Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ngejar Dari Sekolah

Ngejar Dari Sekolah

Airy Julietta begitu mengagumi Nickolas Edsel Sanders, pemuda cerdas yang terus menolaknya dengan kata-kata kasar. Meski disakiti, Airy tak menyerah hingga membuat sahabatnya, Rayna, merasa gemas. Rayna justru berharap Airy berpaling pada murid baru bernama Mark yang tulus mencintainya. Saat perpisahan SMA tiba, Airy bertekad menyatakan perasaannya sekali lagi. Akankah ambisinya terwujud? Ikuti lika-liku hubungan mereka yang berlanjut hingga masa kuliah.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Airy... ada anak baru di kelas Nick loh. Cakep! Hehehhe.."

"Hmmm,"

"Iiih begitu saja. Lihat yuk, kali saja keren. Lumayan buat gantiin Nick."

"Gak ah, gue itu setia." Tampik Airy teguh pada pendirian Nick adalah segalanya.

"Ah gak asyik lo, kan cuci matalah. Melihat yang seger-seger. Aaakh.. aaah.. sakit Nara. Ampun." Rayna di jewer Nara dari belakang yang dengar apa yang dikatakan Rayna.

"Bagus ya, bisa-bisanya ngomongin cowok lain! Sini lo harus gue hukum!" Nara menarik Rayna dalam pelukannya dan membawanya ke kantin.

"Aaakh.. tolong Airy!"

"Ahahaha... sukurin. Hajar saja Nara! Celamitan itu! Hahaha.." Airy puas ngomporin Nara yang posesif dan cemburuan.

Dikelas Nick...

"Halo, nama gue Mark. Gue duduk sebelah lo ya?"

"Duduk saja kosong kok." Jawab Nick ramah.

"Kamar mandi di mana sih?"

"Lo keluar kelas ke kanan terus mentok belok kanan lagi."

"Oh terima kasih gue ke sana dulu."

Mark hendak membuang hajatnya tapi diperjalanan menuju sana ia berpapasan dengan Airy. Tak sengaja tabrakan seperti di film-film romantis.

"Ups! Sorry gue gak melihat jalan. Sakit gak?" Mark terkejut dan merasa bersalah.

"Eh, gak papa kok. Santai saja. Yuk gue duluan." Jawab Airy yang ketabrak oleh Mark.

"Wow.. cantik banget..." memandang sampai Airy hilang dari tikungan lorong sekolah.

Mark kembali ke kelasnya sambil senyum-senyum sendiri.

"Eh Woy, Nick. Tadi gue melihat cewek imut banget, cantik sekaligus manis. Gue harus tahu namanya dan nomor hpnya. Dan selebihnya harus jadi pacar gue."

"Woooowww... sabar baru juga lo sehari di sekolah ini. Banyak pilihan."

Besoknya Mark mencari sosok yang dia tabrak kemarin, harus tahu siapa namanya dan kelas berapa. Kebetulan Airy sakit 3 hari dan gak masuk sekolah. Pencarian Mark sia-sia.

Sampai suatu hari di kantin sekolah.

"Nick, itu yang gue bilang imut dan lucu!" Mark menunjuk ke pojok kantin.

"Oh Rayna namanya. Jangan sudah ada pawangnya. Galak sama posesif. Cari yang lain."

"Lo yakin itu dia?"

"Yang pakai sepatu putih kan?"

"Bukaaan.. sebelahnya yang pakai sepatu hitam!"

"Heeemm, sepatu hitam? Itu Airy, yakin lo bilang dia manis?" tanya Nick menyakinkan.

"Lo jangan lihat pakai mata biasa tapi pakai mata hati. Dia itu berlian dalam lumpur tahu gak! Lo kenal ga? Kenalin dong."

"Gue kenal tapi males ngenalin ke elo. Lo kenalan saja sendiri. Gue saranin jangan sama dia."

"Kenapa?"

"Dia obsesi sama salah satu murid di sini, dan kayanya susah untuk kelain hati. Tapi kalo lo bisa ambil hatinya sih hebat."

"Okey deh, tunggu sini!" dengan meyakinkan Mark berjalan mendekati Airy, Nick tak menyangka Mark tak patah semangat dengan Airy.

"Gila si Mark, apa yang dia lihat sih dari Airy? Aneh!" Tapi Nick tak melepaskan pandangannya dari Airy.

Sementara Rayna sadar jika Mark mendekati meja mereka. Nara sedang ke kamar mandi bisa murka kalau sampai lihat Mark di meja mereka.

"Hay, maaf gue anak baru di sini. Nama gue Mark. Boleh kenalan gak?" Mata Mark tertuju hanya pada Airy, Rayna menyadarinya.

"Boleh... boleh banget. Duduk sini saja." Yang jawab Rayna sambil memberikan kursinya untuk Mark

"Eh Rayna ngapain sih lo?" Airy panik

"Nama lo siapa?" tanya Mark pada Airy

"Eh nama gue Rayna dan ini sobat gue namanya Airy. Salaman dong Airy. Hehhe." Rayna menyenggol Airy yang masih bingung

"Airy."

"Gue Mark. Kapan-kapan ajak gue school tour dong. Sekalian lihat ekskul apa saja sama sport apa saja."

"Kok kapan-kapan, nanti saja pas pulang sekolah. Sekarang kan Sabtu jadi semua ekskul lagi latihan. Hari ini lo gak kasih bimbingan kan sama kelas 1 Airy."

"Boleh nanti habis jam selesai gue ke kelas lo. BTW kelas lo yang mana?"

"Itu yang pojok. Jemput di sana saja. Jangan telat." Rayna tetap semangat padahal katanya tadi mau jalan.

"Apa Airy pemalu sampai perlu juru bicara?" senyum Mark menawan.

"Gak perlu, Rayna aja cerewet banget. Ya sudah nanti gue ajak lo school tour." Jawab Airy ramah. Pada dasarnya Airy itu baik dan ramah. Banyak yang suka dan sayang sama Airy sebagai teman.

"Yes, gue balik ke sana dulu ya.. sampai nanti."

Mark kembali ke meja Nick dengan senyum-senyum sendiri.

"Nick! Sukses Nick, gue langsung di ajak school tour nanti setelah jam pelajaran selesai. Gue harus terima kasih sama sobatnya Airy yang suport gue banget. Kata orang kalo mau sama orang deketin dulu sabahatnya. Ternyata benar begitu. Hehehhe."

Nick cuma diem, ia merasa sedikit kesel karena Airy begitu saja nerima ajakan Mark. Tapi Nick terlalu gengsi untuk mengakuinya.

Hari-hari berikutnya Mark semakin gencar mendekati Airy dan sepertinya Airy tak merasa terganggu dengan perhatian Mark. Memang karena ada Mark, pendekatan Airy pada Nick sedikit berkurang. Airy tak lagi menunggu di gerbang dan bercerita di sepanjang koridor sekolah. Juga menunggu Nick ketika pulang sekolah.

Karena Mark yang melakukan semuanya kepada Airy. Rayna dan Nara sangat mendukung apa yang Mark lakukan pada Airy. Sepertinya ini cara agar Airy lupa sama Nick.

"Nick, boleh bicara sebentar ga?" cegat Airy ketika bertemu dengan Nick.

"Iya ada apa?"

"Lo apa kabar? Soal kemaren lalu maaf ya. Cara gue mungkin salah dan bikin lo gak nyaman. Lain kali gue ulang ya. Bolehkan?"

"Hemmm.." Nick sedikit bingung, Nick pikir Airy sudah mabuk kepayang sama Mark, tapi kok sepertinya Airy masih suka sama dia.

"Serius Nick? Terima kasih ya. Sabar ya gue akan cari cara yang paling romantis."

"Lo akhir-akhir ini sibuk banget sama Mark ya?" tertumben Nick bertanya pada Airy.

"Ah iya itu, Mark. Gue jadi tahu bagaimana rasanya jadi elo Nick. Hihii.. gue jadi seperti ngaca melihat gue sendiri memperlakukan lo. Hihihi."

"Airy! Lo ngapain di sini? Itu Mark nyariin mau ngasih pesanan lo! Yuuk!" Rayna sengaja menegaskan perkataannya biar Nick dengar.

"Nick, kekelas duluan ya. Bye."

"Lo ngapain tadi sama Nick? Mulai lagi ya lo kecintaan sama dia?"

"Apa sih Rayna, tadi gue minta maaf soal kemaren. Dan gue janji akan melakukannya lebih baik."

"Apaaaa? Lo gila ya? Lo bucin parah! Kenapa lo yang minta maaf dan mau ngulangin lagi? Sakit lo!"

"Sudah sih ah. Jangan ribut."

"Terus lo anggap apa usaha Mark? Usaha gue sama Nara?"

"Maaf deh gue bikin lo kesel."

"Ya sudah deh, gau usah minta maaf. Gue cuma minta lo jangan kecewain Mark dia juga gak salah apa-apa."

"Iyaaa..yuuk ah. Nanti telat."

***

"Eh Nick, menurut lo kapan ya gue nembak Airy?"

"Memang lo sudah yakin bakal diterima? Lo kan baru saja kenal, sabar dulu lah. Nanti disangka lo gampang suka."

"Lo benar juga. Gue puas-puasin bikin momen seru saja deh sama dia dulu."

"Lo kenapa bisa suka sama dia sih?" Nick penasaran

"Selain dimata gue dia itu manis, cantik sekaligus sexy, Airy itu lucu. Ngobrol sama dia seru dan rame. Dan hatinya tulus banget. Sopan, menarik terlebih lagi dia pinter. Oh baru inget! Untung lo tanya! Gue mau minta dia jadi tutor gue dipelajaran. Soalnya sudah mau ujian kelulusan. Ada alasan untuk berduaan. Hehhe.. memang cerdas gue."

"Kalo lo mau belajar gue bisa ngasih les buat lo, gratis!" sahut Nick ngegas.

"Bagaimana sih lo, polos amat. Gue kan hanya mau dekat-dekat sama dia. Les hanya buat alasan."

"Oh.. iya.. lupa gue."

"Nick, lo kan tampan, tinggi, kaya. Memang gak ada yang suka sama lo? Gak percaya gue. Lo kayanya jomlo?"

"Ada tapi ya gue tolak. Gue gak mau pacaran. Apa lagi di kejar-kejar, males gue."

"Ouuuhh... Lo memang rada jutek ya....hehehhe. Eh iya, gue mau tanya. Merek sepatunya Airy itu apa sih? Lihat deh ini gue foto diem-diem. Gue cari di mall kok gada ya?" Nick melirik ponsel Mark yang penuh dengan foto-foto Airy.

"Memang sepatunya beli di pasar bukan Mall. Lo cari sampai tua juga gak ada di Mall. Airy bukan datang dari keluarga mapan." Nick sengaja bilang begitu biar Mark ilfill sama Airy.

"Wow, pakai sepatu gak branded saja Airy gue cakep and keren. Gue suruh supir gue beli ah ukuran gue. Gue mau sepatu gue couple lan sama Airy gue." Mark mengirim foto sepatu Airy ke ponsel supirnya untuk di belikan sesuai ukuran kakinya.

"Kurang kerjaan banget sih lo? Ngapain banget pakai nyamain sepatu Airy."

"Sepatu lo nomor berapa Nick?"

"Nomor gue 44."

"Oh okey. Sudah gue kirim, lo juga gue beliin satu."

"Iiih ngapain gue gak mau kembaran sama kalian ya."

"Seru-seruan saja. Kenapa sih lo."

Dan benar besoknya sepatu itu datang 4 pasang untuk Rayna dan Nara juga. Airy yang tahu kalau Mark beli sepatu samaan sama dia hanya ketawa saja. Airy anggap itu konyol. Tapi Nick gak mau pakai, karena gengsi.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Bersemi Setelah Perceraian
8.0
Lima tahun Cornelia mengabdi pada Darius, namun pengorbanannya dibalas perceraian saat ia hamil. Setelah selamat dari rencana pembunuhan di hari persalinan, ia menghilang. Kini Cornelia kembali sebagai pengusaha sukses yang tangguh. Saat para musuh jatuh, rahasia kelam masa lalu mulai terkuak. Darius yang terpesona berusaha mengejar mantan istrinya kembali. Meski Darius memohon demi anak mereka, Cornelia tak lagi peduli pada pria yang dulu menyia-nyiakannya.
Sampul Novel Cinta Yang Tak Pernah Padam
8.3
Dua tahun Nayara terkurung dalam pernikahan tanpa cinta akibat paksaan ibu Ravian. Sebagai pemimpin perusahaan yang dingin, Ravian Aditya Maheswara hanya menganggap hubungan ini kewajiban belaka. Namun, saat Nayara menyerah dan meminta cerai, sikap Ravian berubah drastis. Alih-alih setuju, ia justru mulai mempermainkan perasaan Nayara, menjebaknya dalam teka-teki hati yang membingungkan tepat saat ia ingin pergi menjauh dari bayang-bayang pria itu.
Sampul Novel Gema Lagu Sunyi
8.4
Sebagai istri Brayden Reynolds, Eve Walton terbiasa hidup dalam sorotan. Brayden bahkan rela mengumumkan pernikahan mereka demi melindunginya. Namun, janji setia itu hancur saat seorang wanita menyanyikan lagu cinta karya Eve bersama Brayden di siaran langsung. Wanita itu mengklaim Brayden sebagai miliknya, didukung bukti video intim yang memperlihatkan bekas luka sang suami. Menghadapi pengkhianatan ini, Eve memilih mengakhiri segalanya dengan surat cerai di tangan.
Sampul Novel Lover in Law (Ketika Dua Pengacara Saling Jatuh Cinta)
9.4
Milly merasa hidupnya dipenuhi kesialan sejak harus dimentori oleh Zayn, seorang pengacara senior yang sangat angkuh. Zayn pun membenci Milly yang dianggapnya ceroboh dan keras kepala. Meski awalnya saling muak, kedua pengacara cerdas ini justru terjebak dalam perasaan cinta yang tidak terduga di tengah persaingan profesional mereka. Apakah takdir akan menyatukan dua hati yang keras ini, ataukah ego masing-masing akan menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Mafia Kejam Jatuh Cinta
9.6
Deo Morte Picasso, pemimpin mafia Italia yang benci wanita, terpaksa kabur ke desa demi menghindari tuntutan nikah orang tuanya. Di sana, sang Dewa Kematian justru terpikat oleh kembang desa hingga terlibat skandal satu malam. Tragedi kematian orang tua memaksa Deo pergi meninggalkan gadis itu dalam kondisi hamil. Dua tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali. Namun, Deo kini sudah berkeluarga, meninggalkan luka dan tanda tanya besar bagi nasib sang ibu tunggal.
Sampul Novel Menikahlah Denganku, Pak!
9.4
Hanifa, putri dari keluarga kaya, telah gagal lolos ujian masuk universitas selama dua tahun beruntun. Di tengah keputusasaan itu, ia nekat melamar tutor pribadinya sendiri. Meskipun tawarannya terdengar konyol dan ditolak mentah-mentah, Hanifa tidak menyerah begitu saja meski sang tutor menganggapnya hanya bercanda. Akankah permintaan nikah dengan alasan yang tidak masuk akal ini membuahkan hasil, atau justru menjadi kegagalan baru dalam hidupnya?