelah dikhianati berulang kali. Meski sempat memaafkan perselingkuhan pertama dan kedua, pintu maafnya tertutup rapat saat mantan istrinya kembali bermain api untuk ketiga kalinya. Luka mendalam ini meninggalkan trauma berat bagi Galuh terhadap komitmen pernikahan. Di tengah rasa sakit hati yang menyiksa, mampukah ia menyembuhkan luka masa lalu dan membuka hatinya kembali untuk menemukan cinta sejati yang baru?
Sampul Novel Pembalasan Silvia
9.7
Silvia terpukul setelah mengungkap pengkhianatan tunangannya yang berselingkuh dengan adik tirinya sendiri. Ternyata, selama ini pria itu hanya mengincar kekayaannya. Didorong rasa sakit hati yang mendalam, Silvia menyusun rencana matang untuk menghancurkan mereka secara perlahan. Ia membiarkan keduanya terlena dalam kebahagiaan semu sebelum menjatuhkan hukuman yang telak. Silvia bersumpah akan membuat mereka menderita hingga tak mampu bangkit lagi.